Hancurkan
Dinding Egois
Nama ku Hafidz Rachmadana bisa dipanggil Hafiz ,aku lahir di
keluarga yang sederhana dan tempat tinggal sederhana pula. Kehidupan ku
bermulai ketika SMA yang mana saat itu aku mencapai “tingkat kesadaran standar”
melalui secret situs .. bisa
diartikan keinginan logis yang mencakup 20 persen kapasitas otak ,yah setiap
manusia pasti mengalaminya .. walaupun
awalnya aku ragu tapi berkat banyak hal termasuk itu aku menemukan tujuan ku ,tujuan
ku yang sebenarnya .. ya begitulah namun tujuanku itu tidak ada kaitannya
dengan pelajaran sekolah jadinya aku mau serius ketika aku lulus SMA aja.
Bulan April adalah bulan kelahiran ku bukan saat bulan
Ramadan ,kebanyakan orang-orang berpikir kalau aku lahir di bulan Ramadan sebab
nama belakang ku “Rachmadana” ,kemudian
orang yang menanyakan menjawab “eh bukan ya?” begitulah seperti sedikit merasa
bosan ,akan lebih baik jika tidak ada orang yang tau hari kelahiranku .. ah
jadi teringat sesuatu boleh aku ceritakan ? mungkin agak sedikit berguna. Ini
tentang hari ulang tahunku ,waktu itu aku sedang duduk di kelas masih kelas
satu SMA tiba-tiba dua teman ku mengasih aku kado ulang tahun ,aku benar-benar
kaget plus mati rasa karna malu ,dua orang itu bernama Fidya dan Rusda kami
kenal pada saat pendaftaran masuk SMA ,sebenarnya aku ingin nolak tapi karna
udah terlanjur makanya aku terima ,isinya pun tidak membuat ku tertarik biar
diganti dengan 1 kg batu akik .. sama sekali tidak membuatku minat. Bisa
dibilang aku ini aneh .. sangat aneh .. akan tetapi itu adalah kado pertama ku
dan juga yang memberi teman terbaik ku ,hontoni arigatou .. tapi tetap aja aku
gak mau ada kejadian yang kedua kalinya .. kenapa aku bilang begitu karena aku
ini tipe orang aneh yang jarang serius melakukan sesuatu ,begitulah otak ku
berpikir ..
aku tidak tapi suka dengan hal yag meriah ..
Seiring berjalannya waktu akhirnya tibalah hari perpisahan
,coba tebak menurutmu aku akan datang atau tidak ,sebagai refrensi aku ini
tidak suka bergaul dengan orang yang menyukai sisi dunia ,yap ! .. aku gak
bakalan datang walaupun ada seseorang yang berani mengajak aku untuk pergi ke
acara perpisahan dan aku akan beralasan “oh iya aku lupa beli baju sasirangan”
begitulah .. padahal aku sudah mempersiapkannya. Sebagai manusia yang suka bermain
game perang .. keajaiban itu hanya sedikit bisa tercapai untuk player .. kenapa .. karena ada hal yang
perlu diperhatikan dalam bermain game .. pertama kekuatan ,kedua strategi ,dan
terakhir skill .. hem apa aku lupa
hal yang lainnya? intinya kau hanya perlu mempelajari situasinya dan berusaha
tenang atau mungkin kau menikmatinya .. jika kalian bisa memahaminya maka akan
ku jelaskan permasalahannya ..
Sebelum ujian akhir sekolah teman-teman ku sering datang
kerumah ku tak lain tak bukan untuk bermain game ,sebetulnya aku senang bisa mengenal
banyak dari teman-teman dan juga aku sedikit terbantu akan kehadiran mereka
*masalah pribadi* aku tidak menyuruh mereka datang tapi mereka yang datang
dengan sendirinya .. aku sih tidak
keberatan tapi adik ku dan juga nenek ku masih belum tau apa eksperesi mereka
.. tapi kayaknya .. fine fine aja ,okelah boleh datang kok.
Seperti yang ku bilang tadi aku fine aja tapi kelamaan aku juga merasa terbebani apalagi dengan
kehadiran Daniel maka dari itu aku cari opini dan fakta untuk sebuah alasan
seperti hal nya adik ku yang mulai terasa terganggu dengan kehadiran teman ku
,sebelumnya akan ku jelaskan teman-teman ku yang sering datang ,pertama Novan
orangnya pelawak ,kedua Daniel .. sangat jago maen Dota tapi suaranya bising
dan agak bawel ,Agung .. ah dia mah jarang datang dan juga gak bisa maen game
tapi orangnya baik loh hehe kapan-kapan gua ceriatain tentangnya ,lalu ada
Yahya .. orangnya biasa suka ikut-ikut musiman *maksudnya suka ikut hal yang
sedang ngetern* ,terakhir ada Abdi .. yah orangnya bisa sedikit melawak tapi
suaranya kalo bicara itu pelan sekali mungkin mirip dengan ku. Okeh dengan
begini aku bisa menjelaskan situasinya.
Waktu itu kami sedang bermain game seperti biasanya semuanya
lengkap ditambah satu orang lagi yaitu Jadul *nama panggilnya* aku juga heran
kenapa dia dipanggil begitu tapi kayaknya itu masalah ,nama panggilnya Fiqri
biar lebih akrab *mohon maaf atas kelancangan ku* ,jadi saat itu adalah situasi
yang sangat rumit hampir dari kami semua mempersalahkan cara permainan Abdi
,sebetulnya aku juga merasa gak enakkan dengan cara bermain Abdi ,tapi mau
bagaimana lagi aku sudah lama mengenalnya ,kemudian datanglah permasalahan ,Fiqri
merasa permainnan Abdi itu jelek dan memberi teguran ke dia ,situasinya sungguh
gak menyenangkan ,tapi aku paham dengan jalan pikiran Fiqri dan Abdi hal ini
sudah biasa ku melihatnya lagian Abdi dan Fiqri baru kenal lewat permainan ini
aku yang mengajak Abdi dan Yahya untuk bermain game ini ,mengenai permasalahan
mereka yang menurutku sudah biasa ,bisa aku deskripsikan seperti ini setiap
kali siswa naik kelas biasanya akan teracak siswa-siswinya di kelas baru ,mulai
situlah mereka mencari di kelompok mana mereka akan cocok ,lalu bagaimana jika
mereka yang beda kelompok di satukan .. jawabannya adalah demi kepentingan
mereka sendiri ..
Selanjutnya kami akan versus 3 lawan 3 ,aku dapat kelompok
Radiant bersama Abdi dan Fiqri dan musuh kami adalah Yahya ,Novan ,dan Daniel
dari tim Dire .. ujung dari pertarungan ini bisa aku tebak jelas lah kami kalah
,dilihat dari jenis ke kompakkan tim ,tim kami lah yang jelek karna apa karna
aku gak bisa konsentrasi mendengar Abdi diomelin terus sama Fiqri mereka berdua
mirip seperti bertengkar tapi gimana yah gak begitu jelas ,dan disisi lain si
Yahya .. dia begitu menikmatinya setiap ucapan yang dia utarkan begitu senang
dan cerewet itulah yang ku tahu saat mendengarkanya terlebih saat konflik
seperti ini ,hem bukannya hal ini sudah biasa ,lalu aku tersenyum sambil
mengatakan “ah ini cuman game gak perlu seriuslah” seperti itu lah tindakan ku
sampai pertarunganya selesai ,mulai hari itu ketika aku mau me-sms Abdi untuk
datang kerumah ku main game aku merasa gak enakkan bahkan ia menjawab atau
membalas sms ku “kawan mu datang juga gak?” terlihat jelas keraguannya untuk
datang bermain karna aku kenal dia dari sejak kecil.
“oi sudah mau jam enam nih gimana sholat kita?” ungkap aku
mendesak yang lain ,ini sudah biasa terkadang kami bermain sampai mau magrib
,aku meragukan mereka maksudku teman-teman ku ..apa mereka sering sholat di
rumah atau di tempat ibadah ,kami terlalu bersenang-senang termasuk aku ..
tanpa sadar aku selalu berbuat salah .. kesenangan demi diriku sendiri.
Datanglah konflik baru antara aku dan Daniel kali ini aku
yang diomelin karna salah mengambil karakter ,aku benar-benar marah tapi inilah
kesempatan ku. “ahh aku bosan main game ini sudah” benar alasan akan selalu
menimbulkan masalah cara inilah yang sangat efektif untuk mengakhiri
penderitaan mereka ,soalnya aku meragukan mereka .. apa mereka sholat setelah
pulang tiap kalinya ,jika tidak aku lah yang menyebabkan mereka begitu karna
meminjamkan tempat bermain dan lupa waktu sholat walaupun sholat ashar saja ,layaknya
keajaiban saat bermain game strategi kesempatan ini akan sangat berguna akan
tetapi resikonya buat ku karna sudah terbiasa mereka hadir dan bawel di rumah
ku kali ini aku harus kehilangannya ,begitu pula ku pasti bakal kesulitan untuk
berbicara dengan Daniel atau mungkin kami bakal tidak akan berteman lagi karna
konflik ini .. “yah terserahlah” aku bilang begitu bukan berarti aku punya
banyak teman justru aku selalu
kehilangan banyak teman. Pada akhirnya mereka gak lagi berkunjung kerumahku.
Kenyataan yang egois tetaplah aku . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar