Menceritakan tentang kehidupan labil saya yang memiliki 3 karakter berbeda yaitu Hapis(sifat asli), Beater dan Zheill.
▼
Jumat, 27 November 2015
End Less
Sudah lama aku gak menulis pengalaman ku di blog ini bukan karena gak ada kejadian penting tapi karena males. Selama aku masih punya banyak waktu luang aku akan memanfaatkannya agar bisa berkembang lebih jauh. Banyak hal yang terjadi selama aku tidak menulis cerita .. bukan selalu akan ada kejadian di kehidupan kita ,sedih maupun senang. Jujur saja aku tidak bangga sudah melewati banyak masalah malahan aku seperti berada yang paling belakang. Walaupun berada di belakang aku tetap tidak menyesal soalnya aku sudah sering merasakannya ,pernah kalian merasa terhina dan ditinggalkan?? Rasanya memang sakit seperti luka permanen yang tak kunjung sembuh tapi tenang saja bagi yang tak tahan dengan rasa sakit itu karena roda kehidupan akan selalu berputar .. namun bagiku berada dibelakang itu tenang sekali karena bisa melihat yang lain tersenyum ,tak ada perasaan yang tersakiti oleh kehadiranku.
Melihat yang lain tersakiti karena ku membuatku muak .. itulah jawaban ku mengapa aku ingin membuang teman-teman ku.. Perasaan bersalah tak akan hilang..
Sabtu kemarin paman ku menutup usia beliau meninggal karena keracunan kami sekeluarga sangat terkejut mungkin sudah takdir beliau. Beliau orangnya sangat baik dan selalu ceria walaupun tidak ada yang tau kalau beliau menyimpan beban yang berat ,setiap manusia pasti memilikinya. Dian pangilannya adalah anak beliau atau kakak sepupu ku tak heranlah kalau dia menangis. Dia datang ketempat kami karena disini adalah kampung ayahnya ,teman dan kerabat beliau tinggal disini. Senja hari kakak sepupu ku bercerita sedikit tentang ayahnya ke aku ,semakin banyak penglaman manis mu maka semakin sakit pula saat kau kehilangannya kecuali kau bisa mengubahnya. “lalu gimana perasaanmu saat ayahmu meninggal fidz??” hah!! emm .. tak merasa apa-apa soalnya aku masih kecil. Aku hanya bisa berbuat sedikit untuk menenangkan perasaannya ,saat ini lebih baik mendengarkan dan menjawab dari pada bertanya biarkan dia meluapkan perasaannya ,jika kau tidak peka akan keadaan seseorang .. salah tindakan bakal memicu masalah.
Jika diperhatikan lebih baik selama ini aku baru sadar kalau beliau memang sesuai dengan pencitraan orang tua yang ideal, orang tua yang dapat mengajari anaknya dengan baik. Seperti yang dikatakan anak beliau atau kaka sepupu ku “setiap kali aku ada masalah ayahku selalu menyempatkan waktunya untuk ku” begitulah yang ku maksud ideal, kalau diingat beberapa tahun lalu kira-kira saat aku SMP ada kejadian juga. Hanya beberapa orang saja yang pernah ku lihat di sekitar ku, diluar sana mungkin ada lebih banyak lagi ..
*end
Tidak ada komentar:
Posting Komentar