Sabtu, 29 Februari 2020

Bermain Kasti

Tepatnya hari senin tanggal 19 Agustus kami merayakan 17an dengan bermain permainan kasti bersama murid-murid di belakang sekolah. Muridnya memang sedikit makanya guru-guru ikut bermain untuk meramaikan suasana, yap aku juga diajak ikut bermain.
Bicara sedikit mengenai sekolah ini awalnya aku juga tidak menyangka kalau di sini ada SMA, aku kira hanya ada SD dan SMP saja. Tak ingin berpikiran dangkal, mungkin saja ada alasan kenapa sekolah ini belum terkenal atau ada semacam hambatan lainnya. Aku tak perlu memikirkan alasannya karna bukanlah tugasku.

Pagi hari sekitar jam setengah sembilanan kami berangkat ke belakang sekolah.
Di belakang sekolah SMA ini terdapat lapangan yang luas, yang juga termasuk bagian dari tanah yayasan. Tanahnya putih halus seperti pasir, sangat luas, memang pas jika dijadikan lapangan olahraga. Tiap sore juga kadang aku melihat anak-anak pesantren latihan silat dan bermain bola, enak banget.

Sebelum sampai ke tujuan, kami melihat bekas gayung tukang bangunan dan batang besi buat pondasi bangunan di atas tempat penampungan air milik sekolah. Ada seseorang yang berusaha memakai besi dan gayung itu buat mengambil air milik sekolah. Aku tak berani menegur, kalau saja mereka sudah disetujui oleh pihak atas, aku tak punya banyak informasi. Tetapi kata bu Fatim dan bu Yanti hal semacam itu tak mungkin terjadi. Jadinya aku harus mengambil tindakan agar jangan ada lagi yang mengambil air di penampungan. Apalagi dengan sampah-sampah yang di dalamnya.
Aku sempat menduga pelaku yang mengambil air adalah orang tua/pengangguran yang sering datang ke sini. Rambutnya sedikit panjang dan sudah berhuban. Jangan tanya apa aku berani menegur atau tidak. Kerjaku masih belum ekspansif, aku masih berfokus dengan pengaturan waktu, menempatkan pekerjaan agar efektif. Setelah sholat subuh aku pergi pulangnya senja. Syukurnya sabtu minggu libur jadi bisa istirahat. Masih belum tahu bagian mana saja yang perlu diperbaiki, aku belum melihat polanya.

Pikiranku terhenti setelah melihat Gina berjalan di depan. Ia adalah siswi kelas tiga. Jika ditanya kenapa aku bisa kenal dirinya? ohoho sudah jelas.. karna namanya sering aku dengar, jadinya tahu deh orangnya yang mana haha.
Oh iya, ia memang cantik, mungkin yang paling cantik di sini dari SD sampai SMA bahkan sampai dari alumni terdahulu sampai sekarang haha. Jadi kenapa aku membahasnya? yaa hanya sekedar kenalin aja -_-

Kemudian!! kita bahas permain kasti yang akan kami mainkan!!
Sudah lama gak main jadi rindu masa-masa kecil. Sebelum bermain.. terjadi lagi..
Pak Wahyu tidak kenal dengan permainan kasti.
Aku, ust Ma'mun dan pak Riza pun mulai heran.
Anak rumahan? masa iya? aku aja yang lahiran 97 masih kenal permainan ini bahkan saking seringnya dulu aku main sama teman-teman masih ingat caranya mainnya gimana.
Lalu pak Wahyu menjelaskan kenapa dirinya jadi tidak kenal dengan permainan ini. Cukup aneh juga alasannya.
Permainannya sama seperti main bisbol hanya saja lowbudge dan disederhanakan cara bermainnya. Pelemparnya adalah teman se-tim melemparkan bola ke arah si pemukul. Bila bola kena alat pemukul jauh atau tidak mantulnya bola si pemukul harus berlari ke tanda/tempat yang aman sesuai urutan. Ada 3 urutan, dari kanan sampai kiri sama halnya bisbol. Jika berhasil kembali ke Base, satu orang dihitung satu poin. Nah jika gagal atau pemain terkena bola kasti maka tim lawan yang akan bermain memukul bola untuk mencari poin. Misal pemain biru kena bola sementara tim merah yang berjaga ada yang masih belum kembali ke Base maka pemain biru masih ada kesempatan untuk membalasnya dengan melemparkan bola lagi ke pemain merah. Simpel saja kan cara mainnya, asiknya jika main permainan ini paling enggak ada 5 orang lebih dalam satu tim, biasanya di sekolahan mainnya.

Pak Wahyu cukup mengerti dengan penjelasan kami. Yaa asik-asikan aja tak perlu serius.

45 menit kemudian~

Guru-gurunya kalah gara-gara diriku huhu..
Efek ngantuk terus minum kopi. Pikiran berat pengen mukul bolanya selalu salah timing *hiks.. tambahan karna efek gerogi.

Ah agak kelepasan senangnya. Sudah lama gak bermain ramai seperti ini haha.
Aku hendak berangkat mengambil makanan di kantin tiba-tiba saja ustadz Zul berbicara mengenai diriku dihadapan siswi-siswi yang sedang belajar di teras depan ruang guru.
"nih seperti Hafidz kalau mau cari calon suami.."
Uuuwaatttt!!!!
Ekspresi jelekku pun keluar.
Salah seorang siswi yang kulihat juga terheran-heran.
Why!? mengapa?? apa? kenapa tiba-tiba??
Aku tak ingin melanjutkan perbincangan ah maksudku ungkapan ustadz Zul, tanpa membalas apa-apa hanya sekedar ekspresi heran saja akupun lanjut ke kantin.
Ahhh.. tadi.. jadi melihat wajah siswi-siswi dah. Padahal sudah berusaha menundukkan pandangan ehh malah situasi tak terduga tadi menjadi celah deh.
Heran juga kenapa ustadz Zul bilang begitu dihadapan siswi-siswi. Memangnya landasan apa yang membuat ustadz Zul mampu mengungkapkan hal seperti itu. Padahal aku ini jauh lebih rendahan dari pada yang lain.

Sabtu, 22 Februari 2020

Konsekuensi

Rasa yang seperti ini pernah aku alami ketika bersama teman-teman sewaktu sekolah dulu. Bercanda tawa dan saling berbagi kisah agar mengenal satu sama lain.
Bedanya, sekarang ini aku bergaul dengan orang-orang dewasa yang sudah berkeluarga. Tetap menyenangkan. Tidak ada perbedaan walaupun beda usia.
"tak apa nih kalau dilanjutkan bisa terjerumus loh??" suara hatiku.
Hal yang sering dialami ketika aku bergaul sampai lupa diri karna terlalu senang yaitu menyakiti orang lain dan ketergantungan.
"tenang saja, sudah ada cahaya pengingat"

Aku melihat ke papan daftar nama guru dan pegawai di sekolah ini. Ada yang sampai 8 tahunan seperti pak Iban dan bu Helda. Lama juga, tak disangka.
Melihat sampai ke bawah untuk mencari yang siapa saja belum sampai setahun. Banyak juga seperti pak Wahyu yang duduk di sampingku, baru masuk 2 bulan. Sebelumnya ketika aku baru masuk pak Wahyu bercerita kalau dirinya lah yang baru menikah sekitar sebulan lalu di rt sebelah. Wah! aku kaget sekaligus merasa bersalah soalnya aku paling males ikut ke acara pernikahan apalagi melihat pasangannya. Terkhusus untuk orang lain "masalah siapa kalian apapun tentang hidup kalian bukanlah urusanku" aku hanya akan mengenal jika itu dapat membantu kehidupan kalian.
Kalian tak tahu beratapa bahayanya jika bisa merasakan sekaligus membaca keperibadian seseorang jika pikiran negatif yang mengambil alih tindakan. Kau menginginkan dirinya tersesat, jatuh bahkan sekalian saja menghancurkan kehidupannya.. semua bisa dilakukan. Makanya aku lebih memilih menyendiri dan jangan sampai pikiran kacau. Semua akibat akan kembali padaku diriku sendiri.

Suatu kejadian yang sungguh merubah suasana ruangan ketika pak Wahyu berbicara dengan logat daerahnya. Bukan, tapi ulah dari ust Ma'mun dan pak Riza yang selalu mengungkit sebagai bahan candaan. Awal-awalnya memang biasa saja tapi jika terus terusan bercanda seperti itu bisa saja masuk ke dalam hati, menjadi benci.
"berarti jika pak Wahyu marah nadanya juga sama yaa lemah gemulai.." katanya
Dan terus berlanjut sampai lewat seminggu.
Sampai aku merasa hawa marah dari pak Wahyu.
Duh..
Aku tidak bisa berbuat apa-apa, salah-salah aku juga bakal kena.
Suara dari luar hati berucap "kok seorang ustadz kelakuannya begitu.."
Informasi tersimpan kemudian membandingkan dengan ilmu tentang berbicara.
Aku tepis pikiran negatif untuk melihat lebih dalam tentang ust Ma'mun. Jangan sampai anggapan sendiri menjadi acuan menilai orang lain walaupun itu benar. Tak boleh ada keperibadian labil.

Ada satu cara ampuh yang setiap kali aku lakukan ketika ada orang lain yang tersakiti.
Yaitu..
Aku akan lebih dekat dengan korban dibandingkan dengan yang lain.
Hehehe.. apalagi jika status tinggi, cara itu bisa jadi sangat ampuh merubah pandangan orang-orang. Karna kebanyakan orang menilai dari luarnya saja sama halnya denganku sendiri. Maka dari itu pikiran atau anggapan orang-orang bisa kita kontrol sesuai yang diharapkan lewat tindakan yang mampu terbaca. Cara berpakaian, tindakan, ucapan, ekspresi dan hal lainnya.
Aku ingin yang menguntungkan untuk semua pihak. Pelan tapi pasti, juga tidak menguras tenaga.

Hasilnya tidak ada yang tahu pasti karna hidayah hanya untuk orang-orang yang dikehendaki-Nya.
Kalau lagi kondisi bagus begini memang enak pikiran, gak ada niat yang jahat atau semacamnya.

Senin, 17 Februari 2020

Meningkatkan Lagi

Ada satu hal yang aku ketahui tentang diriku..

Satu hal yang harus aku waspadai bila dekat dengan orang banyak terutama dengan perempuan. Bukannya terlalu percaya diri sih, aku sendiri pun tidak percaya jika aku bisa populer karna aura Hapis ku. Alasam itu berdasarkan dari banyaknya pengalaman makanya aku tahu seluk beluknya bahkan apa yang akan terjadi setelahnya. Ku pastikan itu. Jadi itulah alasan kenapa aku harus waspada atau jangan sampai dekat dengan siswi di sekolah ini. Sekali lagi bukannya terlalu percaya diri tapi memang begitu. Mau seperti apapun menepis alasannya 😒😒
Pasti akan ada yang suka denganku..

Aku terbangun karna dipanggil oleh seseorang. Seorang siswa membangunkanku lalu memberiku uang.
Uang apa ini? Ucapku
Rupanya seorang kaya raya sedang berbagi rezeki untuk murid dan lainnya. Tapi kenapa harus aku? Padahal aku baru masuk. Simpelnya apa yang kita pikirkan itulah jawabannya.

"Makasih banyak ya.."
Sudah diantarkan tapi akunya malah gak mau mencari tahu siapa orang yang memberi, ya itulah sifatku, bersangkutan dengan uang sikapku selalu biasa saja. Mungkin karna kehidupanku yang serba berkecukupan.

Tak boleh, seharusnya aku pandai bersyukur.

Dan hasil dari bersyukur adalah mendapatkan rezeki lagi.
Benar saja. Aku dapat kupon daging lagi.
Dari pondok pesantren kupon daging untuk semua guru dan karyawan SMA. Baru masuk kerja sudah dapat rezeki nomplok. Ustadz Ma'mun berkata "nikmat mana lagi yang ingin kamu dustakan.." arti dari ayat yang sering terulang disurah Ar-Rahman. Sumpah jika aku sendirian gak ada orang pengen sekali menangis sejadi-jadinya.
Aku dapat pelajaran berharga lagi..

_
Tempat untuk latihan diri..
Benar..
Aku bekerja di sini untuk melatih diri, untuk lebih cepat berkembang dan ingin menguatkan iman.
Ibaratnya sebuah teko itu adalah seorang guru dan cangkir yang siap tuang adalah murid. Guru harus hormat dan cerdas supaya ilmunya tepat sasaran. Dan seorang murid harus melapangkan diri juga pikiran, beradab dengan guru.
Akupun meningkatkan kemampuan belajarku agar dari satu pengalaman bisa menghasilkan lebih dari satu pelajaran bahkan sampai puluhan pelajaran.
Kemampuan baru Zheill "Multiply"
Yaa dengan kata lain mulai dari episode kali ini karakter Zheill lah yang akan jadi tokoh utamanya.. hmm.. hanya firasat sih..

Dekat dengan orang banyak akan sangat menyulitkanku. Aku harus dalam keadaan sadar agar tidak melakukan kesalahan fatal. Menjaga diri solusi terbaiknya. Jangan menganggap yang lain sebagai teman karna karakter labilku bisa keluar saat lengah. Jangan sampai yang lain terkena dampak karakter labilku atau aku sendiri yang akan kesusahan.
Tapi.. tidak setiap waktu juga aku bisa mempertahankan fokusku.
Menyelipkan kesadaran ketika diriku terbawa suasana. Kata sandinya adalah..
"fokus fidz.."
Setelah terucap di hati akan langsung tersambung ke ingatan-ingatan yang dipilih seperti mengaktifkan pertahanan, menenangkan diri dan menjaga tingkah atau bisa juga mengingat Allah swt.

Ada kalanya situasi yang berbeda datang.

"itu gajinya saja lebih besar dariku.." kata Bu Enny.
Entah apakah kerjaku yang masih belum bagus ataukah hal lainnya yang membuatnya bisa berucap seperti itu. Tutup pandangan pada orang yang baru kita kenal berfokuslah pada diri sendiri.

Maka dari itu kemampuan pengingat kali ini sangatlah bagus.

_
Seluruh murid berkumpul di kelas 12 IPS untuk melakukan sosialisasi termasuk para guru. Aku ingin menghindari tapi tidak bisa. Terpaksalah aku ikut bergabung. Sebelumnya aku memang terlambat makanya aku duduk dekat pintu masuk. Di samping kiriku ada Bu Aya.
Emm 😐 rasanya gak enak sekali.. aku merasa sedang diperhatikan oleh murid-murid.
Sosialisasi kali ini tentang penyakit TBC. Salah seorang guru ngaji di sini terkena penyakit tersebut dan sedang dirawat. Maka dari itu sosialisasi dari puskesmas kali ini bertujuan untuk mengenal penyakit tersebut dan pastinya untuk antisipasi penularan.
Aku terinspirasi lagi tentang hebatnya tubuh untuk berkembang.
Mengingat kembali apa yang pernah nenekku alami. Dulu nenekku pernah digigit ular kobra.

...

yap! ular kobra. Mana mungkin ada orang yang bakal hidup setelah digigit ular tersebut maksudku kena racunnya masuk dalam tubuh. Ajaibnya nenekku hidup.
Kata nenekku rasanya setelah digigit ular kobra pandangan langsung buram di perjalanan pulang ke rumah dan sakit beberapa hari. Rasa sakitnya luar biasa kata nenekku pas dihari sakit. Semacam reaksi perlawanan dalam tubuh.
Perbedaan manusia zaman sekarang dan dulu terletak pada makanan, kondisi bumi dan juga aktivitasnya. Supaya bisa mengejar perbedaan tersebut hanya satu cara saja.
Yaitu..

Tekad atau keinginan yang kuat..
Melampaui batasan..