*gehhh
Seminggu ini tiap harinya aku kurang tidur, menumpuk dan aku perlu membayarnya. Kalau enggak entah apa yang akan terjadi denganku tapi masih banyak aktifitas yang harus aku lakukan. Mengingat tubuhku ini staminanya rendah dibawah standar pekerjaan rumah yang sedikit sudah membuatku kelelahan. Jam tidurku juga gak seperti orang pada umumnya.
Jam 9 malam aku sudah harus tidur. Jam 4 subuh sudah bangun. Pagi gak boleh tidur sebelum waktu Dhuha selesai. Kalau gak sibuk aku bisa dapat 2 jam waktu tidur setelah waktu Dhuha, alaram siap biar kagak kelewatan tidurnya. Kalau sampai tidur diwaktu sholat atau ada kesibukan aktifitas yang mengganggu, aku tidak bakal memaafkan diriku ini. Masuk waktu sholat aku sudah tidak bisa diganggu. Siang hari setelah Dzuhur kesempatan buat tidur kecil. Di tempat tinggalku siang harinya panas banget, bikin berkeringat dan gak enak buat sholat. Ganti baju terus bikin repot, kalau mandi kena penyakit panuan dan hemat air. Gak boleh tidur kalau banyak aurat yang terbuka. Sorenya juga gak boleh tidur. Kata guru, tidur di sore hari bikin kita lekas pikun. Malamnya juga gak boleh tidur sebelum waktu sholat isya selesai. Soalnya tidur diantara jam maghrib-isya.. cari tahu sendiri, pokonya kebiasaan buruk.
Nah belum lagi aktifitas keagamaan di luar rumah yang bisa memakan waktu tidurku.
Aku tidak keberatan, soalnya aku hidup untuk beribadah, kan kan aku sudah dapat jati diri jadinya kalau aku sampai keluar dari tujuan hidup gua artinya kego*lokan ku kembali lagi. Aku akan merasa sangat hina. Aku tidak mau itu.
Lelah..
Aku harus menguatkan diriku.
Malam ini aku sudah janjian sama Yahya main Dota 2 bareng. Sudah lama terjanji dihari sebelumnya jadi harus ku tepati. Seandainya aku tahu bakalan sibuk pasti gak akan janjian.
Hmm kadang memang ya pilihan hati dan nafsu itu sulit dibedakan. Keduanya tentu saja sangat mempengaruhi kehidupan kita dalam menanggapi sebuah masalah.
Menurut KBBi, nafsu adalah selera, gairah dan keinginan yang kuat. Dalam versi ku untuk memperjelasnya ialah keinginan diri yang kuat tanpa memikirkan sebab akibat apa yang akan terjadi pada dirinya setelahnya(menuruti keinginan).
Terdengar negatif? jelas lah karena nafsu selalu mengarah ke hal yang negatif. Keinginan yang telalu kuat membuat pikirannya tidak waras. Seseorang yang selalu tunduk pada nafsunya cendrung memiliki penyakit hati, keraguan pun bisa dirasakan dalam dirinya karena rasa bersalah akan tindakan yang telah ia perbuat.
Berbeda dengan pilihan hati yang datang dari perasaan diri dengan memperhitungkan sebab akibat dan kondisi yang mempengaruhinya. Pilihan hati itu lebih mengutamakan hal-hal yang bersangkutan dengan hasil akhir. Bedanya dengan nafsu, pilihan hati adalah pikiran akal kita.
Loh kok disebut pilihan hati? Pertanyaan yang bagus Pis..
Kenapa disebut pilihan hati? karena pilihan hati adalah bagian dari keinginan diri(nafsu).
Koreksi dikit nafsu itu keinginan kecil ataupun kuat sama saja. Jadinya mempertimbangkan gairah ataukah akal kita salah satu diantaranya akan gugur dengan makna berbeda. Dan memperjelas siapa kita. Apakah tergolong orang yang berakal atau tidak.
Terdengar kasar sekali. Tapi begitulah.
Akhir dari pilihan kita akan selalu mempengaruhi hasilnya. Jadi hitungan lah baik-baik tindakan kita dengan mengenal diri.
Sebelumnya..
Mungkin aku sudah melupakan sesuatu yang penting sehingga membuatku salah langkah. Eh? kalian pikir aku yang lumayan paham tentang kepribadian manusia selalu benar dalam bertindak? tentu tidak karena masalah itu akan selalu diatas kemampuan kita tapi masih bisa terjangkau. Hanya saja dengan usaha yang kuat. Kalau belum bisa terselesaikan sekarang mungkin nanti, nanti dan nanti diwaktu yang tepat saat hati kita terbuka menerima setiap pelajarannya.
Sekarang yang mesti aku lakukan walaupun sudah salah langkah memberikan kemampuan terbaik ku. Sudah kubilang dari dulu kalau game Dota 2 itu sangat baik untuk pengenalan diri. Tapi tentu lah aku paham gak semua orang bisa bermain game ini jadi hanya terkhususkan pada pemain yang bisa saja. Semakin pandai dia bermain Dota 2 semakin terlihat cara terbaiknya dia menanggapi suatu masalah.
Di dalam permainan Dota 2 ada tingkatan rank tiap pemain yang telah menyelesaikan Ranked Match-nya.
10 permainan sendiri(solo)
10 permainan dengan kawan(team)
Jika salah satunya permainan solo ataupun team telah menyelesaikan ujian 10 kali penampilan terbaiknya di Ranked Match pertamanya akan keluar poin Ranked Match. Solo ada poin tersendiri begitu pula team poin. Nah poin itu yang menentukan kemampuan kita apa hebat atau enggak haha. Jadi pas hendak bermain, poin rank tersebut penentu agar kita mendapatkan lawan yang sepadan nanti. Ahh aku terlalu banyak bicara soal game. Yaa itu reaksi senang karenanya aku selalu ingin menampilkan permainan terbaik ku, sekuat tenaga dan kemampuan.
Okehh!!!
3 jam kemudian..
Kalah semua..
*glekkk
Ini nih yang bikin kesal pemain lain yang satu tim kurang kuat. Huehh.. kalah lagi. Mending pulang dah.
Kepala ku rasanya sakit sekali. Begini rupanya rasa sakit memaksakan diri melawan ngantuk. Pengalaman yang bagus, memberiku inspirasi untuk meningkatkan kemampuan survival ku. Tentunya aku gak mau melakukannya lagi. Hari ini aku terpaksa saja.
Pulang ke rumah jam 12. Tidur. Bangun jam 4. Sholat. buang air. Mandi. Pergi sholat. Ke pasar. Sholat sunnah. Tidur bentar. Jam 11:30 Alaram berbunyi. Lalu bangun.
Ah badanku demam. Sudah mencapai bataskah? ughh.. Kalau aku gak sholat Jumat karena sakit? apa boleh?
Zheill: oiy oiy salah siapa sampai sakit
Serius badanku gak enak banget. Dingin udaranya apalagi air bak mandi di rumah gua yang kayak es. Tapi..
ughh.. baiklah.. kita gunakan apa yang ada. Last Breath!
Langsung aku mandi melawan rasa dingin yang menggigit saraf tubuh. Rasa lelah dan mual mulai terasa.
Paksa.. lagi.. lagi..
"ka aku ikut nebeng lagi sakit nih"
Aku pun ikut kaka ku ke mesjid.
Sesampainya aku bisa istirahat dengan menyandarkan tubuh ku di tiang mesjid. Tulang punggung serasa berat makanya aku bersandar. Angin berhembus merasuk lewat kulit tubuh. Dingin. Membuatku tambah mual. Untuk jaga-jaga sebelum pergi tadi aku sempat menyimpan kantong plastik di saku ku.
Jangan bayangkan tentang muntah. Ahh.. imun tubuhku serasa mau habis aja. Tanpa pertahanan. Mungkin aku akan sakit nanti.
Dan benar. Aku sakit.
Kali ini rasanya berbeda. Sakit level medium. Kalau sakit biasa mah 1 hari sudah bisa pulih tapi kali ini cukup lama. Aku berusaha sekuat tenaga agar bisa menggunakan kemampuan Last Breath tapi tetap tidak bisa. Tubuhku meminta bayaran balik atas penggunaan kekuatan Beater. Kepala ku sakit. Suhu tubuh panas dingin. Seharian hanya bisa berbaring. Memulihkan kembali apa yang sudah ku rusak.
ugh..
Hmm apa aku akan mati? ketika manusia sakit bayangan pertama yang ia tahu adalah kematian. Kalau aku mati rasanya gak bakalan masuk surga deh mengingat banyak sekali dosa yang telah ku perbuat dengan orang-orang. Padahal aku sudah berusaha sebaik mungkin tapi respon mereka selalu ingin menghancurkan ku.
Semakin membayangkannya semakin yakin aku ingin dipanggil. Yang ku tahu saat berurusan dengan orang-orang hanyalah MEREPOTKAN. Bikin emosi makanya salah langkah. Iya iya mending nyerah dah daripada nambah dosa lagi. Aku ingin kembali apa adanya walaupun nebus dosa dengan disiksa. Iya aku yakin dengan pilihanku. Aku pun berdoa agar cepat dipanggil. Sisanya aku serahkan saja.
Di hari kedua saat tengah malam aku ke wc mau pipis. Tiba-tiba pandanganku buram. Aku sempat panik.
"Jangan pingsan di wc" ucapku dalam hati. Selesai pipis. Aku langsung berjalan cepat menuju kamar dengan kesadaran yang hampir hilang. Sampai di kamar aku langsung rebahan. Wahh hampir aja. Kalau sampai pingsan di wc tadi tubuhku gak kuat menahan dingin dan bisa saja bakalan terkena penyakit lain. Entar tambah repot.
Kok bisa ya aku hampir pingsan? padahal baru bangun tidur. Mungkinkah karena sirkulasi darah yang tiba-tiba berubah akibatnya penyaluran oksigen di otak terganggu.. apalah itu yang pasti ada kaitannya dengan tubuh kurang fit baru bangun langsung ngelunyur ke wc. Siapa yang bilang? ahh aku hanya menggunakan instingku untuk memahami situasi.
Belum ada tanda-tanda kondisiku akan membaik. Mengepal tinju pun sulit, tenaga ku masih seperempat dari tenaga normal.
Huhh.. Dalam keadaan lemah seperti ini. Aku tidak bisa melakukan banyak hal. Seandainya ada masalah besar datang menimpa ku sementara aku tidak berguna.. mungkin aku akan lebih menyesal lagi.
Kecerobohan kecil yang dianggap remeh mungkin akan sangat berdampak lebih besar apabila terus menerus dilakukan.
Menceritakan tentang kehidupan labil saya yang memiliki 3 karakter berbeda yaitu Hapis(sifat asli), Beater dan Zheill.
▼
Rabu, 21 November 2018
Minggu, 18 November 2018
Tentang Blog dan Karakter Labil
Hey! hey!
Adakah diantara kalian para pembaca yang penasaran atau kurang paham tentang tiga dasar karakter labil yang aku buat sepanjang puluhan episode ini?
hihi.. kurasa kagak ada.. tapi ya aku hanya kepengen memperjelas aja agar para pembaca gak gagal paham.
Kalian tahukan si Monster Labil itu susah dipahami jalan pikirnya, kasus terparahnya sebagian ada yang menganggap aku orang aneh wkwk.. ya iyalah
Btw pertama-tama aku akan menjelaskan tentang blog-ku dulu agar penjelasannya nanti lebih terperinci.
Baiklah tanpa memperpanjang basa basi-
*Tujuan Blog?
-Awalnya aku membuat blog-ku karena ikut-ikutan teman sekolah gua si Raga makanya posting blog gua gak bermutu. Pas baca ulang jadi malu-malu sendiri, sumpah gak berfaedah ahha. Aku hapus aja blog pertama gua dan bikin baru lagi. Sebagai bahan kerja ulang aku mengambil satu episode dari blog pertama yaitu Enchanted. Terlintas kalau cerita pengalaman pribadi emang bisa dijadikan bahan blog dan sampai sekarang blog gua hanya sebagai tempat curhat wkwkw.
*Nama blog yang aneh?
-Wkwk pas sekolah aku sering bertingkah gak jelas makanya Labil pas banget buat julukan gua dan nama blog. Kemudian Monster hanya sebagai tambahan pemanis doang biar lebih mengekspresikan diri gua.
Fakta tentang Nama blog gua, lebih duluan ada sebelum karakter labil ku sadari. Hoho jangan remehkan kekuatan insting Ferguso haha.
*Konsep blog yang aneh?
-Iyap soalnya gua bikinnya asal-asalan jadinya gitu dah. Haha asalkan bisa dibaca.
*Gaya penulisan yang aneh?
Ya ya namanya juga kurang pengetahuan tentang pelajaran B.indo seperti tema, judul, gaya bahasa, meletakkan tanda baca dan lain-lain. Bisa dilihat aja bedanya dari episode 1 sampe sekarang gimana perubahannya.
Faktanya, aku menulis cerita sesuai suasana hati makanya ceritanya sulit dipahami. Dan aku suka teka-teki hehe..
*Kisah blog gua genre-nya apa sih?
-Semua genre asalkan ada makna atau pelajaran yang bisa dipetik.
*Harapan bikin blog ini?
-Tidak ada. Tapi ya kadang sekali-kali ada perasaan senang bila pengunjung bertambah.
Zheill: jangan lupakan tujuan asli kita... tu wa ga-
karakter sempurna oyeyy!!!
==========
Oke itu aja sedikit informasi tentang blog gua, pertanyaan-pertanyaan diatas mungkin sudah mewakili semuanya.
Selanjutnya, tentang si Monster Labil.
Bermula dari teman-teman yang memanggilku aneh karena memang tingkahku yang kurang jelas. Ya gejala awal dari tidak seimbangnya pendirian yaitu plin-plan dengan pilihan sendiri.
Untuk bisa menyelesaikan semua pertanyaan misteri dunia ini aku berusaha mengubah cara berpikirku dengan kalimat
"semua kemungkinan bisa saja terjadi"
Tapi tetap mempertimbangkan keseimbangan sebab akibat dan hal lain yang mempengaruhi. Jadi pilihan yang telah aku pilih akan selalu memiliki kekurangan, kecacatan dan ketidak sempurnaan. Di sana akan selalu ada jawaban yang jauh lebih baik dari sekarang.
Pernah aku berdebat kecil dengan Bu Leni ketika sekolah dulu. Hanya masalah kecil tentang suka atau tidaknya ujian yang diundurkan.
Bu Leni dan teman sekelas sama-sama sepikiran kalau mereka tidak suka saat ujian diundurkan. Tapi beda denganku, aku malahan suka kalau ujian diundurkan dan tiba-tiba saja aku kelepasan bicara.
Bu Leni bertanya kenapa malah suka? dengan suara yang sopan untuk menanggapi murid misterius yang belum ia kenal ini.
Aku menjawab
"karena kita bisa belajar lagi"
Betul, kataku dalam hati seakan-akan lebih baik buat kita yang belum siap diberi waktu tambahan untuk belajar lagi.
Bu Leni membalas katanya semangat kita yang sudah siap membara untuk perang tiba-tiba malah ditunda jadinya semangat akan menurun, sangat tidak baik untuk kondisi.
Apakah kita memang harus bisa selalu siap menerima tiap konsekuensinya?
Permasalahan ini adalah kenapa semangat dan tambahan waktu dapat merubah hasil yang akan kita perbuat? Aku setuju saja kalau semangat itu sangat bagus tapi dengan tambahan waktu kita bisa melakukan hal yang belum kita perbuat, misalnya mengoreksi kesalahan, mempelajari ulang dll. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan dengan tambahan waktu. Masalah semangat, kita bisa saja memotivasi diri sendiri nanti. Yang membuat hatiku tergerak untuk menggugurkan pendapat Bu Leni adalah pada bagian siapnya diri melawan hal yang belum diketahui.
Mustahil..
Tidak ada yang pernah siap karena akan selalu ada jawaban yang jauh lebih baik dari sekarang. Itulah yang ingin ku katakan tapi sayangnya saat itu aku belum bisa menjawab karaguan hatiku ini.
Pemikiran yang berbeda dan banyaknya keraguan hati membuatku dilema. Tanpa sadar diriku, hatiku, melangkah tanpa arah mengharapkan sebuah jawaban yang pertanyaannya saja belum pernah muncul dalam benak.
Bimbang..
Karakter baru yang tercipta sebagai jawaban untuk menutupi banyaknya kelemahan diri.
Karakter baru yang telah ku dapat dari hadiah banyaknya permasalahan hidup, menyadarkan ku bahwa yang salah bukanlah masalah namun kekurangan diri ini. Karakter baru terlahir memiliki sifat, sikap, kemampuan, pemikiran dan ekspresi masing-masing.
Layaknya orang asing ketika aku masuk ke dalam karakter lain.
Aku memiliki tiga karakter.
Pertama aku yang asli dengan panggilannya Hapis.
Kedua Beater dan terakhir Zheill.
Panggilan tersebut hanyalah sebagai julukan, membedakan siapa diri ini ketika emosi tersendiri memicu munculnya karakter-karakter di atas. Respon dari dua karakter baru selalu buruk. Ya jelaslah karena masalah itukan masalah, merepotkan, menyakitkan. Karakter lain terlahir sebagai penutup kekurangan jadi responnya entah marah atau sedih. Kalau yang goblok kagak sadar diri itukan Hapis.
Hapis: woyyyyy!!!
Kemunculan karakter baru memperparah kelabilan ku.
Satu hal yang pasti yang aku ingat bahwa agama juga bagian terpenting dalam kehidupan ini. Mulai hijrah dan mendapatkan cukup banyak pengetahuan, memperbaiki diri dan bertekad akan lebih baik lagi. Aku sadar kalau karakter baru itu untuk menutupi kekurang diri namun karena karakter tersebut terlahir dari sebuah masalah jadinya banyak dari dalam karakter itu memiliki sisi negatifnya.
Aku terlalu bangga dengan karakter baru yang masih belum terasah. Akibatnya penyakit hati semakin banyak, masalah pun tetap menyulitkan ku.
Kalian tahu tak selamanya aku ingin seperti ini.. jadi untuk menjadi lebih baik lagi tentunya aku harus membuang tiap sisi negatif dalam diri ini maupun karakter baru.
Mengungkapkan jati diri, keraguan hati, obsesi, cinta dan lain-lain yang mungkin saja akan memberi ku pelajaran hidup. Sampai akhirnya aku bisa menyatukan semua karakter dan menjadi diriku yang sesungguhnya. Tanpa ada kelabilan dan sifat buruk.
Ini dia informasi tentang karakter labil
ululylulul~
==========
°Nama Julukan: Hapis
°Warna: Hijau
°Pemicu: hal menyenangkan
°Sifat: polos, mudah senang, mudah percaya, kekanakan, simple dan sederhana
°Kesukaan: game dan alam
°Kemampuan: insting, Speed Force, cepat belajar(ketika suka), kharisma dll.
==========
°Nama Julukan: Beater
°Warna: Merah
°Pemicu: marah, ketidak adilan
°Sifat: sombong, buas, baik(adil), pemarah, pendendam, tidak suka bergaul, tidak mudah menyerah
°Kesukaan: Bela diri
°Kemampuan: Heart Beat, pedang bermata dua, last breath, radar, beast aura, pain killer, pengamatan dll.
==========
°Nama Julukan: Zheill
°Warna: Biru malam
°Pemicu: kesedihan dan ketenangan
°Sifat: kalem, mudah tersinggung, terpercaya(khusus), misterius, penyendiri, tidak percaya diri, tidak suka ikut campur
°Kesukaan: belajar dan berpikir
°Kemampuan: logika, hipnotis, menyeimbangkan dll.
Terimakasih sudah baca tentang kisah kelabilan saya ahaha...
Adakah diantara kalian para pembaca yang penasaran atau kurang paham tentang tiga dasar karakter labil yang aku buat sepanjang puluhan episode ini?
hihi.. kurasa kagak ada.. tapi ya aku hanya kepengen memperjelas aja agar para pembaca gak gagal paham.
Kalian tahukan si Monster Labil itu susah dipahami jalan pikirnya, kasus terparahnya sebagian ada yang menganggap aku orang aneh wkwk.. ya iyalah
Btw pertama-tama aku akan menjelaskan tentang blog-ku dulu agar penjelasannya nanti lebih terperinci.
Baiklah tanpa memperpanjang basa basi-
*Tujuan Blog?
-Awalnya aku membuat blog-ku karena ikut-ikutan teman sekolah gua si Raga makanya posting blog gua gak bermutu. Pas baca ulang jadi malu-malu sendiri, sumpah gak berfaedah ahha. Aku hapus aja blog pertama gua dan bikin baru lagi. Sebagai bahan kerja ulang aku mengambil satu episode dari blog pertama yaitu Enchanted. Terlintas kalau cerita pengalaman pribadi emang bisa dijadikan bahan blog dan sampai sekarang blog gua hanya sebagai tempat curhat wkwkw.
*Nama blog yang aneh?
-Wkwk pas sekolah aku sering bertingkah gak jelas makanya Labil pas banget buat julukan gua dan nama blog. Kemudian Monster hanya sebagai tambahan pemanis doang biar lebih mengekspresikan diri gua.
Fakta tentang Nama blog gua, lebih duluan ada sebelum karakter labil ku sadari. Hoho jangan remehkan kekuatan insting Ferguso haha.
*Konsep blog yang aneh?
-Iyap soalnya gua bikinnya asal-asalan jadinya gitu dah. Haha asalkan bisa dibaca.
*Gaya penulisan yang aneh?
Ya ya namanya juga kurang pengetahuan tentang pelajaran B.indo seperti tema, judul, gaya bahasa, meletakkan tanda baca dan lain-lain. Bisa dilihat aja bedanya dari episode 1 sampe sekarang gimana perubahannya.
Faktanya, aku menulis cerita sesuai suasana hati makanya ceritanya sulit dipahami. Dan aku suka teka-teki hehe..
*Kisah blog gua genre-nya apa sih?
-Semua genre asalkan ada makna atau pelajaran yang bisa dipetik.
*Harapan bikin blog ini?
-Tidak ada. Tapi ya kadang sekali-kali ada perasaan senang bila pengunjung bertambah.
Zheill: jangan lupakan tujuan asli kita... tu wa ga-
karakter sempurna oyeyy!!!
==========
Oke itu aja sedikit informasi tentang blog gua, pertanyaan-pertanyaan diatas mungkin sudah mewakili semuanya.
Selanjutnya, tentang si Monster Labil.
Bermula dari teman-teman yang memanggilku aneh karena memang tingkahku yang kurang jelas. Ya gejala awal dari tidak seimbangnya pendirian yaitu plin-plan dengan pilihan sendiri.
Untuk bisa menyelesaikan semua pertanyaan misteri dunia ini aku berusaha mengubah cara berpikirku dengan kalimat
"semua kemungkinan bisa saja terjadi"
Tapi tetap mempertimbangkan keseimbangan sebab akibat dan hal lain yang mempengaruhi. Jadi pilihan yang telah aku pilih akan selalu memiliki kekurangan, kecacatan dan ketidak sempurnaan. Di sana akan selalu ada jawaban yang jauh lebih baik dari sekarang.
Pernah aku berdebat kecil dengan Bu Leni ketika sekolah dulu. Hanya masalah kecil tentang suka atau tidaknya ujian yang diundurkan.
Bu Leni dan teman sekelas sama-sama sepikiran kalau mereka tidak suka saat ujian diundurkan. Tapi beda denganku, aku malahan suka kalau ujian diundurkan dan tiba-tiba saja aku kelepasan bicara.
Bu Leni bertanya kenapa malah suka? dengan suara yang sopan untuk menanggapi murid misterius yang belum ia kenal ini.
Aku menjawab
"karena kita bisa belajar lagi"
Betul, kataku dalam hati seakan-akan lebih baik buat kita yang belum siap diberi waktu tambahan untuk belajar lagi.
Bu Leni membalas katanya semangat kita yang sudah siap membara untuk perang tiba-tiba malah ditunda jadinya semangat akan menurun, sangat tidak baik untuk kondisi.
Apakah kita memang harus bisa selalu siap menerima tiap konsekuensinya?
Permasalahan ini adalah kenapa semangat dan tambahan waktu dapat merubah hasil yang akan kita perbuat? Aku setuju saja kalau semangat itu sangat bagus tapi dengan tambahan waktu kita bisa melakukan hal yang belum kita perbuat, misalnya mengoreksi kesalahan, mempelajari ulang dll. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan dengan tambahan waktu. Masalah semangat, kita bisa saja memotivasi diri sendiri nanti. Yang membuat hatiku tergerak untuk menggugurkan pendapat Bu Leni adalah pada bagian siapnya diri melawan hal yang belum diketahui.
Mustahil..
Tidak ada yang pernah siap karena akan selalu ada jawaban yang jauh lebih baik dari sekarang. Itulah yang ingin ku katakan tapi sayangnya saat itu aku belum bisa menjawab karaguan hatiku ini.
Pemikiran yang berbeda dan banyaknya keraguan hati membuatku dilema. Tanpa sadar diriku, hatiku, melangkah tanpa arah mengharapkan sebuah jawaban yang pertanyaannya saja belum pernah muncul dalam benak.
Bimbang..
Karakter baru yang tercipta sebagai jawaban untuk menutupi banyaknya kelemahan diri.
Karakter baru yang telah ku dapat dari hadiah banyaknya permasalahan hidup, menyadarkan ku bahwa yang salah bukanlah masalah namun kekurangan diri ini. Karakter baru terlahir memiliki sifat, sikap, kemampuan, pemikiran dan ekspresi masing-masing.
Layaknya orang asing ketika aku masuk ke dalam karakter lain.
Aku memiliki tiga karakter.
Pertama aku yang asli dengan panggilannya Hapis.
Kedua Beater dan terakhir Zheill.
Panggilan tersebut hanyalah sebagai julukan, membedakan siapa diri ini ketika emosi tersendiri memicu munculnya karakter-karakter di atas. Respon dari dua karakter baru selalu buruk. Ya jelaslah karena masalah itukan masalah, merepotkan, menyakitkan. Karakter lain terlahir sebagai penutup kekurangan jadi responnya entah marah atau sedih. Kalau yang goblok kagak sadar diri itukan Hapis.
Hapis: woyyyyy!!!
Kemunculan karakter baru memperparah kelabilan ku.
Satu hal yang pasti yang aku ingat bahwa agama juga bagian terpenting dalam kehidupan ini. Mulai hijrah dan mendapatkan cukup banyak pengetahuan, memperbaiki diri dan bertekad akan lebih baik lagi. Aku sadar kalau karakter baru itu untuk menutupi kekurang diri namun karena karakter tersebut terlahir dari sebuah masalah jadinya banyak dari dalam karakter itu memiliki sisi negatifnya.
Amarah dan kesedihan..
Pembangkang dan penyendiri..
Buas dan tak berperasaan..
Kalian tahu tak selamanya aku ingin seperti ini.. jadi untuk menjadi lebih baik lagi tentunya aku harus membuang tiap sisi negatif dalam diri ini maupun karakter baru.
Mengungkapkan jati diri, keraguan hati, obsesi, cinta dan lain-lain yang mungkin saja akan memberi ku pelajaran hidup. Sampai akhirnya aku bisa menyatukan semua karakter dan menjadi diriku yang sesungguhnya. Tanpa ada kelabilan dan sifat buruk.
Ini dia informasi tentang karakter labil
ululylulul~
==========
°Nama Julukan: Hapis
°Warna: Hijau
°Pemicu: hal menyenangkan
°Sifat: polos, mudah senang, mudah percaya, kekanakan, simple dan sederhana
°Kesukaan: game dan alam
°Kemampuan: insting, Speed Force, cepat belajar(ketika suka), kharisma dll.
==========
°Nama Julukan: Beater
°Warna: Merah
°Pemicu: marah, ketidak adilan
°Sifat: sombong, buas, baik(adil), pemarah, pendendam, tidak suka bergaul, tidak mudah menyerah
°Kesukaan: Bela diri
°Kemampuan: Heart Beat, pedang bermata dua, last breath, radar, beast aura, pain killer, pengamatan dll.
==========
°Nama Julukan: Zheill
°Warna: Biru malam
°Pemicu: kesedihan dan ketenangan
°Sifat: kalem, mudah tersinggung, terpercaya(khusus), misterius, penyendiri, tidak percaya diri, tidak suka ikut campur
°Kesukaan: belajar dan berpikir
°Kemampuan: logika, hipnotis, menyeimbangkan dll.
Terimakasih sudah baca tentang kisah kelabilan saya ahaha...
Jumat, 09 November 2018
Pengganggu
Bagian 2. Mengalah bukan berarti menyerah
Aku masih marah dengan dia yang sok sekali menyuruhku untuk berbuat sesuai kehendaknya. Baru ketemu sudah kek gitu gimana kalau sudah menjalin hubungan. Tapi wajahnya agak familiar. Hmm.. Oh! jadi teringat kalau dia juga tinggal di rumah Irfan.
Apakah dia kakaknya?
mengganggu sekali. Habis ini makan-makan ya.. males ah mending aku pulang duluan aja dari pada ketemu sama dia lagi. Emosiku sudah tidak stabil dan kondisi tubuh yang kelelahan meningkatkan peluangku akan berbuat salah. Kalau bikin kesalahan di depan orang yang tidak suka dengan kita tau sendiri kan akibatnya. Tapi ya aku juga tidak berharap pengen jadi perfect person di mata orang lain. Aku hanya ingin ketenangan dalam hubungan tanpa ada perasaan saling merendahkan ataupun ingin menjatuhkan. Hal yang paling sering dilupakan dari kebanyakan orang termasuk aku, adalah tujuan dalam menjalin hubungan itu apa? benar..
Seenak jidatnya aku memutuskan hubungan dengan orang-orang yang pernah melakukan kesalahan besar terhadapku.
Kesalahan seperti apa sampai-sampai aku memutuskan hubungan dengan orang lain?
Benar kesalahan seperti apa?
Waktunya berkeliling masa lalu lagi.
Tiap pengalaman yang mengundang emosi selalu berakhiran pada kebencian. Dulu aku sering men-judge orang lain karena cara yang mereka gunakan tidak sama seperti yang aku lakukan. Pada dasarnya cara yang sering aku lakukan memang terbukti baik. Berpikir jauh lebih suci dari mereka aku pun mencampakkan mereka agar mereka sadar atas apa yang mereka lakukan. Sampai aku muak dan berhenti menjadi yang terdepan. Padahal yang aku yakini belum tentu bisa dipastikan sendiri.
Kesalahan pada tindakan yang tak sesuai harapan..
Berhenti dengan cara mencampakkan orang lain aku pun mengabaikan mereka dan akan bersikap biasa terkecuali jika mereka yang menyerangku. Aku akan mem-black list mereka. Aku tidak suka diganggu. Kenapa tidak ingin diganggu? benar kenapa? Jika tidak ingin diganggu itu artinya ada sesuatu yang sedang aku pertahankan.
Aku menengahi tiap prinsip dan ideologi orang-orang. Salah dan benar tergantung pada kesimpulan dari informasi yang ku dapat, tak lupa dengan Kepercayaan yang aku pegang. Permasalahan ini sudah cukup jelas mengapa aku tidak suka dengan orang lain yaitu adanya prinsip tersendiri.
Tiap individu yang kurang berpengalaman dalam bergaul atau menjalin hubungan pasti sering melakukan kesalahan, aku tahu itu. Tapi ada juga kasus pada orang lain yang sudah bagus berpenampilan, tutur bahasa, sikap, menampilkan tata krama yang sopan justru memiliki hati yang busuk, saling menikam dari belakang. Ini jauh lebih ku benci dari pada kesalahan yang tak disengaja.
Aku sangat teliti melihat jauh dalam lubuk hati orang lain. Trik psikologi yang ku pelajari dari tiap pengalaman juga memudahkanku untuk langsung mengambil kesimpulan terhadap sifat orang lain.
Apakah gunanya prinsip dan cara melihat kondisi orang lain? ya aku gunakan untuk bertahan, aku tidak mau mencampuri urusan orang lain. Aku tahu aku punya banyak kekurangan.
"urusi diri sendiri dulu baru urusi orang lain"
Tapi ketika kita mencoba mengurus kehidupan orang lain di sana di dalam lubuk hati terdapat adanya kesombongan.
Ku yakini itu salah. Karena kebanyakan yang ku lihat selama ini adalah orang-orang yang sok sekali mencoba memaksakan kehendaknya sendiri seolah-olah mereka ingin bilang
"jadilah seperti aku" atau jadilah seperti dia. Bising sekali, bikin telinga sakit mendengarkannya. Terserah sebaik mana cara dia menyampaikan bila niat hatinya hanya untuk menjatuhkan atau memaksakan sesuai kehendaknya aku akan menolaknya. Sedikitpun mereka tidak tau apa saja yang telah aku alami dan apa saja kekurangaku. Menceritakan tentang kepribadianku pun hanya akan dianggap sebagai orang aneh di mata mereka.
Ya seseorang yang punya kepribadian aneh memiliki caranya tersendiri dalam menangani suatu masalah.
Lalu tindakanku melawan mereka yang mencoba menyerangku? dengan menjauhi? iyakan? mana mungkin aku mau melawan dan berdebat dengan mereka yang buta diri. Rakus, tinggi diri, keraguan, hati yang tidak tenang.
Berada dekat dengan mereka hanya akan memperpanjang masalah. Aku tidak suka mencampuri urusan orang lain apalagi mencoba untuk merubah mereka. Hahaha.. merepotkan saja.
Ada sih satu cara lain untuk melawan mereka tapi tetap harus mengalah.
Dengan cara~
..menjadi perfect person! supaya mereka bisa hormat denganku kemudian mereka akan mendekatiku dan aku bisa menyelinap ke hati mereka. Memperbaiki sifat mereka dari dalam dan membereskan banyak permasalahan. Jadi aku akan dianggap sebagai penolong buat mereka.
Pffft... hahaha! kocak sekali haha, mana mau gua ngelakuinnya niatnya saja udah salah haha..
==========
Hey! perkenalan aku adalah si Monster Labil
(/ ̄(エ) ̄)/
Banyaknya pengalaman telah memberikanku kemampuan untuk merasakan niatan orang lain. Pendengaranku juga tajam yang bisa menangkap banyak sumber suara. Perasaan yang tajam yang dapat merasakan perubahan mendadak. Penglihatan yang lebar. Yeah kemampuan yang sangat berguna tapi.. kalau terlalu peka..
*suara kendaraan lalu lalang
*anak kecil berlari sana sini di luar langgar
*suara berisik dari plastik yang dimain-mainkan
*suara jemaah perempuan berbincang-bincang
*kening ustadz yang mengerut
*salah seorang bapak yang gelisah, gerak-gerik mengatur posisi duduk
Ahhh berisik sekali! aku tidak bisa konsentrasi. Enggak sadarkah mereka. Cobalah sedikit hormati ustadz kita yang lagi berceramah. Apalagiiii..
*sringg (¬_¬) *menoleh
Jemaah perempuan di belakang yang banyak bicara. Volume suaranya dikondisikan pls.
Iya aku paham sekali kalau kaum perempuan itu suka bicara dibanding pria makanya banyak-banyaklah berdzikir atau bershalawat agar nafsu bicara terpuaskan. Atau cobalah untuk dilatih menahannya. Itu kebiasaan buruk yang perlu ditangani dengan serius. Misalnya pas lagi nyerocos berbicara tersulut emosi kan bisa salah langkah. Ahh tau ah.. bukan urusanku.
"bila seseorang memutuskan hubungan dengan orang lain tidak bakalan masuk surga orang itu" kata ustadz Ilmi
Iya aku menyadari itu tapi aku kan berusaha untuk menyadarkan mereka..
"memangnya kamu Tuhan?"
Lagian siapa juga yang betah bertahan dari cemoohan mereka..
"doa orang terdzolimi lebih cepat terkabul loh"
Aku hanya berusaha menjauh dari mereka saja bukan memutuskan hubungan..
"masa? tapi respon mereka kan menganggap kalau kau itu pemutus hubungan, caramu masih salah"
Jika aku menjelaskan apa salah mereka hasilnya tetap sama, malahan mereka akan menganggap aku sok mengatur lalu menjauhiku. Aku tahu. Kalau aku tidak bisa hidup sendirian. Aku juga tahu memutuskan hubungan itu tidak baik. Tapi kenapa hanya aku yang jadi korban dari cemoohan mereka? mentang-mentang mereka memiliki apa yang tidak ku miliki..
"apa kau berniat balas dendam pada mereka? jadi kaya atau mendapat jabatan yang tinggi?"
Hmm..
"ku perlihatkan padamu apa yang akan terjadi bila kau menginginkan suatu pencapaian besar untuk membungkam mereka.. tidak ada yang berubah mereka hanya akan menganggap kau pembuat masalah"
Sungguh, aku tidak suka direndahkan..
"apakah semua pujian yang dulu kau dapat membuatmu seperti ini? oh iya ya Hafidz itu cowok yang keren dan cool, disukai banyak wanita, hebat dalam pelajaran olahraga dan seni mana mungkin mau harga dirinya diinjak-injak"
Kau ingin bercanda?!..
"nah itu dia tatapan membunuhmu hebat sekali apa yang ingin kau lindungi dengan kemampuanmu itu, reaksi marah itu karena kau selalu ingin kabur dari masalahmu"
Ohh begitu rupanya..
"ketika ditegur reaksimu menunjukkan penolakan itu artinya kau memiliki penyakit hati yaitu.. malas"
Heehh.. aku bukannya malas hanya saja aku tidak bisa meninggalkan pekerjaan rumah, kau tahu sendirikan?..
"ya ya aku tahu itu tapi cobalah sedikit gunakan akalmu g*lk!"
Ahhhh! ngajak gelud!!..
"elu bilang sendirikan dulu kalau mau sukses dunia itu mudah saja jadi atur waktu sebaik-baik mungkin sehingga kau sukses dan mereka tidak lagi meremehkanmu, jadilah orang yang sempurna dari sekarang, urusan hubungan akan lebih mudah terselesaikan karena mereka akan bergantung padamu, apabila ada masalah kau hanya perlu ingat nasehat untuk tidak memutuskan hubungan dengan orang lain.. semua urusan done done sisanya masalah perang dunia saja lagi"
cihhh.. belum waktunya aku belum bisa..
"kalau hanya bergantung pada ketepatan insting kau tidak akan tau dengan pasti apa yang bakalan terjadi, apa kau percaya? kalau di umurmu ke 24 kau akan tinggal di luar kota atau umur 27 kau akan sukses? mana ada yang tahu"
Melelahkan setiap hari harus menggunakan tekanan insting..
"daripada tidak melakukan apa-apa, di luar sana sudah banyak yang berjuang keras sementara kau duduk manis menimba ilmu agama tanpa diiringi ilmu dunia? ada yang bilang loh kalau terlalu santai di zona nyaman pas di umur 25an keatas nanti kau bekerja akan selalu mengeluh, KEBIASAAN BURUK!"
*klik menyalakan tv
""wahai anak-anak muda jangan kau sia-siakan masa muda-"" ustadz di tv
Uhhh!!! huaaa!!!..
"rasain tuh.. jadi dari sekarang kita harus berjuang menutupi semua kekurangan dengan kelebihan kita"
Kau terlalu berisik Zheill, kau tahukan cukup menyulitkan menghipnotis diri untuk meningkatkan semangat juang apalagi semangat itu akan melumpuhkan rasa sakit dari efek adrenalin jadi kita tidak tau kapan kondisi kita memasuki fase kekuatan Beater..
"kita perlu strategi g*blk"
Jangan ngajak gelud!! sejak kapan ucapan lo kasar begitu ah ini pasti gara-gara lo juga emosi dengan mereka sehingga ingin balas dendam kan dengan cara jadi sempurna!? jahad ya kamu..
" :v "
Aku masih marah dengan dia yang sok sekali menyuruhku untuk berbuat sesuai kehendaknya. Baru ketemu sudah kek gitu gimana kalau sudah menjalin hubungan. Tapi wajahnya agak familiar. Hmm.. Oh! jadi teringat kalau dia juga tinggal di rumah Irfan.
Apakah dia kakaknya?
mengganggu sekali. Habis ini makan-makan ya.. males ah mending aku pulang duluan aja dari pada ketemu sama dia lagi. Emosiku sudah tidak stabil dan kondisi tubuh yang kelelahan meningkatkan peluangku akan berbuat salah. Kalau bikin kesalahan di depan orang yang tidak suka dengan kita tau sendiri kan akibatnya. Tapi ya aku juga tidak berharap pengen jadi perfect person di mata orang lain. Aku hanya ingin ketenangan dalam hubungan tanpa ada perasaan saling merendahkan ataupun ingin menjatuhkan. Hal yang paling sering dilupakan dari kebanyakan orang termasuk aku, adalah tujuan dalam menjalin hubungan itu apa? benar..
Seenak jidatnya aku memutuskan hubungan dengan orang-orang yang pernah melakukan kesalahan besar terhadapku.
Kesalahan seperti apa sampai-sampai aku memutuskan hubungan dengan orang lain?
Benar kesalahan seperti apa?
Waktunya berkeliling masa lalu lagi.
Tiap pengalaman yang mengundang emosi selalu berakhiran pada kebencian. Dulu aku sering men-judge orang lain karena cara yang mereka gunakan tidak sama seperti yang aku lakukan. Pada dasarnya cara yang sering aku lakukan memang terbukti baik. Berpikir jauh lebih suci dari mereka aku pun mencampakkan mereka agar mereka sadar atas apa yang mereka lakukan. Sampai aku muak dan berhenti menjadi yang terdepan. Padahal yang aku yakini belum tentu bisa dipastikan sendiri.
Kesalahan pada tindakan yang tak sesuai harapan..
Berhenti dengan cara mencampakkan orang lain aku pun mengabaikan mereka dan akan bersikap biasa terkecuali jika mereka yang menyerangku. Aku akan mem-black list mereka. Aku tidak suka diganggu. Kenapa tidak ingin diganggu? benar kenapa? Jika tidak ingin diganggu itu artinya ada sesuatu yang sedang aku pertahankan.
Aku menengahi tiap prinsip dan ideologi orang-orang. Salah dan benar tergantung pada kesimpulan dari informasi yang ku dapat, tak lupa dengan Kepercayaan yang aku pegang. Permasalahan ini sudah cukup jelas mengapa aku tidak suka dengan orang lain yaitu adanya prinsip tersendiri.
Tiap individu yang kurang berpengalaman dalam bergaul atau menjalin hubungan pasti sering melakukan kesalahan, aku tahu itu. Tapi ada juga kasus pada orang lain yang sudah bagus berpenampilan, tutur bahasa, sikap, menampilkan tata krama yang sopan justru memiliki hati yang busuk, saling menikam dari belakang. Ini jauh lebih ku benci dari pada kesalahan yang tak disengaja.
Aku sangat teliti melihat jauh dalam lubuk hati orang lain. Trik psikologi yang ku pelajari dari tiap pengalaman juga memudahkanku untuk langsung mengambil kesimpulan terhadap sifat orang lain.
Apakah gunanya prinsip dan cara melihat kondisi orang lain? ya aku gunakan untuk bertahan, aku tidak mau mencampuri urusan orang lain. Aku tahu aku punya banyak kekurangan.
"urusi diri sendiri dulu baru urusi orang lain"
Tapi ketika kita mencoba mengurus kehidupan orang lain di sana di dalam lubuk hati terdapat adanya kesombongan.
Ku yakini itu salah. Karena kebanyakan yang ku lihat selama ini adalah orang-orang yang sok sekali mencoba memaksakan kehendaknya sendiri seolah-olah mereka ingin bilang
"jadilah seperti aku" atau jadilah seperti dia. Bising sekali, bikin telinga sakit mendengarkannya. Terserah sebaik mana cara dia menyampaikan bila niat hatinya hanya untuk menjatuhkan atau memaksakan sesuai kehendaknya aku akan menolaknya. Sedikitpun mereka tidak tau apa saja yang telah aku alami dan apa saja kekurangaku. Menceritakan tentang kepribadianku pun hanya akan dianggap sebagai orang aneh di mata mereka.
Ya seseorang yang punya kepribadian aneh memiliki caranya tersendiri dalam menangani suatu masalah.
Lalu tindakanku melawan mereka yang mencoba menyerangku? dengan menjauhi? iyakan? mana mungkin aku mau melawan dan berdebat dengan mereka yang buta diri. Rakus, tinggi diri, keraguan, hati yang tidak tenang.
Berada dekat dengan mereka hanya akan memperpanjang masalah. Aku tidak suka mencampuri urusan orang lain apalagi mencoba untuk merubah mereka. Hahaha.. merepotkan saja.
Ada sih satu cara lain untuk melawan mereka tapi tetap harus mengalah.
Dengan cara~
..menjadi perfect person! supaya mereka bisa hormat denganku kemudian mereka akan mendekatiku dan aku bisa menyelinap ke hati mereka. Memperbaiki sifat mereka dari dalam dan membereskan banyak permasalahan. Jadi aku akan dianggap sebagai penolong buat mereka.
Pffft... hahaha! kocak sekali haha, mana mau gua ngelakuinnya niatnya saja udah salah haha..
==========
Hey! perkenalan aku adalah si Monster Labil
(/ ̄(エ) ̄)/
Banyaknya pengalaman telah memberikanku kemampuan untuk merasakan niatan orang lain. Pendengaranku juga tajam yang bisa menangkap banyak sumber suara. Perasaan yang tajam yang dapat merasakan perubahan mendadak. Penglihatan yang lebar. Yeah kemampuan yang sangat berguna tapi.. kalau terlalu peka..
*suara kendaraan lalu lalang
*anak kecil berlari sana sini di luar langgar
*suara berisik dari plastik yang dimain-mainkan
*suara jemaah perempuan berbincang-bincang
*kening ustadz yang mengerut
*salah seorang bapak yang gelisah, gerak-gerik mengatur posisi duduk
Ahhh berisik sekali! aku tidak bisa konsentrasi. Enggak sadarkah mereka. Cobalah sedikit hormati ustadz kita yang lagi berceramah. Apalagiiii..
*sringg (¬_¬) *menoleh
Jemaah perempuan di belakang yang banyak bicara. Volume suaranya dikondisikan pls.
Iya aku paham sekali kalau kaum perempuan itu suka bicara dibanding pria makanya banyak-banyaklah berdzikir atau bershalawat agar nafsu bicara terpuaskan. Atau cobalah untuk dilatih menahannya. Itu kebiasaan buruk yang perlu ditangani dengan serius. Misalnya pas lagi nyerocos berbicara tersulut emosi kan bisa salah langkah. Ahh tau ah.. bukan urusanku.
"bila seseorang memutuskan hubungan dengan orang lain tidak bakalan masuk surga orang itu" kata ustadz Ilmi
Iya aku menyadari itu tapi aku kan berusaha untuk menyadarkan mereka..
"memangnya kamu Tuhan?"
Lagian siapa juga yang betah bertahan dari cemoohan mereka..
"doa orang terdzolimi lebih cepat terkabul loh"
Aku hanya berusaha menjauh dari mereka saja bukan memutuskan hubungan..
"masa? tapi respon mereka kan menganggap kalau kau itu pemutus hubungan, caramu masih salah"
Jika aku menjelaskan apa salah mereka hasilnya tetap sama, malahan mereka akan menganggap aku sok mengatur lalu menjauhiku. Aku tahu. Kalau aku tidak bisa hidup sendirian. Aku juga tahu memutuskan hubungan itu tidak baik. Tapi kenapa hanya aku yang jadi korban dari cemoohan mereka? mentang-mentang mereka memiliki apa yang tidak ku miliki..
"apa kau berniat balas dendam pada mereka? jadi kaya atau mendapat jabatan yang tinggi?"
Hmm..
"ku perlihatkan padamu apa yang akan terjadi bila kau menginginkan suatu pencapaian besar untuk membungkam mereka.. tidak ada yang berubah mereka hanya akan menganggap kau pembuat masalah"
Sungguh, aku tidak suka direndahkan..
"apakah semua pujian yang dulu kau dapat membuatmu seperti ini? oh iya ya Hafidz itu cowok yang keren dan cool, disukai banyak wanita, hebat dalam pelajaran olahraga dan seni mana mungkin mau harga dirinya diinjak-injak"
Kau ingin bercanda?!..
"nah itu dia tatapan membunuhmu hebat sekali apa yang ingin kau lindungi dengan kemampuanmu itu, reaksi marah itu karena kau selalu ingin kabur dari masalahmu"
Ohh begitu rupanya..
"ketika ditegur reaksimu menunjukkan penolakan itu artinya kau memiliki penyakit hati yaitu.. malas"
Heehh.. aku bukannya malas hanya saja aku tidak bisa meninggalkan pekerjaan rumah, kau tahu sendirikan?..
"ya ya aku tahu itu tapi cobalah sedikit gunakan akalmu g*lk!"
Ahhhh! ngajak gelud!!..
"elu bilang sendirikan dulu kalau mau sukses dunia itu mudah saja jadi atur waktu sebaik-baik mungkin sehingga kau sukses dan mereka tidak lagi meremehkanmu, jadilah orang yang sempurna dari sekarang, urusan hubungan akan lebih mudah terselesaikan karena mereka akan bergantung padamu, apabila ada masalah kau hanya perlu ingat nasehat untuk tidak memutuskan hubungan dengan orang lain.. semua urusan done done sisanya masalah perang dunia saja lagi"
cihhh.. belum waktunya aku belum bisa..
"kalau hanya bergantung pada ketepatan insting kau tidak akan tau dengan pasti apa yang bakalan terjadi, apa kau percaya? kalau di umurmu ke 24 kau akan tinggal di luar kota atau umur 27 kau akan sukses? mana ada yang tahu"
Melelahkan setiap hari harus menggunakan tekanan insting..
"daripada tidak melakukan apa-apa, di luar sana sudah banyak yang berjuang keras sementara kau duduk manis menimba ilmu agama tanpa diiringi ilmu dunia? ada yang bilang loh kalau terlalu santai di zona nyaman pas di umur 25an keatas nanti kau bekerja akan selalu mengeluh, KEBIASAAN BURUK!"
*klik menyalakan tv
""wahai anak-anak muda jangan kau sia-siakan masa muda-"" ustadz di tv
Uhhh!!! huaaa!!!..
"rasain tuh.. jadi dari sekarang kita harus berjuang menutupi semua kekurangan dengan kelebihan kita"
Kau terlalu berisik Zheill, kau tahukan cukup menyulitkan menghipnotis diri untuk meningkatkan semangat juang apalagi semangat itu akan melumpuhkan rasa sakit dari efek adrenalin jadi kita tidak tau kapan kondisi kita memasuki fase kekuatan Beater..
"kita perlu strategi g*blk"
Jangan ngajak gelud!! sejak kapan ucapan lo kasar begitu ah ini pasti gara-gara lo juga emosi dengan mereka sehingga ingin balas dendam kan dengan cara jadi sempurna!? jahad ya kamu..
" :v "
Kamis, 01 November 2018
Pengganggu
Aku tak terlalu mengerti silsilah keluarga dan sebutannya apa. Apalagi pakai bahasa asli daerah tambahnya aku gak ngerti. Akunya juga sering mengabaikan orang-orang, gampang lupa, butuh puluhan kali pertemuan agar aku bisa ingat orang tersebut. Sifat dasarku bila hendak menjalin hubungan butuh proses pengamatan dan pengenalan yang lama. Menentukan apakah dia akan baik buatku atau tidak. Kalau sudah fix sifatnya jelek perlahan-lahan akan ku jauhi. Tua atau muda tak kenal ampun. Kalau anggota keluarga? sama saja, Ushu ku saja aku campakkan, bahkan keluarga lain sampai ikut menyerang balik ke aku. Kenapa sampai nekat berbuat seperti itu? Aku tidak berbuat nekat.
Keluargaku meninggal dunia, neneknya Irfan. Minggu sebelumnya aku dan nenekku sudah menjenguknya saat beliau sakit. Melihat kondisinya kurus dan tua semua orang pun tau kalau umurnya tidak akan lama lagi. Anehnya aku tak merasakan apa-apa. Perasaanku tenang dan dalam. Ini bukan kemampuan Zheill tapi kemampuan Beater. Dulu di episode Hikmah aku mencoba mengendalikan emosiku saat melihat teman magangku sakit parah. Perasaan sedih ingin aku luapkan namun saat alm temanku bertanya
"kenapa wajahmu seperti itu fidz?"
Dengan mudahnya aku memaknai pertanyaan itu kalau aku tidak boleh membuat ekspresi sedih di hadapannya karena saat ini aku harus membuatnya nyaman dengan kehadiranku. Terpaksa di dalam lubuk hati perasaan sedih itu aku redupkan dengan emosi lain. Menjadi tak bergeming. Perasaan yang mati.
Aku tidak tau. Seandainya aku sakit dan teman-temanku atau tetangga datang mengunjungi, ekspresi apa yang aku harapkan dari mereka? kasihan? oh iya ketika aku sakit dulu keluarga malah curiga denganku makanya permasalahan ini sangat sensitif buatku.
Harapanku dan harapan orang lain terhadapku..
Tindakanku dan tindakan orang lain terhadapku..
Seolah-olah aku sedang melihat jurang luas membelah di antara aku dan orang lain. Perbedaan mutlak pandangan dan pengalaman dalam mengolah informasi.
Siapa yang lebih dipentingkan?
Tentu saja orang yang sedang ku tangani. Jadi aku berusaha mewujudkan apa yang ia harapkan dengan caraku? dengan perasaan yang mati? untuk mengontrol emosi? begitukan seharusnya. Untungnya saat emosiku sedang mati pengambilan tindakanku akan lebih efisien begitu pula radar pertahanan tidak akan terganggu. Cara khas dari kepribadian seorang Beater yaitu..
menyakiti dirinya sendiri.
Aku ikut membantu proses pemakaman kecuali urusan gali kubur. Pertama kalinya aku ikut mengangkat mayat. Bersama Irfan dan Saleh. Entah kenapa malah kami yang harus mengurus jenazah bukannya aku keberatan hanya saja tetangga yang lain patut dipertanyakan keberadaannya. Apakah karena takut? dan masalah lainnya adalah ibu yang bisa mengurus jenazah entah siapa namanya hanya seorang saja. Gimana kalau di masa depan nanti gak ada yang bisa ngurus jenazah? ahh aku harus belajar juga.
Setelah dimandikan. Dikafani. Sisanya tinggal memakamkan sehabis Dzuhur nanti. Sekitar 30 menitan lagi. Aku meminta pada nenekku agar pulangnya nanti saja. Nenekku mengiyakan permintaanku. Aku ke halaman rumah duduk menyantap kue. Gak kuat melihat kue nganggur. Nyam nyam.
Singkat cerita setelah sholat fardhu kifayah aku terlambat sampai ke pemakaman sebab aku ke mesjid cuman jalan kaki. Sesampainya aku datang, melihat sudah banyak orang berkumpul mengelilingi, aku mempercepat langkahku. Bergabung dan ikut menyaksikan proses pemakaman. Lama berdiri dan merasa ada yang janggal. Aku mencoba menyelidiki dengan mendekat ke makam. Rupanya kotak jenazah tidak muat dengan kuburannya. Kakekku dulu juga dibuat di dalam kotak kayu besar soalnya makamnya berair. Pengurus gali kubur berusaha melebarkan liang. Tapi kenapa cuman bagian atasnya doang hasilnya tetap sama.
*bisik-bisik dua orang di dekatku
Salah seorangnya bilang kalau ini azab kubur. Kuburan menyempit gitulah katanya, padahal dilihat dari tampilannya tergolong orang alim, jenggotan juga tapi kenapa langsung menarik kesimpulan bahwa yang dilihat ini merupakan azab kubur. Pak pikiranmu terlalu negatif. Makanya aku benci dengan kampung sini. Dulu ibuku juga dituduh oleh salah satu penghuni kampung di sini. Aura samar-samar yang kurasakan dari tiap orang sama. Lalu aku harus berpura-pura berbaikan dengan orang sini begitukah? Siapa yang ingat denganku? anaknya dari ibuku? mungkin aku bisa langsung kenal orang yang membenci ibuku dengan melihat reaksinya.
Ahh kesampingkan itu. Sebaiknya aku meluruskan pikiranku terhadap masalah yang ada dihadapan ini agar tidak salah mengerti. Agama mengajarkan kita agar tidak berpikir negatif.
Menurut pengamatanku ini kesalahan komunikasi dan kurangnya pengalaman si tukang gali kubur. Pas pertama datang aku melihat panjang ukuran makam tidak terlalu lebar dibandingkan dengan sisinya. Mungkin si tukang gali kubur mengira kepala dan ujung kaki tidak perlu memakan banyak ruang, maksudnya beberapa senti saja ruang kosong antara dinding dan tiap ujung jenazah. Sehingga panjang makam tak sesuai dengan penambahan ruang kotak jenazah. Sedikit saja lagi panjang liang kuburnya digali. Tapi malah cuman atasnya doang di bagian bawahnya masih belum. Yang lebih mengejutkanku kotak jenazah dipaksa masuk dengan berat badan beberapa orang yang menaikinya. Tetap gak bisa, malah memperparah, kotaknya sangkut di tengah ke dalaman makam. Kalau gini bakalan sangat sulit menaikannya lagi. Dan lebih parahnya tukang gali pasrah sudah. Ya ampun aku tidak punya informasi apakah boleh jenazah di makamkan seperti itu. Kan gunannya jenazah di makamkan dengan ke dalaman sekian untuk menutupi bau pembusukan pada jenazah. Jika tidak dalam bau busuk bakalan tercium. Sudah di injak-injak pula tadi. Uhh pusing ah.
Pemakaman sudah berakhir. Aku sangat kelelahan. Sejenak aku beristirahat di kendaraanku, btw tadi neneknya Irfan di makamkan dekat rumah Irfan kok makanya ada kendaraanku di sini.
"uy" seseorang memanggilku dari belakang
Aku menengok dan bertanya dalam hati siapa dia?
"gini aja kah kerjaanmu pas nganggur?" maksud dia suka ngelamun.
Begitukah pandangan mereka terhadapku. Btw aku tidak sedang melamun, aku sedang berpikir.
"cari kerjaan sana!" agak tinggi
Nah datang lagi masalah.
"tau gak BLK?"
"gak tau" tahan emosi
"di jalan Kupang, Pembataan tau gak?"
"gak" berusaha mengabaikan
Sampai akhirnya tu orang pergi meninggalkan ku.
Siapa sih? bikin emosi aja pas lagi lelah gini pula. Emangnya elu tau apa yang sedang gua lakukan. Terlihat aku memang nganggur tidak mencari uang tapi aku- ah pusing ah. Aku teriak dalam hati. Kalau gua sudah dapat kerjaan pasti bakalan jadi lebih baik dari elu. Terus apa yang elu harapkan dari gua setelah aku dapat pekerjaan. Hedehh sabar..
Raut wajah seperti itu dan reaksinya memaksakan kehendak orang lain sesuai dengan caranya.. sekali lihat, aku langsung tau apa yang diinginkan hatinya. Kenapa begitu jelas terlihat? berkali-kali sudah aku melihat orang yang seperti dia, sangat banyak. Keluarga, saudara, tetangga, teman, orang-orang di jalanan.
Reaksi yang berlebihan, caranya memandang orang lain, hati yang gundah. Semua kekurangan itu mengatakan kalau dia ingin diselamatkan..
Kasihan sekali..
Ketidaktahuan tentang jati diri sendiri, kelebihan, kelemahan dan harapan membuatnya terlalu terikat pada lingkaran insting dan hatinya berteriak adalah aksi protes terhadap dirinya. Akibatnya setiap apa yang ia lakukan tanpa disadari menginginkan sesuatu atau hal yang ia pikir bisa membuatnya tenang. Dengan cara?
Mencari kesenangan sana sini..
Men-judge orang..
Mencari kekasih..
Meluapkan perasaan secara berlebihan..
Membicarakan orang lain..
Semua yang ia lakukan hanya berputar-putar mengulang kejadian yang sama. Sampai akhirnya masalah yang besar datang menampar keras pipinya. Cobaan penentu apakah dia memilih menjadi baik ataukah menjadi semakin terpuruk. Mirip apa yang telah ku alami selama ini.. dan itulah jawaban mengapa aku bisa langsung paham permasalahan apa yang sedang dihadapinya. Tidak akan semudah itu untuk menyelesaikannya. Walaupun dengan kemampuan kharisma Hapis akan tetap sama. Kharismanya hanya sebagai bantuan kecil untuk menggetarkan hati sisanya tergantung diri sendiri. Intropeksi diri lah sampai ke akarnya.
Btw gua males nolongin dia reaksinya aja gitu :v
Hapis dan Zheill: Lah itu kan emang kekurangannya!
Keluargaku meninggal dunia, neneknya Irfan. Minggu sebelumnya aku dan nenekku sudah menjenguknya saat beliau sakit. Melihat kondisinya kurus dan tua semua orang pun tau kalau umurnya tidak akan lama lagi. Anehnya aku tak merasakan apa-apa. Perasaanku tenang dan dalam. Ini bukan kemampuan Zheill tapi kemampuan Beater. Dulu di episode Hikmah aku mencoba mengendalikan emosiku saat melihat teman magangku sakit parah. Perasaan sedih ingin aku luapkan namun saat alm temanku bertanya
"kenapa wajahmu seperti itu fidz?"
Dengan mudahnya aku memaknai pertanyaan itu kalau aku tidak boleh membuat ekspresi sedih di hadapannya karena saat ini aku harus membuatnya nyaman dengan kehadiranku. Terpaksa di dalam lubuk hati perasaan sedih itu aku redupkan dengan emosi lain. Menjadi tak bergeming. Perasaan yang mati.
Aku tidak tau. Seandainya aku sakit dan teman-temanku atau tetangga datang mengunjungi, ekspresi apa yang aku harapkan dari mereka? kasihan? oh iya ketika aku sakit dulu keluarga malah curiga denganku makanya permasalahan ini sangat sensitif buatku.
Harapanku dan harapan orang lain terhadapku..
Tindakanku dan tindakan orang lain terhadapku..
Seolah-olah aku sedang melihat jurang luas membelah di antara aku dan orang lain. Perbedaan mutlak pandangan dan pengalaman dalam mengolah informasi.
Siapa yang lebih dipentingkan?
Tentu saja orang yang sedang ku tangani. Jadi aku berusaha mewujudkan apa yang ia harapkan dengan caraku? dengan perasaan yang mati? untuk mengontrol emosi? begitukan seharusnya. Untungnya saat emosiku sedang mati pengambilan tindakanku akan lebih efisien begitu pula radar pertahanan tidak akan terganggu. Cara khas dari kepribadian seorang Beater yaitu..
menyakiti dirinya sendiri.
Aku ikut membantu proses pemakaman kecuali urusan gali kubur. Pertama kalinya aku ikut mengangkat mayat. Bersama Irfan dan Saleh. Entah kenapa malah kami yang harus mengurus jenazah bukannya aku keberatan hanya saja tetangga yang lain patut dipertanyakan keberadaannya. Apakah karena takut? dan masalah lainnya adalah ibu yang bisa mengurus jenazah entah siapa namanya hanya seorang saja. Gimana kalau di masa depan nanti gak ada yang bisa ngurus jenazah? ahh aku harus belajar juga.
Setelah dimandikan. Dikafani. Sisanya tinggal memakamkan sehabis Dzuhur nanti. Sekitar 30 menitan lagi. Aku meminta pada nenekku agar pulangnya nanti saja. Nenekku mengiyakan permintaanku. Aku ke halaman rumah duduk menyantap kue. Gak kuat melihat kue nganggur. Nyam nyam.
Singkat cerita setelah sholat fardhu kifayah aku terlambat sampai ke pemakaman sebab aku ke mesjid cuman jalan kaki. Sesampainya aku datang, melihat sudah banyak orang berkumpul mengelilingi, aku mempercepat langkahku. Bergabung dan ikut menyaksikan proses pemakaman. Lama berdiri dan merasa ada yang janggal. Aku mencoba menyelidiki dengan mendekat ke makam. Rupanya kotak jenazah tidak muat dengan kuburannya. Kakekku dulu juga dibuat di dalam kotak kayu besar soalnya makamnya berair. Pengurus gali kubur berusaha melebarkan liang. Tapi kenapa cuman bagian atasnya doang hasilnya tetap sama.
*bisik-bisik dua orang di dekatku
Salah seorangnya bilang kalau ini azab kubur. Kuburan menyempit gitulah katanya, padahal dilihat dari tampilannya tergolong orang alim, jenggotan juga tapi kenapa langsung menarik kesimpulan bahwa yang dilihat ini merupakan azab kubur. Pak pikiranmu terlalu negatif. Makanya aku benci dengan kampung sini. Dulu ibuku juga dituduh oleh salah satu penghuni kampung di sini. Aura samar-samar yang kurasakan dari tiap orang sama. Lalu aku harus berpura-pura berbaikan dengan orang sini begitukah? Siapa yang ingat denganku? anaknya dari ibuku? mungkin aku bisa langsung kenal orang yang membenci ibuku dengan melihat reaksinya.
Ahh kesampingkan itu. Sebaiknya aku meluruskan pikiranku terhadap masalah yang ada dihadapan ini agar tidak salah mengerti. Agama mengajarkan kita agar tidak berpikir negatif.
Menurut pengamatanku ini kesalahan komunikasi dan kurangnya pengalaman si tukang gali kubur. Pas pertama datang aku melihat panjang ukuran makam tidak terlalu lebar dibandingkan dengan sisinya. Mungkin si tukang gali kubur mengira kepala dan ujung kaki tidak perlu memakan banyak ruang, maksudnya beberapa senti saja ruang kosong antara dinding dan tiap ujung jenazah. Sehingga panjang makam tak sesuai dengan penambahan ruang kotak jenazah. Sedikit saja lagi panjang liang kuburnya digali. Tapi malah cuman atasnya doang di bagian bawahnya masih belum. Yang lebih mengejutkanku kotak jenazah dipaksa masuk dengan berat badan beberapa orang yang menaikinya. Tetap gak bisa, malah memperparah, kotaknya sangkut di tengah ke dalaman makam. Kalau gini bakalan sangat sulit menaikannya lagi. Dan lebih parahnya tukang gali pasrah sudah. Ya ampun aku tidak punya informasi apakah boleh jenazah di makamkan seperti itu. Kan gunannya jenazah di makamkan dengan ke dalaman sekian untuk menutupi bau pembusukan pada jenazah. Jika tidak dalam bau busuk bakalan tercium. Sudah di injak-injak pula tadi. Uhh pusing ah.
Pemakaman sudah berakhir. Aku sangat kelelahan. Sejenak aku beristirahat di kendaraanku, btw tadi neneknya Irfan di makamkan dekat rumah Irfan kok makanya ada kendaraanku di sini.
"uy" seseorang memanggilku dari belakang
Aku menengok dan bertanya dalam hati siapa dia?
"gini aja kah kerjaanmu pas nganggur?" maksud dia suka ngelamun.
Begitukah pandangan mereka terhadapku. Btw aku tidak sedang melamun, aku sedang berpikir.
"cari kerjaan sana!" agak tinggi
Nah datang lagi masalah.
"tau gak BLK?"
"gak tau" tahan emosi
"di jalan Kupang, Pembataan tau gak?"
"gak" berusaha mengabaikan
Sampai akhirnya tu orang pergi meninggalkan ku.
Siapa sih? bikin emosi aja pas lagi lelah gini pula. Emangnya elu tau apa yang sedang gua lakukan. Terlihat aku memang nganggur tidak mencari uang tapi aku- ah pusing ah. Aku teriak dalam hati. Kalau gua sudah dapat kerjaan pasti bakalan jadi lebih baik dari elu. Terus apa yang elu harapkan dari gua setelah aku dapat pekerjaan. Hedehh sabar..
Raut wajah seperti itu dan reaksinya memaksakan kehendak orang lain sesuai dengan caranya.. sekali lihat, aku langsung tau apa yang diinginkan hatinya. Kenapa begitu jelas terlihat? berkali-kali sudah aku melihat orang yang seperti dia, sangat banyak. Keluarga, saudara, tetangga, teman, orang-orang di jalanan.
Reaksi yang berlebihan, caranya memandang orang lain, hati yang gundah. Semua kekurangan itu mengatakan kalau dia ingin diselamatkan..
Kasihan sekali..
Ketidaktahuan tentang jati diri sendiri, kelebihan, kelemahan dan harapan membuatnya terlalu terikat pada lingkaran insting dan hatinya berteriak adalah aksi protes terhadap dirinya. Akibatnya setiap apa yang ia lakukan tanpa disadari menginginkan sesuatu atau hal yang ia pikir bisa membuatnya tenang. Dengan cara?
Mencari kesenangan sana sini..
Men-judge orang..
Mencari kekasih..
Meluapkan perasaan secara berlebihan..
Membicarakan orang lain..
Semua yang ia lakukan hanya berputar-putar mengulang kejadian yang sama. Sampai akhirnya masalah yang besar datang menampar keras pipinya. Cobaan penentu apakah dia memilih menjadi baik ataukah menjadi semakin terpuruk. Mirip apa yang telah ku alami selama ini.. dan itulah jawaban mengapa aku bisa langsung paham permasalahan apa yang sedang dihadapinya. Tidak akan semudah itu untuk menyelesaikannya. Walaupun dengan kemampuan kharisma Hapis akan tetap sama. Kharismanya hanya sebagai bantuan kecil untuk menggetarkan hati sisanya tergantung diri sendiri. Intropeksi diri lah sampai ke akarnya.
Btw gua males nolongin dia reaksinya aja gitu :v
Hapis dan Zheill: Lah itu kan emang kekurangannya!