Sabtu, 30 Juni 2018

Peduli

Aku punya teman yang ngeselin namanya Hakim. Kenapa ngeselin? dia itu kurang pandai bergaul dan sifat ku yang sangat sensitif dengan tindakan seseorang membuat hampir tiap pengalaman ku dengannya dibumbui rasa kesal. Sebetulnya dia adalah satu-satunya teman dunia akhirat ku dan itu membuatku harus tetap mempertahankan hubungan ku dengannya. "Kalau ada teman yang mau mengajak mu ke jalan kebaikan  jangan lepaskan" begitulah ungkapan ku. Jarang-jarang ada teman yang perhatian keselamatan akhirat. Inti dari masalah kali ini adalah pengalaman berteman dia kurang baik dan bagaimana aku harus menyikapinya. Masih tentang aku kok.

Kami pernah dapat ujian, waktu itu dalam perjalanan kendaraan ku mogok yang mengharuskan kami untuk berjalan, padahal dikit lagi sampai ke tujuan. Aku yang mendorong kendaraan ku sendiri, nah ini masalah pertama seharusnya dalam hubungan pertemanan kalau teman kamu ke susahan harus dibantu kan? walaupun akhirnya dia menolak permintaan tersebut setidaknya ada rasa simpati sedikit, dalam kasus ini aku yang harus mengerti situasi, teman ku ini susah bergaul dan mungkin ke sisi introvert, dia gak suka jadi pusat perhatian, siapa audience nya? tentu saja pengendara lain yang lalu lalang.

Aku sedang dalam kondisi mudah marah dan ujian ini bertambah. Sambil berjalan aku mendorong motor matic ku, teman ku ini gak bisa diam sama sekali, banyak sekali yang ia gumamkan aku gak bisa mendengar ucapannya karna suara berisik pengendara lain. Jadi aku lebih milih diam tidak membalas omong kosongnya. Dia sudah lama mengenalku tapi kenapa masih belum tau juga kondisi ku yang sekarang ini lagi naik darah, kesempatan mau mencairkan suasana yang kurang tepat. Sepanjang jalan aku diam saja, lebih baik begitu kalau aku membalasnya mungkin saja aku akan marah.

Kami melihat bengkel, sayangnya tutup, kali ini aku mendengar apa yang ia ucapkan katanya kita ketuk aja kalau ada orangnya di dalam, emosi ku naik lagi seharusnya kan kamu aja yang ngetuknya soalnya dia yang duluan sampai kenapa gua yang lagi dorong motor. Aku berdiri di depan bengekel, oh ya ampun ini mah bengkel buat nambal ban doang disamping itu orangnya pasti gak ada di dalam, aku menengok ke belakang nah itu mungkin rumahnya tapi biar orangnya ada pun gak ada yang bisa dilakukan juga karena bukan bidangnya.

Aku kembali mendorong kendaraan ku tanpa sepatah kata pun menjelaskan apa yang ku tahu, aku lagi emosi. Mau berharap dengan pengedara lain gak mungkin lah siapa juga yang peduli dengan kami. Sampai di tujuan kami melihat Rizal aku melihat peluang. Aku menanyakan apakah dia membawa ponsel dan peluang itu ada aku meminjamnya dan mengirim pesan lewat FB ke kaka ku. "Ka kendaraan ku mogok" begitu saja aku mengirim pesannya. Hari sudah senja sebentar lagi maghrib. Si Hakim mencoba meminta bantuan dengannya tapi aku melihat wajah Rizal yang ragu kalau dia bisa menolong makanya aku diam saja dan tak mencoba membujuknya. Ah yang terjadi biarlah terjadi setelah pengajian selesai nanti biarlah aku yang di masa depan yang mengurusnya.

Saat sholat aku melihat si Hakim menjauhkan sedikit sejadahnya dari aku yang berada disamping kirinya. Ya ampun lagian salah siapa juga bikin aku emosi, kalau bukan teman biasa aku sudah lama mencampakkan nya. Ya beginilah permasalahan ku bila berurusan dengan orang lain, mereka tidak ada rasa peduli dengan sekitarnya, tidak ada pengertian maupun rasa hormat, penuh dusta, ini membingungkan, a- aku bosan menjadi orang baik, aku sadar akan posisi ku tapi tentu saja aku belum percaya semua ini, "merepotkan" ya kalimat itu seolah-olah sedang memburu ku. Oke kalau memang itu takdir ku  aku akan berusaha dan semoga dipermudah, jangan sampai keluar Beater.

Setelah sholat isya aku bersalaman padanya dengan niat minta maaf atas tindakan ku yang kurang pantas tadi, niat saja tanpa ucapan ataupun ungkapan. Kami berbaikkan dan aku harus memainkan peran ceria ku. Sujud terakhir tadi aku berdoa untuk dipermudah dalam berbagai urusan dan ajaibnya setelah selesai acara kaka ku datang dengan istrinya. Kaka ku agak marah karena tidak menjelaskan secara detail apa yang sedang terjadi. Tumben sekali dia begitu peduli dengan ku, aku agak senang.

=========

Banyaknya pengalaman tentang sifat dan sikap seseorang memudahkan ku untuk membaca jalan pikiran mereka. Cara berpenampilan dan tindakan adalah inti dasar untuk mengambil kesimpulan tentang sifat seseorang. Jujur saja aku ini suka memilih teman.. tapi tidak semua harus dimusuhi.. ya padahal sesama saudara gak boleh saling memusihi hehe. Kau tahu? kalian pernah merasa gatal habis di gigit nyamuk? nah mungkin begitulah rasanya ketika melihat seseorang(teman) melakukan tindakan yang kurang menyenangkan dihadapan ku. Kemudian aku memusuhinya itu adalah hukuman atas tindakannya, berlaku untuk semua orang.

Aku bertindak sesuka hati?
Tentu tidak, aku juga peduli dengan mereka, posisi ku yang penting dalam suatu hubungan pertemanan adalah senjataku. Kalian sudah sadarkan kalau aku juga sering menggertak. "Aku tidak peduli dengan diriku yang ku pedulikan adalah lingkungan ku" jika lingkungan kita baik aku juga pasti baik. Aku ingin menghancurkan semua sifat buruk seseorang, mencampakkan masih lebih baik daripada tidak peduli sama sekali.

Beater memang jahat tapi aku suka dia, dia sudah banyak melindungi seseorang begitu juga aku, dirinya sendiri. Tidak ada yang mau berteman dengannya karena itulah aku menciptakannya karakter ini dari seseorang yang jahat namun peduli dengan sekitar. Kalian pasti akan bertemu dengan seseorang yang mempunyai karakter ini nanti atau memang sudah ada disekitar mu, entah apakah dia bisa menyembunyikan sifatnya di pangkat tertinggi dalam sebuah negara, sebagai seorang pembunuh ataupun pemuka agama, yang pasti emosinya harus dikendalikan dengan baik agar sifat tersebut sangat berguna.
Terdengar konyol ketika seseorang mengatakan ia ingin merubah dunia ini sebelum ia memperbaiki lingkungan sekitarnya, rasanya itu gak mungkin.. tapi.. tetap ada peluang kecil. Butuh tekad yang kokoh dan rencana yang super cerdas "agar tidak ada rasa penyesalan yang tertinggal".
Sebetulnya sifat asliku suka berteman dengan siapa saja, aku akan menerimanya tapi ketika melihat tindakan yang kurang pantas pandangan ku jadi berubah. Tetapi sekian banyak pengalaman aku jadi banyak belajar dan mengerti kalau tindakan menggertak bukanlah hal yang bijak.

Aku teringat pengalaman waktu SMP pada tahun kedua aku bersekolah. Aku punya teman sekelas preman yang sering menyuruhku untuk menulis rangkuman tiap mata pelajaran PKN, sebetulnya aku tidak mau tapi dia membayarnya tiap rangkuman dua ribu rupiah haha lumayankan buat jajan.  Aku sedikit merasa ter bully tapi aku masih bisa berpikir logis kalau aku bisa menghemat uang jajan ku. Btw karena sering dibully bukan berarti aku jadi pembully juga, aku sudah menjelaskan Beater muncul karena penyesalan dan masa lalu bukan karena dibully, lanjuttt.
Kadang ya aku juga males mau menuliskan punya dia, dia oh panggil aja dia Ari, preman kelas haha. Kalian tahu aku jadi terbiasa menulis dalam kondisi kritis dikejar deadline, tulisan ku jadi makin rapi dan jarang salah menulis. Kalau dipikir-pikir lebih banyak untungnya daripada rasa tertekan seperti melihat satu titik hitam di kertas yang putih. Sekolah ku juga punya geng preman dan Ari adalah salah satu anggotanya, sedikit informasi.

Nah pas hendak ulangan kenaikan kelas aku dapat jatah lagi menulis rangkuman dan teman sekelas merasa iba dengan ku dan mau membantuku bebas dari tahanan budak Ari. Ini puncak masalah luar biasa, soalnya akan ada terjadi bencana uaah! bagaimana tidak teman sekelas mu ingin berurusan dari anggota geng sekolah yang banyak itu. Aku mulai berpikir untuk lepas juga tapi bukan begini caranya aku tak ingin bencana besar terjadiiiii. Aku menolak untuk ditolong. Ini adalah pilihan terbaik daripada memperpanjang masalah dan juga aku waktu itu tidak punya kekuatan sama sekali untuk berkelahi. Tapi ketua kelas kami yang cewek namanya Tika melaporkan diam-diam masalah ini, Tika bilang guru juga merahasiakan masalah ini, aku pada saat itu pasrah dengan apa yang akan terjadi nanti, mungkin aja preman sekolah akan menunggu ku waktu pulang sekolah dan dihajar habis-habisan, pasrah deh.
Tapi kelas tiga, syukurlah aku tidak sekelas dengan preman itu dan sepertinya aku tidak pernah lagi melihat Ari disisa waktu aku sekolah disana. Aku tidak tau apa yang dilakukan para guru dengannya. Walaupun begitu tindakan guru dan Tika menurut aku yang sekarang masih kurang bijak. Pepatah mengatakan "banyak jalan menuju Rama eh maksudnya Roma" aku akan mencari solusi terbaik dalam tiap masalah "agar tidak ada penyesalan yang tertinggal". Sayang banget kan makanan yang lezat tidak kita lahap sampai habis.. mubazir tau. Kalau porsi makan kita banyak pertumbuhan kita juga akan cepat kan hihi.

Dan sampai ke tahap akhir aku akan mengambil 3 cara untuk berurusan dengan seseorang(masalah)
-Pertama aku akan berusaha sebisa mungkin untuk mencari solusi terbaik
-Kedua sebisa mungkin menerimanya
-Ketiga gertakkan(tidak untuk ditiru)
Tentunya aku akan berusaha sebisa mungkin karena aku akan melangkah maju menjadi sosok yang berarti dalam cerita hidup seseorang walaupun merepotkan.. huft.
Luaskan pemikiran ku..

*krik *krikk

Yah kebanyakan orang lain akan kesulitan mengenali sifat ku yang sesungguhnya karena itu aku yang akan mengenali mereka dan menjadi tokoh yang terbaik dalam hidup mereka.

Aku si Monster Labil!!!

Senin, 25 Juni 2018

Penampilan

Terkadang aku merasa heran kenapa kita harus menunjukkan penampilan terbaik kita di khalayak ramai. Ini pertanyaan yang sangat bagus karena aku- mungkin semua orang pernah mengalaminya. Sebelum masa labil aku tidak pernah memperhatikan penampilanku. Berkaca pun setahun sekali mungkin, penyebab ya tentu saja karna aku tidak pacaran. Di dalam kepala ku yang ada hanya bermain dan bermain bersama kawanan.

Suatu ketika rambut poni ku dipuji oleh teman sekelas ku "wah bagus fidz poni mu, cocok sekali" terlihat seperti gaya 'emo' zaman anak punk. Entah apa yang aku pikirkan dulu menanggapi semua pujian itu, sore harinya setelah pulang sekolah aku memotong poni ku. Jelas banget ya gua emang aneh dari dulu!!
Esoknya teman sekelas heran dengan ku.

Penampilan, seolah-olah kita ini sedang mencari  pasang lawan jenis seperti hewan pada umumnya. Merapikan jambul, memakai wewangian, berlagak keren, centil, sok gombal, entah apa yang merasuk dalam diri para anak pemuda sekarang, aku juga termasuk. Oh iya bukan hanya anak muda om om dan juga kai-kai(kakek) juga begitu. Aku belum ingin hari kiamat datang lebih awal.

Menurut survei yang telah ku lakukan kebanyakan manusia yang mudah dirayu adalah yang paling banyak mengalami hal romantiszzz, hal sederhana yang perlu disadari kemudian golongan kedua yang awalnya memang cinta, ketiga yang tak sengaja bertemu selanjutnya ke tahap yang lebih rendah. Kalian mau bertanya golongan mana aku? aku tidak pernah mencintai seseorang itu dengan sungguh-sungguh jadi anggap aja aku golput haha. Setelah bertemu seseorang yang membuat kita jatuh cinta pastilah kita lebih memperhatikan penampilan kita, ini aneh berarti penampilan adalah hal pertama yang dinilai oleh kita, hewan gak gitu sihh.. dasar rasis. Well tahap ini sudah lumayan.

Berpikir sejenak..

Misalkan pasangan mu berbuat kesalahan bagaimana reaksi kalian? penampilan gak hanya dari luar kan? bagian dalam yaitu hati juga adalah penampilan. Kita pernah kan suka dengan seseorang yang baik hati, itu adalah peringkat teratas dari sebuah penampilan, gak ada kan kita suka dengan seseorang yang psikopat? kalau ada  artinya itu adalah kelainan. Nah coba bayangkan kalian bertemu dengan seseorang yang baik hati, cakep, harmonis, penampilan yang kita suka dan seterusnya. Aku menjelaskannya secara bertahap dari yang paling tinggi hingga ke rendah.

Jawaban sederhana kenapa kita memperindah penampilan kita itu karena kita ingin sesuatu dari kita sendiri atau orang lain entah itu pujian atau memang kita yang menyukainya. "aku ingin.." begitulah niat dasar kita, aku juga sering memakai jaket di hari dingin atau panas saat berseama seseorang dalam artian di luar rumah, itu karena

"aku ingin"  dilanjutkan "sesuatu" atau memang hanya keinginan saja.Sampai tahap ini aku sedikit mengerti dan menyadari penampilan itu sangat penting.

Dulu aku menganggap penampilan itu adalah hal yang buruk, kenapa? karena aku terlalu banyak melihat sisi negatifnya. Melihat penampilan hanya sebagai umpan untuk menarik lawan jenis, menunjukkan sifat asli seseorang, dua inilah yang paling dominan. Menyadari kesalahan orang lain itu hal yang mudah. Tapi bagaimana kalau kita manfaatkan kesalahan orang lain sebagai cobaan buat kita, kita harus menegurnya kan bila seseorang melakukan kesalahan? sehingga tanpa kita sadari  kita telah menuntun seseorang untuk lebih baik. Oh! dan jangan lupa kita tidak sendirian melakukan semua kebaikan itu.

Sabtu, 23 Juni 2018

Tentang Aku dan Sahabatku

Malam minggu ini langitnya cerah sekali. Banyak pasangan kekasih, di perjalanan maupun yang nongkrong di cafe. Aku dan sahabat ku juga sedang jalan-jalan. Tidak ada tujuan jelas kami hanya keliling saja. Seperti biasanya Nisa selalu ada topik pembicaraan yang membuat suansa kami tidak canggung. Apa aku merasa canggung? tentu saja, aku perjelas kami hanya sahabat. Tetapi rasa nyaman ini begitu halus dan lembut, menyelimuti hati yang dingin ini. Aku berharap dia akan selalu ada di sisi ku.

Banyak hal yang kami bicarakan. Dari teman kami Norma yang ingin nikah sampai cowo-cowo yang mencoba dekatin sahabatku, ah bahkan supir taksi juga ikut-ikutan. Aku bingung apa yang cocok dibicarakan ketika dengan seseorang, yang ada di dalam kepala ku hanya game dan anime, sifat ini perlu aku perbaiki agar pasangan ku nanti gak merasa bosan. Yah tentu saja aku pasti akan memiliki pasangan nanti, iya nanti makanya aku perlu memperbaiki sifat Monster Labil ku ini. Kalau membicarakan tentang agama sih kurasa Nisa gak begitu tertarik.
 
*tiitt

Kami hampir saja ditabrak kendaraan lain gara-gara aku lupa menyalakan lampu sein kanan, ku pikir pengendara tadi kecepatan pelan saja jadi ku pikir gak perlu menyalakan lampu sein, yah pokoknya kami baik-baik saja sekarang.

Taman Tanjung, kurasa kami akan menghabiskan waktu disini sebelum larut malam. Syukurlah ada ayunan yang masih tersisa pas sekali untuk dua orang, kami duduk saling berhadapan. Uh rasanya sulit sekali menatap wajahnya, btw aku kalau bicara dengan seseorang memang gak saling bertatapan, sekali-kali saja menatapnya itupun kurang dari 5 detik. Pertahanan rasa malu luar biasa walaupun pernah ku coba untuk melewatinya tapi tetap saja sulit sekali, aku coba memandang sahabatku lama-lama tapi saat dia balik memandang tiba-tiba saja aku reflek memalingkan wajahku. Rasanya sulit banget memandang wajah seseorang, aku heran dengan para artis yang bisa menahan perasaan saat saling bertatapan, profesional sekali. Dia begitu asyik sekali dengan handphone nya bikin kesal saja. Langit tambah cerah dan suhunya makin dingin namun aku merasa begitu nyaman dekat dengan sahabat ku ini, semakin menjadi.

Aku harap waktu berhenti.

Kemudian dia memulai topik baru mengenai pekerjaan. Katanya dia tidak akan bekerja di sini sambil mengucap "dadah hafidz" kalimat itu serasa mengiris hatiku. Aku coba membujuknya untuk bekerja di sini saja karena pasti orang tuanya akan kangen. Tapi dia tetap ingin berkerja di sana, alasannya menikmati hidup katanya. Dada ku sesak sedikit, kalau memang itu maunya aku tak bisa lagi menahannya. Dia akan berada di luar jangkauan ku lagi hal itu menggangu ku, aku gak mau tanggung jawab kalau ada apa-apa. Seandainya dalam jangkauan ku  kan aku bisa melindunginya bahkan jika satu kampung mencoba untuk menyakitinya akan aku bereskan, selama aku berkata bisa berarti aku mampu.

"fidz kalau kamu nikahan jangan lupa undang aku ya"
"yah tentu lah mana mungkin aku gak mengundang mu"
"kita pulang yuk sudah larut malam nih"

Menuju parkiran sahabat ku menanyakan siapa saja temanku di sini. Aku berpikir sejenak, ah si Hakim kataku. "itu saja? kasihannya kamu fidz" wah benar juga ya aku memang sedikit memiliki teman tapi aku tidak pernah merasa kesepian tapi beda sekarang saat kamu pergi barulah aku merasa kesepian bikin kesal saja, gak papa nanti hatiku akan sembuh lagi kok. Yahh lagian aku hampir menyelesaikan karakter ku, di masa depan bakalan banyak rintangan dan tokoh-tokoh baru itu sedikit merepotkan.

Aku memang membuang teman-teman ku dulu agar aku bisa mengontrol sifat labil ku ini, yang terpenting adalah menemukan karakter baru untuk masa depan. Rintangan akan selalu datang dan aku ingin menyelesaikannya dengan nilai diatas rata-rata, semua pengalaman.. rasa sakit, kesal, senang, bahagia, takut, sedih, nyaman, suka, cinta, momen memalukan, penyesalan dan lain-lain aku mulai terbiasa merasakan semua emosi masuk di satu wadah yaitu hatiku. Aku serasa ingin berteriak sekencangnya sampai terdengar ke planet tetangga  begitu bahagianya aku yang telah berjuang menyelesaikan semua masalah. Ini bukanlah sebuah akhir justru sebuah awal baru dengan berbagai banyak rintangan. Lagi? ya lagi lagi lagi selama aku masih bisa berkata  "iya" semuanya akan baik-baik saja.

"Nisa, aku akan merubah penampilan ku dan juga gaya rambut ku" hihihi

*Musim kedua telah berakhir..

Liburan

Hari ini aku, Abdi, Aldy, Erpan dan Yahya akan pergi ke Goa Liang Tapah, Jaro. Aku mempersiapkan semua perlengkapan yang dibutuhkan dan yang akan dibutuhkan. Baju, celana, handuk, air minum, cd, deodoran dan uang secukupnya, aku membuat semuanya dalam tas, lumayan berat. Oh iya kami juga akan mandi di sana makanya aku membawa handuk. Semua lengkap, cuman kondisi fisik ku kurang sehat, yah kalau tenaga ku habis aku bisa makai tenaga Beater. Tinggal menunggu yang lain saja lagi.

Hari sebelumnya pak Iin dan ibuku datang kesini sekaligus menginap, kaka ibuku juga datang kemarin malam dengan kaka Mona, rumah jadi heboh penuh canda tawa. Aku jadi tersadar begitu banyak hadiah dari Tuhan sementara diriku kurang mengucapkan rasa terimakasih atas nikmat yang telah diberikan, aku masih diingatkan atau ditegur itulah nikmat sesungguhnya. Aku harus lebih kuat lagi, semangat.

Kemarin maupun sekarang ibuku terus menolak dengan halus kalau aku harus berlibur bersama teman ku "ma aku sudah berjanji hari ini berlibur dengan mereka" selain itu kemarin aku sudah menunda liburan kami dan mengganti kesempatan itu untuk jalan-jalan dengan sahabat ku Nisa, tidak ada alasan lagi untuk menunda."baiklah tapi hati-hati ya jangan berbuat sembarangan di tempat orang" akhirnya ibuku mengizinkan ku. "yes!" debat dengan ibuku berakhir.
Semua berjalan mulus. Sebelum pergi aku bersalaman dengan pak Iin dan juga ibuku soalnya mereka berdua juga akan pulang, aku mendoakan keselamatan mereka dulu sebelum keselematan ku itu sudah jadi hak semua orang tua. Kalau orang tua kita sendiri tidak di do'a kan berarti kita sombong dong kepada orang tua kita sendiri. Semua pelajaran tentang keselamatan dunia dan akhirat harus kita amalkan tiap hari. Semoga pagi ini berjalan mulus lagi.

Mereka lambat sekali padahal sudah janjian jam 7 sudah kumpul. Kami janjian di depan rumah Abdi. Kalau Aldy menunggu di rumahnya jadi kami akan bertemu di perjalanan. Nah Abdi muncul dari persembunyiannya. Sisanya menunggu si Erpan dan Yahya. Abdi sempat bertanya "pis kemarin kamu jalan sama Nisa ya?" aku kaget sedikit, ya tentulah kan rumah Abdi dengan Nisa berdekatan alias nyatu gimana gak ketahuan. "ah iya" kalau sudah ketahuan gak papa lah lagian aku juga gak bohong kalau kemarin aku kelelahan dan malamnya aku istirahat total. Oke semuanya sudah lengkap waktunya pergi.

Di perjalanan aku sangat mengkhawatirkan Yahya dan Aldy kadang terlintas di benakku bakalan terjadi hal buruk dengan mereka berdua. Aku jadi paranoid. Aku meningkatkan ketajaman naluri ku supaya mereka masuk dalam jangkauan ku. Papan peringatan lakalantas membuatku semakin khawatir  andai saja aku nebeng dengan Yahya  setidaknya aku dapat meminimalkan kemungkinan, bla bla.. pikirkan ku dipenuhi dengan berbagai simulasi. Sepanjang jalan aku tetap mempertahankan naluri ku sedikit melelahkan. Kami sempat terlewati jalan menuju goanya, kami singgah ke warung-warung untuk memastikan tujuan kami dan kami terlewatinya sampai dua kali. Saat diperjalanan aku sempat melihat persimpangan empat tapi siapa sangka kalau jalan kecil ini layaknya gang adalah jalan menuju goanya selain itu spanduknya terlalu kecil bagaimana aku dapat melihatnya uhhh.

Masuk lebih dalam akhirnya kami melihat bukit membentang di sisi kami terlihat seperti dinding besar. Persawahan yang luas, udara yang segar memberi sedikit semangat untukku dan menghilangkan ke khawatiran. Sebentar lagi kami akan sampai.
Dan akhirnya kami sampai di lokasi. Aku turun dari kendaraan dan merasakan lututku lemas sekali, mungkin kelelahan terlalu lama duduk. Aldy mulai merekam video. Kali ini kami berjalan sedikit lagi untuk sampai. Nah ada spanduk yang lebih besar seharusnya di letakan di persimpangan luar sana tadi. Kami sampai. Wah aku tercengang melihat air sungai dari bukit ini jernih dan biru. Hanya ada beberapa orang saja, apakah liburan di sini tak terlalu seru? kami bayar lagi untuk menyewa seorang pemandu kali ini kami harus bayar sepuluh ribu, mahal juga untuk setiap orangnya.

Kami menuju mulut goa, aku kira mulut goanya yang di sungai ini. Wahh jadi ini stalagmite kerenn aku gak nyesal bayar uang untuk melihat ini. Erpan bilang kita berada dalam perut bumi dan aku menyanggahnya kita hanya di dalam perut gunung saja haha. Bau poop kelelawar dan tanah liat yang becek karena terlalu sering diinjak tak membuat image kagum tentang goa ini pudar. Ketahuan ya kalau ini pertama kalinya aku masuk goa haha. Selagi kesempatan kami mengambil banyak foto untuk kenang-kenangan. Kami banyak bercanda tawa dan itu sedikit menyadarkan ku untuk berhati-hati supaya tidak salah ngomong ataupun membuat hati ku mati. Kami mengambil foto berlima dan Erpan merangkul pundakku sebelum berfoto. Tidak papa aku gak keberatan toh sifatnya yang dulu sudah ku hancurkan. Ketika kami kembali orang-orang yang ingin berlibur mulai berdatangan, rupanya kami datang terlalu cepat doang hahha.

Matahari semakin menunjukkan jati dirinya. Langit biru yang terlihat dari celah ranting pepohonan membuatku merasa wahh indahnya Kuasa-Nya. Aku tak menyesal berlibur ke sini bersama mereka.

Selasa, 19 Juni 2018

Turn Based Game

Handphone ku saat itu masih jadul memori handphonenya kalau gak salah kurang dari 2 mb, jadi tiap kali download game aku harus menghapus game yang lain atau file. Game Age of Empires III adalah permainan turn based strategi pertama yang ku sukai. Awalnya kakak ku yang menemukan permainannya.

Campaign ataupun skirmish mode aku memainkan semuanya dan memenangkannya. Last stagenya memang sulit sih tapi aku tetap bisa menang, yang sulit itu saat bertarung melawan 3 bot. Tapi aku menemukan cara untuk menang 1 vs 3 hehe. Pertama tiap turn aku mengumpulkan uang untuk membeli unit Golem yang memiliki pertahanan terkuat lalu ku tempatkan dia di kastil agar musuh tidak mendudukinya kalau di duduki lawan maka aku kalah. Raja aku letakkan di belakang kastil. Bot itu bodoh mereka hanya akan menyerang lawan terdekatnya makanya aku letakkan Raja di belakang kastil dan Golem menahan setiap musuh yang datang. Tiap tempat pertahanannya beda-beda, kastil adalah tempat pertahanan kuat selain gunung, juga saat giliran tiba unit yang terluka akan mendapat bantuan penyembuhan dari kastil.

Golem ku tak terkalahkan, tiap musuh terdekat yang di kalahkan  oleh Golem ku akan mendapatkan pengalaman bertarung, semakin banyak dia menang semakin kuat pertahanan, serangan dan hit points, Raja ku juga kebagian sedikit membunuh lawan bila ada kesempatan. Dua unit versus tak terhingga. Sampai akhirnya Golem ku mencapai level maksimalnya! walaupun bertarung di tempat terbuka yang tak mendapatkan poin bertahan  Golem ku tetap tak terkalahkan haha  serangan balik pun aku mulai.

Visual Gameboy Advance kumpulan game seru yang lainnya, kali ini bukan di handphone melainkan di komputer. Banyak sekali game nya dan aku menemukan game turn based lainnya yaitu Tactic Ogre: The Knight of Lodis, Final Fantasy Tactics Advance dan Advance Wars 2: Black Hole Rising. Dari tiga permainan itu yang paling sulit adalah Adcance Wars 2: Black Hole Rising. Game perang dunia zaman modern. Bagian yang paling aku ingat adalah melawan boss nya! bagiaman tidak kesempatan untuk menang ku sangat kecil, mungkin di bawah 10% bahkan 3 aliansi yang ku kendalikan dengan tiap kekuatan berbeda-beda tetap saja sulit membuka celah, panel lesser ditengah atas map itu menyulitkan ku super merepotkan! kalau unit ku terkena serang lesser itu akan kehilangan setengah hit points nya ditambah unit musuh tiap turn akan selalu keluar, tiap unit musuh yang muncul dari pabrik itu bervariasi kadang muncul Neo Tank merepotkankan saja.

Tiga aliansi tiap negara berbeda-beda kekuatannya, aku memilih Andy dari aliansi awal kita, kekuatan supernya menyembuhkan sekaligus meningkatkan 2 petak langkah seluruh unit yang ia miliki, sangat efektif dalam serangan balik. Lalu Kanbei dari aliansi Yellow Comet, kekuatan supernya adalah Samurai Spirit, defense dan offense meningkat drastis ke seluruh unit yang dimilikinya, kalau aku punya Neo Tank di aliansi Kanbei ditambah kekuatan supernya satu kali serang pipa pabrik lawan bakal hancur 100%, sayangnya last boss ini memang tidak diperuntungkan buatku. Terakhir dari aliansi Green Earth aku milih Jess kalau gak salah soalnya map boss terakhir tidak menguntungkan buat Eagle ahli perang udara dan Drake ahli perang kelautan.

Kekuatan super Jass adalah Overdrive yang mana menguntungkan untuk unit darat mesin seperti tank. Kekutan bertambah drastis dan bertambah 2 langkah tiap unit, ke ahliannya hanya di darat dan aku tak terlalu tertarik dengan karakter dari aliansi Green Earth mereka hanya ahli dalam satu bidang saja. Semakin banyak unit semakin sulit mengaturnya. Boss nya benar-benar kuat, stats hebat dalam semua hal dan superpower nya adalah Meteor Strike!! 4x4 wilayah atau petak akan di hantam Meteor  tentu saja pasukan ku yang diincar dan akan kehilangan 80% hit points. Kadang yang kena malah pasukan tekuatku. Waktu kecil aku pernah menang sekali melawan last boss entah bagaimana  caranya aku memenangkannya dulu begitu pula last boss Final Fantasy Tactics Advance, boss nya juga sama-sama kuat.

Di zaman sekarang ini jarang sekali ada game turn base strategi, yang offline juga gak ada. Kalau game catur bosen cuman gitu-gitu doang gak ada serunya. Aku suka game yang berkekuatan, item untuk meningkatkan stats, banyak karakternya, yah yang pastinya gak ada habis-habisnya. Apa ada game seperti itu ya di dunia ini? kalau Dota itu mah online.. hmm yang seru memang harus ada harganya ya? hmm..

Rencana

"huh senin esok cepatnya.. senin depan kan?"

"senin esok hiks"

"uhh"

Kesempatan untuk jalan-jalan dengan Nisa tidak ada lagi karena minggu ini atau besok aku bersama teman cowok ku liburan ke Goa Liang Tapah  Jaro. Sebelumnya hari raya aku bertemu dengannya setelah sholat. Aku tak bisa menatapnya atau pun bicara dengannya aku terlalu malu. Sabtunya aku kelelahan dan ingin istirahat. Kesempatan untuk menepati janjinya hilang sudah. Hmm.. bagaimana kalau aku menunda rencana kami? iya betul juga soalnya mereka pasti bakalan setuju dengan pendapatku(bisik jahat) ya menurutku tiap peran kami dalam pertemanan sama-sama penting misalkan gak lengkap satu tentu asyiknya juga kurang! yes aku menunda dulu. Tapi apa aku yakin harus menunda rencana kami? sekali saja mungkin gak papa. Okeh aku coba meyakinkan mereka.

"ah gimana kalau senin aja kita pergi liburannya? soalnya aku masih capek?"

Disisi lain aku sudah kelelahan sejak hari-hari terakhir sebelum hari lebaran jadi aku tidak berbohong. Disisi lain lagi aku masih bisa memakai tenaga cadangan Beater(hehehe) strategi bagus. Akhirnya yang lain setuju saja kalau rencananya ditunda. Nice! lemparan ku akurat. Aku langsung saja memberitahu Nisa kalau esok aku bisa jalan-jalan dengannya.

"Nis esok kita bisa jalan-jalan"

"jam berapa haha, oke okee bangunkan aku subuh" 3 pesan beruntun 

"kamu bisanya jam berapa, mana bisa terdengar -_-"

"jam 6 subuh, tapi aku gak bawa sepatu jadi pakai sendal haha"

"ayok kita pakai sendal aja"

Kami memutuskan untuk joging besok di Pendopo padahal Nisa nya mau di Islamic Center tapi aku gak yakin. Subuhnya aku miss call dia lewat Line jam 5, lalu aku tertawa. Perubahan rencana kami memakai sepatu.

Aku sudah sampai di depan rumahnya. Sekilas aku melihat ayahnya di dalam rumah lagi ngobrol. Ahh aku baru ingat, hubungan kami pernah renggang dan selama itu aku gak pernah lagi berkunjung ke rumahnya, mungkin aku bakalan diintrogasi nanti. Ahh bukan kah ini kencan. Akhirnya muncul juga Bapaknya sama Ibunya dan pertanyaan pertama keluar.

"mau kemana fidz"

"ah kami mau joging di Pendopo, soalnya sudah lama gak ketemu sama Nisa"

uahh hanya itu alasan yang bisa aku cari. Orang tua Nisa menanyakan pertanyaan itu dengan ramah tapi nusuk, dalam hatiku aku paham kok apa yang dimaksud hehe. Woh Nisa nya keluar, ah syukurlah aku ingin kita cepat soalnya kalau dilihat teman dari Group Traveling bisa gawat, masa nunda rencana cuman buat jalan sama cewe. Benar! aku ini pemikir keras hal-hal kecil tidak pernah ku abaikan bahkan sampai poop ayam saja ku pikirkan. Kami pun siap-siap berangkat. Sebelum aku pergi ingin sekali bilang kalau Nisa nya aku culik dulu gitu ke orang tuanya.. mana mungkin bisa!

Kami pun berangkat.

Diperjalanan maupun saat joging kami ngobrol banyak seolah-olah tiap Nisa membahas sesuatu pasti aku punya sesuatu juga yang akan di bahas, dekat denganya membuat ku nyaman. Kadang kami kesakitan terinjak kerikil tajam karena tak pakai sepatu, terapi begitulah.

"Nis hati-hati nanti jatuh loh, paritnya dalam tuh" aku memperingatinya untuk tidak berjalan meniti di atas parit itu. Di jarak segini sih aku masih bisa menjangkaunya kalau jatuh. Sepertinya kaki ku juga tambah sakit tiap kali melangkah. Setelah empat kali putaran kami memutuskan sudahan joggingnya kemudian untuk mencuci kaki kami pergi ke mesjid yang tak jauh dari sini. Aku- tentunya mencuci kaki ku di wilayah wudhu pria. Wah airnya dingin, hmm.. sekalian aja aku berwudhu disini, toh kami gak bersentuhan juga. Selesainya aku menghampirinya yang sedang memasang sepatu. "Lihat kemari Nis aku sudah berwudhu, sekarang aku sudah ganteng maksimal!" dalam hati aku bicara. Biasanya kalau cowok habis berwudhu tingkat ke gantengannya maksimal haha tapi dia gak noleh ke kesini. Aku duduk disebelahnya kadang aku curi pandang. Kami sahabatan kok gak lebih haha.

"eh Nis 16 agustus nanti kita ikut Erpan ke gunung yok?" aku membujuknya

"ayok fidz, udah lama aku pengen mendaki gunung" nada suaranya agak meninggi

"tapi kebanyakan cowok sih yang ikut, tenang aja aku hebat kok soal berantem" aku percaya diri

"gak sampai kesana juga fidz"

Yah pokoknya aku akan melindunginya kalau ada yang gak beres. Hehe jangan remehkan aku , maksimal kecepatan ku telah meningkat setelah banyak latihan. Misalkan seekor singa dewasa yang menyerang ku dalam kondisi siap dan sebuah pisau aku bisa menanganinya, aku juga punya insting survival yang tinggi apabila terdesak kemampuan ku akan meningkat drastis, perbandingan kekuatan sebesar itu dengan tangan kosong pun aku bisa menangani 3 bocah berandalan yang menyerang secara bersamaan. Bela diri sangat dibutuhkan apalagi dimasa depan nanti setidaknya memberi sedikit peluang untuk bertahan hidup.

Udara pagi sangat dingin apalagi sore kemarin hujan lebat sampai tengah malam yang membuat suhunya jadi super dinginnya. Tangan ku serasa membeku. Kami berdua mencari tempat makan. Di perjalanan kaki ku tak sengaja merasakan kakinya Nisa, "hangat~" apa perlu tas sling ku diputar ke depan saja ya? aaa- duhh apa yang ku pikirkan! aku kan sudah berjanji untuk tidak berpikir yang aneh-aneh. Kami menemukan tempat makan, sahabat ku ini ingin nasi goreng tapi sudah habis jadi kami pesan soup saja. Mungkin masih banyak yang sedang mudik memilih makan dulu di warung dekat terminal ini, tentu saja nasi adalah makanan pokok orang Indonesia. Penjualnya ramah juga, aku berbincang  sedikit dengannya sementara Nisa masih menyantap makanannya. Aku tidak terlalu lapar.

*tuttt "tutt

Handphone Nisa berbunyi lagi, pasti Waida katanya dan setelah dilihat betul sekali. Heran juga Nisa punya teman yang berisik kayak dia, kalau aku  sudah ku campakkan orang itu haha. Aku tidak suka suara berisik apalagi cowok yang berisik. Sempat aku mendengar percakapan mereka Waida bilang jalan sama siapa lalu aku mencuri kesempatan meninggikan sedikit suara ku di telpon Nisa "sama pacarnya.." Nisa pun tertawa.

Pagi ini adem sekali, rasanya beban di pundak ku sedikit berkurang setelah memenuhi janji ku dengan sahabat ku. Sudah ku katakan kalau dekat dengannya membuatku nyaman.

Rabu, 13 Juni 2018

Lengah

Secuil kisah tentang perjuangan ku yang beberapa hari ini melawan masalah terbaru. Dimulai sejak aku kembali akrab dengan sahabat ku. Sebelum mengatakan "iya" dengan kehendak sahabat ku aku sudah berpikir ini akan lebih berat dari biasanya, maksud ku cobaan. Jadi aku menyisihkan sedikit cahaya kesadaran yang kuat di dalam benak ku bila aku ingin berbuat yang enggak-enggak cahaya itu akan menyadarkan ku seperti kita terbangun dari tidur. Kalau masalah sehari-hari aku tidak perlu menguatkan kesadaran ku, intinya kali ini berbeda dan feeling ku mengatakan kuat. Aku tidak merasa terbebani dengan kehadirannya justru dia memberi ku semangat dengan hanya kehadirannya. Luar biasa walaupun lewat pesan jauh aku bisa merasakan perasaannya.

Di bulan puasa ini musuh manusia adalah dirinya sendiri. Iblis sudah dirantai di neraka. Aku menyadari bahwa kali ini musuh ku memang diriku sendiri, sisi gelap ku. Nah ibarat mencari jawaban matematika dengan rumus yang telah diberi tahu. Masalah kali secermat apa yang bisa ku lakukan untuk melawannya. Aku merasa tertantang.

Aku kembali berhubungan dengan sahabat ku, aku bingung mau mengirim pesan apa ke dia. Mau curhat? enggak ah kan gua cowo,kalau begitu aku hanya menunggu pesannya saja dan membalasnya. Seperti yang kalian lihat aku ini kurang berpengalaman mencari topik pembicaraan makanya banyak yang salah sangka kalau aku ini cowo yang coool haha. Ah sial(tersipu) aku masih memikirkan rencana untuk jalan-jalan dengannya. Pesan dari group tahu bulat, si Yahya yang katanya akan pulang malam ini. Loh? aku kira sore tadi sudah pulang? eh rupanya dia pakai kendaraan sendiri pulang kampung, katanya Travelling. Bulan puasa ini tevelling bikin lelah saja, aku kesal sendiri. Ya teman-teman ku dari group tahu bulat akan pulkam sebelum hari raya ini, aku mengusulkan untuk buka bersama, melepas rindu teman sekampung yang di masa depan entah kapan akan bertemu lagi. Bulan melepas rindu ucap ku pelan tanpa sadar tertoreh senyum dibibir ku.

Yahya lebih dulu pulang kampung jadi esok aku mengajaknya jalan santai ke taman, sebetulnya setiap habis sholat subuh di bulan puasa adalah tradisi kami jalan santai. Tapi jumlah yang minat makin sedikit jadi ku khususkan cuman untuk group ku saja, aku tidak ingin dengan orang lain yang dari luar group, apalagi dengan anak kecil. Besoknya aku bersikap seperti biasa dengan Yahya layaknya ketemu kemarin, ini memang kemampuan ku. Kami jalan seperti biasa dan ngobrol tentang anime maupun game. Kaki ku jadi lebih enak di gerakkan karena sudah lama gak dipakai buat jalan jauh ataupun lari. Aku tidak sabar menunggu yang lainnya pulkam.

Teman seperjuangan akhirat ku si Hakim juga teman waktu sekolah dasar ku. Selama masa santai ini aku mendalami ilmu agama dengannya dengan berguru ke Guru Danau dan guru Ilmi. Aku banyak mendapatkan ilmu yang bagus dan menyempurnakan sedikit demi sedikit agama ku. Belajar sambil santai itu kondisi paling ideal sekali buatku, enggak kayak di sekolah. Aku bisa lebih fokus memperbaiki diri. Tapi di bulan puasa ini pembelajaran dihentikan sementara, iya itu masalahnya aku tidak bisa mendengarkan ceramah dari guru lagi. Dalam game itu ada hit combo bonus serangan tanpa henti memberikan banyak poin, benar aku tidak dapat hit combo bonus dalam satu bulan ini. Aku tersesat. Terombang-ambing oleh diri sendiri. Apalagi banyaknya masalah baru berdatangan. Sulit tidur, di kacangi oleh seseorang, sifat Hakim yang sulit sekali dihubungi aku jadi kesal. Aku mengelus dadaku untuk sabar. Aku mencoba mengirim pesan untuk Nisa siapa tau dia dapat menenangkan ku. Oke tidak ada balasan, mungkin dia sibuk.

Yahya mau menemani ku ke Expo Center untuk membeli tas sling bag cowok. Sudah lama aku ingin membeli itu tapi sering kelupaan, ini kesempatan. Kami kesana sekitar 10 menitan. Sesampainya aku kaget karena banyaknya orang. Pakaian mewah, tidak memakai kerudung, rambut di semir, ada yang sedang pacaran dan banyak lagi. Tempat ini adalah tempat yang paling ingin ku hindari. Terlalu ramai. Ugh kepala ku jadi sakit.

Kami langsung saja ke toko yang Yahya maksud. Aku membeli harga yang termurah karena ruang dari tas sling ini cukup lebar untuk memasukkan sejadah, aku ambil ini. Setelah membeli tas aku mentraktir Yahya minuman dan kami duduk dekat parkiran.
Yahya memulai percakapan " group warewolf jadi sepi lagi" katanya. "sekali-kali kalian dong yang ajakin main" balas ku. Rupanya banyak yang lagi online aku jadi ikutan main ada Nisa juga. Karena ke asyikkan tanpa sadar ada tante-tante yang menawarkan barang kepada kami, apa itu? lipstik? aku menolak tawarannya. Lalu tante tadi menawarkan ke Yahya aku jadi khawatir. "ah enggak" kata Yahya, syukulah aku jadi lega. Aku menanyakan ke Yahya apa yang dijualnya, kata Yahya itu rokok, tidak terlalu jelas soalnya dalam kantongan putih.
Aku sadar, tadi hampir saja terkena perangkap pesona dengan sengaja tante tadi menunjukan skillnya. Aku beruntung bisa keluar dari pesonanya karena tak sengaja melirik bungkusan tadi, sebetulnya aku hampir saja mengangguk mengisyaratkan untuk menerima tawarannya saat beberapa detik terpana oleh tubuhnya. Tempat ini sungguh berbahaya. "uhh kepala ku pusing"

Minggu ini layaknya komplikasi puncak masalah. Sebentar lagi bulan puasa berakhir. Aku tidak tau lagi harus dimana untuk menghancurkan semua masalah ini. Aku perlu istirahat dan menenangkan pikiran, terlalu ceria dan tawa sangat tidak bagus untuk jiwa ku maupun karakter ku. Sulit sekali. Masalah tidak memberiku jeda untuk bernapas. Serangan tanpa celah saat kondisi ku tidak bagus. Tubuhku bergerak dengan sendirinya, tubuhku tidak bisa menuruti yang diinginkan akal ku. Bagaimana bisa? padahal aku sudah berjanji untuk tidak melakukannya lagi. Aku melirik jam handphone ku, masih jam 02:31.

Aku bangkit, aku tidak boleh marah, bersedih ataupun menyalahkan diri sendiri. Aku pun sholat taubat dengan sungguh-sungguh minta maaf kepada Sang Penerima Taubat dengan kondisi lemah. Aku mencoba mencari apa kesalahan ku di kasus baru ini. Sesaat memikirkannya terlintas begitu saja saat pertama kali aku berhubungan dengan sahabat ku. Aku- rupanya aku salah menempatkan dia di dalam dinding pertahanan ku. Aku terbuai. Aku tau sahabat ku ini cewe seharusnya dia tidak harus berada di dalam dinding pertahanan ku. Kehadirannya di dalam dinding memancing para penjaga pertahanan ke dia. Sial! sejak awal aku telah terpedaya, akibatnya aku harus mengulangi kesalahan besarku.
"ughh"
Aku harus kembali menyusun semuanya, lelah sekali. Kali ini aku menempatkan sahabatku di luar pertahanan dan kembali membuat benteng. Aku tidak ingin kecolongan lagi, aku harus lebih kuat. Aku tidak boleh emosi, tetap tenang dan percaya permohonan taubat ku diterima oleh Yang Maha Kuasa. Tiap cobaan adalah anak tangga untuk mencapai tujuan akhir, walaupun berulang kali aku terjatuh aku tidak boleh menyerah.
"jika kita ingin meminta ridha kepada-Nya, maka kita juga harus ridha apa yang telah Allah tentukan" begitulah Ajaran Ridha Rabi'ah Adawiyah yang teman ku share di FB yang bertepatan sekali dengan kesalahan yang telah ku perbuat, jelas sekali aku ditegur, aku menghela napas dan tetap tenang. Pandangan ku kembali lagi, aku ingin kuat tanpa celah dan cermat dengan serangan mematikan. Semoga aku bisa merubah semuanya dan berlari bersama-sama menuju tempat yang lebih cerah.