Minggu, 29 April 2018

Mencari Arti Cinta

Bagian 5

Cara klasik untuk mencari jawaban menggunakan pertanyaan demi pertanyaan dan menjawabnya dengan pengalaman, seperti mencari jati diri. Masalah kali ini sangat sulit untuk diselesaikan, kayaknya aku kurang pengalaman sih. Mau pacaran?

Tidak

Aku sering menjahili Helda dengan menulis tanda tangan ku di halaman terakhir buku catatannya dan kadang meletakan jari ku di atas kepalanya, tanpa sadar aku telah menanam rasa cinta ke padanya. Bagaimana aku bisa menanamkan rasa cinta dengan sikap polos ku dulu? padahal aku tidak peduli dengan lingkungan sekitar ku. Ya aku berpura-pura polos di sekolah karena aku memang memainkan karakter gak jelas.
Pernah sekali aku melotot ke Via karena dia menggosipkan aku suka dengan Gania, setelah itu aku menyesal, aku sedang sangat frustasi.

Aku menyadari kalau Helda suka dengan ku saat aku di cie-cie-kan oleh yang teman kelas. Senyumnya waktu itu memang berbeda dari biasanya, kenapa bisa?
Oh iya pertama kali yang suka dengan ku setelah masuk kelas IPA adalah Lisa. Aku menyadarinya saat dia membisikkan kata "i love you", aku tidak kaget karena sering, Wah mastah nih! *gak lah.. mereka hanya mengenal bagian luar ku.

Jawabannya?
Aku tidak pernah membalas cinta mereka, aku menggantung cerita cinta mereka. Mungkin yang paling sakit hatinya adalah Shevira. Aku duduk berdua dengannya karena di kelas jumlah cowoknya ganjil. Padahal aku ingin duduk dengan Ahmadi tapi mau bagaimana lagi Ahmadi ingin duduk dengan Boby. Yah.. biasa aja sih duduk dengan cewek asalkan jangan macam-macam. Coba tebak kenapa mereka bisa suka dengan ku? aku tidak melakukan apa-apa.
Kemudian rasa cinta itu semakin kuat setelah aku membantu mengerjakan tugas Shevira. Aku sok jadi pahlawan yak?! soalnya di kelas tidak ada yang peduli, mereka sibuk dengan diri masing-masing.
Hal kecil yang sering manusia lewatkan.

Aku tahu tentang Shevira, banyak kejadian yang tak sengaja aku temui. Dia sering menceritakan tentang dirinya kepada ku, tapi aku pura-pura tidak mendengarnya. Waktu dia sengaja ngobrol dengan Boby, waktu mengobrol dengan Nanda, waktu lari, waktu menghafal surah Al-Qur'an, waktu aku pindah duduk dan lain-lainnya. Bodohnya aku mengabaikan itu semua, seharusnya ada solusi terbaik. Dia pernah mengirim ku pesan kalau ingin berkunjung ke rumah ku nanti pas waktu yang tepat, namun pesan itu seperti "aku ingin berjumpa dengan mu" sebagai seorang manusia labil, karakter lain ku mengambil tindakan, Shevira ingin memasuki lingkaran hidupmu. Seseorang yang sedang berjuang untuk mempertahankan tujuan rela melakukan apa saja

Ketika Citra menitip salam dengan Aulia, waktu itu aku menyadari sesuatu. Benar ini cinta. Cinta itu buta.
Pesan dari Shevira datang lagi namun kali ini aku tidak terlalu suka, pesannya tak lebih bilang  kalau aku suka dengan Aulia tapi dia suka dengan yang lain. "Gosip" pertama kali aku tanggapi pesan itu. Di cerita ini seolah-olah Aulia yang dijadikan kambing hitam, itu membuat ku kesal karena itu aku tidak membalas perasaan mereka, semakin mereka membenci Aulia semakin aku ingin berada di dekatnya. Aku hanya tidak suka kalau ada yang disakiti.

Seharusnya.. begitu.. kenyataan banyak yang telah tersakiti.

Jawaban sederhana untuk mengakhiri semua ini yaitu menjauh dari mereka semua. Menghilang seperti kabut.
Aku akan berhati-hati agar pengalaman seperti itu tidak terulang lagi.

Selasa, 24 April 2018

Mencari Arti Cinta

Bagian 4

Saat ini aku belum menyukai seseorang untuk mengisi salah satu ruang kosong di dalam hati ini. Ya tentu saja aku sedang tidak membuka pintu hati ini untuk seseorang yang suka dengan ku karena ada bekas yang masih belum hilang oleh dia. Pernyataan yang dia post memang menampar sekali, hati ini serasa dicabik-cabik, ini adalah pertama kalinya aku merasa sakit hati.
Rasa sakitnya terasa sekali beda dengan yang dulu aku putus dengan Linda, yah mungkin ini adalah karma, kalau diingat-ingat pertama kali aku PDKT dengannya aku mengirim pesan kalau ini "percobaan" makanya Aulia mudah melupakan momen-momen dengan ku, gehh* aku ini memang pria kamvrettt coba bilang aja kalau suka ya suka, mungkin para pria yang tau tentang hal ini bakalan bilang ke aku "rendahan". Tapi karena hal itu.. semuanya membekas dan akan sulit untuk maju. Kalau aku bertemu dengannya lagi aku akan minta maaf, ya walaupun dia pada akhirnya akan bilang "kenapa selalu minta maaf"  ini akan menjadi catatan yang sangat berguna.

Rupanya menyukai seseorang itu tidaklah sulit. Aku hanya perlu memperhatikan mereka lebih teliti. Tubuh mereka, wajah, penampilan dan lain-lain adalah yang paling jarang ku perhatikan karena kebanyakan aku suka dengan seseorang melalui perasaan dan tiba-tiba mereka begitu bersinar. Susah sekali menjelaskan perasaan suka ini, tapi berkat banyaknya pengalaman dan tentu saja tuntunan dari Tuhan Yang Maha Segalanya aku bisa ke tahap ini.

Kalian tahu aku sering memainkan Kuis yang bisa mengungkap siapa diri kita, tepatnya jati diri, kemudian ada kuis tentang percintaan, apakah kamu cinta mati dengannya atau tidak. Kuis itu memberikan 3 gambar hati kristal dengan warna berbeda.

Hati kristal pertama dengan warna ungu dan merah.

Hati kristal kedua dengan warna merah paling dominan dan sedikit ungu dan biru.

Hati kristal ke tiga atau terakhir dengan warna merah, hijau, putih dan biru. Dominan masih merah.

Jawaban harus selalu berdasarkan dari lubuk hati yang paling dalam. Aku sudah tau jawabannya dengan insting ku, seharusnya aku tak perlu lagi menekan dan melihatnya. Namun aku akan menghadapinya aku tekan hati kristal ke tiga, ya itulah perasaan ku saat ini. Jawabannya kurang lebih seperti ini "kamu belum sepenuhnya bisa mencintainya" yap aku tahu itu gehh* ketika bersama Aulia pun perasaan ku begitu, aku merasa sesuatu sedang menghalangi.. atau melindungi, perasaan itu terus mengganggu ku ketika sekolah, apapun itu sepertinya mengharuskan ku untuk menyelesaikannya.

Hey

Apakah artinya cinta? apakah memang harus ada tantangan untuk mencapainya? Kenapa kita bisa menyukai seseorang? Kenapa mereka bisa menyukai kita? Lalu bagaimana kamu akan menanggapi bila ada seseorang yang suka dengan mu? Siapa yang harus dipilih yang kita sukai atau yang menyukai kita? Dan apakah cinta itu tentang menyelamatkan atau diselamatkan?

Aku pernah menjadi kekasihnya Nisa, sahabat ku karena aku merasa harus melakukannya. Lebih ke perasaan menyelamatkan gitu dan bertanggung jawab. Aku ingin memperbaiki sikap ku ke padanya. Padahal waktu itu aku tidak tau apa yang sedang dirasakannya dan tiba-tiba saja aku ingin jadi kekasihnya.

Apakah itu arti dari cinta menyelamatkan?

Memang sih aku pernah bilang kalau aku suka dekat dengannya, kami bercanda tawa, saling berbagi kisah, saling berbagi informasi tentang seseorang, mengerjakan tugas bersama, membuat paisan (sebuah kertas rangkuman jawaban buat ulangan) dan banyak lagi, rasanya menyenangkan. Mungkin aku salah mengartikan rasa nyaman. Soal hubungan memang tidak berlangsung lama, hubungan kami jadi canggung, kaku dan aku tidak terlalu berpengalaman pacaran. Perjalanan yang singkat.
Setelah kejadian itu Beater aktif dan pandangan ku memfokuskan kesalahan dan kemarahan, bukan karena diputuskan tapi karena hal lainnya. Akhirnya aku menjaga jarak dengannya.

Jika berhubungan dengan cinta hanya membuat cerita ku berantakan lebih baik aku belajar dulu agar tidak salah langkah lagi. Meneliti pengalaman demi pengalaman, banyak sekali yang aku lewatkan, semuanya menjadi penyesalan yang tak berarti.