Minggu, 01 Oktober 2017

Hikmah

Misalkan kita tau esok kita akan mati tanpa setetes pengetahuan tentang akhirat pasti kita hanya akan meratapi nasib malang.. Dan kemudian orang-orang akan berkata "oh kasihan.." mungkin begitulah. Hal ini pernah terjadi padaku, salah seorang teman kerja ku terkena penyakit herpes. Aku diberitahukan oleh keluarga ku yang punya kenalan dengan keluarga mereka.

Sore itu tentu saja aku langsung bergegas ke rumah sakit. Aku biasa memanggil almarhum paman soalnya alm sudah memiliki istri. Paman orang yang baik menurutku, murah senyum dan cara bicaranya yang sopan. Perasaanku campur aduk, akan kah kondisinya baik-baik saja.
Telah sampai di depan rumah sakit aku langsung masuk dan bertanya pada orang yang lewat di mana ruang penyakit dalam. Ketika aku menemukannya aku kaget kenapa sendal harus dilepas atau sepatu di luar dan yang lebih mengagetkan pasien yang banyak. Ruangannya tidak mencukupi banyaknya jumlah pasien. Pasien yang tidak mendapatkan kamar terpaksa membawa perlengkapan sendiri dan tidur diluar, teras ruangan. Apa setiap tahunnya memang seperti begini soalnya sudah lama aku tidak ke rumah sakit ini semenjak teman smp ku sakit. Setelah menyusuri setiap ruangan akhirnya aku ketemu. Perasaanku jadi gak karuan lagi melihat kondisi paman. Dia hanya bisa berbaring kerena penyakit yang dialami. Mata ku mulai berkaca-kaca dan rasanya sesak sekali.

"Kenapa wajah mu seperti itu fidz?"

Aku tau apa yang dimaksudkan paman dan mencoba mengontrol emosi ku supaya tenang. Katanya penyakitnya sudah lama semenjak pelatihan las selesai, sekitar 2 bulan kalau tidak salah. Hal itu tidak penting yang sangatkondisi paman saat ini. Paman mengusulkan ingin bertemu dengan teman-teman yang lain sekaligus bertemu guru las juga. Aku mencoba menghubungi yang lain dengan handphone paman. Tentu saja yang bicara paman, aku sudah sangat malu bertemu mereka. Reuni kecil yang diharapkan. Aku melirik tasbih dan buku yasin disamping lengan kanan paman yang tak bisa digerakkan, tubuhnya kurus sekali.

"Pulsanya habis? Biar aku saja yang belikan" ucapku
Uangnya biar aku saja soalnya aku lupa membeli makanan ketika ingin bertamu orang sakit.
Hari menjelang malam aku berpamitan ingin pulang dan mengenai reuni besok mungkin aku tidak bisa pergi. Bau khas rumah sakit menghias memori ini. Penghuni pria tua di kamar sebelah paman tadi mengalami sakaratulmaut. Keluarganya menangis dan wajah dokter yang pasrah ditutupi masker.

Aku tau Tuhan berusaha berkomunikasi dengan kita dengan ilmu dan hikmah disetiap peristiwa yang kita alami. Hari ini aku diingatkan lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar