Pelajaran kimia hari ini ya,kenapa harus guru yang seperti dia,apa aku marah? Jawabannya engga ,hanya saja aku heran,aku belum bisa membaca jalan pikirannya,ditambah perubahan yang drastis ini membuat otak ku berhenti bekerja.Sekarang yang bisa ku perbuat hanyalah menyalahkan diri sendiri,kenapa aku terlalu bodoh,kenapa aku tidak bisa menguasai pelajaran kimia. Bu Guru yang kata teman-teman ku cantik itu,spesial,cara menjelaskannya jelas hanya angan-angan untukku ,tatapannya maupun ucapannya yang sinis menurutku yang membuatku pusing menatap masa depan. Aku tak ceria lagi, aku bosan sekolah,bosan karna hal itu ,pasti setiap orang yang bosan terselip hal yang membuat dia seperti itu.Mulai sejak itu aku sering berniat untuk putus sekolah,tapi tak kunjung tiba,sekolah aja aku bosan apa lagi mau lanjutkan kuliah. Aku mulai terbawa suasana ,kepalaku mulai terisi hal yang gak enggak. Tekad yang kuat ketika itu sudah lumpuh hancur diterjang kejamnya masalah.Bahkan ketika teman-teman dari alumni x-1 berkumpul duduk becerita,dan ceria,lalu Rama memanggilku ,rupanya dia membohongi ku dengan alasan ingin membuatku tertawa,tapi aku tak ada respon ,aku hanya menunjukkan ekspresi cuekku,dan melangkah menjauhi mereka,haruskah aku begitu?. . .
Sekarang aku sendirian . . . , bersekolah hanya membuatku muak melihat semua orang. Aku sudah diperdaya oleh kejamnya masalah.Jahat.
Ketika disekolah aku sering sekali mendengar gosip-gosip tentang aku ,dan juga cara mereka memandangiku. Aku mulai jengkel ,dan hanya memendamnya saja.
Hingga pada akhirnya aku menemukan sesuatu yang sangat bernilai bagiku ,aku menemukan buku yang sangat sesuai dengan obsesiku,dan juga buku tentang malaikat, membacanya aku mendapat pengetahuan baru walaupun tak ada seorang pun yang dapat mempercayainya,terkecuali orang sepertiku.Aku mulai mencoba mengenali sikap setiap orang yang sangat menarik di pelajari,ya hanya itu yang dapat ku lakukan,semua orang mulai ku amati dengan baik dan mencoba meniru mana yang terbaik,terlihat ceria tapi terlihat sedih,itu lah aku yang begitu lemah.Memakai topeng setiap harinya benar-benar membuatku tidak tahan, inilah puncak kehancuranku ,aku mulai menyimpang.Bagaikan air yang jernih didalam gelas terus di isi dengan air limbah dan meminumnya,meracuni setiap organ tubuh.Aku mulai menentukan masa depanku.
Setelah selesai ulangan tibalah pembagian rapot kepada orang tua atau wali,tapi orang tua ku tidak ada disini jadinya aku bersama kakakku aja dan datang lebih awal disebabkan kakakku ingin bekerja, tapi hasilnya nihil tak ada wali kelasku jadinya kami pulang .Kemudian aku berniat mengambil sendiri rapotnya,aku siap dikatain apa saja sama wali kelasku. Setibanya aku melihat banyak orang, banyak sekali,kenapa aku baru menyadarinya?, banyak dari siswa yang bersama dengan orang tuanya,hal ini mengingatkan ku terhadap ibuku,langkahku terhenti untuk menuju ke kelasku dan berbalik meninggalkan sekolah,diperjalanan amarahku mulai memuncak mengingat orang yang telah menyakiti ibuku. Jadinya aku pergi ketempat yang lebih nyaman dan tenang,aku tidak boleh terbawa suasana, aku mencoba mesms Boby seperlunya untuk mengetahui kabar dari sana. Tapi aku gak mungkin kembali kesana,lebih baik aku disini diam dan tenang,aku harus tidak mempedulikan tentang sekolah.Disini aku mulai mengingat-nginat semuanya, mulai dari aku terjun kedalam masalah sampai sekarang ini,aku terlalu gegabah dan selalu merasa yakin,padahal aku sendiri belum siap dan tak punya skill apa-apa,dasar lemah. . .
Malamnya aku ingin berbelanja ke toko karna stock bahan makanan dirumah habis,aku melangkah menuju toko ,aku melihat kawan-kawanan kakakku duduk di ban besar,dan memanggilku dengan sebuatan kakakku lalu bertanya mana kakakmu, hal ini sudah berulang kali mereka lakukan dan membuatku muak , aku menjawabnya "mana ku tahu",tapi mereka malah menjadi orang yang tidak pernah ku sukai. Masa sama temannya sendiri aja tidak tau kabarnya,malah nanyain ke aku,kurang apa coba.Hal semacam ini terulang lagi dan kali ini lebih parah karna sebelum nya aku punya masalah dengan anggotanya yang bergelar Ebet ,malam itu aku sedang diwarnet main game ,tak ada hujan tak ada petir,eh si Ebet marah-marah ke aku yang hanya karna aku memakai jaket,sambil menarik-narik jaketku dia memarahiku,sampai akhirnya aku kelepasan amarah ku tatap dia dan berteriak,eh dia malah kabur terus cerita dengan anggota lainnya,dan jadinya begini anggota lainnya juga marah-marah terhadapku aku berjalan melewati mereka dengan tatapan kosong,niat untuk mehajar mereka selalu ku kurung,sebab aku tak ingin menghancurkan reputasiku,aku juga tak ingin gosip-gosip bertebaran lagi, tapi haruskah seperti ini?
Sekarang siapa yang perlu disalahkan??
Aku ,mereka,atau masalah??
Aku mencoba mencari jawabannya dengan mengungkit semuanya dan ku temukan siapa yang salah??
Yang salah itu aku kan? Aku tidak pernah mencoba untuk merubah sikapku yang lemah ini ? Jika saja aku lebih kuat dan lebih bisa berusaha karna kuat ,hal semacam ini tak akan berani menghampiriku , sekarang yang harus aku lakukan adalah merubah sikapku seperti jawabanku tadi.Hanya saja untuk menjadi kuat aku perlu dendam dan sensitif dalam semua keadaan.Aku juga mesti menjauhi yang namanya senang-senang dan harus memaksakan diri walaupun sedang sakit.
Terimakasih masalah kau telah membuatku menentukan jalanku ,lebih jelasnya sebuah tujuan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar