Sabtu, 25 Agustus 2018

Alasan Aneh

Dulu aku mempunyai hobi mengumpulkan informasi tentang misteri dunia lewat website, buku, maupun kebetulan lewat. Aku simpan semua informasi penting itu di kepala ku. Mengetahui banyak hal tentang dunia ini benar-benar merubah pandangan ku. Seolah-olah aku sedang berdiri di atas tiang dan memantau seluruh dunia. Tak lupa juga aku menengok ke atas untuk memantau langit.
Aku merasa sangat luar biasa semangat.

Informasi yang ku cari adalah informasi yang berhubungan dengan alam semesta, makhluk-makhluk selain manusia, peradaban zaman dahulu dan banyak lagi. Kebenarannya aku tidak tahu. Yang bisa ku pastikan adalah..

"semuanya bisa saja terjadi"
"tak ada yang mustahil di dunia ini"

Aku memprogram pikiranku agar lebih fleksibel, kalau terlalu kaku keberadaan malaikat saja akan sulit untuk ku pahami.
Tak lupa aku menyertakan ilmu pelajaran di sekolah untuk membantu menjawab sebab akibat kasus-kasus misteri yang ku pelajari. Biologi, Matematika, Fisika, Kimia, semua pelajaran sangat beguna. Tapi memang ada kasus diluar nalar yang berhubungan dengan sihir, teknologi canggih dan hal astral lainnya. Cukup merumitkan.
Bagaimana UFO bisa terbang leluasa dan super cepat?Apakah bahan bakarnya? atau karena komposisi kendaraan tersebut?
Teknologi manusia masih rendah untuk menjelajah luar angkasa. Mungkin saja di planet lain atau di galaksi lain terdapat bahan-bahan yang dapat menghasilkan energi lebih kuat, lebih efesien dan mudah didapat.
Di atas langit masih ada langit.

Kasus-kasus yang berhubungan dengan UFO seperti misi pergi kebulan, sisi gelap bulan, planet tetangga yang dihuni manusia android, Hollow Earth sebagai stasiun alien, pasukan alien sebagai pelindung bumi dan lainnya. Mengumpulkan semua informasi lalu hubungkan semuanya sampai membentuk pola kebiasaan.
Umumnya disebut Alien mereka ada yang bertipe melindungi bumi dan menyerang. Satu kasus konspirasi dulu entah tahun berapa aku lupa😅 terjadi perang antar UFO di entah dimana aku lupa😅 pokoknya di negeri barat. Para penduduk menjadi saksi sampai ditulis dalam koran. UFO sejenis kapal induk berbentuk tabung panjang raksasa meluncurkan tentara piring terbang lalu saling menghancurkan dengan tentara pesawat induk UFO yang di sebrangnya.
Tentu saja ada piring terbang yang jatuh di dekat kampung warga. Informasi yang sangat penting ku ambil adalah ada alien yang menjaga bumi dan ada juga yang berusaha memusnahkan penduduk bumi. Info tanggal, lokasi tidak terlalu penting buatku yang penting "tujuan dan peran mereka" untuk apa.

Kasus selanjutnya ikut campurnya tangan manusia dengan alien. Seperti di Film Man in Black tiap kali ada saksi mata(sedikit saksi) yang melihat atau menyaksikan suatu peristiwa besar pasti akan datang pria berjas hitam, celana hitam, kaca mata dan sepatu hitam. Makanya disebut Man in Black. Siapa yang tahan dengan kejadian besar tersebut. Pasti akan ada sakasi yang membocorkan rahasia tersebut ke publik. Dulu memang sulit menunjukannya tapi beda dengan sekarang karena adanya internet dan komunitas-komunitas penggila konspirasi. Sekarang ada tempat untuk berbagi dan diakui.
Man in Black. Entah asosiasi mana yang mengirim mereka tapi hal yang penting bahwa manusia ikut berkerja sama dengan makhluk lain "untuk suatu pencapaian". Ada informasi yang ku dapat kalau alien jenis green eye(kalo gak salah😅) mereka penasaran dengan tubuh manusia.
Heh!? aku kaget membacanya. Jadi begitu.. hmm.. memang sih manusia itu komplek, memiliki hati, nafsu, pikiran dan tentunya keyakinan. Ini menjadi poin penting "manusia memang sempurna".

Informasi lain yang ku dapat. Seorang esper yang dapat berkomunikasi dengan alien di planet lain(maaf lupa😅 dimana)
(Lupa melulu! *tserah aku, aku hanya menyimpan bagian serunya saja😂)
Lanjut➡➡
Katanya ada alien yang berbentuk seperti belalang mantis, spiritual yang tinggi, teknologi tinggi dan lainnya. Poin pentingnya adalah keragaman.
"Satu sisi lebih menguntungkan dan satu sisi merugikan". Ibaratnya begini ada lima toples yang harus kita isi dengan permen. Kita memiliki 3 bungkus yang hanya cukup untuk 3 toples.
Bagaimana kamu akan mengisi toples tersebut?
jawabannya pasti menyeimbangkan, tiap toples harus berisi 0.6 permen agar seimbang. Namun dalam bentuk lain satu toples harus diisi penuh. Berarti 4 toples lainnya "akan" berisi masing-masing 0.4 dengan kata lain keragaman tak hanya satu sisi.

Luas!!!!

Alam semesta ini luas tiap wilayah memiliki kondisi masing-masing. Keragaman masing-masing. Ada yang hidup untuk berperang. Bertahan. Melindungi. Menghasilkan. Membuat. Menghancurkan. Berjalan. Terbang. Melompat. Berguling. Cepat. Lambat. Bernapas. Tidak bernapas.
1.1.1.1.1/1.1.1.1.2/1.1.1.1.3/1.1.1.1.4 sampai diluar dugaan kita.

Pernah beranggapan bahwa dunia di bentuk oleh ledakan big bang. Berarti sebelum itu apa yang telah terjadi? Menurutku ledakan big bang itu seperti tanda "mulai" di tiap perlombaan 😅. Setelah meledak lintasan terbuat sesuai dengan melebarnya ledakan. Energi yang berhamburan dengan cepatnya menuju tujuannya masing-masing, mengambil peran dan memainkannya. Poinnya atau peraturan-Nya adalah semua tunduk atas kehendak-Nya. Manusia diberi akal untuk berpikir dan mencari kebenaran itu. Semua fenomena yang ku temukan "menegaskan kesadaran akan posisiku"

Wow aku sangat merasa on fire!! 😂

Ini bukan lagi tentang misteri ini tentang hebatnya atas Ciptaan-Nya. Benar! inilah yang aku cari selama ini! setiap kali aku menjawab kasus-kasus  hatiku merasa ada yang mengganjal. Apa yang ingin ku temukan dari semua misteri ini? hingga titik-titik penting mulai terhubung dan membentuk pola.

*fiuhhh 😅

Melegakan semua misteri telah terjawab dengan jawaban sederhana yaitu tak ada yang tahu, kita hanya bisa menganggumi ciptaan-Nya. Makanya teman-teman ku kurang berminat mendengarkan apapun tentang misteri ataupun konspirasi bukan karena telah terprogram tidak suka atau suka cinta-cintaan ataupun bersenang-senang, sebab mengetahui semua misteri itu tak ada gunannya. Tak ada penghargaan dan pangkat yang di dapat.
Tapi..
Dampaknya untuk ku sangat terasa. Pemikiran ku meluas 😑. Misalkan ada yang bertanya 1 + 1 berapa? aku akan berpikir, kenapa dia menanyakan itu? jebakan? atau ujian untukku? kalau aku menjawab 2 lalu apa? apa tujuannya? kalau aku jawab jendela apa yang terjadi? apakah mungkin ada jawaban selain dari semua itu????????????
😑😑😑
Efek dari "semua kemungkinan bisa terjadi"

Aku jadi bimbang dengan diriku. Mungkinkah aku memang berbeda dari yang lain.
Tak hanya satu sisi yang berkembang..
Aku seperti tanaman liar yang tumbuh ke segala arah..
Perasaan penyendiri dibumbui sedikit kesombongan..

Sesuai sifat ku yang labil aku menyukai hal-hal yang rumit. Aku mencari informasi di FB dan menemukan Halaman berkualitas Everyology. Kiriman-kiriman yang dibagikan halaman tersebut sangat bermanfaat. Scroll terus ke bawah sambil me-like kiriman yang menarik minatku sampai paling akhir kiriman pertama.
"Everyology merupakan ilmu segala hal. Orang-orang yang mendalaminya disebut sebagai Everyologist. Mereka tidak mengkotak-kotakkan sains dalam batasan tertentu dan mempelajari segala hal yang disenanginya"
Wahh ini aku banget.

Inilah salah satu penyebab labil..

Selasa, 21 Agustus 2018

Di Ujung Sudut

Tentang pertemanan, bergaul dengan teman yang kita sukai. Berteman dengan teman sekampung atau di tempat kita menimba ilmu. Sesuai sifat bawaan dari orang tua, kita memilih teman yang kita sukai. Aku bisa berteman dengan siapa saja. Semua jenis ragamnya kepribadian seseorang bisa ku terima. Namun beranjaknya usia dan pengalaman dalam bergaul membuatku lebih selektif mengizinkan seseorang untuk menginjak zona kehidupanku. Aku membatasi kehidupanku demi diriku sendiri. Aku sudah punya teman yang bisa diajak bersenang-senang, mereka sudah cukup untuk melengkapi hidupku.

Dengan sedikitnya pergaulan memberiku banyak ruang untuk melayani tamu, tokoh baru. Tapi jika tamu tersebut berlaku kasar padaku akan ku tolak mentah-mentah siapa dirinya dan langsung ku black-list. Bersikap kasar dalam artian bercanda berlebihan, suka menghina, gosip, apalagi main fisik. Sikap seperti itu otomatis kelakuannya yang lain juga buruk. Karakter Beater tidak tahan dekat dengan mereka.
Karakter yang paling baik untuk bergaul dengan orang-orang adalah diriku sendiri, Hapis. Bahkan orang yang terbilang nakal lama kelamaan bergaul dengan ku akan berubah. Itu membuatku takut terdiam dalam masa perubahan diri. Betul auara keraguan ini datang darinya. Mungkin Agung telah mengalami masalah sebelumnya. Dia seperti aku dulu. Masalah memang menyakitkan namun itu akan menyadarkan diri kita. Aku pernah bilang Agung itu orang yang baik sebab saat duduk dengan ku sifat sesungguhnya muncul. Aku bisa merasakan itu. Hanya saja saat bersama dengan yang lain dia seperti sedang menyesuaikan. "Menyesuaikan" kalimat yang cukup akurat. Bukan bermaksud menghina. Ini dalam segi sudut pandangku. Aku tak memaksa orang-orang untuk percaya dengan ku. Kita hanya belajar untuk mengambil tindakan yang paling tepat ketika masalah datang.
Masalah yang datang akan menawarkan pelajaran untuk kita.
"Apa yang kau mau dariku?"
"sebuah keyakinan?"
"sebuah ketahanan mental?"
"sebuah kemampuan?.. pilihlah sesuka mu.."
Janganlah kita berpikir sebuah masalah hanya membawa kesialan ataupun kesedihan semata. Ini saran paling bagus yang muncul seketika di benakku, untuk kita yang sedang ingin berubah ke jalan yang lebih baik.
Cogito, ergo sum dari bahasa latin yang artinya
"aku berpikir, maka aku ada"
Selamat datang di blog ku!!🙌🙌

Aku berteman dengan teman baru di FB, panggil aja dia Tiara. Foto profilnya sama dengan ku, Genos dari serial anime One Punch Man. Mungkin itu yang membuatnya tertarik me-add aku. Dia mengira aku wibu mungkin. Tak apalah. Kalau dia suka share yang gak jelas atau berbau politik tinggal ku blokir aja.
Setelah berteman di FB dia sering me-like dan mengomentari status ku. Hmm aku tidak tau apa yang dia inginkan. Anggap hal itu biasa saja. Sedikit penasaran aku melihat profilnya seperti foto dan status. Koleksi foto hampir semua anime. Status juga sebagai seru-seruan. Nolep nolep apalah itu aku tak terlalu paham. Aku bertanya ke sana sini apa itu nolep akhirnya ku menemukannya. Nolep atau No Life artinya gak ada kehidupan. Padahal dia sedang bernafas itu kan juga hidup. Yang dimaksud NoLife artinya kesulitan dalam bergaul dan lebih aktif di dunia maya.
hmm..
Sebuah pesan masuk darinya.
"ada no WA gak?"
"punya, mau temenan ya?"
"yap betul sekali"
Di saat seperti ini kalau ada akun cewe yang chat duluan biasanya seorang Hode(cowok jadi-jadian) aku mengetes dia apakah betulan cewe atau hode.
"hhh kenapa ya tertarik sama aku? aku ini orangnya gak romantis loh.."
"gak lah, aku masih menikmati hidupku yang sekarang, J O M B L O"
"ohh haha, paling kamu hode"
Langsung to the point aja.
"hode, maksudnya apa? baru dengar"
"heh? masa?"
Ini aneh biasanya manusia yang lebih aktif di dunia maya pasti tau julukan hode. Seringnya dia menghubungi ku aku pun mulai tertarik mengenalinya. Aku minta no WA nya. Sebelumnya memang tidak ku beri karena aku rasa lewat messenger sudah cukup. Messenger lumayan berat mengirim pesannya makanya aku milih lewat WA agar lebih mudah.
Mulai lah aku berbincang dengan anak SMP yang nolep😂. Aku ada waktu luang jadi sebaiknya aku menemaninya agar tidak bosan. Katanya dia di sekolah sangat sulit bergaul. Aku terus menanyakan tentangnya agar mudah mengenalinya biar aku bisa membayangin di posisinya saat ini. Untuk apa? tentu saja aku ingin membantunya.
"kamu niat gak mencari teman di kelas?"
"kamu itu menurut mu sendiri apakah cantik atau tidak?"
"di kelas yang menurut mu teman baik ada berapa?"
"duduk sendiri atau bedua?"
Aku terus bertanya sambil memikirkan di posisinya lewat jawabannya. Niat kita harus jelas. Penampilan yang mempengaruhi sudut pandang teman kelas. Penilaian dari seseorang yang sering sendiri dan posisinya saat jam pelajaran. Sedikit demi sedikit aku mulai paham di posisinya. Sungguh aku sangat memahaminya. Lalu aku bertanya lagi."apa sudah dari SD suka menyendiri?"
"di mulai dari kelas 5-6 SD, karena pengaruh anime"
Aku kaget. Anak kecil nonton anime. Eh aku dulu sering nonton Naruto juga sih. Tapi, anime yang sekarang ini banyak yang gak berkualitas. Kalau anime yang bergenre bunuh-bunuhan, sensor dan yang gak mikirkan dampaknya gimana nasib generasi selanjutnya.
"siapa yang ngajrin kamu nonton anime? masih kecil nonton anime"
Aku menyarankan dia agar memilih anime yang berkualitas contohnya yang bergenre pertemanan agar mood dari anime yang ditonton bisa kebawa.

Masalah utama darinya adalah malu. Menurutku bagus aja kalau malu. Tapi, terlalu malu gak baik juga. Dia cewek, aku rasa saran yang lebih baik agar dia tidak terlalu banyak begaul. Entah bagaimana kondisi tempat dia belajar dan tokoh-tokoh di sampingnya. Dia bilang banyak teman yang baik sih. Namun aku khawatir mengingat zaman sekarang ini. Moral dan norna manusia sudah turun. Ucapan kotor yang keluar dari anak zaman now gituh. Image ku tentang perkotaan dan orang kaya hanya itu. Kesombongan, kemewahan, pergaulan bebas, bioskop, pacaran, obat-obatan dan apalah. Aku ditahan oleh insting ku untuk berperilaku seperti itu. Lalu apa yang sebaiknya aku sarankan untuk Triana.. eh Tiara. Aku ingin sekali mengajarkan banyak hal padanya jika seandainya dia tinggal di daerah sini😑. Lewat pesan aku rasa sulit sekali menggambarkan kondisinya.
So aku menurut informasi yang dia berikan aku menyarankan agar dia membuat lingkungannya sendiri walaupun hanya di tempat duduknya. Maksudku Tiara kalau di rumah sangat ceria. Bawalah sifat asli mu ke lingkungan sekolah yang kau buat sendiri. Sesuai pengalaman ku tiap kali di kelas baru. Kombinasi penampilan dan sifat asli pasti berbuah hasil setidaknya akan ada yang melirik. Tapi harus siap digosipkan, ya~ kan sangat aneh kalau ada orang yang pendiam tiba-tiba berubah😂.
Langkah awalnya yang ku sarankan untuknya adalah hobi menggambar di aplikasikan saat jam kosong di kelas. Minimal untuk menghabiskan waktu. Aku tahu pasti rasanya sulit bernafas ketika berada di antara orang yang kita tidak kenal jadi asiklah sendiri di lingkungan yang telah dibuat.
Untuk memulai pembicaraan sebaiknya ketika tugas berkelompok. Sedikit ruang, sedikit tokoh akan lebih enak memulai langkah awal untuk berubah.
Aku ingin sekali membantunya sampai tercapai tapi kalau lewat pesan sangat sulit. Ah aku mengatakannya dua kali.
Saran terakhir ku apabila telah berubah pasti akan ada seseorang yang menyukainya. Bagiku itu yang berat sebab perasaan jauh lebih penting.. ah lupakan.

Aku jadi teringat waktu SMA dulu. Memang aku tergolong murid populer di kelas aja. Hampir semua aku temani. Tapi karena terlalu asik aku sampai melupakan teman sekelas yang jarang ku perhatikan. Dia memang tidak terlalu mencolok. Mungkin seperti itukah kondisi Tiana.. eh Tiara. Aku jadi sadar akan hal itu karena aku melihat Aulia bersamanya. Masih ada banyak waktu sebelum adzan Dzuhur. Kelas ku berada di lantai dua. Dari dalam kelas aku melihat Aulia bersama Dia- tunggu aku lihat rapot dulu.
Oh panggil aja dia Rezkini. Aulia berangkat bareng dengannya menuju mesjid. Terlihat dari kejauhan aku bisa memastikan sedikit. Syukurlah waktu sekolah aku sudah melatih penglihatan ku. Hal kecil yang aku anggap remeh seperti ini yang sering terabaikan. Sepintas aku melihatnya, aku jadi yakin kalau orang yang aku sukai memang spesial makanya aku ragu memaknai apa arti cinta itu.
Aku jadi Ikut-ikutan bahkan teman sekelas juga mulai berbicara dengannya. Sedikit terdengar jelas apa yang dibahas mereka. Tak lain tak bukan soal K-pop haha.

Minggu, 19 Agustus 2018

Biarkan Aku Sendiri

Aku lagi ingin sendiri, tidak ingin bicara dan tidak ingin memikirkan orang lain. Berusaha sebisa mungkin menjauh dari pergaulan. Sifat labil ku sedang kambuh.  Hanya orang yang spesial saja yang dapat berbicara dengan ku. Hati ku lebih sejuk kalau sedang sendiri. Pikiran ku secara otomatis mengidentifikasi orang lain saat mereka berada dalam jarak kurang lebih 5 meteran. Semakin jauh dari radar semakin berkurang kekuatan kemampuan ku ini. Mana mungkin aku berteriak atau berbisik pada orang-orang untuk menjauh dari hadapan ku. Jalan terbaik saat ini adalah menghindar.

Aku berjalan cepat menuju tempat ibadah tapi saat di depan halaman si Hakim menarik lengan ku karena aku berusaha menjauh dari kerumunan. Aku tahu dia sedang bercanda tapi gak gitu juga.
Sakitlah karena genggamannya keras.
Kezzalll!!! beraninya menarik ku. Aku menunjukkan ekspresi marah dari karakter Beater. Aku merendahkannya.
Ah sial emosiku juga kambuh.
Cobalah memikirkan sekitar sebelum bercanda. Pentingnya sebuah perasaan untuk dihargai. Tapi respon ku tadi juga kurang pantas seharusnya aku sabar. Aku pernah bilang untuk menahan emosi tapi justru aku sendiri tidak terlalu pandai menahan emosi.


Dulu pernah tetangga ku ditangkap oleh polisi karena memakai obat-obatan. Tetangga ku ini bersembunyi di dalam rumah ibadah. Setelah ditangkap bertebar luaslah gosip, dan sampai ke telinga ku. Aku tidak sengaja mendengarnya. Setelah mendengar apa yang terjadi dengan tetangga ku aku langsung pergi menjauh dari tukang gosip, sejauh mungkin sampai tak terdengar oleh ku. Mendengarkan gosip membuat ku berpikir negatif antara keduanya, juga mengundang dosa. Aku tidak mau digosipkan.
Besoknya kawanan malah menjadikan kejadian itu sebagai candaan. Aku marah dengan Hakim karena ia berada di antara mereka. Aku menegurnya seadanya.
Huufftt..
Jangan berpikir negatif.
Seharusnya aku bersikap baik bila berjumpa dengan orang-orang. Saat bersalam-salaman aku berniat memaafkan kesalahan Hakim. Jarang aku meminta seseorang untuk memaafkan kesalahan ku walaupun dengan cara halus seperti bersalam-salaman. Hal itu sebagai hukaman ku atas apa yang telah ku perbuat. Tanpa dari hati yang tulus sebuah permintaan maaf berkurang nilainya. Sementara disisi ku, semua orang yang pernah menyakiti ku akan aku maafkan apabila aku ingat dan sadar. Makanya sekarang sebisa mungkin aku akan mengurangi pergaulan dengan orang-orang. Kecuali dalam keadaan yang penting saja. Pelajaran untuk ku agar terjauh dari kesalahan. Sekuat tenaga untuk mempertahankan perasaan ini.

Pagi hari jam 9 lewat, aku pergi memancing di sungai. Tentu saja aku sendirian. Sebelum ke sungai aku mampir dulu ke warung untuk membeli makanan. Di depan toko aku melihat pengendara sepeda motor yang memutar tutup tangki bensin kendaraannya. Aku lega karena tidak perlu lagi memanggil pemilik tokonya. Langsung saja aku memilih makanan ringan dan minuman. Muncul lah anak pemilik toko menyerahkan uang kembalian si pengendara tadi. Uah cewek cantik rupanya. Kalau gak memakai kerudung emang berbahaya. Aku bertanya harga snack apa saja yang 500an rupiah agar uang ku pas dengan belanjaan. Aku membawa 3 uang koin 1000Rp, aku menyerahkannya pelan-pelan di atas telapak tangannya yang kecil. Sebisa mungkin agar tidak bersentuhan namun sayang, dia menyentuh tangan ku. Aku kaget dan menjatuhkan satu uang koinnya. Secepatnya aku mengambil. Ah salah ku.
"Uangnya pas ya?" suaranya agak tinggi dan terdengar ceria. Wah kemampuannya untuk membuat pelanggan mood hebat juga. Ekspersi ceria dan suara yang jelas, nilai plus penampilannya. Oups to to! tenang guys! aku hanya 2 kali saja menatap wajahnya saat pertama datang dan menyerahkan uang yang jatuh tadi. Kita sebagai cowok harus jaga pandangan😤.


Sampai di dekat sungai aku memarkirkan kendaraan ku di dekat kendaran orang lain. Dari atas sini aku melihat sungai yang surut sekali. Wajar musim kemarau. Hasrat ingin memancing sudah tak bisa dibendung. Langsung saja aku bergegas menuruni tebing. Aku tidak takut terpeleset sebab aku punya refleks yang bagus. Di saat-saat begini aku mengeluarkan kuda-kuda ku. Aku menamainya Gerakan Insting😂. Kalau belum pemanasan bisa keseleo memakai skillnya apalagi kalau fail bisa patah tulang. Intinya gerakan insting hanya aktif jika dalam keadaan terdesak, contohnya jatuh meluncur di tebing😐. Gak lah, mana mau gua sengaja jatuh gitu. Habisin energi saja.
Well alat pancing ku sudah siap, memasang umpan lalu melemparnya ke tempat yang ku anggap ada ikannya. Masih tentang insting.
Ya~ aku percaya dengan kekuatan yang diberikan oleh Tuhan karena semua yang ada pada kita adalah miliknya. Jadi yang patut bertahta dalam hati kita hanyalah Tuhan. Ini adalah peraturan mutlak di dunia kita. Kalau belum bisa berarti iman kita yang belum kuat. Aku juga masih begitu, kita harus tetap berharap menjadi orang yang lebih baik lagi.

Terik matahari membuat keringat ku bercucuran. Aku sedang mengenakan jaket juga sih sebagai penghalang sinar matahari, panasnya dua kali lipat. Aku masih bisa menahannya.
Kenapa aku bela-belain mancing di hari yang panas begini?
Aku hanya suka saja memancing. Ketidaktahuan kapan ikan-ikan akan menyambar umpan ku. Hal itu membuat ku tetap waspada.
Kedua, setelah ikannya terkena kail pancing aku tidak tahu ikan apa yang akan ku dapat. Seperti bermain gacha.
Pernah sekali aku mendapatkan kura-kura cangkang lunak yang masih anakan. Ah kasian sekali dia akupun melepaskannya. Mana mau kami memakan hewan tersebut. Bidawang sebutannya, aku tak ingin lagi hewan itu nyangkut dikail pancing ku. Lalu yang paling diharapkan tentu saja ikan yang besar. Ya memang semua pemancing mengharapkannya.
Ketiga sabar, tapi tiap detiknya aku memancing jarang sekali aku menyesal kalau tidak mendapatkan apa-apa. Sebab memancing di sungai ini sendirian membuatku tenang. Aku bisa berpikir sesuka ku tanpa ada yang mengganggu. Menikmati tiap detiknya bermesraan dengan alam.
Tenang dan damai.


Saat ini pilihan terbaik untuk menenangkan kondisi labil ku adalah memancing. Sambil berpikir bagaimana caranya untuk menjauh dari orang-orang, terutama si Hakim dan si tukang gosip. Entah kenapa aku merasa sangat terganggu bila ada kehadirannya. Aku tahu kalau si Hakim suka berada di dekatku. Sudah banyak aku melihat ekspresi yang seperti itu, aku sudah hafal. Ditambah dengan menebak niat orang lain menjadikan kehadiran ku sulit untuk di dekati. Aku males berurusan dengan banyak orang.
Tapi tiap malam aku harus bertemu dengannya, memikirkan itu sangat mengganggu ku. Kalau boleh jujur apa yang tidak ku suka darinya adalah sifatnya yang suka bercanda dan banyak kepo(ingin tahu).
Bedanya Hakim dan Raga simple saja dari dua hal di atas. Raga bercandanya tidak keterlaluan dan tidak pernah kepo urusan ku. Raga suka dekat dengan ku, aku juga suka dekat dengannya, dia baik. Ini masalah adab kita dalam bergaul. Pada kondisi labil "ingin sendiri" seperti ini siapa saja yang membuatku jengkel akan aku mark dalam black-list ku. Ingin tahu tentang diriku? aku sudah membaca niatnya. Cara mengucapkan, nada suara, ekspresi, penyebab, semua informasi telah terolah dalam pikiran ku. Beater sangat sensitif kalau ada yang kepo dengan urusannya. Belajar dari pengalaman buruk.
Aku berusaha sabar dari tindakan mereka. Menjauh sebisa mungkin. Karena aku tahu sangat mustahil bagi mereka untuk mengetahui apa yang sedang terjadi dengan ku. Tidak ada pola atau kebiasaan untuk mempelajari sifat labil ku ini, bahkan aku sendiri tidak bisa memahaminya.
Ah pusing.
Aku ingat satu hal tentang perbaikan sifat ku ini. Tanpa sadar aku telah membuat harapan muncul agar sifat labil ku terkontrol. Benar juga. Sumpah aku baru menyadarinya. Tindakan ku saat ini adalah salah satu pencegahan sifat labil ku. Yaa walaupun masih berdampak pada orang di sekitar ku. Tapi secercah harapan ini memberi ku inspirasi agar mengambil pelajaran penting dalam menangani sifat labil. Layaknya mengurai benang kusut. Aku melihat celah.

Untuk saat ini aku harus tetap menyendiri.

Minggu, 12 Agustus 2018

Trauma dan Karakter

Semasa sekolah dasar aku tergolong murid yang tak terlalu pintar. Banyak pengalaman yang memalukan pastinya, seperti dimarahi dan aku sempat nangis sedikit. Kalian tahu kan mental ku ini cukup buruk, tapi aku masih bisa mengalihkan topik, selalu ceria, jadi tidak ada yang menyadari, hmm mungkin lebih tepatnya seperti sihir penghilang ingatan karena yang menontonnya pasti merasakan malu juga😂.

Sebelum punya akal aku tidak tahu siapa yang memakai raga ku ini, dia belajar, bermain dan.. serasa kalau aku sedang mengikuti sifat turunan yang dibawa oleh orang tua ku. Umur segitu yang namanya kesadaran atau akal belum kita dapatkan. Hubungannya? sifat, tekanan dan mental adalah ketakutan. Mendarah daginglah rasa takut akan dimarahi. Lalu perasaan takut itu tumbuh bercabang menjadi takut akan sebagai pusat perhatian.

Kelas 6 SD setelah semester pertama si Hakim dan teman yang lain ingin meminjam rapotku. Dalam hati ku bicara 'sudah tau kalau aku ini tidak pintar tapi masih merasa penasaran dengan nilai rapotku'. Aku pun berlari keluar kelas lalu sembunyi di balik pohon pisang. Aku tersadar, kenapa harus lari dari mereka. Aku heran sendiri dengan diriku. Kemudian teman kelas menemukan ku. Aku tertawa dan malah! merasa bersalah dari mereka. Pengalaman itu awal dari kemampuan ku untuk membaca niat orang lain.
Berpikir positif? tidak, aku hanya mengikuti insting alami ku, sifat turunan untuk tetap memasang wajah ceria. Pastinya aku cepat pulih karena aku punya teman untuk bermain sepulang sekolah. Melupakan semua tekanan.

Lalu pengalaman kedua menjadi pemimpin upacara. Entah apa yang ku rasakan saat mendengar itu. Ingatan ku samar-samar. Sudah tahu aku murid yang bodoh masih saja menawarkan pelajaran yang sangat sulit untuk ku jangkau. Tidak tau apa-apa tiba-tiba saja ditunjuk menjadi pemimpin upacara😑. Mendarah daging lah ketakutan ku menjadi pusat perhatian.
Aku sangat berterimakasih telah menanamkan sebuah kutukan yang membelenggu ku untuk menjadi orang yang lebih baik. Aku tetap harus menghargai. Ini hanya masalah ketidak mampuan, semua orang memiliki kelemahannya tersendiri.                       
=========

Tiap tahun aku harus mengambilkan rapot adik ku ke sekolahnya. Terpaksa menjadi wali karena ibuku tidak di rumah lagi. Suasana sekolah, perasaan sedang diperhatikan membuatku gugup dan badan ku terasa dingin, makanya aku selalu memakai jaket bila hendak berpergian. Memakai jaket selain bikin keren penampilan juga dapat menutupi sedikit kekurangan.
Aku mulai gak enak badan. Memasuki kelas adikku dan bertemu dengan para guru dan juga orang tua murid.

Apakah aku sudah memasuki tahap trauma?

Menahannya memakan energi banyak sekali. Entah apa solusi terbaik untuk keluar dari trauma ini.
Aku seperti Killua yang di tanamkan jarum kutukan dari kakaknya agar melarikan diri dari musuh yang kuat. Sayangnya kutukan ku dari dalam diriku sendiri.
Setiap kali aku gagal melawannya aku semakin terpuruk. Lalu tenggelam dalam kepasrahan.

Aku pernah berharap agar ditolong, but ya.. itu mustahil.

Tidak ada yang mampu mengenali ku dengan baik. Aku akan mengganti karakter ku sesuai mood dan alasan tertentu. Aku sendiri pun sulit untuk menyederhanakannya. Misalkan saja aku melihat seseorang disakiti, aku akan memasuki mode Beater. Eh rupanya memang salahnya sendiri, aku kembali ke diriku sendiri. Eh rupanya lagi masih memakai kekerasan padahal dia sudah minta maaf, aku masuk mode campuran. Sulitkan😅, setiap apa yang ku pahami dan ku rasa itu benar adalah alasan khusus munculnya karakter labil ku.

Gunanya?
Tentu untuk menutupi kekurangan ku. Kalau aku sudah bisa menyesuaikan semuanya dalam satu bentuk karakterku berarti itulah akhir dari kisah si monster labil. Masih coming soon! bruh!😅 gw gak tau kapan selesainya karakterku.

==========

Senin kemarin aku pergi dengan Hakim membuat surat keterangan kesehatan. Tujuan utamanya adalah membuat sim!! iya!! aku belum punya sim!! pernah kena razia?! pernah sekali karena si Aldi bilang kalau itu acara pernikahan padahal insting ku sudah bilang itu razia, yang anehnya aku percaya!!😂.
Yah sebetulnya aku gak suka jalan-jalan juga sih makanya tidak perlu buat sim. Tapi mumpung si Hakim ingin memperpanjang masa sim-nya yaa jadi ikut aja deh kalau nanti berguna.
Yang mengantri banyak juga. Aku mengambil nomor antrian ke 56. Kalau gini selesainya bakal lama. Yang telah dipanggil sudah tiga puluhan orang dan ini jam 9 lebih sedikit. Menunggu antrian sambil bermain game Infinitode untuk mengalihkan perasaan diperhatikan orang lain. Oke keadaan ku membaik setelah menyesuaikan dengan keadaan sekitar.
Infinitode adalah game strategi tower defense. Game ini sudah mendapat penghargaan tower defense terbaik dalam hidupku😂 karena tak hanya bikin otak jalan juga butuh waktu yang lama agar bisa mendapatkan high score nya. Aku sangatlah suka dengan game strategi. Uh badan ku gak enak, minggu ini banyak sekali urusan yang bikin lelah. Jam setengah sepuluh. Makin rame aja yang mengantri.

Hm!? itu Ari kan? Memakai seragam polisi. Wah gak nyangka😮. Dia telah berubah. Aku melihat dia lewat menyapa bapak-bapak dengan sopan dan formal. Ahaha jadi teringat sifatnya waktu sekelas dulu😅. Mungkin dia gak bakalan mengenali ku.
Ah! ketemu Ramlan juga. Jadi reunian.
"fidz yang tadi itu Ari kan?" kata Ramlan. Aku menjawab 'iya' dengan santai. Semua orang pastilah telah berubah dan aku menganggap itu sudah wajar. Pengalaman😤.

"ehh fisikku mana kuat bekerja berat" ucapku.
"lalu kenapa kemarin milih jurusan Las Listrik?" Ramlan memojokkan ku
"aaa..." Aku terdim
Mana mungkin aku bilang kalau aku salah tulis. Ramlan itu cowok yang berbau dewasa😂, gua yang ke kanak-kanakan gak bakalan serasi dengannya. Apalagi ada si Hakim di samping gua😑 bakalan heboh mendengar jawaban ku. Saat itu aku mengalami mind blank gara-gara gugup, yang kerja cewek sekolahan!😲. Sudah salah nulis jurusan, tahun pun juga salah ku tulis. Situasi yang formal membuat gugup ku kambuh. Buat kalian itu mudah tapi buat gw susahnya setengah mati, mulut ku jadi gagap, tangan gemetaran, jantung dag dig dug, keringat dingin pula. Iya susah! kalau sudah mengakar. Perlu banyak pengalaman agar bisa terlepas dari trauma ku ini. Tak ada waktu untuk melakukannya.

"eh fidz itu cewek satu SMP kita kan?" sambil meng-kode cewek tersebut
"oh, siapa ya?kelas 3 hmm.. oh! kelas 2 dia sekelas dengan ku.. cuman aku lupa namanya, ya kami sekedar hanya kenalan saja sih"
Makin rame. Selanjutnya siapa lagi? hari ini event nya reunian ya?😂

Setelah lama menunggu akhirnya giliran ku tiba. Duh jadi gugup. Tes tensi darah sudah. Tes mata sudah. Berat badan.. wtf 55 kilo segitu saja kah bobot ku😱. Tinggi badan.. 172 cm hehehe cungkring😢.
Habia membuat surat kesehatan aku dan Hakim langsung pergi kantor polisi. Btw kantor polisinya disamping doang.
Uah di sini dua kali lipat orangnya.
*Gehhh
Makin banyak energi ku terpakai. Dingin.. AC sialan. Badan ku makin gak enak, kalau begini yang ada aku tewas duluan.
Selesai mengisi formulir lalu befoto tibalah stage terakhir hari ini yaitu ujian teori. Kaka ku bilanh  enggak semua orang bilang kalau ujian teori dan prakteknya sama-sama sulit. Maaf ya aku cuman lewat. Kalau gak lulus ya sudahlah. Intinya aku gak niat untuk menang. Aku capek. Masuklah aku ke dalam ruang ujian. Ada cewek keturunan papua di samping ku yang ikut ujian juga. Hmm komputer khusus yang unik. Mulai lah ujiannya. Kata si Hakim ujiannya tinggal jawab benar atau salah aja tapi kok beda ya? yahh biarlah.
30 menit waktunya untuk 30 soal.
Oh tidak!!
tak terpikirkan lagi oleh ku.. aku mau pipis!! asemmm gara-gara kedinginan tadi. Berpacu antara waktu dan batas menahan ingin buang air kecil membuat kekuatan pikiran ku jadi super super maksimal!! instinctive pressure!!.. 😂
Sebutkan pengendara-pengendara yang paling berbahaya di jalanan?
A. Emak-emak
Wuah! jelas lah betul tapi simpan dulu jawabannya siapa tau pilihan B dan C nya juga betul.
B. Pengendara Siluman
Apa kalian tahu pengendara siluman? pengendara siluman itu pengendara sepeda motor yang lampu kendaraannya tidak menyala. Lampu depan, lampu rem, lampu sign, semuanya tidak ada yang menyala. Dan berkeliaran di jalanan pada malam hari 😨. Di ujung radius lampu depan tiba-tiba saja langsung muncul pengendara ini😂. Nah itu informasi tentang pengendara siluman.
C. Pilihan A dan B adalah benar
Oke aku pilih C. Aku mark jawabannya lalu ke soal selanjutnya.
Di belakang ku sangat ribut. Polisi dan petugas sedang mengobrol. Apa mereka gak sadar ya kalau suara mereka itu menganggu peserta ujian. Aku menutupi kepala ku dengan hoodie jaket untuk mengurangi pandangan ku agar bisa sedikit lebih fokus. Aku bisa merasakan kalau aku lagi diperhatikan oleh polisi. Tenang aja pak aku bukan penjahat, lagian salah sendiri ngobrol di sini.

Singkat cerita aku lulus. Aku menjawab benar 21 soal. Wah rupanya gampang aja. Aku pun langsung keluar ruang sudah gak tahan.
*tcihh malah jadi sorotan di ruang tunggu.
Tau gak kenapa aku gak suka menjadi pusat perhatian selain trauma? matanya ituloh kayak leser! 😂 sakit eyy.. misalkan gak kontak matapun aku masih bisa merasakan niat mereka kalau sedang memperhatikan ku. Cara berbicara, gerak-gerik, udara di sekitarnya, sangat ku kenali.

Besoknya pukul 10 aku dan Hakim sudah berada di sini. Hari ini aku akan ujian praktek sim dan Hakim mau menemani ku ke sini, jaga-jaga kalau saja ada razia. Mata ku ngantuk sekali dan lelah karena kurang istirahat. Aku bermain game lagi menunggu ujian tapi kata bapak yang bekerja di sini hari ini polisi yang mengurus lagi sibuk di lapangan. Ah bikin aku kesal, emosi ku naik. Kalau gak tahu kapan pastinya ini hanya akan membuang waktu ku untuk menunggu.

Esoknya hari rabu aku datang lagi, sendiri. Kalau sampai 3 kali gak ada petugasnya aku nyerah. Hari ini ngantuk ku 2 kali lipat. Di bawah efek caffein kesadaran ku sulit sekali terkontrol, rasanya seperti alam bawah sadar ku lah yang sedang mengendalikan tubuh ku. Informasi ini sangat berguna.
Ada orang yang berada di depan ku. Umurnya sedikit lebih tua daripada ku. Aku mengajak dia ngobrol dan rupanya dia juga ingin ujian praktek sim. Menunggu di ruang tunggu khusus peserta. Beberapa lama kemudian datang polisi memakai rompi hijua dan seorang karyawan membawa berkas formulir peserta. Akhirnya.. syukurlah hari ini aku datang.

Aku peserta pertama yang menulis absen dan aku pertama juga yang akan langsung di tes😐 asemm. Di beri waktu cukup lama untuk latihan aku manfaatkan itu dengan baik-baik. Ada tiga tahap ujiannya.
Pertama melaju dan sampai di garis, kita harus rem mendadak. Gampang
Kedua, 2 bundaran membentuk angka 8. Hanya masalah ketenangan gampang.
Yang terakhir zig-zag seperti ular. Ini yang sulit soalnya timing dan kedua rem dan ketenangan harus tepat.
Tibalah ujiannya. Aku memakai rompi anti peluru.
*brumm *tiiitttt
Anjay terlewati batas. Sial aku malah gugup. Banyak peserta yang menonton ku. Aku di beri kesempatan untuk mengulang.
Okeh kali ini aku harus tepat.
*brumm *tiittt
Kaki kiri mendarat duluan kemudian melihat ke samping kanan. Nice.
Tahap kedua sedikit bergelok tapi tidak papa asal jangan jatuh. Setelah 3 kali berputar membentuk angka 8 ku lanjutkan tahap terakhir tanpa menurunkan kaki ku. Weh unjuk skill. Aku terlalu percaya diri padahal sedang di bawah pengaruh caffein dan gugup. Di zig-zag yang kelima aku kelewat. Ahh!
Polisi bilang ini kesempatan terakhir ku dan kali ini berhasil, aku lulus di kesempatan terakhir. Horeee!!
Seandainya kondisi tubuhku baik dan juga gak gugupan mungkin sekali coba langsung lulus. Uahh aku berkeringat sekali.
Aku duduk di bangku antrian dan menunggu hasilnya.

"Nama mu siapa tadi?" kata pakpol
"Hafidz Rachmadana" balas ku terbata-bata.
Kok malah nanya lagi ya? kan aku nomor absen yang pertama. Mungkinkah pakpol mengira aku rider atau.. anak jalanan yang bedebah😂, tapi aku merasa kalau pakpol ingin memujiku. Makasih pak aku sedikit percaya diri berkat pengalaman bekerja bulan kemarin memberi ku ide agar kemampuan harus digunakan sebaik mungkin. Well aku lulus, tinggal bayar saja lagi dan sim ku keluar.
Aku hendak bergegas tapi ditahan oleh peserta lain. Katanya ingin meminjam kendaraan ku. Aku pun meng-iyakan kehendaknya, lalu pergi ke loket pembayaran.
Huftt
Masih terasa gugupnya. Untuk menghilangkan rasa gugup ini sebaiknya aku main game.

Lumayan lama juga.
Pesan masuk dari Nisa. Sebuah gambar. Oh lowongan pekerjaan kah. Maaf nis aku gak tahan bekerja yang berat-berat. Masih loading, sinyalnya buruk. Aku memasukan tangan kiri ku ke kantong jaket.
*kringg
Sumpah aku kaget! kunci kendaraan ku masih di aku!! lalu??!! sial aku kelupaan gara-gara gugup aku keluar dan langsung menuju tempat ujian tadi. Peserta sedikit. Sudah berapa lama tadi. Sialan!
Aku melihat orang yang pertama ku temui pagi tadi.
"eh gimana tadi orang yang mau minjam kendaraan ku?"
Aku melihatnya berdiri di samping pakpol.
"ehh bro sudah ya ujiannya?"
Dia hanya mengangguk dengan tatapan yang pasrah. Ah aku paham sudah. Beater sabar ya.. ini memang salah ku. Ughh dada ku sakit sekali. Karena gugup aku sampai kelupaan memberikan kunci motor ku. Ahh sakit sekali.
Aku telah mengecewakan orang lain akibat kebodohan ku. Satu hal yang paling ingin ku hindari dalam hidup ini adalah tidak ingin mengecewakan orang lain. Tetapi aku melakukannya lagi.

Tak sanggup aku mengingatnya. Kejadian tadi akan menghantui ku.

Aku pulang ke rumah. Sim sementara sudah ku dapat. Aku langsung bercerita ke nenek ku tentang apa yang terjadi tadi. Iya aku sedikit curhat untuk menghilangkan rasa bersalah tapi tetap saja masih terasa. Sakit sekali. Coba kalau aku di posisinya. Pasti sangat kecewa. Aku minta maaf dengan Allah atas apa yang ku perbuat. Aku mendoakan orang yang aku kecewakan tadi agar diberi keluasan hati untuk memaafkan.

Sangat berguna.
Pelajaran yang aku dapatkan dari pengalaman ini adalah setelah keluar dari posisi terjepit aku harus santai dan fokus dengan keadaan sekitar. Secepatnya merubah karakter ke mode Zheill. Tenang dan tanggap. Kurasa tak hanya posisi terjepit. Kondisi yang memungkinkan membuatku lengah? bisa jadi.
Berarti aku harus menyisipkan titik kesadaran ketika hendak memasuki keadaan yang tak menguntungkan. Naluri berperan merasakan bila ada yang tidak beres. Setidaknya dengan cara itu dapat mengurangi tingkat kesalahan ku.
Dua hari kemudian aku sakit demam sampai hari ini lumayan baikkan.😷😷

Rabu, 01 Agustus 2018

Pertanyaan dan Jawaban

Setiap yang kita lakukan selalu diawali oleh keinginan hati. Keinginan akan membuka lintasan perjalanan takdir. Usaha atau tindakan yang diambil di tiap cobaan menuntun kita untuk merubah sikap buruk. Hikmah, begitu sebutannya. Pintar-pintar sendiri untuk mencarinya.
Seseorang yang telah mendapatkan jati dirinya memiliki pandangan yang kuat. Cara dia memandang sesuatu akan berbeda. Dan udara di dekatnya terasa lain tergantung apa yang dia dapatkan dan harapkan.

Setelah sholat tasbih berjamaah dan mendapatkan cemilian aku langsung saja keluar mesjid. Ya habisnya cemilannya enak sih makanya aku mau😂. Aku juga melatih deduksi ku dalam menilai cepat orang-orang, mumpung ada kesempatan. Aku melakukannya saat bersalam-salaman kok gak waktu sholat haha, kalau melakukannya diawal atau pas lagi sholatnya nanti niat amal ibadahnya rusak. Iya ini minggu terakhir bulan puasa, tinggal menghitung hari saja lagi hari raya. Badan terasa berat karena rasa lelah jadi setelah bersalaman aku langsung mau pulang.
Menuju tempat parkir aku melihat kaum wanita juga ikut keluar, menuju tempat parkir yang sama. Ini tidak baik aku harus menjaga jarak. Hakim, Erpan dan Pandi juga ikut sholat tasbih. Mereka sedang berbincang-bincang membahas ibunya Opie yang ingin ikut pulang. Aku ikut bergabung. Hendak berbicara, aku melihat cewek cantik dengan mukena yang masih dikenakan. Tapi yang membuat ku terpana bukan keelokannya tapi tatapan dan auranya. Dia sangat unik. Kenapa unik? hey kau tahu sudah berapa banyak aku melihat cewek soleh? banyak lah tapi dia berbeda, kepribadiannya sangat kokoh aku pastikan itu dengan bagaimana cara dia memandang lurus ke depan. Bahkan saat dia lewat di dekat kami sedikit pun tak tertarik dengan hebohnya kami. Melirik pun enggak.

Aku masih terpana, mata ku masih menatapnya sampai dia menaiki kendaraannya.     
"oke jadi ibunya Opie ikut Nanang"
Aku langsung menaiki kendaraan ku. Menunggunya lewat. Aku menurunkan perhatian ku padanya agar tak di curigai. Alasan ingin menghidupkan kendaraan lalu ah aku lupa gimana membawa cemilan ini, gak ada kantong plastik. Sedikit lama akhirnya dia lewat di dapan ku. Uwah auranya hebat. Jarang sekali aku melihat cewek sepertinya, soleh pula. Pasti banyak cobaan yang telah ia lewati. Pandangan seperti itu sangat langka. Pandangan lurus tanpa tergiur untuk melirik sekitarnya. Dia sudah mengabaikkan nafsunya. Dijamin 100% itu malaikat kalau sudah menaruh hati terhadap seseorang dia akan setia selamanya. Apa dia sudah bersuami ya? tapi kalau dia pulang sendiri masih memakai mukena pula berarti belum. Atau suaminya kerja.. entahlah tapi cowok yang sudah mendapatkan hatinya akan sangat beruntung dunia akhirat. Enaknya aku harap dapat cewek kayak dia nanti.

"perbaiki diri mu dulu fidz.."
Iya iya aku tahu.
Apa aku akan bertemu dia lagi ya? di mesjid Tanjung ini.. kalau jodoh past- ah basi. Aku sedikit khawatir dengannya pulang sendirian malam-malam begini. Tapi kalau dia masih memakai mukena mungkin rumahnya tak jauh dari sini. Aku menyapa om-om di samping lalu kehilangannya. Ah biarlah perut ku sudah laper.


Aku menarik kesimpulan tentang pertanyaan yang muncul berserta jawabannya. Sejauh mana kita bisa menarik kesimpulan sebaik mungkin seperti di mata pelajaran bahasa Indonesia. Setelah kita mendapat cobaan cobalah ingat untuk sadar tak boleh terbawa emosi. Anggaplah cobaan itu sebagai anak tangga untuk menggapai kepribadian lebih baik.
Terlihat sederhana.. tapi tergantung kitanya. Mengenai hal-hal biasa yang kita abaikan  dibaliknya tersimpan jawaban atas apa yang kita lakukan. Kita melihat, kita berjalan, kita melakukan aktifitas biasa dalam keadaan menurunkan kewaspadaan. Ahh bagaimana ya menjelaskannya intinya di setiap kita tersadar dalam sebuah momen  ceritanya akan berlanjut di kemudian hari, seminggu kemudian, satu bulan, setahun tidak ada yang tahu. Contoh saat kenaikan kelas waktu SMP dulu.
Aku tak sengaja terdiam menatap seseorang yang dari kelas lain. Rasanya aneh seperti ada sentuhan berbeda di dalam hati. Aku mengabaikan. Kemudian di kelas baru aku jadi sekelas dengannya. Bahkan setelah lulus kami saling menyapa padahal tidak terlalu akrab. Aku bertanya kenapa aku bertemu dengannya? jawaban mungkin saja tak ku pilah karena aku belum memutuskan untuk berjuang memperbaiki diri. Aku lupa namanya karena memang kami tak terlalu akrab. Dia dilihat dari penampilannya seperti preman, kau tahu geng anak SMP yang ku maksud? dia juga membernya 😂. Tapi walaupun penampilannya begitu dia ramah, menyapa aku yang masih jadi tokoh sampingan. Apa yang telah Tuhan sampaikan aku mengabaikannya. Makanya aku membuat kebiasaan untuk selalu memperhatikan sekitar ku sekecil apapun takkan ku abaikan.

>>>Bila ada pertanyaan pasti ada jawaban<<<

Lintasan takdir yang kita buat atas keinginan hati kita menuntun ke suatu tempat. Baik atau buruk. Apa aku seperti penjahat yang sedang berbuat curang? begitu ya.. tapi kalian harus tau satu hal "cobaan yang kita alami di setiap pengalaman adalah sama, sama sesuai kemampuan". Aku yang sering berpikir diberi cobaan untuk menggunakan pikiran ku dengan baik. Gampang saja menyadari semua itu. Sisanya terletak pada kita.

Tak pernah absen satu kali pun tiap dua minggu sekali aku pergi ke Guru Danau yang terletak di Mabuun. Bertemu Wali Allah adalah rasa syukur yang sangat besar. Banyak sudah ilmu yang telah aku amalkan dari beliau. Iya guys makanya hijrah lah pada tempat yang tepat bukan dari internet. Resikonya besar loh.
Rizal datang ke rumah untuk mengajak ku ikut acara Guru Danau di Pamarangan. Aku agak bimbang tapi akhirnya aku ikut soalnya teringat malam sabtu kemarin aku gak ikut acara Guru Danau juga di Tanjung karena kerja. Minggu ini lagi banyak undangan oleh calon pergi haji jadi punya banyak kesempatan mendengar langsung suara indah dari wali Allah. Badan ku agak lelah tapi aku masih bisa memaksanya.
Aku ke rumah Hakim dan melihat dia juga sudah bersiap lalu kami pergi. Dia tak banyak bicara. Apa dia mengira aku lagi marah ya? tapi tak banyak bicara membuat ku senang sedikit, beda dari biasanya. Aku harap si Hakim bisa merubah sikap ngeselinnya😂.
Sampai di tujuan acaranya sudah dimulai dan setelah duduk beberapa menit acaranya selesai. Sayang sekali seandainya Rizal lebih cepat mengajak kami, tapi agak aneh biasanya jam segini acaranya baru mulai. Saat hendak pulang kami berpas-pasan dengan teman alumni Hakim. Katanya satu kali lagi acaranya di rumah calon haji dekat sini. Kami tak jadi pulang, syukurlah kami bertemunya kalau tidak pastilah kami pulang.

Jalanan macet hal yang biasa dialami bila setelah acara. Bau pembakaran mesin yang keluar dari knalpot membuat hidung ku sakit. Sumpah pernapasan ku gak tahan menghirupnya. Pernah sekali karena terlalu sering menghirupnya nafas ku dingin di tenggorokan dan berbau. Bukan disengaja karna saat itu juga aku terjebak macet panjang. Aku menggiring kendaraan ku kesamping jalan. Mengurangi polusi yang masuk ke hidung ku. Apa masih jauh ya sampainya. Melirik ke kanan aku melihat seseorang yang sangat ku kenali.

Aulia!

Aku hampir melambaikan tangan dan menyapanya. Se per sekian detik aku menyadari bahwa Aulia lagi kuliah. Sungguh!? tapi lihat! dia sangat mirip. Wajahnya, tinggi badannya bahkan cara dia berdiri menunggu seseorang dengan wajah polos menatap ke arah jalan. Ii- imutnya😂. Anak SMP kah? mungkin SMA kelas satu. Aku tidak menyangka akan bertemu kembaran Aulia disini. Kira-kira apa perbedaannya ya? hmm aku masih meliriknya. Mumpung memakai helm jadi tidak ketahuan kalau aku sedang memperhatikannya. Dia melirik ke samping dan aku melihat perbedaannya. Dagunya. Itu perbedaan fisiknya. Kalau kepribadiannya tentu saja aku tidak tahu haha.

Eh! tunggu..

Apa maksudnya ini kenapa aku bisa bertemu kembarannya? Apakah akan terjadi sesuatu? minggu kemarin juga aku memberi hadiah ultah untuknya 3 kesempatan bertanya dan akan ku jawab semuanya dengan jujur. Entahlah begitu saja terpikirkan oleh ku untuk memberinya hadiah.
Aku tidak tahu apa yang akan terjadi.. akan kah cerita ku dengannya terus berlanjut? misalkan iya, pasti aku telah melewatkan sesuatu yang penting darinya. Seperti halnya pengalaman ku yang diatas tadi.

Tidak ada yang tahu pasti. Kapan, dimana kisah cerita kita. Semua tokoh yang muncul dalam hidup kita akan mengajarkan hal yang kita inginkan. Selama kitanya~ lalala~🎶🎶
Oke itu aja yang ingin ku sampaikan, sampai jumpa di pengalaman berikutnya!!🙌