Gila ngantuk level maksimal. Sulit sekali untuk memfokuskan pikiran. Sayup sudah mata ini. Kalau begini bakalan sama kayak minggu kemarin ketiduran ketika mendengarkan ceramah. Minuman kopi dingin ini juga gak ngaruh banget. Sesekali saja efek segarnya habis itu hilang. Hmm. Terlintas di benakku cara untuk melawan rasa ngantuk ini. Bergegas aku mengambil hp di dalam tas sling ku. Kemudian aku membuka aplikasi game. Sudah lama aku melatih fokusku agar bisa bekerja secara maksimal dan membuat variasinya.
Contohnya fokus versi pertamaku "Fokus Palsu" yang melibatkan 2 hal. Kebanyakan orang lain tak menyadarinya kalau fokus palsu bisa digunakan secara maksimal. Cara kerjanya sama seperti ketika kita sedang berbicara pada orang di hadapan kita namun pikiran justru memikirkan yang lain tentang dia. Singkatnya seperti bertingkah baik diluar, bertingkah jahat didalam. Bedanya? aku mengubahnya jauh lebih efektif didalam daripada diluar. Perbandingan 3:7 tapi karena adanya hambatan menjadi 2:5 ini lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa. Terpaksa aku harus matikan radar pertahananku.
Lalu apa hubungan dengan game?
kau tahu apa yang sering aku lakukan ketika gak ada kerjaan? Iyap main game. Seharian duduk di depan laptop tentu saja aku gak sanggup.
Haha pegel cuy
Tapi ya aku memang suka main game. Apalagi bermain game yang kita suka pastilah senang. Nah makanya Fake Focus-nya aku sasarkan pada game yang aku mainkan. Uwahaha beneran melek dan aku bisa fokus. Game Infinitode bisa dimainkan secara otomatis itu menguntungkanku untuk tidak berpikir banyak. Apabila ada kata-kata yang sulit ku cerna aku akan berhenti bermain game dan memfokuskan berpikir. Sebentar saja aku berfokus kalau kelamaan bisa-bisa terjungkir.
Aku melihat di dekat tas sling ku ada seekor ulat berwarna kuning. Wah aku harus hati-hati kalau sampai terinjak atau tertindih kaki ku. Aku menghalangi pergerakan dengan tas sling ku. Eh kayaknya bukan ulat. Aku mendekatkan wajahku agar melihat secara jelas. Belatung!
Kok bisa hidup di karpet gede ini? mungkinkah ada hewan yang mati di dekat karpet ini sehingga belatung ini kesasar. Tapi saat karpet ini digulung pastilah tinggi kemungkinan belatung ini mati terlindas. Uh ribet. Sebaiknya aku abaikan saja asal mulanya.
Belatungnya lolos dan mendekatiku.
Ah
Aku mengambil secara perlahan belatungnya dan meletakkannya di atas tas ku. Dia makhluk hidup juga pantas merasakan anugerah hidup. Kalau aku masih mampu untuk menolongnya kenapa enggak?
Etdah! belatungnya masuk ke dalam tas, aku lupa menutupnya pas mengambil hp tadi.
uah..
Aku mengeluarkan satu persatu isi di dalam tasku. Perlahan dan pasti sabab tubuh si belatung yang lunak itu terlalu mudah membuatnya terbunuh. Sudah semua isi dalam tas ku ku keluarkan namun si belatung tidak ku temukan.
Oii.. where are you?
apakah terselip di antara kertas sim ku? tidak ada.. atau di sudut-sudut tas? uh gelap..
Aku menyalakan lampu hp ku dan akhirnya aku menemukannya. Syukurlah si belatung tidak terluka. Ku dapati. Lalu aku apakan ya?
Sulit kalau mau keluar dari kerumunan jama'ah. Ew kesadaran radar pertahananku otomatis aktif setelah melihat wajah orang-orang di sekitarku. Hmm sepertinya tingkahku terlalu menarik perhatian. Biarlah. Aku juga tidak mengharapkan perhatian ataupun pujian, aku melakukannya karena aku tidak ingin mengabaikannya. Jika masih dalam batas jangkauanku aku akan melakukannya. Melihat kesamping kanan ku dapati tong sampah yang berisi penuh. Ohhh rupanya asalmu dari sana ya. Terjawab sudah pertanyaan asal datangnya si belatung. Well aku akan mengembalikanmu ke tempat asal. Jaraknya tak terlalu jauh jadi aku lempar saja si belatung ini daripada menarik perhatian orang-orang lagi.
*hup
*Wtf!!!
Kurang ke arah kiri! Aww.. maaf belatung keseimbanganku agak goyah karena mengantuk. Gagal sudah menyelamatkannya, aku terlalu gegabah. Seandainya aku mengukur dengan teliti pasti pendaratannya tepat ke sasaran. Atau juga dengan cara beralasan membuang sampah minuman kopi yang ku beli tadi. Terlalu cepat bertindak juga tidak baik, aku terlalu mengandalkan pada ketepatan insting yang masih memiliki resiko. Ini menjadi pelajaran yang bagus buatku untuk menyempurnakan sifat karakaterku.
uhh.. pasti si belatung kesakitan setelah jatuh dari ketinggian.
Bodohnya aku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar