Senin, 25 Februari 2019

Hati

1.Paksaan

Hari raya idul fitri.
Aku memakai baju kokoh pemberian ibuku. Bajunya kecil berlengan pendek. Ibuku salah memperkirakan ukuran badanku. Ukuran begini mah seharusnya buat adikku. Hmm lama gak ketemu sih makanya bisa salah kira. Tapi ya, aku tetap akan memakainya, sebagai cara untuk menghargai usaha ibuku.

Aku berangkat dengan nenekku memakai kendaraan.
Di depan mesjid, tepatnya di samping luar pagar, aku melihat banyak kenalan nongkrong dan bercanda. Aku melihat ada Hakim juga dan lainnya. Entah kenapa.. sepertinya si Hakim sedang memperhatikanku.
Bukan bukan, rasanya gimana ya? coba bayangkan bila ada seseorang yang suka denganmu, mengawasimu, dan elunya gak suka dengannya. Yap, mungkin begitu kondisinya apa yang kurasakan. Gak enak.
Ahh pagi-pagi Beater sudah aktif. Kalau begini sih langkah yang harus ku ambil adalah menjauh dari orang-orang.

Di dalam mesjid seharusnya aku melanjutkan wiridku, tapi malah diajak ngobrol oleh si Irfan. Kayaknya aku salah cari tempat.
*Ewkejshamqnsk
Ngeselin..
Terpaksa aku menanggapinya.
Sabarr..
Padahal hari raya tapi banyak cobaan.

Setelah sholat dan mendengar khutbah aku bergegas ingin pulang. Melihat orang lain saling bersalaman membuatku(Beater) terganggu. Ada perasaan tidak suka dan ingin menghindar. Beater selalu seperti itu.
Tapi ini hari raya, pengecualian untuk hari ini saja, aku akan sedikit membuka pertahananku agar orang lain bisa mendekatiku dalam kondisi Beater.
Aku melihat si Hakim lagi. Moodku langsung gak enak, lagi-lagi dia mencuri pandangan. Mengganggu bangett. Tau ah, aku langsung balik aja.

Pulang ke rumah.
Kebiasaanku kalau hari raya? tentu saja aku tidur.
Hah!
Jangan tanyakan alasannya kenapa.
Tapi aku tidur setelah pulang dari makam Ayahku kok.
Biasanya kalau hari raya buat orang lain pasti saling maaf-maafkan. Aku dan keluarga yang lain tidak seperti itu. Tak pernah aku diajari oleh ibuku bermaaf-maafkan bila hari raya tiba. Dalam satu rumah saling malu memaafkan, menjadi kebiasaan sampai sekarang. Ini masalah hati saja, walaupun nilainya kurang tanpa lisan dan perbuatan.
Sebelum aku saling acuh dengan ushuku, di hari raya aku selalu dipaksanya untuk hadir ke tiap rumah keluarga yang berada di rumah asliku sana. Tanpa kakakku, aku makin kesulitan untuk berinteraksi dengan keluarga yang lain. Apalagi setelah aku, Beater muncul, menanggapi paksaan dari ushuku dahulu.
Selain memaksakan, ushuku juga memarahiku. Padahal permasalahannya sepele, tapi aku merasa seperti ingin ditundukkan. Harus menjalankan tiap apa yang diperintahkannya.
Aku sangat terusik.
Aku mengambil tindakan pura-pura mengantuk dihadapannya.
Kata usuhku "apa dengan temannya, dia juga seperti ini?"
Tidak, kakakku membalas.
Di depan rumah ushu, kakakku menegurku.
"kenapa kelakuanmu begitu dengan ushu"
Aku tak suka diperintah, dalam artian memaksa kehendak. Kakakku juga, jika bertindak memaksaku, aku akan menjauhinya.
Aku tak suka dipaksa dengan pandangan dan cara yang tak kusuka.

Undang keluarga.
Kakakku tidak bisa berhadir dan menyuruhku untuk melakukannya, menghadiri perkumpulan yang jelas-jelas berakhiran akan membenciku. Aku sempat menolak dengan tegas dipesan, pakai Caps lock tiap huruf. Kemudian kakakku membalas dengan ancaman dari ushu.
Pesannya kurang lebih yaa memutuskan hubungan untuk selamanya.
Aku sungguh kesal sekali. Aku ingin menentangnya.
Dan bodohnya lagi, kendaraan dipakai oleh kakakku.
Aku jalan kaki..
Kenapa aku harus berjuang dengan hal yang akan membuatku makin sakit?
Hari gerimis pula..
Selalu saja aku..

Di depan rumah Erpan, aku berpas-pasan denganya.
Erpan menawarkan tumpangan. Syukurlah ucapku dalam hati, sedikit tambahan ruang di dada untuk bernapas.
Sesampainya di depan rumah ushu. Aku berterimakasih banyak pada Erpan yang telah membantuku.
Aku tak ingat bagaimana caranya aku masuk. Yang aku ingat setelahnya ketika ushu memberikan amplop dan acara makan-makan.
Dan kali ini aku makin tidak suka saat ushuku memberikan amplop padaku dengan tatapan kecewa. Melihat dalam lubuk hatinya, mungkin dia ingin sekali menanyakan apa penyebab aku seperti ini dan juga ujung-ujungnya ingin memarahiku.
Di sudut ruang dekat pintu, istrinya ushu, ahh seharusnya aku memanggilnya acil, seharusnya.
Aku mendengar dalam percakapan mereka terlibat kakakku yang tak bisa hadir. Cara berbicara dan gerak-geriknya seolah-olah ingin menyinggungku.
Satu rantai putus, yang lain juga terlepas.
Semuanya mengabaikan kehadiranku.. kecuali kakek yang tetanggaan dengan rumahku yang dulu, jelasnya dari episode sebelumnya "Aku tak Bisa" suaminya yang membantu ibuku melahirkan adikku. Aku lupa siapa namanya dan bagaimana hubungannya dengan kami, aku tidak tahu. Terlalu banyak hubungan yang aku putuskan dan ku lupakan. Tapi dia tetap baik denganku walaupun aku sempat melupakannya.
Caranya berbicara langsung masuk ke hati tanpa ada perasaan diskriminasi, aku pun bisa tersenyum membalas pertanyaannya.
Akan tetapi, tetap saja aku ingin pulang, aku sudah tidak tahan..

Adzan maghrib berkumandang.

Aku sudah keluar dan melangkah pulang. Gerimis makin deras. Aku mempercepat langkahku.

Kesal sih gak ada yang mau membantu tapi aku jauh lebih kesal lagi dengan kakakku. Setidaknya coba beri keringanan dalam memaksa kehendak. Memperlakukanku dengan cara yang salah membuat Beater semakin membenci orang-orang.

Langkah kakiku terpaksa  berhenti di depan langgar karena kulihat salah seorang keluarga baru datang dengan menggunakan kendaraan, melewatiku yang jalan kaki dari tadi.
Uhh..
Jamaah langgar sudah sholat rakaat kedua. Gak bakal sempat. Celana kotor, belum berwudhu, sandal putus di tengah jalan dan emosi meluap-luap.
Ahh.. aku tidak tahan.. aku ingin pulang saja.. maafkan aku Ya Allah.. Aku sakit hati..

Apa enaknya memaksakan kehendak seseorang yang berlawanan dengan si pemaksa.
Apakah benar disana, kehendak, niatan hati menginginkan harapan yang baik? atau hanya.. ingin menghancurkan sesuatu yang ada dalam dirinya?
Apa hadiah, imbalan bila mengikuti paksaan tersebut?
Pada akhirnya semuanya sama saja, arti dari kata "paksaan" hanyalah niatan untuk menghancurkan sesuatu..

Aku tak tahu. Apakah ini akibat dari tindakanku terdahulu yang pernah memaksa mereka menjadi lebih baik lagi?
Judge..
Aku melawan.
Aku memaksa karena mereka harus jauh lebih baik dariku. Sementara ushu dan kakakku ingin menghancurkan sikapku.
Sikapku yang menentang cara mereka dalam berkomunikasi denganku, dengan Beater.
Seharusnya mereka bersikap baik dan melakukannya dengan cara yang lembut. Amarah takkan pernah bisa takluk oleh sesama amarah.
Itu yang ingin aku hancurkan.
Saling bersikukuh mempertahankan pendirian.
Bedanya mereka dengan ku, mereka takkan pernah memahami keadaanku. Dan aku tidak akan pernah mau menceritakan tentang diriku pada mereka.
Jangan selalu aku yang mengalah..

Kamis, 21 Februari 2019

Hujan Subuh

Enchanter
Warna: Kuning
Pemicu: Tantangan, suasana tenang dari alam...
Sifat: penyabar, tak mudah menyerah, penuh semangat, dikit dewasa, mudah bergaul cewe/cowok
Kesukaan: Unfair Game, Memancing, Aksi yang mengagumkan...
Kemampuan: Seimbang kekuatan dan kecepatan, kharisma, mudah belajar karena penuh semangat(Spirit), positif thinking aktif, Deep Determination...

Siap menghadapi hari dengan penuh semangat. Aku jadi mudah tersenyum dan ramah pada orang. Karakter baru Enchanter gabungan dari Hapis dan Beater yang mana kepribadian, pola pikir maupun ekspresi yang aku pilih dari pilihan yang terbaik diantara keduanya.
Untuk menggambarkannya, sedikit ku jelaskan tentang kedua karakter ku secara singkat..
*Kepribadian Hapis yang mudah bergaul namun kadang dianggap bodoh, dicemooh karena terlalu polos.
*Digabungkan dengan Beater yang mudah tersinggung namun punya hati yang baik terhadap orang lain, karena prioritas Beater adalah untuk orang di sekitarnya, makanya ia diberkati kemampuan membaca kepribadian.

Bergabung menjadi..

Enchanter yang mudah bergaul, selalu positif thinking, penyabar, penuh semangat membara dan lainnya.
Mudah bergaul.
Aku perlu meningkatkannya untuk mengawali hubungan dengan orang lain. Cepat atau lambat, punya kenalan yang banyak akan sangat berguna untuk nanti.
Positif Thinking
Kalian tahukan Beater bisa baca pikiran dan kepribadian. Terkadang untuk benar-benar mengetahui secara menyeluruh dari kepribadian seseorang Beater perlu melihat keburukannya. Dengan begitu gambaran penuh kepribadian dan pola pikir kebiasaan seseorang bisa dikenali. Tentu ini bukanlah hal yang baik. Untuk itu Hapis ada sebagai karakter yang acuh akan kehidupan pribadi orang lain.
"aku tak peduli gimana pun kepribadianmu, baik atau buruk aku terima.. karna aku sayang kamuhh"
Eaa..

Penyabar
Penampilan dalam atau luar otomatis berubah ketika aku dalam efek Enchanter. Kadang pasti ada saja orang lain yang tidak suka dengan kita. Karakter polos yang acuh terhadap hinaan tak selamanya mempan mengatasi cemoohan dari orang. Kondisi mood mudah tersulut emosi. Aku harus sabar mengahadapinya tekad amarah dari Beater aku ubah menjadi tekad berjuang, bersabar menghadapi tiap cobaan.
Penuh Semangat Membara
Tekad amarah yang diubah menjadi kekuatan agar tetap berjuang juga ku gunakan sebagai penyemangat diri. Tujuan yang jelas dan hasil yang pasti jelas jika berbuat baik demi memperbanyak bekal ke akhirat. Semakin tenggelam dalam efek Enchanter semakin kuat tekad dan kemampuan.

Setelah mandi sebelum subuh aku bersiap-siap untuk pergi ke Langgar. Semuanya oke. Badan sudah bersih. Pake wewangian. Pakai baju kokoh.. ahh aku kedinginan, dari pada memakai baju tipis mending pakai jaket aja entar masuk angin. Oh iya aku gak bisa makai sarung jadinya selalu memakai celana bila sholat. Pernah hampir nangis sangkin kesalnya memperbaiki sarung yang melorot haha.. sumpah kesal. Pinggangku kecil jadi super sulit menggulung sarung. Biarlah penampilanku selalu seperti ini, dianggap aneh pun tak apa. Eh? dari dulu kan aku emang udah aneh.. -__-
*srazzhh hujan turun
Uwahh hujan..
Aku melirik jam dinding sudah hampir waktunya mengumandangkan adzan. Perubahan rencana, aku pakai baju kokoh terus pakai jaket.
Hehehe.. hujan itu rahmat, tentu ini kesempatan yang luar biasa untukku. Aku keluar dari pintu rumah dan bilang pada diriku atau tepatnya hatiku bicara untukku.
Kata guru
"sebelum menginjakkan kaki di luar rumah, harus berniat untuk beribadah apapun aktivitasnya"
"dan juga ingat jangan sombong"
"bilang pada diri sendiri kalau.."
"orang-orang jauh lebih baik dari padaku.."
"dan sejahat-jahatnya orang lain, masih aku yang paling jahat"
Aku melengkapinya dengan niatan..
"Ya Allah, Aku beribadah untuk mengharapkan Keridhoan-Mu, Rahmat-Mu dan juga Ampunan-Mu
Semoga kami tergolong orang yang beruntung"
Sip, langsung menerjang hujan.
Hiyahahaha!!!!
Payung?
Payung kami rusak. Lagian aku punya jaket kok haha.
Aku gak bisa lari entar beceknya tanah bisa kecipratan ujung belakang sandal. Misalnya terinjak kotoran pas lari kan najis, membasuhnya bikin repot. Perlahan saja jalannya dengan langkah Nanba kayak ninja wkwk.
Aku berhenti sebentar karena sebuah mobil perusahaan ingin melintas, gak bisa lewat pinggir jalan soalnya ada tumpukan batu kerikil menghalangi. Beberapa detik menunggu tambah basah kena hujan. Ahh kenapa tukang gak memungut yang di pinggir jalan dulu sih, malah yang dekat tempat kerja di pakai duluan. Kalau gini ceritanya sama menghambat orang lain yang ingin lewat.
Aku teringat siapa pekerjanya, membuatku diam dan tahu bagaimana kepribadiannya.
Wajar sih ucapku..
Aku terhambat menuju tempat beribadah gara-gara ini bisa-bisa pekerja tersebut terkena dosanya.
Tak boleh, kasian mereka..
Langkah sebaiknya yang harus aku ambil adalah mengikhlaskan. Ini mudah kok. Cobaan level mudah.
*brumm!! zrashhh!!!
What the!! aaaa!!! kecipratan air pas mobil tadi lewat.
Nyehhh!! gak bisa refleks soalnya banyak genangan air dan itu sama aja aku kena cipratan menggunakan kecepatan menghindar terus berhenti mendadak.
haha..
Sedikit kesal namun entah kenapa aku malah tertawa..
Seperti di film saja.

Jumat, 15 Februari 2019

Efek Enchanter

Dalam keseharianku tentulah aku memakai karakter asliku untuk menanggapi aktivitas biasa. Tak selalu aku harus memakai karakter lain.
Emangnya memakai karakter lain sama seperti halnya menekan tombol on/off ya?
Gak, gak juga sih.
Ingat dari episode sebelumnya, kalau karakter lain bisa bangun karena ada yang memicunya bagitu juga dengan kebangkitannya. Seperti Beater yang bangkit karena rasa bersalah dan Zheill.. em gak tau?, Zheill itu misterius!
lanjut..
Karakter lain yang muncul dalam kehidupanku memang bertujuan untuk membantuku, membantu menyelesaikan berbagai permasalahan hidup. Itu isyarat untukku bahwa tak selamanya aku bisa bahagia terus menerus. Rasa sakit dan dikhianati juga harus aku rasakan agar aku bisa menerima kenyataan. Intinya aku harus bisa menerimanya. Sifatku yang kekanakan perlu dipaksakan untuk bisa bertahan sendiri dengan kemampuan sendiri pula. Jadinya karakter lain hanya bisa muncul ketika berhadapan dengan masalah sesuai jenisnya. Bukan disengaja melainkan karena terpicu oleh perasaan.
Pada dasarnya semua karakterku itu satu dan sudah ada di dalam diriku. Hanya saja aku menjabarkannya agar mudah dikenali. Aku harus mengikuti instingku untuk bertindak demikian karena perasaan aneh saat itu begitu kuat.
yang harus disempurnakan
Untuk memperbaiki diri, meningkatkan kemampuan, kemudian menyatukannya kembali.

Aku suka sekali dengan kuis psikologi yang bisa menebak kepribadian seseorang dengan memilih jawaban sesuai apa yang dikatakan hati kita. Bisa dibilang untuk mengenali diri. Beberapa pertanyaan dari kuisnya memang sangat menarik perhatianku. Namun seringnya aku menjawab tiap pertanyaan ada perasaan kurang puas yang aku rasakan. Entah kenapa jawabanku ujung-ujungnya selalu baik, ataukah memang semua jawaban dari kuisnya sama baik. Gak juga, pernahku dapati ada yang berkomentar tidak setuju. Lahh itu sih salahnya sendiri, seharusnya menjawabnya berdasarkan ungkapan hati kalau enggak yaa pasti berlawanan dengan diri sendiri. Sebab hati itu bagian dari sifat kita yang asli.

Alasan kenapa jawabanku selalu baik? overproud melulu.. yaahh wajar sih kebanyakan sifat asliku bawaannya selalu kebanggaan.
Tapi.. itulah yang membuatku merasa tidak puas. Jelas dengan mudah aku bisa menjawabnya dengan mendengarkan ungkapan hati lalu aku tinggal tekan pilihanku, menunggu manis loading di layar hp. Coba jika, misal aku bertemu langsung dengan psikolog beneran dan mengajukan pertanyaan kepada ku. Ketika.. aku.. lagi.. dalam mode Beater!!! hah!
Terjadilah perang membaca kepribadian.
Yahh sangat membosankan kalau jawabannya ujung-ujungnya selalu bagus dan baik karena aku bisa berpikir jernih menjawab pertanyaan di layar hp. Beda lagi dengan kondisi yang berbeda, aku membutuhkan beragam kondisi pengalaman. Yang ku maksudkan adalah seperti yang aku bilang tadi bertujuan untuk mengenali diri. Soalnya masih banyak sisi diriku yang belum aku ketahui. Sebagian besar adalah keraguan yang menggangguku. Aku tidak ingin salah langkah akibat ketidak tahuan pada diri sendiri.

Saat masih kecil aku sering sekali bermain tak kenal waktu, makan pun jarang. Sumpah lihat fotoku pas kecil badannya kurus banget, sekarang juga sama sih. Anehnya badan kurus begitu aku bisa punya tenaga yang banyak. Seharian penuh diisi bermain. Jika dibandingkan dengan aku yang sekarang jelas beda banget. Sekarang aku mudah lelah dan tak terlalu bersemangat seperti dulu. Yaa aku bukan bocah lagi sih dan sebagian dari karakter lain sudah meresap dalam diriku. Merubah penampilan dan kepribadian.
Aku menyelidiki apa rahasia dari kemampuan kharisma ku dulu dengan mengingat masa lalu. Aku butuh kemampuan yang bisa memanipulasi tenaga. Apapun itu yang pastinya harus bisa berguna untuk kedepannya.

Kemampuan Last Breath aktif disaat aku kehabisan tenaga. Kemampuan ini sifatnya merusak diri dengan menghabiskan tenaga sampai mengurangi nilai kehidupan hingga tujuan bisa tercapai. Setelah pemakaian Last Breath kalau gak sakit atau butuh istirahat penuh untuk mengembalikannya, memulihkan diri.

Di Anime Kuroko no Basket yang bercerita tentang pemain generasi keajaiban yang muncul tiap 10 tahun sekali di sekolah SMP Teikou. Di kisahkan ada 5 pemain berbakat yang tiap pemain memiliki kemampuan berbeda-beda.
Ada yang memiliki kemampuan bisa melihat masa depan, fisik yang kuat, kelincahan yang tinggi, akurasi yang hebat dan bisa meniru gerakan dengan sekali lihat.
Aku sangat menyukai anime ini. Dulunya sumpah aku gak suka sekali sama permainan basket, apaan kata gua main rebutan bola gak jelas gitu sama kayak main bola. Sampai anime ini ku tonton jadi lupa diri apa yang telah aku ucap dulu wkwk. Ahh asyik juga rupanya soalnya aku tipe orang yang sangat bersemangat(Hapis) yang suka habiskan tenaga.
Masih tentang anime tadi, diantara lima pemain generasi keajaiban tersebut tentu saja diantaranya pasti ada yang aku suka. Ketertarikan diri tentang kepribadian tokoh pemain.
Coba tebak siapa ya kiranya yang aku suka?
Apakah pemain yang bisa melihat masa depan? Fisik yang kuat? Kelincahan yang tinggi? Akurasi yang hebat? ataukah yang bisa meniru gerakan dengan sekali lihat?
Yaa ini semacam pertanyaan psikologi mungkin ahaha..
Melihat kepribadianku yang labil yang memiliki 3 karakter. Pertama Hapis tipe kelincahan, bersemangat, ceria, kekanakan dan pecinta alam
Kedua Beater tipe kekuatan, pemarah, selalu ingin menyendiri, hati yang baik dan suka bela diri.
Terakhir Zheill tipe pemikir, kalem, cuek, logis dan menyukai musik.


Jawabannya adalah..
Pemain yang bisa meniru gerakan sekali lihat.
Kenapa kenapa kenapa? bukannya sifat asliku kan Hapis tipe kelincahan(Agility)? Kenapa aku malah memilihnya?
Awalnya aku juga menyukai pemain yang lincah, sebut ia Aomine dan Kise adalah pemain yang ku pilih.
Aomine jelas sekali super lincah pastilah membuatku kagum. Tekniknya bermainnya pun sangat hebat mengikuti gerakan insting hewan. Sampai dijuluki pemain Unstoppable Scorer.
Suka memang suka karena dasar dari sifat asliku adalah Hapis. Namun entah kenapa rasanya ada yang kurang. Naluriku serasa belum setuju dengan pemikiranku. Jadinya belum ada tokoh yang benar-benar ku suka.
Sampai..
Di season akhir, Kise menujukkan seluruh kemampuannya dengan skill barunya. Awalnya bisa meniru gerakan lawan(biasa) meningkat jadi bisa meniru gerakan pemain keajaiban lainnya. Melihat masa depan, skill kelincahan, fisik, akurasi menembak dan lainnya.
Perfect Copy!!!
Woah!! keren gila.. jauh melebihi Aomine.
Kise melawan tim tokoh utama mati-matian karena cidera. Tapi tekad Kise sangat kuat. Kise ingin membawa timnya menang dan ingin membanggakan kaka kelasnya, bukan karena dirinya.
Lima menit terakhir Kise mengamuk dengan mengerahkan seluruh tenaganya. Segala macam kemampuan dari seluruh pemain yang ia telah kuasai dipakainya tanpa sadar, mengikuti ritme sifat asli dan insting. Teknik bertahan, menyerang, bantuan dan lainnya. Tanpa celah.
Aku merinding karena sangat meresapi tokoh Kise yang mendominasi pertandingan seorang diri.
Ini dia ucapku..
Tokoh yang aku suka sesuai sifat asliku.
Karena pada dasarnya semua karakterku itu adalah satu dan telah ada dalam diriku.
Aku.. entah kenapa insingku membawaku ke sosok tokoh yang kuat dan bisa membalikkan keadaan sendiri. Apakah karena tujuanku yang memang ingin menyempurnakan karakter?
Kalau itu benar.. aku jadi takut, masalah seperti apa dimasa depan nanti yang akan aku hadapi.
Aku butuh tekad yang kuat..
~
~
~
~
Hehehe.. Akhirnya..
Aku telah mempelajari cukup banyak kemampuan dasar dari karakter Beater ku. Membuka ruang inspirasi baru untuk meningkatkan daya pembaharuan karakter.
Karakter Hapis dan Beater bisa aku gabungkan.
Woah jadi apa?
Aku menamainya Enchanter karena.. Hapis itu punya kharisma yang bisa membuat orang suka dengannya dan Beater identik dengan penggunaan tenaga sekala besar. Hal ini dalangnya dari insting juga.
Gimana sih cara kerja insting?
tanpa sadar ('_' )
bahhaaha..
Yahhh begitulah.. Lanjut..
Nah teringat olehku mengapa tenagaku pas jadi bocah lambat habis.
Itu karena efek Enchanter..