Semakin dekat dengan taman kota maka semakin naik lah matahari yang akan menyinari kota ini.Ketika sampai langsunglah kami bermain petasan(sekedar hiburan),perang dimulai, bom teletabis siap dinyalakan,awal nya adalah keluarnya cahaya hijau kuning dari bom itu waktunya sekitar 20 detik yang kata teman kami adalah lampu disco ,setelahnya suara ledakan pun terdengar sampai ketelinga kami(eh perasaan telinga ku ditutup pake tangan),terkadang teman atau pun orang lain yang memakai petasan itu sebagai menarik perhatian sang betina (bukan gue),sebetulnya heran juga aku,buat apa coba ,justru membuat cewe itu(yang di lempari petasan) marah !!
Yah begitu lah pemandangan di pagi ini. . .
Saat kami duduk ,kami dikejutkan oleh orang tua yang marah-marah kepada salah seorang diantara kami ,katanya "nih sapu sana kalo main petasan"sambil menyurung sapu. .
#jrengg!
Kata-kata orang tua itu dimanfaatkan oleh salah seorang dari kami sebagai lelucon ,sebetulnya kasihan juga melihat orang tua itu tiap hari nyapu bekas petasan di Taman kota, tapi jujur aku gak bisa nahan ketika lelucon itu di ucapkan dari mulutnya, dan terkuranglah pahala puasa. . .
Matahari sudah menyinari kota ini merupakan tanda kami siap pulang,masih memakai lintasan tadi, ketika di pejalanan beberapa orang diantara kami lebih memilih main PS dari pada pulang ,timbul lah niat buruk di antara kami (bukan gue), ambil nya salah satu sandal dan bawa nya pulang, kata ku "gimana ia pulang kalo sendalnya diambil"dalam hati.Tepat ditengah perjalanan kami stop untuk istirahat tapi tidak dengan ku, aku ambil tali rapia bekas ,ambil batu dan ku ikat, jadilah morningstar tanpa pegangan,kumainkan sesuka hati lalu ku tinggal dia pergi . . .#song
tiba-tiba salah seorang lagi meminta ku untuk memberikan tali ini," buat apa" .. . Ucapku
tapi ia tak menjawab nya dan malah senyum-senyum. JANGAN-JANGAN !!
Ku berikan talinya dan sudah kuduga ,tapi aku menyetujui nya. . . . sedikit. . . , ikat nya tali tadi ke sendal dan lempar keranting pohoon,jadi lah sendal terbang ,kami pun tertawa terbahak-bahak, alangkah gila nya kami . . . . ,satu lagi terkuranglah pahala puasa. . .
Beberapa menit kemudian ,salah seorang menyuruh untuk membujuk si korban ke sini,. . Pergi lah dia membujuk. . .
Tetapi setelah kembali si korban malah tak datang mungkin dia sangat kebingungan dimana sandalnya, . . .Kalo dari tempatnya ke sini jauh dan berbatu ,aku sangat tidak setuju kalo dia kesini jalan kaki jadi aku membujuk temanku untuk mengantarnya pakai sepeda kesini, tapi ada yang mengalih perhatianku , katanya ini terlalu rendah ,lalu ambilnya kembali dan lempar nya ke paling tinggi ,sampai-sampai terikat direranting pohon ,dan ditambah ! Ikat nya lagi di salah satu batang pohon [JANGAN ! ditiru !]
Eh bukan nya itu berlebihan? Lalu pergi lah salah seorang untuk membujuk korban, aku hanya bisa terdiam dan membayangkan apa yang terjadi berikutnya,tapi aku tak sanggup membayangkan nya! . . .
Datang lah si korban ,dan bingung dimana sandal nya berada,yang lain menertawakannya karna sandalnya berada tepat diatas kepalanya,tapi aku tak mampu untuk tertawa karna aku lah penyebabnya, aku yang meminjamkan tali itu,seharusnya ku buang saat sebelum meminta ku untuk hal sekejam ini,si korban berusaha memutuskan tali yang terikat dipohon,dan yang lain malah menertawakan nya.
Ini salahku kan?
Gara-gara aku semua nya menjadi begini kan?
Bertambahlah dosa ku dan berkuranglah pahalaku! . . .Si korban berusaha untuk tetap tertawa dan tabah,sudah semenit tali itu tak kunjung putus. Dan salah seorang lagi mengambil handphone nya dan . . . Ahhh !!!
Aku tak sanggup melihatnya !!
Menumpuklah dosa ku !!
Oh iya aku punya korek ! Lalu kubantu lah si korban untuk memutuskan tali nya. . .Ku harap dengan korek ini aku dapat mengurangi dosa ku. . .
Akhirnya putuslah tali nya . . . tapi sisa dari talinya masih terikat didahan pohon, huff !!
Setelah berusaha sekuat tenaga ,patah lah dahan itu dan pulanglah kami tapi si korban tetap kuat dan masih bisa tersenyum mungkin dikarena kan ini bulan puasa jadi dia harus tegar menghadapinya, jikalau aku menjadi si korban aku langsung nangis dan merengek-merengek dikamar tidur. Semoga aja dia gak dendam kepada ku. . .
Malam nya saat taraweh ,si korban tidak taraweh di Langgar ,mungkin dia sangat malu dan siap menuangkan amarahnya lewat doa, aku sangat membenci teman-teman tadi dan terutama aku sendiri bagaimana tidak, bahwa akulah yang mendapatkan tali itu.
Malam berikutnya aku melihat si korban duduk didekat tempat wudhu ,karna subuh aku juga tak ikut lagi jalan-jalan, ku hampiri dia dan beratapa bersalahnya aku, ia menuangkan amarah nya ke orang lain sementara aku dalang dari semua nya. . . Huhhhh . . . Padahal niat ku di bulan Ramadhan kali ini adalah mendapatkan malam lailatul qadar karna sebelum nya tidak pernah tapi aku malah mengacaukannya,dan benar sama sekali aku tak mendapatkan malam lailatul qadar. Aku sangat menyesal bagaimana tidak ,jika setelah bulan Ramadhan ini aku mati gimana ? Sementara timbangan dosa lebih berat dibanding pahala ,astagfirullah . . . .
Quest kali ini sungguh gagal total ,nampaknya aku belum siap menerima cobaan seperti ini, . . . . . . Tidak! justru aku yang lemah . . . .
Aku menyesal !!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar