Sabtu, 20 Juni 2015

Jubah Kegelapan

Jubah Kegelapan

Hem bagaimana kalau aku terjun ke kegelapan maksud ku bertindak menyimpang ,gak gak mustahil. Aku selalu mendiskusikan ini di dalam kepala ku bagaimana dan bagaimana jika halnya aku bukan seperti yang ku bayangkan ,sebetulnya aku menginginkan sesuatu sehingga aku berbuat nekat seperti ini tapi sebelumnya jika aku melakukan sesuatu aku pasti memikirkan resikonya ,begini dan begini. Namun keputusan ku sudah mutlak aku akan melakukannya ketika aku mau saja .. agar aku bisa menepatkan tujuanku dengan benar ,sebelum aku jatuh aku akan memastikan bahwa aku harus ingat tujuan utama ku. Dan begitulah aku berjanji dengan diri ku sendiri .. kapan itu aku tidak ingat ?


Aku tersesat ..


Di sekolah saat Tryout ke dua ,aku duduk di tempat duduk ku sambil melihat keluar jendela ,aku merasa banyak sekali hal yang rumit dikehidupan ku seperti saat pertama aku mendaftar sekolah di SMA ini ,bagi manusia yang hanya tahu kesenangan dia akan merasa kehidupannya itu cepat “ah gak terasa udah mau lulus” begitulah .. aku pun waktu SMP juga begitu. Aku mengdipkan kedua mata ku lalu berfokus pada objek yang tak asing buatku yaitu sebuah pohon ,hanya saja agak berbeda ,kata “tak asing” kali ini ku tunjukan pada pohon itu karena aku sering melihatnya di dalam kepala ku ,dan baru kali ini aku melihat yang sesugguhnya .. yang nyata ,tangkainya coklat hitam .. daunnya hijau dan banyak ,agak berliuk bentuk pohonnya ,dan terlihat segar setelah diguyur hujan .. aku merasa ingat banyak hal.
“fidz kamu belajar gak?” nanya ke aku ,lalu aku jawab “enggak” sambil merasa santai ,begitulah aku .. sudah cukup aku gak niat belajar itulah ungkapan hatiku walaupun dipaksa hati ini tak bisa lagi bergema seperti ada bongkahan es yang menyelimutinya.


Hari berlangsungnya tryout aku tidak bisa menjawab soal matematika kemudian aku panik ,aku pun berharap pada teman ku tapi apa daya dia gak pedulikan aku ,aku mencoba menenangkan pikiran ku .. yah inilah akibat jika gak belajar ,masalahnya aku merasa marah pada teman yang gak pedulikan ku tadi , kenapa? .. aku pikirkan saat itu juga .. hem buat apa aku marah ku rasa itu tidak ada artinya ,tujuan pertama sudah aku capai.


Kembalilah kami keruangan kali ini adalah pelajaran Bahasa Inggris ,entahlah apa aku masih bisa tenang seperti tadi ,mulailah tryout nya .. berselang satu jam, hup hampir selesai syukurlah aku agak bisa Bahasa Inggris ,lalu terkejutlah aku mendengar suara yang gak asing buatku ,dia .. teman yang gak pedulikan aku tadi mau minta jawaban dengan ku ,aku berpaling kebelakang dan memahami isyarat dia ,mah gitu aja aku juga gak peduli sama pelajaran ,lalu ku beri jawaban ku .. sampai dia puas.


Ketika aku bergegas mau pulang dia datang menghampiri ku dan menjelaskan kenapa dia gak bisa beri jawabannya untuk ku tadi .. masalah waktu dan sudah ada yang ingin meminta jawabannya adalah faktor kenapa dia bertindak begitu ,aku sudah kenal dia dan beranggap bahwa aku ini hanyalah sebuah beban untuknya tapi kenapa ia menaruh harapan pada aku apa karna aku hebat dalam pelajaran Bahasa Inggris ,manusia itu kadang bertindak tidak logis ,tidak ada kunci yang pas agar lepas dari hal itu walaupun begitu sebagai diriku aku tetap memaafkannya berdasarkan pengalaman yang ku pelajari selama ini .. jika aku bertindak tidak logis itu artinya aku akan membencinya .. selamanya.

Selasa, 16 Juni 2015

Hancurkan Dinding Egois

Hancurkan Dinding Egois



Nama ku Hafidz Rachmadana bisa dipanggil Hafiz ,aku lahir di keluarga yang sederhana dan tempat tinggal sederhana pula. Kehidupan ku bermulai ketika SMA yang mana saat itu aku mencapai “tingkat kesadaran standar” melalui secret situs .. bisa diartikan keinginan logis yang mencakup 20 persen kapasitas otak ,yah setiap manusia pasti mengalaminya ..  walaupun awalnya aku ragu tapi berkat banyak hal termasuk itu aku menemukan tujuan ku ,tujuan ku yang sebenarnya .. ya begitulah namun tujuanku itu tidak ada kaitannya dengan pelajaran sekolah jadinya aku mau serius ketika aku lulus SMA aja.


Bulan April adalah bulan kelahiran ku bukan saat bulan Ramadan ,kebanyakan orang-orang berpikir kalau aku lahir di bulan Ramadan sebab nama belakang ku  “Rachmadana” ,kemudian orang yang menanyakan menjawab “eh bukan ya?” begitulah seperti sedikit merasa bosan ,akan lebih baik jika tidak ada orang yang tau hari kelahiranku .. ah jadi teringat sesuatu boleh aku ceritakan ? mungkin agak sedikit berguna. Ini tentang hari ulang tahunku ,waktu itu aku sedang duduk di kelas masih kelas satu SMA tiba-tiba dua teman ku mengasih aku kado ulang tahun ,aku benar-benar kaget plus mati rasa karna malu ,dua orang itu bernama Fidya dan Rusda kami kenal pada saat pendaftaran masuk SMA ,sebenarnya aku ingin nolak tapi karna udah terlanjur makanya aku terima ,isinya pun tidak membuat ku tertarik biar diganti dengan 1 kg batu akik .. sama sekali tidak membuatku minat. Bisa dibilang aku ini aneh .. sangat aneh .. akan tetapi itu adalah kado pertama ku dan juga yang memberi teman terbaik ku ,hontoni arigatou .. tapi tetap aja aku gak mau ada kejadian yang kedua kalinya .. kenapa aku bilang begitu karena aku ini tipe orang aneh yang jarang serius melakukan sesuatu ,begitulah otak ku berpikir ..
aku tidak tapi suka dengan hal yag meriah ..


Seiring berjalannya waktu akhirnya tibalah hari perpisahan ,coba tebak menurutmu aku akan datang atau tidak ,sebagai refrensi aku ini tidak suka bergaul dengan orang yang menyukai sisi dunia ,yap ! .. aku gak bakalan datang walaupun ada seseorang yang berani mengajak aku untuk pergi ke acara perpisahan dan aku akan beralasan “oh iya aku lupa beli baju sasirangan” begitulah .. padahal aku sudah mempersiapkannya. Sebagai manusia yang suka bermain game perang .. keajaiban itu hanya sedikit bisa tercapai untuk player .. kenapa .. karena ada hal yang perlu diperhatikan dalam bermain game .. pertama kekuatan ,kedua strategi ,dan terakhir skill .. hem apa aku lupa hal yang lainnya? intinya kau hanya perlu mempelajari situasinya dan berusaha tenang atau mungkin kau menikmatinya .. jika kalian bisa memahaminya maka akan ku jelaskan permasalahannya ..


Sebelum ujian akhir sekolah teman-teman ku sering datang kerumah ku tak lain tak bukan untuk bermain game ,sebetulnya aku senang bisa mengenal banyak dari teman-teman dan juga aku sedikit terbantu akan kehadiran mereka *masalah pribadi* aku tidak menyuruh mereka datang tapi mereka yang datang dengan  sendirinya .. aku sih tidak keberatan tapi adik ku dan juga nenek ku masih belum tau apa eksperesi mereka .. tapi kayaknya .. fine fine aja ,okelah boleh datang kok.
Seperti yang ku bilang tadi aku fine aja tapi kelamaan aku juga merasa terbebani apalagi dengan kehadiran Daniel maka dari itu aku cari opini dan fakta untuk sebuah alasan seperti hal nya adik ku yang mulai terasa terganggu dengan kehadiran teman ku ,sebelumnya akan ku jelaskan teman-teman ku yang sering datang ,pertama Novan orangnya pelawak ,kedua Daniel .. sangat jago maen Dota tapi suaranya bising dan agak bawel ,Agung .. ah dia mah jarang datang dan juga gak bisa maen game tapi orangnya baik loh hehe kapan-kapan gua ceriatain tentangnya ,lalu ada Yahya .. orangnya biasa suka ikut-ikut musiman *maksudnya suka ikut hal yang sedang ngetern* ,terakhir ada Abdi .. yah orangnya bisa sedikit melawak tapi suaranya kalo bicara itu pelan sekali mungkin mirip dengan ku. Okeh dengan begini aku bisa menjelaskan situasinya.


Waktu itu kami sedang bermain game seperti biasanya semuanya lengkap ditambah satu orang lagi yaitu Jadul *nama panggilnya* aku juga heran kenapa dia dipanggil begitu tapi kayaknya itu masalah ,nama panggilnya Fiqri biar lebih akrab *mohon maaf atas kelancangan ku* ,jadi saat itu adalah situasi yang sangat rumit hampir dari kami semua mempersalahkan cara permainan Abdi ,sebetulnya aku juga merasa gak enakkan dengan cara bermain Abdi ,tapi mau bagaimana lagi aku sudah lama mengenalnya ,kemudian datanglah permasalahan ,Fiqri merasa permainnan Abdi itu jelek dan memberi teguran ke dia ,situasinya sungguh gak menyenangkan ,tapi aku paham dengan jalan pikiran Fiqri dan Abdi hal ini sudah biasa ku melihatnya lagian Abdi dan Fiqri baru kenal lewat permainan ini aku yang mengajak Abdi dan Yahya untuk bermain game ini ,mengenai permasalahan mereka yang menurutku sudah biasa ,bisa aku deskripsikan seperti ini setiap kali siswa naik kelas biasanya akan teracak siswa-siswinya di kelas baru ,mulai situlah mereka mencari di kelompok mana mereka akan cocok ,lalu bagaimana jika mereka yang beda kelompok di satukan .. jawabannya adalah demi kepentingan mereka sendiri ..


Selanjutnya kami akan versus 3 lawan 3 ,aku dapat kelompok Radiant bersama Abdi dan Fiqri dan musuh kami adalah Yahya ,Novan ,dan Daniel dari tim Dire .. ujung dari pertarungan ini bisa aku tebak jelas lah kami kalah ,dilihat dari jenis ke kompakkan tim ,tim kami lah yang jelek karna apa karna aku gak bisa konsentrasi mendengar Abdi diomelin terus sama Fiqri mereka berdua mirip seperti bertengkar tapi gimana yah gak begitu jelas ,dan disisi lain si Yahya .. dia begitu menikmatinya setiap ucapan yang dia utarkan begitu senang dan cerewet itulah yang ku tahu saat mendengarkanya terlebih saat konflik seperti ini ,hem bukannya hal ini sudah biasa ,lalu aku tersenyum sambil mengatakan “ah ini cuman game gak perlu seriuslah” seperti itu lah tindakan ku sampai pertarunganya selesai ,mulai hari itu ketika aku mau me-sms Abdi untuk datang kerumah ku main game aku merasa gak enakkan bahkan ia menjawab atau membalas sms ku “kawan mu datang juga gak?” terlihat jelas keraguannya untuk datang bermain karna aku kenal dia dari sejak kecil.


“oi sudah mau jam enam nih gimana sholat kita?” ungkap aku mendesak yang lain ,ini sudah biasa terkadang kami bermain sampai mau magrib ,aku meragukan mereka maksudku teman-teman ku ..apa mereka sering sholat di rumah atau di tempat ibadah ,kami terlalu bersenang-senang termasuk aku .. tanpa sadar aku selalu berbuat salah .. kesenangan demi diriku sendiri.


Datanglah konflik baru antara aku dan Daniel kali ini aku yang diomelin karna salah mengambil karakter ,aku benar-benar marah tapi inilah kesempatan ku. “ahh aku bosan main game ini sudah” benar alasan akan selalu menimbulkan masalah cara inilah yang sangat efektif untuk mengakhiri penderitaan mereka ,soalnya aku meragukan mereka .. apa mereka sholat setelah pulang tiap kalinya ,jika tidak aku lah yang menyebabkan mereka begitu karna meminjamkan tempat bermain dan lupa waktu sholat walaupun sholat ashar saja ,layaknya keajaiban saat bermain game strategi kesempatan ini akan sangat berguna akan tetapi resikonya buat ku karna sudah terbiasa mereka hadir dan bawel di rumah ku kali ini aku harus kehilangannya ,begitu pula ku pasti bakal kesulitan untuk berbicara dengan Daniel atau mungkin kami bakal tidak akan berteman lagi karna konflik ini .. “yah terserahlah” aku bilang begitu bukan berarti aku punya banyak teman justru aku  selalu kehilangan banyak teman. Pada akhirnya mereka gak lagi berkunjung kerumahku.




Kenyataan yang egois tetaplah aku . .