Semua cowok yang punya imajinasi tinggi pastilah pernah memiliki cita-cita jadi super hero. Termasuk aku. Bahkan aku berlatih mengayunkan pedang dengan ranting pohon. Tebas sana sini sampai tanganku lihai dalam mengayunkan sesuatu. Aku berlatih asal-asalan saja. Bila sendirian aku berlatih dengan samsak kayu ulin yang cukup besar dan kuat bekas kandang ayam di belakang rumah.
*gilak kandang ayam aja pakai kayu ulin
Tentu kayu ulin jauh lebih kuat dibanding ranting yang ku gunakan sebagai pedang. Kadang kalau sudah banyak menebas akan patah. Ya iyalah..
Jika bersama teman-teman aku berlatih di hutan sambil berpetualang. Entahlah kenapa aku begitu suka berlatih pedang-pedangan. Pernah sekali aku terkena pidaraan(di ganggu setan atau jin) setelah menebas-nebas rumput di kebun adik sepupuku. Kan cuman rumput jadi kami dengan suka rela menebasnya sebagai latihan. Entah tau apa enggak kalau kami sedang bermain di situ aku juga gak lihat kan beda dimensi.
*padahal yang tukang ganggu adalah kami
Mungkin gak sengaja ketebas.
Pulang dari sekolah pandanganku terganggu oleh bayangan-bayangan hijau seperti asap. Bikin kepala ku pusing lalu sakit. Ya salah ku juga sih tanpa secara resmi mau menebasi rumput-rumputnya. Kalau ada laporan resmi beda lagi.
Kenapa cuman aku yang kena? kerena aku yang paling berisik dan liar ╮(─▽─)╭ haha..
Jika dalam sudut pandang teman-temanku akulah yang paling merasakan serunya bermain sehingga beberapa temanku lebih suka ikut denganku.Aku orang yang paling ceria dibanding yang lain, kharisma ku yang membuat mereka suka. Pernah dipanggil mirip Luffy tokoh utama anime One Piece dan pujian lain. Tapi aku mengabaikan semua pujian itu karena asiknya bermain bersama teman-teman jauh lebih enak dan asik dibandingkan sebuah pujian. Bolang bocah petualang haha.
Fisikku sangat bagus dalam hal kecepatan dan ketangkasan berkat latihan alami di alam liar. Tapi soal kekuatan aku sangat lemah. Aku mencoba beradu kekuatan dengan Yahya. Bermain saling dorong. Siapa yang terdorong dia yang kalah. Aku sangat percaya diri bakal menang melawannya tapi yaa diluar dugaan dorongan sangat kuat dan aku kalah.
Dalam hati terasa gejolak yang pernah aku lupakan.
Ini kah rasanya kekalahan?
Aku bangkit dan meminta sekali lagi beradu dan hasilnya tetap sama.
*Gehh.. kekuatan memang bukan gaya keahlianku. Dulu juga pas pertama kali menendang bola asli eh malah kaki ku yang mental euhh ( ̄~ ̄;)
Ahhh! aku sukanya yang cepat-cepat dan tajam. Spontan rasa sakit tadi ku sembuhkan. Tidak papa lagian kekalahan itu adalah hal yang wajar.
Aku tidak pernah menyadari kalau aku memang suka dalam hal kecepatan. Itu karena aku masih terjebak dalam lingkaran insting. Aku bergerak sesuai apa yang terlintas dalam benakku. Pergi sekolah, bermain, makan, belajar. Semuanya tergerak atas keinginan semata tanpa berpikir dua kali.
Faktanya aku terjebak dalam lingkaran insting adalah saat aku menjawab soal-soal ulangan.
Satupun aku tidak ingat pertanyaan ataupun jawabannya dari lembaran kertas ulangan. Butuh waktu lama untuk menyadari semua itu.
Entah apakah itu termasuk reaksi penolakan terhadap hal yang tidak disukai ataukah pengabaian.. sama aja sih. Berarti jawaban hilangnya ingatan saat ulangan berlangsung adalah karena
aku tidak suka aja.. ( ̄^ ̄)
Jadi siapakah yang menjawab semua lembaran-lembaran soal ulangan itu?
Nah itulah akar masalahnya..
Insting itu apa sih?..
Aku coba googling pengertian dari insting dalam KBBI. Dan inilah pengertiannya. Pengertian insting adalah
1. Pola tingkah laku yang bersifat turun-temurun yang dibawa sejak lahir; naluri; garizah;
2. Zool kecenderungan pada tingkah laku yang diwarisi dari nenek moyang dan kebiasaan pada binatang jenis tertentu tanpa pengalaman sebelumnya atau tanpa tujuan yang mendasar (seperti pembuatan tempat tinggal yang khas, mendapat dan menyimpan serta mencernakan makan-annya yang mungkin dapat dimanfaatkan pada musim hujan);
3. Psi daya dorong utama pada manusia bagi kelangsungan hidupnya (seperti nafsu berahi, rasa takut, dorongan untuk berkompetisi); dorongan untuk secara tidak sadar bertindak yang tepat.
Well itulah artinya..
Wow!!
Hebat juga KBBI!! kalimatnya sangat pas sekali dan begitu enak dibaca, dengan mudahnya pikiranku memahaminya. Wow..
Ehem! oke kembali ke permasalahan.
Dilihat dari nilai rata-rata hasil ulangan yang didapat dari tindakan insting sendiri sekitar 60-70% keberhasilannya dan murni tanpa menggunakan kesadaran pikiran.
Sebuah keajaiban bisa lulus SD dan SMP haha(>y< )
Baiklah kurasa pelaku yang menjawab soal ulangan ketika aku tidak sadarkan diri adalah alam bawah sadarku sendiri. Tidak ada unsur campur tangan setan dan semacamnya.. mungkin.
Tentu agak menakutkan. Tapi itu.. potensi dasar setiap orangkan? maksudku insting yang dimiliki khalayak. Potensi dan insting hmm.. Menghubungkan semuanya dengan tiap sub dasar sifat manusia.
Aku suka begini dan begini.
Kelincahan.. lemahnya kekuatan.. warna kesukaan.. makan kesukaan.. suka ceria.. suka bermain.. tidak terlalu pandai pada pelajaran tertulis.. hebat dalam pelajaran olahraga.. kesederhanaan.. mudah merasa puas..
Hidup adalah anugerah yang Tuhan berikan. Bila makhluk hidup sudah terlahir di alam semesta yang telah Tuhan ciptakan maka pastilah garis perjalanan kehidupan makhluk tersebut sudah ada sebelum ia lahir. Apakah ada cara untuk keluar dari lingkaran insting? memangnya lingkaran insting itu sebuah kutukan?
Lingkaran insting itu hanyalah potensi dasar dari diri makhluk hidup. Perbedaan manusia dengan binatang ialah pada kesadaran pikirannya. Binatang buas hanya akan berburu untuk bertahan hidup. Sementara manusia begitu kompleks dan adanya kesadaran pikiran membuatnya bisa berkembang jadi lebih jauh. Dengan usaha akan membuat perbedaan.
Yaa semua orang tau itu.
Perlunya ilmu untuk memahami siapa kita dan potensi dasar apa yang kita miliki. Sehingga kelemahan dan kelebihan bisa kita gunakan secara maksimal dan terarah.
*Termenung sejenak melihat pemandangan..
Ini melelahkan ( ̄ω ̄;)
Butuh tenaga dan pikiran ekstra untuk menghubungkan semua informasinya. Tapi hasilnya lumayan bagus. Dan mari kita keluarkan semua potensi dalam diri kita kemudian...
Hapis itu ekspresi ヾ(@^▽^@)ノ
Beater itu tenaga ( ̄(エ) ̄)ノ
Zheill itu kesadaran (⊙_☉)
Menceritakan tentang kehidupan labil saya yang memiliki 3 karakter berbeda yaitu Hapis(sifat asli), Beater dan Zheill.
Selasa, 30 Oktober 2018
Minggu, 28 Oktober 2018
Pembaharuan Karakter
Aku jadi semakin sombong dengan prinsip baruku. Membatasi mulut ini agar tidak banyak bicara. Aku hanya akan bicara bila itu kurasa penting saja. Lalu kenapa aku makin sombong? iya itu masalahnya aku dalam mood Beater.. huh.
Beberapa momen sering ku abaikan karena "terlalu" gak penting banget. Contohnya pas di perjalanan menuju tempat ibadah aku membawa tas sling ku rencananya setelah sholat maghrib aku akan pergi belajar kitab Ad-Durrunnafis dengan yang lain. Sore hari itu di perjalanan pas lagi adzan ibunya Ardi memanggilku dari belakang dan bertanya mau kemana sementara posisi kami jauh. Berteriak gak enak pas lagi adzan. Bila aku menjawab pasti ditanyai banyak hal soalnya ibunya Ardi itu suka bicara. Dan bila ku abaikan mengundang rasa sombong. Elu taukan Beat kalau orang yang suka bicara itu pasti ah biarlah.
*Double Edge! (serangan pedang bermata dua)
Aku mengambil pilihan jadi orang sombong. Ciaat. Yah emang nasib sebagai si Monster Labil kek gini, gak ada yang mengerti tentangku huhu~
Setelah ku pikir-pikir ulang tindakan yang tepat menangani pengalaman seperti itu adalah dengan menyapanya. Entah sapaan seperti apa yang mesti kulakukan hmm.. mungkin seperti peace! atau gerakan gak jelas lainnya agar ibunya Ardi merespon dengan baik walaupun dianggap gak jelas tapi yaa di sisi lainnya aku lagi dalam mood Beater haha mana mungkin bisa. Gak gak seharusnya aku bisa serius deh. Seharusnya aku langsung berganti karakter saat itu walaupun melelahkan. Kalau bawa-bawa emosi yak kek gini.. jadi salah langkahkan. Baiklah ini menjadi catatan penting yang baru.
Setiap kali menemukan pelajaran penting aku akan mengumpulkannya kemudian dengan perasaan dukungan pada saat itu aku akan memperbaharui karakter lama. Perasaan dukungan itu bisa saja penyesalan, amarah dan kesedihan. Tujuan pembaharuan? tentulah untuk menjadi kuat yang dapat menyelesaikan berbagai permasalahan. Semua orang melakukannya tanpa ia sadari. Itu cara insting bertindak untuk bertahan atau beradaptasi dengan perubahan.
"aku tidak ingin percaya dia lagi"
"aku bisa melakukannya sendiri"
"dia memberikanku kekuatan oleh karena itu aku akan berjuang"
"aku akan berusaha demi teman-temanku"
Kita berbicara pada diri kita sendiri ingin menjadi apa sebelum atau sesudahnya sesuatu. Pelajaran penting yang kita pilah berdasarkan perasaan pada saat itu. Kebanyakan perasaan sakit hatilah yang paling berperan dalam pembentukan karakter baru. Amarah, dendam dan penyesalan adalah perasaan yang paling kuat yang pernah aku kenal. Aku tidak tau perasaan apa lagi yang manjur untuk bahan update-an karakter lama. Karena pada saat kita merasa tersakiti otomatis survival insting akan aktif dan pertahan akan jauh lebih kuat dari pada sebelummya.
Mengulang untuk mempelajari kebiasaan, yang awalnya suka ceria sana sini tak kenal batas sekarang jauh lebih berhati-hati dan menjaga sikap. Pengulangan informasi, mempelajarinya, menancapkan pedang perasaan kemudian perlahan keluar dari kebiasaan yang dianggap tidak baik.
Ya pernah sekali aku terlalu kesenangan ketika melihat Raga kena kerjai aku juga jadi ikut-ikutan. Awalnya seru-seru aja aku tertawa terbahak-bahak tapi saat aku melihat raut wajah Raga yang santai seperti sedang mencoba mengabaikan kami. Aku jadi terdiam. Ada perasaan yang tidak enak jika aku melanjutkannya. Aku melihat wajahnya yang masih sama setelah keluar dari WC. Aku berhenti tertawa dan teringat kejadian waktu dulu(di episode penyesalan). Kita sudahi saja hari ini pikirku kalau sampai melewati batas hubungan kami akan rusak.
Ini hanya salah satu dari puluhan pengalaman tentang pengendalian diri. Semakin banyak pengulangan pengalaman semakin lihai kita menanganinya. Poin pentingnya tentu saja pada saat dimana bisa atau tidaknya kita mengolah informasi.
Percuma kita belajar matematika kalau tidak hafal rumusnya ya kan?
Informasi yang bertujuan untuk pengendalian diri. Pembaharuan karakter pun telah dilakukan. Durasi karakter pembaharuan bisa bertahan lama tergantung dari kondisi perasaan kita atau bisa juga dari informasi yang kurang tepat(salah atau kurang lengkap) perombakan ulang akan dilakukan. Mirip olahraga sumo gitu. Eh enggak.. gak mirip sama sekali. Tujuan pembaharuan karakter kan untuk menjadi lebih kuat. Memang sih sedikit ada kemiripan. Olahraga sumo itu tentang kekuatan dan teknik bertahan. Nah perbedaannya adalah ketika ada lawan yang jauh lebih kurus dan kecil bisa memenangkan pertandingan. Tepatnya pembaharuan karakter adalah tentang tujuan memperoleh kemenangan dengan.. caranya sendiri. Apakah dengan cara kekuatan, kecepatan atau kecerdasan? yah begitulah sesuai apa yang kita capai selama ini.
Beater itu Strenght “(`(エ)´)ノ
Hapis itu Agility(>y<)
Zheill itu Intelligence ( ̄^ ̄)
Beberapa momen sering ku abaikan karena "terlalu" gak penting banget. Contohnya pas di perjalanan menuju tempat ibadah aku membawa tas sling ku rencananya setelah sholat maghrib aku akan pergi belajar kitab Ad-Durrunnafis dengan yang lain. Sore hari itu di perjalanan pas lagi adzan ibunya Ardi memanggilku dari belakang dan bertanya mau kemana sementara posisi kami jauh. Berteriak gak enak pas lagi adzan. Bila aku menjawab pasti ditanyai banyak hal soalnya ibunya Ardi itu suka bicara. Dan bila ku abaikan mengundang rasa sombong. Elu taukan Beat kalau orang yang suka bicara itu pasti ah biarlah.
*Double Edge! (serangan pedang bermata dua)
Aku mengambil pilihan jadi orang sombong. Ciaat. Yah emang nasib sebagai si Monster Labil kek gini, gak ada yang mengerti tentangku huhu~
Setelah ku pikir-pikir ulang tindakan yang tepat menangani pengalaman seperti itu adalah dengan menyapanya. Entah sapaan seperti apa yang mesti kulakukan hmm.. mungkin seperti peace! atau gerakan gak jelas lainnya agar ibunya Ardi merespon dengan baik walaupun dianggap gak jelas tapi yaa di sisi lainnya aku lagi dalam mood Beater haha mana mungkin bisa. Gak gak seharusnya aku bisa serius deh. Seharusnya aku langsung berganti karakter saat itu walaupun melelahkan. Kalau bawa-bawa emosi yak kek gini.. jadi salah langkahkan. Baiklah ini menjadi catatan penting yang baru.
Setiap kali menemukan pelajaran penting aku akan mengumpulkannya kemudian dengan perasaan dukungan pada saat itu aku akan memperbaharui karakter lama. Perasaan dukungan itu bisa saja penyesalan, amarah dan kesedihan. Tujuan pembaharuan? tentulah untuk menjadi kuat yang dapat menyelesaikan berbagai permasalahan. Semua orang melakukannya tanpa ia sadari. Itu cara insting bertindak untuk bertahan atau beradaptasi dengan perubahan.
"aku tidak ingin percaya dia lagi"
"aku bisa melakukannya sendiri"
"dia memberikanku kekuatan oleh karena itu aku akan berjuang"
"aku akan berusaha demi teman-temanku"
Kita berbicara pada diri kita sendiri ingin menjadi apa sebelum atau sesudahnya sesuatu. Pelajaran penting yang kita pilah berdasarkan perasaan pada saat itu. Kebanyakan perasaan sakit hatilah yang paling berperan dalam pembentukan karakter baru. Amarah, dendam dan penyesalan adalah perasaan yang paling kuat yang pernah aku kenal. Aku tidak tau perasaan apa lagi yang manjur untuk bahan update-an karakter lama. Karena pada saat kita merasa tersakiti otomatis survival insting akan aktif dan pertahan akan jauh lebih kuat dari pada sebelummya.
Mengulang untuk mempelajari kebiasaan, yang awalnya suka ceria sana sini tak kenal batas sekarang jauh lebih berhati-hati dan menjaga sikap. Pengulangan informasi, mempelajarinya, menancapkan pedang perasaan kemudian perlahan keluar dari kebiasaan yang dianggap tidak baik.
Ya pernah sekali aku terlalu kesenangan ketika melihat Raga kena kerjai aku juga jadi ikut-ikutan. Awalnya seru-seru aja aku tertawa terbahak-bahak tapi saat aku melihat raut wajah Raga yang santai seperti sedang mencoba mengabaikan kami. Aku jadi terdiam. Ada perasaan yang tidak enak jika aku melanjutkannya. Aku melihat wajahnya yang masih sama setelah keluar dari WC. Aku berhenti tertawa dan teringat kejadian waktu dulu(di episode penyesalan). Kita sudahi saja hari ini pikirku kalau sampai melewati batas hubungan kami akan rusak.
Ini hanya salah satu dari puluhan pengalaman tentang pengendalian diri. Semakin banyak pengulangan pengalaman semakin lihai kita menanganinya. Poin pentingnya tentu saja pada saat dimana bisa atau tidaknya kita mengolah informasi.
Percuma kita belajar matematika kalau tidak hafal rumusnya ya kan?
Informasi yang bertujuan untuk pengendalian diri. Pembaharuan karakter pun telah dilakukan. Durasi karakter pembaharuan bisa bertahan lama tergantung dari kondisi perasaan kita atau bisa juga dari informasi yang kurang tepat(salah atau kurang lengkap) perombakan ulang akan dilakukan. Mirip olahraga sumo gitu. Eh enggak.. gak mirip sama sekali. Tujuan pembaharuan karakter kan untuk menjadi lebih kuat. Memang sih sedikit ada kemiripan. Olahraga sumo itu tentang kekuatan dan teknik bertahan. Nah perbedaannya adalah ketika ada lawan yang jauh lebih kurus dan kecil bisa memenangkan pertandingan. Tepatnya pembaharuan karakter adalah tentang tujuan memperoleh kemenangan dengan.. caranya sendiri. Apakah dengan cara kekuatan, kecepatan atau kecerdasan? yah begitulah sesuai apa yang kita capai selama ini.
Beater itu Strenght “(`(エ)´)ノ
Hapis itu Agility(>y<)
Zheill itu Intelligence ( ̄^ ̄)
Senin, 22 Oktober 2018
Tanpa Sadar
Hari ini nenekku pulang dari tanah suci Mekkah. Anggota keluarga dan juga tetangga sudah siap menyiapkan perayaan penyambutan, sudah jadi tradisi. Aku dipanggil oleh Acil ku(kaka ibuku) untuk memindahkan kendaraan kaka ku ini ke halaman rumah. Aku bingung soalnya kendaraannya berat, dengan terpaksa aku berusaha sebisa mungkin. Sulit sekali.
*ah
Aku mencondongkan kendaraannya dan gak sengaja terlepas ke samping mengenai paha ibunya Bibah. Semua orang yang di dapur tentu saja kaget gara-gara aku. Belum sempat aku minta maaf langsung ditarik oleh Acilku untuk dimarahi. Tapi aku tidak merasakan apa-apa, pagi ini otakku blank.
"bawa makan dulu fidz.." kata kaka Rida tetangga sebelah rumah.
Iya benar juga aku belum makan makanya ceroboh. Enak ada yang perhatian begini. Tapi dari dulukan kaka Rida emang gitu orangnya.
Acara selamatanpun dimulai, banyak juga yang berhadir. Aku duduk di dekat adik sepupuku. Menyantap makanan lagi rupanya aku beneran kelaparan. Haha wajarlah sedari kecil aku memang lupa jam makan makanya ni tubuh kurus kering, tapi ada sedikit otot-ototnya kok wkwkw.
Beberapa menit kemudian ibuku akhirnya pulang. Senangnya. Ibuku turun dari mobil yang entah apa nama mobilnya itu, hehe aku tidak suka mengingat hal yang gak berguna. Suasana menjadi senyap, membuatku tersadar ada kejanggalan. Aku melihat wajah bapak-bapak yang berhadir sedang memperhatikan ibuku.
Hah?!
Apa maksudnya itu?! semua orang sedang melihat ke arah ibuku.
Beater langsung aktif
*brak!
Aku menghajar dinding kayu rumahku. Tidak terlalu keras namun suaranya cukup untuk menyadarkan makhluk-makhluk yang tidak bisa menjaga pandangan dan rasa penasarannya.
"knapa fidz haha knpa kamu fidz.." adik sepupuku setengah tertawa
"enggak papa kok" ucapku sambil melanjutkan makan.
Bikin kesal. Tubuhku jadi gemetar. Kalau sudah tau itu ibuku gak perlu dipandang lama-lama dong. Apakah memang sesulit itu untuk menjaga pandangan?
Mau komplain tentang ibuku berarti harus berhadapan denganku dulu. Sejenak aku bisa lupakan siapa diriku dan beralih ke mode full Beater.
Kemudian aku bisa menari-nari sesukaku.. hahahaha!
Ah sial! aku terlalu dalam meresapi karakter Beater. Karakter yang bersumber dari amarah dan dendam. Niat membunuh pun jadi sulit terkontrol. Ini tidak baik. Misalnya aku terlalu mudah emosi bisa-bisa kekuatan ini lepas sesukanya. Pentingnya pengendalian diri agar kekuatan ini tidak salah sasaran. Betul.. kekuatan ini hanya boleh lepas ketika seseorang yang ku sayangi disakiti. Aku harus menyimpannya. Aku harus menyembunyikannya. Untuk masalah sepele seperti ini masih bisa ditoleransi. Tapi untuk beberapa alasan aku harus benar-benar mencoba melepas kekuatan ini demi informasi yang penting. Misalnya kedua karakter ku ini belum pernah menunjukkan kekuatannya yang sesungguhnya atau belum pernah melakukan kendali penuh tanpa terselip sifat lainnya maka ketika penggabungan karakter..
"Hasilnya tidak akan sempurna"
Kenapa?
Sebab masih adanya perkara yang belum ku ketahui. Insting pun akan aktif sebagai penanda hati yang ragu. Pembagian sifat kepribadian ku tujukan untuk menyederhanakan permasalahan, menyelesaikan keraguan hati, membangkitkan bakat terpendam dan merapikan kehidupan yang berantakan. Hebatnya aku melakukan semuanya tanpa ku sadari
*bahkan judul blog nya juga dibuat tanpa disadari
ya.. itu karena aku ingin jadi lebih baik..
Untuk informasi yang ingin ku ketahui tentang sifat sesungguhnya dari karakter ku ini mungkin di masa depan ada saat dimana aku akan kesulitan mengontrol emosi ku. Kesedihan dan kemarahan yang meluap mengendalikan penuh tubuh ini oleh permasalahan yang super merepotkan. Aku tak tau.. apakah aku benar-benar harus melakukannya? agama kan mengajarkan ku untuk tidak marah dan tidak bersedih berlebihan
kan.. aku labil lagi.. kemarin bilang ingin menyempurnakan karakter yang sesungguhnya sekarang bimbang lagi. Ahhh!! aku bingung yang mana suara hati yang mana suara jin kamvret dan yang mana kesadaran pikiran lainnya.. kepala ku sakit
Aku telah belajar untuk berpikir jernih dalam kondisi apapun. Jika masalah memang selemah itu aku akan tetap tenang hmm.. ah pusing. Biarlah aku yang di masa depan yang mengatasinya.
Sisa dua karakter baruku ini aja lagi yang belum pernah mengeluarkan penuh kendalinya kalau aku yang asli sudah pernah lepas kendali. Itu sangat menyakitkan untuk diingat ketika tubuh ini melakukan semuanya tanpa disadari atau hanya bergerak mengikuti kata insting.
Kebanggaan..
Senyum yang bisa merendahkan harga diri orang lain..
Dan permainan drama yang dengan mudahnya mendapatkan apa yang ku inginkan..
Perasaan bersalah membuatku sadar.. aku akan terus berhati-hati melangkahkan giliran ku.
*ah
Aku mencondongkan kendaraannya dan gak sengaja terlepas ke samping mengenai paha ibunya Bibah. Semua orang yang di dapur tentu saja kaget gara-gara aku. Belum sempat aku minta maaf langsung ditarik oleh Acilku untuk dimarahi. Tapi aku tidak merasakan apa-apa, pagi ini otakku blank.
"bawa makan dulu fidz.." kata kaka Rida tetangga sebelah rumah.
Iya benar juga aku belum makan makanya ceroboh. Enak ada yang perhatian begini. Tapi dari dulukan kaka Rida emang gitu orangnya.
Acara selamatanpun dimulai, banyak juga yang berhadir. Aku duduk di dekat adik sepupuku. Menyantap makanan lagi rupanya aku beneran kelaparan. Haha wajarlah sedari kecil aku memang lupa jam makan makanya ni tubuh kurus kering, tapi ada sedikit otot-ototnya kok wkwkw.
Beberapa menit kemudian ibuku akhirnya pulang. Senangnya. Ibuku turun dari mobil yang entah apa nama mobilnya itu, hehe aku tidak suka mengingat hal yang gak berguna. Suasana menjadi senyap, membuatku tersadar ada kejanggalan. Aku melihat wajah bapak-bapak yang berhadir sedang memperhatikan ibuku.
Hah?!
Apa maksudnya itu?! semua orang sedang melihat ke arah ibuku.
Beater langsung aktif
*brak!
Aku menghajar dinding kayu rumahku. Tidak terlalu keras namun suaranya cukup untuk menyadarkan makhluk-makhluk yang tidak bisa menjaga pandangan dan rasa penasarannya.
"knapa fidz haha knpa kamu fidz.." adik sepupuku setengah tertawa
"enggak papa kok" ucapku sambil melanjutkan makan.
Bikin kesal. Tubuhku jadi gemetar. Kalau sudah tau itu ibuku gak perlu dipandang lama-lama dong. Apakah memang sesulit itu untuk menjaga pandangan?
Mau komplain tentang ibuku berarti harus berhadapan denganku dulu. Sejenak aku bisa lupakan siapa diriku dan beralih ke mode full Beater.
Kemudian aku bisa menari-nari sesukaku.. hahahaha!
Ah sial! aku terlalu dalam meresapi karakter Beater. Karakter yang bersumber dari amarah dan dendam. Niat membunuh pun jadi sulit terkontrol. Ini tidak baik. Misalnya aku terlalu mudah emosi bisa-bisa kekuatan ini lepas sesukanya. Pentingnya pengendalian diri agar kekuatan ini tidak salah sasaran. Betul.. kekuatan ini hanya boleh lepas ketika seseorang yang ku sayangi disakiti. Aku harus menyimpannya. Aku harus menyembunyikannya. Untuk masalah sepele seperti ini masih bisa ditoleransi. Tapi untuk beberapa alasan aku harus benar-benar mencoba melepas kekuatan ini demi informasi yang penting. Misalnya kedua karakter ku ini belum pernah menunjukkan kekuatannya yang sesungguhnya atau belum pernah melakukan kendali penuh tanpa terselip sifat lainnya maka ketika penggabungan karakter..
"Hasilnya tidak akan sempurna"
Kenapa?
Sebab masih adanya perkara yang belum ku ketahui. Insting pun akan aktif sebagai penanda hati yang ragu. Pembagian sifat kepribadian ku tujukan untuk menyederhanakan permasalahan, menyelesaikan keraguan hati, membangkitkan bakat terpendam dan merapikan kehidupan yang berantakan. Hebatnya aku melakukan semuanya tanpa ku sadari
*bahkan judul blog nya juga dibuat tanpa disadari
ya.. itu karena aku ingin jadi lebih baik..
Untuk informasi yang ingin ku ketahui tentang sifat sesungguhnya dari karakter ku ini mungkin di masa depan ada saat dimana aku akan kesulitan mengontrol emosi ku. Kesedihan dan kemarahan yang meluap mengendalikan penuh tubuh ini oleh permasalahan yang super merepotkan. Aku tak tau.. apakah aku benar-benar harus melakukannya? agama kan mengajarkan ku untuk tidak marah dan tidak bersedih berlebihan
kan.. aku labil lagi.. kemarin bilang ingin menyempurnakan karakter yang sesungguhnya sekarang bimbang lagi. Ahhh!! aku bingung yang mana suara hati yang mana suara jin kamvret dan yang mana kesadaran pikiran lainnya.. kepala ku sakit
Aku telah belajar untuk berpikir jernih dalam kondisi apapun. Jika masalah memang selemah itu aku akan tetap tenang hmm.. ah pusing. Biarlah aku yang di masa depan yang mengatasinya.
Sisa dua karakter baruku ini aja lagi yang belum pernah mengeluarkan penuh kendalinya kalau aku yang asli sudah pernah lepas kendali. Itu sangat menyakitkan untuk diingat ketika tubuh ini melakukan semuanya tanpa disadari atau hanya bergerak mengikuti kata insting.
Kebanggaan..
Senyum yang bisa merendahkan harga diri orang lain..
Dan permainan drama yang dengan mudahnya mendapatkan apa yang ku inginkan..
Perasaan bersalah membuatku sadar.. aku akan terus berhati-hati melangkahkan giliran ku.
Jumat, 12 Oktober 2018
Salahkah?
Aku yang terlalu sering merasakan kesenangan telah mengerti akan datang masa dimana masalah membuatku sangat terpuruk. Entah kenapa aku menganggap bahwa kesenangan itu semacam awal dari rasa sakit. Kata orang bilang kalau terlalu banyak tertawa nangisnya juga banyak.
Lalu bagaimana denganku yang sudah sering sekali merasakan kesenangan?
Aku menjadi ragu untuk bersenang-senang. Telah ku coba agar membuat semuanya berubah tapi selalu gagal.
Belum lama setelah kenaikan kelas. Reza dari kelasku ingin pindah jurusan ke IPS. Otomatis dia akan pindah kelas. Apakah yang membuatnya ingin pindah menjadi pertanyaan pertama dalam benak kami teman kelasnya. Pas pelajaran olahraga beberapa hari yang lalu kami bermain bola, bagian kemaluannya kena serunduk bola. Tentu saja kami cowo yang bermain dengannya tertawa geli. Dia tengkurap di depanku, aku sedang menjaga gawang, yang lain sudah bermain lagi rebutan bola di tengah lapangan.
"Reza kamu gak papa?" aku berhenti tersenyum menjadi cemas.
Apakah dia sangat kesakitan? beberapa detik kemudian dia bangkit dan kembali bermain. Tadi aku sempat merasakan niatan yang aneh darinya. Apakah ini salahku yang membuatnya tidak enak berada di kelas ini?
Dia membuat alasan kalau di kelas ini akan sulit baginya untuk menggapai ranking yang tinggi. Benarkah itu? aku tidak tau.
Aku melihatnya ceria saat jalan bareng dengan Bobby. Mungkin saja itu yang terbaik buatnya. Dan aku mulai mengabaikan.
Suara hati mulai terdengar meragukan. Apa yang ku lihat dan ku rasakan membuat hati ini ragu. Aku telah mengabaikan banyak hal.
Di kelas yang paling sering ku ajak bicara ialah Bobby dan Ahmadi, mereka berdua membuatku nyaman. Entah keinginan aneh apa yang membuatku sering dekat dengan mereka berdua. Apakah adanya rasa kesetaraan? ataukah rasa untuk menghilangkan perasaan kehilangan? Kau tahu aku agak minder bila dekat dengan orang yang punya harta lebih dan rasa kehilangan setelah berpisah dengan kelas dulu. Perasaan mulai bercampur aduk.
Bagaimana caranya tertawa yang tulus? aku tidak ingat, aku telah melupakannya.
Dan baru ku sadari kalau jauh di dalam lubuk hati telah muncul perasaan dingin yang belum pernah ku rasakan sebelumnya. Perlahan mengubah kepribadianku.
Ketika Gania memanggilku untuk patungan uang merayakan ultah wali kelas kami dulu Via bertanya padaku hubungan apa aku dengannya. Aku melototinya. Aku marah kemudian menyesal. Padahal kalau aku yang biasanya akan bersikap acuh atau baik tapi sekarang berbeda. Mereka berisik. Itulah yang membuatku marah. Aku tidak tau mana yang benar.
Via dikerumuni dan ditanyai teman yang lain kenapa sampai membuat aku marah..
Maaf aku sedang bimbang oleh perubahan yang aku alami.
Ketika aku diajak oleh teman kelasku dulu aku malah menolaknya. Aku seharusnya senang mendapatkan kesempatan untuk bergabung dengan mereka tapi aku lebih memilih bersama kelas baru. Apakah itu artinya aku telah move on dari mereka? Atau sengaja menelan pahit?
Bukan!
Aku sedang bingung. Tidak adanya sandaran membuatku kacau. Aku mau curhat dengan siapa? semua hanya kenalan dan tidak akan ada yang mengerti tentangku.
Murung tentu saja aku murung tapi yang anehnya aku masih bisa tersenyum. Apa yang membuatku berbuat demikian? sampai menunjukan ekspresi palsu. Aku tidak tau.
Secara bersamaan semua emosi bisa aku pikul dipundak.
Zheill pernah bertanya padaku. Kenapa aku bisa suka dengan Aulia? pertanyaan yang sangat familiar. Jawabanku tentu saja bukan sedang memanfaatkannya. Aku tidak pernah meminta bantuannya dalam hal pelajaran. Mendekat pun rasanya susah karena ada dinding yang sedang menghalangi. Lalu aku suka dengannya pastinya karena dia keren. Sosok yang mungkin akan menjadi jawaban atas pertanyaan lain yang aku cari. Aku tahu kalau kami tidak akan pernah bisa menjalani hubungan serius karena instingku yang bilang begitu. Aku menutupinya dengan alasan lain.
Ketika Seha mencoba mendekatiku dengan berbicara ringan aku menolaknya langsung. Kenapa? bukannya aku cemburu tapi ada perasaan lain yang menggangguku yang datang darinya. Dia mencoba memberitahuku akan hal yang penting. Aku tahu itu makanya aku langsung menjauhinya. Aku tahu itu tapi aku tak tau harus berbuat apa. Bila aku menjauh salahkah aku?
Ketika aku ditanya apakah aku suka dengan Shevira oleh wali kelasku. Aku tidak tahu harus menjawab apa. Kenapa wali kelasku bertanya seperti itu pada muridnya yang aneh ini? terlintas dibenakku untuk menjawab pertanyaan itu. Aku menjawab tidak karena dia nakal. Wahh hebat sekali kau pis. Sekarang kau akan dibenci oleh semua orang. Mau bagaimana lagi aku tidak tau harus menjawab apa. Semuanya berisik. Salahkah kalau aku menjawab begitu? Yang salah adalah kenapa aku masih mendekat dengan mereka.
Ketika aku ujian pelajaran olahraga untuk shooting bola basket. Aku memasukan 2 saja ke dalam ring. Maksimalnya 3 kali dengan posisi berbeda. Itu cukup untuk dapat nilai sedang. Tapi aku terlalu senang dan mengekspresikannya secara berlebihan kepada teman yang lain. Sial aku baru sadar, tubuhku yang tinggi membuatku mudah melakukan shoot, beda dengan yang lain. Aku berhenti senang. Hanya terdiam meratapi kesalahan.
Bobby mulai tidak suka dengan kehadiranku yang berisik. Aku terlalu banyak bicara. Aku tahu itu karena auranya menunjukkan sedikit perasaan untuk menghindariku. Aku terlalu banyak bicara, terlalu banyak omong kosong yang keluar dari mulutku. Aneh.
Kok aku bisa bersikap berlebihan?
Apa yang membuatku bersikap berlebihan?
Hampir semua tindakan di dasari oleh naluri tanpa berpikir sedikitpun. Aku bicara, aku belajar, aku bergaul dengan yang lain, semuanya tergerak sendiri tanpaku minta.
Inikah yang di maksud topeng kepribadian?
Jika kalau begitu keadaanku saat ini sedang buruk sekali. Parah saat dimana aku mengekspresikannya secara berlebihan.
Inilah yang harus disempurnakan!
Tentu salah bila tindakanku sampai merugikan orang-orang di sekitarku.
Lalu bagaimana denganku yang sudah sering sekali merasakan kesenangan?
Aku menjadi ragu untuk bersenang-senang. Telah ku coba agar membuat semuanya berubah tapi selalu gagal.
Belum lama setelah kenaikan kelas. Reza dari kelasku ingin pindah jurusan ke IPS. Otomatis dia akan pindah kelas. Apakah yang membuatnya ingin pindah menjadi pertanyaan pertama dalam benak kami teman kelasnya. Pas pelajaran olahraga beberapa hari yang lalu kami bermain bola, bagian kemaluannya kena serunduk bola. Tentu saja kami cowo yang bermain dengannya tertawa geli. Dia tengkurap di depanku, aku sedang menjaga gawang, yang lain sudah bermain lagi rebutan bola di tengah lapangan.
"Reza kamu gak papa?" aku berhenti tersenyum menjadi cemas.
Apakah dia sangat kesakitan? beberapa detik kemudian dia bangkit dan kembali bermain. Tadi aku sempat merasakan niatan yang aneh darinya. Apakah ini salahku yang membuatnya tidak enak berada di kelas ini?
Dia membuat alasan kalau di kelas ini akan sulit baginya untuk menggapai ranking yang tinggi. Benarkah itu? aku tidak tau.
Aku melihatnya ceria saat jalan bareng dengan Bobby. Mungkin saja itu yang terbaik buatnya. Dan aku mulai mengabaikan.
Suara hati mulai terdengar meragukan. Apa yang ku lihat dan ku rasakan membuat hati ini ragu. Aku telah mengabaikan banyak hal.
Di kelas yang paling sering ku ajak bicara ialah Bobby dan Ahmadi, mereka berdua membuatku nyaman. Entah keinginan aneh apa yang membuatku sering dekat dengan mereka berdua. Apakah adanya rasa kesetaraan? ataukah rasa untuk menghilangkan perasaan kehilangan? Kau tahu aku agak minder bila dekat dengan orang yang punya harta lebih dan rasa kehilangan setelah berpisah dengan kelas dulu. Perasaan mulai bercampur aduk.
Bagaimana caranya tertawa yang tulus? aku tidak ingat, aku telah melupakannya.
Dan baru ku sadari kalau jauh di dalam lubuk hati telah muncul perasaan dingin yang belum pernah ku rasakan sebelumnya. Perlahan mengubah kepribadianku.
Ketika Gania memanggilku untuk patungan uang merayakan ultah wali kelas kami dulu Via bertanya padaku hubungan apa aku dengannya. Aku melototinya. Aku marah kemudian menyesal. Padahal kalau aku yang biasanya akan bersikap acuh atau baik tapi sekarang berbeda. Mereka berisik. Itulah yang membuatku marah. Aku tidak tau mana yang benar.
Via dikerumuni dan ditanyai teman yang lain kenapa sampai membuat aku marah..
Maaf aku sedang bimbang oleh perubahan yang aku alami.
Ketika aku diajak oleh teman kelasku dulu aku malah menolaknya. Aku seharusnya senang mendapatkan kesempatan untuk bergabung dengan mereka tapi aku lebih memilih bersama kelas baru. Apakah itu artinya aku telah move on dari mereka? Atau sengaja menelan pahit?
Bukan!
Aku sedang bingung. Tidak adanya sandaran membuatku kacau. Aku mau curhat dengan siapa? semua hanya kenalan dan tidak akan ada yang mengerti tentangku.
Murung tentu saja aku murung tapi yang anehnya aku masih bisa tersenyum. Apa yang membuatku berbuat demikian? sampai menunjukan ekspresi palsu. Aku tidak tau.
Secara bersamaan semua emosi bisa aku pikul dipundak.
Zheill pernah bertanya padaku. Kenapa aku bisa suka dengan Aulia? pertanyaan yang sangat familiar. Jawabanku tentu saja bukan sedang memanfaatkannya. Aku tidak pernah meminta bantuannya dalam hal pelajaran. Mendekat pun rasanya susah karena ada dinding yang sedang menghalangi. Lalu aku suka dengannya pastinya karena dia keren. Sosok yang mungkin akan menjadi jawaban atas pertanyaan lain yang aku cari. Aku tahu kalau kami tidak akan pernah bisa menjalani hubungan serius karena instingku yang bilang begitu. Aku menutupinya dengan alasan lain.
Ketika Seha mencoba mendekatiku dengan berbicara ringan aku menolaknya langsung. Kenapa? bukannya aku cemburu tapi ada perasaan lain yang menggangguku yang datang darinya. Dia mencoba memberitahuku akan hal yang penting. Aku tahu itu makanya aku langsung menjauhinya. Aku tahu itu tapi aku tak tau harus berbuat apa. Bila aku menjauh salahkah aku?
Ketika aku ditanya apakah aku suka dengan Shevira oleh wali kelasku. Aku tidak tahu harus menjawab apa. Kenapa wali kelasku bertanya seperti itu pada muridnya yang aneh ini? terlintas dibenakku untuk menjawab pertanyaan itu. Aku menjawab tidak karena dia nakal. Wahh hebat sekali kau pis. Sekarang kau akan dibenci oleh semua orang. Mau bagaimana lagi aku tidak tau harus menjawab apa. Semuanya berisik. Salahkah kalau aku menjawab begitu? Yang salah adalah kenapa aku masih mendekat dengan mereka.
Ketika aku ujian pelajaran olahraga untuk shooting bola basket. Aku memasukan 2 saja ke dalam ring. Maksimalnya 3 kali dengan posisi berbeda. Itu cukup untuk dapat nilai sedang. Tapi aku terlalu senang dan mengekspresikannya secara berlebihan kepada teman yang lain. Sial aku baru sadar, tubuhku yang tinggi membuatku mudah melakukan shoot, beda dengan yang lain. Aku berhenti senang. Hanya terdiam meratapi kesalahan.
Bobby mulai tidak suka dengan kehadiranku yang berisik. Aku terlalu banyak bicara. Aku tahu itu karena auranya menunjukkan sedikit perasaan untuk menghindariku. Aku terlalu banyak bicara, terlalu banyak omong kosong yang keluar dari mulutku. Aneh.
Kok aku bisa bersikap berlebihan?
Apa yang membuatku bersikap berlebihan?
Hampir semua tindakan di dasari oleh naluri tanpa berpikir sedikitpun. Aku bicara, aku belajar, aku bergaul dengan yang lain, semuanya tergerak sendiri tanpaku minta.
Inikah yang di maksud topeng kepribadian?
Jika kalau begitu keadaanku saat ini sedang buruk sekali. Parah saat dimana aku mengekspresikannya secara berlebihan.
Inilah yang harus disempurnakan!
Tentu salah bila tindakanku sampai merugikan orang-orang di sekitarku.
Senin, 08 Oktober 2018
Mengantuk
Gila ngantuk level maksimal. Sulit sekali untuk memfokuskan pikiran. Sayup sudah mata ini. Kalau begini bakalan sama kayak minggu kemarin ketiduran ketika mendengarkan ceramah. Minuman kopi dingin ini juga gak ngaruh banget. Sesekali saja efek segarnya habis itu hilang. Hmm. Terlintas di benakku cara untuk melawan rasa ngantuk ini. Bergegas aku mengambil hp di dalam tas sling ku. Kemudian aku membuka aplikasi game. Sudah lama aku melatih fokusku agar bisa bekerja secara maksimal dan membuat variasinya.
Contohnya fokus versi pertamaku "Fokus Palsu" yang melibatkan 2 hal. Kebanyakan orang lain tak menyadarinya kalau fokus palsu bisa digunakan secara maksimal. Cara kerjanya sama seperti ketika kita sedang berbicara pada orang di hadapan kita namun pikiran justru memikirkan yang lain tentang dia. Singkatnya seperti bertingkah baik diluar, bertingkah jahat didalam. Bedanya? aku mengubahnya jauh lebih efektif didalam daripada diluar. Perbandingan 3:7 tapi karena adanya hambatan menjadi 2:5 ini lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa. Terpaksa aku harus matikan radar pertahananku.
Lalu apa hubungan dengan game?
kau tahu apa yang sering aku lakukan ketika gak ada kerjaan? Iyap main game. Seharian duduk di depan laptop tentu saja aku gak sanggup.
Haha pegel cuy
Tapi ya aku memang suka main game. Apalagi bermain game yang kita suka pastilah senang. Nah makanya Fake Focus-nya aku sasarkan pada game yang aku mainkan. Uwahaha beneran melek dan aku bisa fokus. Game Infinitode bisa dimainkan secara otomatis itu menguntungkanku untuk tidak berpikir banyak. Apabila ada kata-kata yang sulit ku cerna aku akan berhenti bermain game dan memfokuskan berpikir. Sebentar saja aku berfokus kalau kelamaan bisa-bisa terjungkir.
Aku melihat di dekat tas sling ku ada seekor ulat berwarna kuning. Wah aku harus hati-hati kalau sampai terinjak atau tertindih kaki ku. Aku menghalangi pergerakan dengan tas sling ku. Eh kayaknya bukan ulat. Aku mendekatkan wajahku agar melihat secara jelas. Belatung!
Kok bisa hidup di karpet gede ini? mungkinkah ada hewan yang mati di dekat karpet ini sehingga belatung ini kesasar. Tapi saat karpet ini digulung pastilah tinggi kemungkinan belatung ini mati terlindas. Uh ribet. Sebaiknya aku abaikan saja asal mulanya.
Belatungnya lolos dan mendekatiku.
Ah
Aku mengambil secara perlahan belatungnya dan meletakkannya di atas tas ku. Dia makhluk hidup juga pantas merasakan anugerah hidup. Kalau aku masih mampu untuk menolongnya kenapa enggak?
Etdah! belatungnya masuk ke dalam tas, aku lupa menutupnya pas mengambil hp tadi.
uah..
Aku mengeluarkan satu persatu isi di dalam tasku. Perlahan dan pasti sabab tubuh si belatung yang lunak itu terlalu mudah membuatnya terbunuh. Sudah semua isi dalam tas ku ku keluarkan namun si belatung tidak ku temukan.
Oii.. where are you?
apakah terselip di antara kertas sim ku? tidak ada.. atau di sudut-sudut tas? uh gelap..
Aku menyalakan lampu hp ku dan akhirnya aku menemukannya. Syukurlah si belatung tidak terluka. Ku dapati. Lalu aku apakan ya?
Sulit kalau mau keluar dari kerumunan jama'ah. Ew kesadaran radar pertahananku otomatis aktif setelah melihat wajah orang-orang di sekitarku. Hmm sepertinya tingkahku terlalu menarik perhatian. Biarlah. Aku juga tidak mengharapkan perhatian ataupun pujian, aku melakukannya karena aku tidak ingin mengabaikannya. Jika masih dalam batas jangkauanku aku akan melakukannya. Melihat kesamping kanan ku dapati tong sampah yang berisi penuh. Ohhh rupanya asalmu dari sana ya. Terjawab sudah pertanyaan asal datangnya si belatung. Well aku akan mengembalikanmu ke tempat asal. Jaraknya tak terlalu jauh jadi aku lempar saja si belatung ini daripada menarik perhatian orang-orang lagi.
*hup
*Wtf!!!
Kurang ke arah kiri! Aww.. maaf belatung keseimbanganku agak goyah karena mengantuk. Gagal sudah menyelamatkannya, aku terlalu gegabah. Seandainya aku mengukur dengan teliti pasti pendaratannya tepat ke sasaran. Atau juga dengan cara beralasan membuang sampah minuman kopi yang ku beli tadi. Terlalu cepat bertindak juga tidak baik, aku terlalu mengandalkan pada ketepatan insting yang masih memiliki resiko. Ini menjadi pelajaran yang bagus buatku untuk menyempurnakan sifat karakaterku.
uhh.. pasti si belatung kesakitan setelah jatuh dari ketinggian.
Bodohnya aku.
Contohnya fokus versi pertamaku "Fokus Palsu" yang melibatkan 2 hal. Kebanyakan orang lain tak menyadarinya kalau fokus palsu bisa digunakan secara maksimal. Cara kerjanya sama seperti ketika kita sedang berbicara pada orang di hadapan kita namun pikiran justru memikirkan yang lain tentang dia. Singkatnya seperti bertingkah baik diluar, bertingkah jahat didalam. Bedanya? aku mengubahnya jauh lebih efektif didalam daripada diluar. Perbandingan 3:7 tapi karena adanya hambatan menjadi 2:5 ini lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa. Terpaksa aku harus matikan radar pertahananku.
Lalu apa hubungan dengan game?
kau tahu apa yang sering aku lakukan ketika gak ada kerjaan? Iyap main game. Seharian duduk di depan laptop tentu saja aku gak sanggup.
Haha pegel cuy
Tapi ya aku memang suka main game. Apalagi bermain game yang kita suka pastilah senang. Nah makanya Fake Focus-nya aku sasarkan pada game yang aku mainkan. Uwahaha beneran melek dan aku bisa fokus. Game Infinitode bisa dimainkan secara otomatis itu menguntungkanku untuk tidak berpikir banyak. Apabila ada kata-kata yang sulit ku cerna aku akan berhenti bermain game dan memfokuskan berpikir. Sebentar saja aku berfokus kalau kelamaan bisa-bisa terjungkir.
Aku melihat di dekat tas sling ku ada seekor ulat berwarna kuning. Wah aku harus hati-hati kalau sampai terinjak atau tertindih kaki ku. Aku menghalangi pergerakan dengan tas sling ku. Eh kayaknya bukan ulat. Aku mendekatkan wajahku agar melihat secara jelas. Belatung!
Kok bisa hidup di karpet gede ini? mungkinkah ada hewan yang mati di dekat karpet ini sehingga belatung ini kesasar. Tapi saat karpet ini digulung pastilah tinggi kemungkinan belatung ini mati terlindas. Uh ribet. Sebaiknya aku abaikan saja asal mulanya.
Belatungnya lolos dan mendekatiku.
Ah
Aku mengambil secara perlahan belatungnya dan meletakkannya di atas tas ku. Dia makhluk hidup juga pantas merasakan anugerah hidup. Kalau aku masih mampu untuk menolongnya kenapa enggak?
Etdah! belatungnya masuk ke dalam tas, aku lupa menutupnya pas mengambil hp tadi.
uah..
Aku mengeluarkan satu persatu isi di dalam tasku. Perlahan dan pasti sabab tubuh si belatung yang lunak itu terlalu mudah membuatnya terbunuh. Sudah semua isi dalam tas ku ku keluarkan namun si belatung tidak ku temukan.
Oii.. where are you?
apakah terselip di antara kertas sim ku? tidak ada.. atau di sudut-sudut tas? uh gelap..
Aku menyalakan lampu hp ku dan akhirnya aku menemukannya. Syukurlah si belatung tidak terluka. Ku dapati. Lalu aku apakan ya?
Sulit kalau mau keluar dari kerumunan jama'ah. Ew kesadaran radar pertahananku otomatis aktif setelah melihat wajah orang-orang di sekitarku. Hmm sepertinya tingkahku terlalu menarik perhatian. Biarlah. Aku juga tidak mengharapkan perhatian ataupun pujian, aku melakukannya karena aku tidak ingin mengabaikannya. Jika masih dalam batas jangkauanku aku akan melakukannya. Melihat kesamping kanan ku dapati tong sampah yang berisi penuh. Ohhh rupanya asalmu dari sana ya. Terjawab sudah pertanyaan asal datangnya si belatung. Well aku akan mengembalikanmu ke tempat asal. Jaraknya tak terlalu jauh jadi aku lempar saja si belatung ini daripada menarik perhatian orang-orang lagi.
*hup
*Wtf!!!
Kurang ke arah kiri! Aww.. maaf belatung keseimbanganku agak goyah karena mengantuk. Gagal sudah menyelamatkannya, aku terlalu gegabah. Seandainya aku mengukur dengan teliti pasti pendaratannya tepat ke sasaran. Atau juga dengan cara beralasan membuang sampah minuman kopi yang ku beli tadi. Terlalu cepat bertindak juga tidak baik, aku terlalu mengandalkan pada ketepatan insting yang masih memiliki resiko. Ini menjadi pelajaran yang bagus buatku untuk menyempurnakan sifat karakaterku.
uhh.. pasti si belatung kesakitan setelah jatuh dari ketinggian.
Bodohnya aku.
Jumat, 05 Oktober 2018
Monster
Kucingku menangkap seekor tokek dan membawanya ke dalam rumah. Aku menyuruh adikku untuk membuang tokek itu tapi dia selalu saja bikin kesal. Adikku tidak mau merampasnya. Penakut dan tidak mau tangannya kotor alasan yang paling aku benci. Kalau aku yang minta tolong gak pernah didengarkan. Aku marah, tentu saja aku marah. Yang awalnya bersikap lembut terhadap binatang kini menjadi sosok yang menakutkan. Dengan kasarnya aku menangkap kucingku agar tidak kabur. Kutarik kakinya lalu ku tangkap tokek di mulutnya memakai kantong plastik. Kucingku tetap tidak mau melepaskannya. Semakin dalam. Semakin jadi. Aku tarik ke atas tokek di mulutnya sehingga membuat kucingku tergantung. Biar gravitasi yang menyelesaikannya. Sudah tak sanggup rahang kucingku bertahan akhirnya terlepas juga.
Eh rupanya bukan kucingku yang mengalah tetapi tubuh tokeknya yang terbelah. Aku merasakan kalau tokek ini masih bergerak padahal tubuhnya sudah terbagi dua.
Hmm.. cepatlah mati sana aku benci cicak.
Ah sial lagi-lagi aku melakukannya. Aku tersadar kembali. Uh.. lagi-lagi setan berhasil membuatku marah dan mengontrol diriku. Aku minta maaf pada kucingku atas perbuatanku yang kasar tadi. Mungkin aku sedang kelelahan makanya mudah marah.
Sulit sekali mengendalikan amarah. Dada serasa terbakar, menjalar ke anggota tubuh lainnya. Tubuh hanya mengikuti cara yang terlintas dipikiran untuk menyelesaikan permasalahan, secepatnya. Ini tidak baik. Aku harus mengendalikan amarahku. Permasalahan yang menguji kesabaran. Misalkan semua karakterku tidak bisa mengontrol kemampuannya itu hanya akan membuatku tambah kesusahan.
Kekuatan yang tidak bisa dikendalikan dari ketiga karakterku Beater, Zheill dan Hapis.
Kalian kira karakter Hapis tidak memiliki kekuatan? kalian salah. Kekuatannya yang bisa mengubah perilaku orang lain di sekitarnya sesuai sifatnya. Dia baik orang di sekitarnya juga akan baik. Kalau dia buruk lingkungannya juga akan buruk.
Pada dasarnya kemampuan untuk menyesuaikan lingkungan. Kunci utamanya terletak pada pikirannya. Naluri yang tajam untuk melihat celah kelemahan dan itu dilakukannya tanpa disadari.
Apakah hanya sampai disitu? tidak.
Bayangkan bagaimana kalau bukan dia yang mengontrol dirinya?
Bayangkan bagaimana jika semua kemampuan karakternya digunakan untuk hal yang buruk?
...
Kalian akan melihat sisi monster yang sesungguhnya..
Pada tahap akhir dari pembentukan karakter ialah memilih untuk berjalan di jalan yang baik atau buruk. Itu ujian yang cukup merepotkan. Ataukah.. ujian itu sudah terjadi tanpa kita sadari. Hmm.. artinya kita tidak boleh lengah pada tiap cobaan yang sedang menghadang kita karena semua orang bisa jatuh pada anak tangga terakhirnya.
Tidak ada gunanya untuk mencari tahu dimanakah ujian terakhir akan muncul sebab ujian akan selalu datang dimana kewaspadaan kita sedang turun atau dalam keadaan lengah. Jadi sebaiknya kemampuan untuk berpikir jernih harus ditingkatkan terlebih dahulu.
Semua keputusan berada ditangan kita...
Eh rupanya bukan kucingku yang mengalah tetapi tubuh tokeknya yang terbelah. Aku merasakan kalau tokek ini masih bergerak padahal tubuhnya sudah terbagi dua.
Hmm.. cepatlah mati sana aku benci cicak.
Ah sial lagi-lagi aku melakukannya. Aku tersadar kembali. Uh.. lagi-lagi setan berhasil membuatku marah dan mengontrol diriku. Aku minta maaf pada kucingku atas perbuatanku yang kasar tadi. Mungkin aku sedang kelelahan makanya mudah marah.
Sulit sekali mengendalikan amarah. Dada serasa terbakar, menjalar ke anggota tubuh lainnya. Tubuh hanya mengikuti cara yang terlintas dipikiran untuk menyelesaikan permasalahan, secepatnya. Ini tidak baik. Aku harus mengendalikan amarahku. Permasalahan yang menguji kesabaran. Misalkan semua karakterku tidak bisa mengontrol kemampuannya itu hanya akan membuatku tambah kesusahan.
Kekuatan yang tidak bisa dikendalikan dari ketiga karakterku Beater, Zheill dan Hapis.
Kalian kira karakter Hapis tidak memiliki kekuatan? kalian salah. Kekuatannya yang bisa mengubah perilaku orang lain di sekitarnya sesuai sifatnya. Dia baik orang di sekitarnya juga akan baik. Kalau dia buruk lingkungannya juga akan buruk.
Pada dasarnya kemampuan untuk menyesuaikan lingkungan. Kunci utamanya terletak pada pikirannya. Naluri yang tajam untuk melihat celah kelemahan dan itu dilakukannya tanpa disadari.
Apakah hanya sampai disitu? tidak.
Bayangkan bagaimana kalau bukan dia yang mengontrol dirinya?
Bayangkan bagaimana jika semua kemampuan karakternya digunakan untuk hal yang buruk?
...
Kalian akan melihat sisi monster yang sesungguhnya..
Pada tahap akhir dari pembentukan karakter ialah memilih untuk berjalan di jalan yang baik atau buruk. Itu ujian yang cukup merepotkan. Ataukah.. ujian itu sudah terjadi tanpa kita sadari. Hmm.. artinya kita tidak boleh lengah pada tiap cobaan yang sedang menghadang kita karena semua orang bisa jatuh pada anak tangga terakhirnya.
Tidak ada gunanya untuk mencari tahu dimanakah ujian terakhir akan muncul sebab ujian akan selalu datang dimana kewaspadaan kita sedang turun atau dalam keadaan lengah. Jadi sebaiknya kemampuan untuk berpikir jernih harus ditingkatkan terlebih dahulu.
Semua keputusan berada ditangan kita...
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Musim Pertama : Tersesat 1. Sebuah pertanyaan 2. Enchanted 3. Berpisah 4. Penyesalan 5. Proses 6. Mount Anger 7. Teruslah Be...
-
Di saat kamu memilih seseorang yang telah kamu percaya dalam hidup namun dia malah berpaling meninggalkan mu apa yang akan kamu rasakan...
-
Tinggal 6 bulan kah lagi??.. Serasa begitu lambat.. Sebuah perkiraan yang belum pasti.. “oi stop dah waktunya istirahat” seru k...