Minggu, 23 Desember 2018

Spiral Rainbow

Pernah aku mengaktifkan semua karakter ku secara bersamaan ketika aku magang dahulu. Keadaan mendesaklah yang mengharuskan ku untuk bisa mengimbangi karyawan lain. Segala hal harus ditingkatkan secepatnya dalam kurun waktu singkat. Komunikasi, daya tahan tubuh, kemampuan, etika, ibadah, keluarga dan banyak lagi. Semua tentang kehidupan yang menjadi ciri khusus sebagai seorang manusia memancar.
Aura..
Apakah dengan bercampurnya semua aura itu akan membuat kepribadian seseorang menjadi gelap? kau tahu jika semua warna cat air diaduk, bercampur jadi satu, hanya akan menjadi warna hitam gelap.
Kalau begitu bagaimana dengan ku pada saat mengaktifkan semua karakter secara bersamaan.
Bisa? jelas bisa namun seperti yang kukatakan tadi apakah aku? kepribadian ku akan menjadi buruk?
Meneliti kembali pada masa dimana aku mengaktifkan semua karakter ku.

Pada saat itu aku belum menyadarinya bahwa aku telah mengaktifkan semua karakter ku. Aku hanya bertekad dalam hatiku untuk harus bisa dan menjadi yang terbaik. Semuanya peningkatan karakter untuk tujuan terbaik Terbaik artinya melakukan hal-hal yang bagus di mata orang lain. Apa yang harus kulakukan agar membuat yang lain senang? Apa yang harus kulakukan untuk memenuhi tanggung jawabku? tujuan aktifnya semua karakter terarah untuk berbuat lebih baik.
Hapis bagus dalam komunikasi dan ekspresi luar.
Zheill bermain pikiran dan hati.
Beater sumber tenaga dan kemampuan lainnya untuk meminimalkan penggunaan tenaga agar lebih efektif.
Kau tahu yang memicu bangkitnya karakter ialah suasana hati kita. Jadi.. untuk membangkitkan ketiga karakter ku aku harus.. punya tujuan yang kuat.

Dianggap bodoh.
Yap disaat semua karakter ku bermain hati ku benar-benar harus tenang untuk mempertahankannya. Kebetulan waktu magangnya kena bulan puasa. Menyambut ramadhan dengan gembira, iblis di penjara, suasana hati pun jadi tenang. Sambil berpuasa aku harus sabar ketika ada yang menjahiliku. Aku udah tau sebelumnya kalau mereka berniat mengerjaiku tapi aku lebih memilih untuk berpikir positif dan menghormati karyawan lain. Aku tak mau membuat yang lain terkena efek labil ku. Menuruti apa yang mereka inginkan lama kelamaan juga akan puas sendiri.

Tenaga.
Aku jadi sering sakit-sakitan tapi tetap bisa berpuasa dengan pilihan untuk bolos magang. Aku tak bisa meninggalkan kewajiban beribadah tapi aku juga ingin memenuhi tanggung jawab. Istirahat di rumah sehari mungkin bisa membuat ku bangkit lagi.
Nenek ku mulai heran dengan ku yang sering bolos akunya juga gak suka curhat dengan orang terdekat, aku lebih milih mengandalkan diri sendiri. Di samping itu aku sudah pernah bilang untuk tidak percaya dengan orang lain. Apalagi soal curhat. Mendingan aku memutar otak untuk mencari solusinya sendiri. Aku tahu dampaknya akan membuat orang lain heran dengan tindakan ku. Ini pilihan terbaik.
Hari demi hari mulai kelihatan tanda-tanda kalau tubuh ku kelelahan.
Kurang istirahat. Jam istirahat ku terganggu oleh jam sahur. Dada kiri ku mulai terasa sakit. Tapi aku tetap bisa memaksanya.

Kesalahan.
Aku yang sering bolos untuk istirahat sudah menarik perhatian sama kepala pengurus workshop.
Katanya kemana kemarin dan juga kenapa sering bolos. Aku bingung mau menjawab apa. Terlintas aku menyadari kalau dada kiri ku sakit artinya aku sakit jantung kan? jadi aku menjawabnya kalau aku sedang sakit jantung.
Kepala pengurus tadi bertanya lagi sejak kapan punya penyakit jantung katanya.
Aku terkejut. Lah kok malah dianggap sakit jantung yang itu. Oh iya emang penyakit yang mana lagi. Aura kepala pengurus telah membuatku ketakutan. Spontan bicara ku bilang sejak kecil. Mantapzz kelepasan. Aku berbohong saat berpuasa. Konyol.

Runtuhnya.
Aku mulai goyah. Semua kemampuan telah ku kerahkan. Tiap kali jantung ku berdetak serasa di tusuk jarum. Sakit sekali. Aku diambang batas.
Ingin sekali aku berobat tapi dengan siapa. Kaka ku hanya peduli dengan pekerjaannya. Siapa lagi yang aku percaya. Gak ada.
Aku berobat sendiri ke menteri malah dikasih obat dan disuntik doang. Gak guna. Mending aku milih istirahat sendiri. Ketika kaka ibuku datang menanyakan penyakit  ku, aku menjawab malah dicurigai. Ah bener juga gak ada yang bisa dipercaya. Ibuku jauh disana. Aku tak ingin mengganggunya.
Biarlah semua kesalahan menghujam padaku. Aku sudah lelah. Mati karena sakit jantung mungkin imbalan yang pas atas kebohongan yang kulakukan.


Aku berpikir jika semua warna cat air disatukan, bercampur akan menjadi warna yang paling indah yang pernah aku lihat tetapi.. rupanya anggapan ku berlawanan dengan kenyataan.
Yang ada warna hitam pekat yang muncul.
Mungkinkah akan memang menjadi seperti itu jika semua karakter ku bersatu? bukan akan lagi.. tapi telah terjadi dalam hidupku. Terekam jelas dalam memori.
Aku tak mau kejadian yang sama terulang lagi.
Begitu saja terus berulang menjadi kebiasaan buruk.
Ini bukan tentang harapan ataupun ucapan yang terlontar.
Aku harus memperbaikinya.
Memang kalau warna warni tercampur menjadi satu akan memunculkan warna hitam. Tujuannya memang ingin menyatukan makanya hasilnya begitu.
Poin pentingnya adalah bagaimana cara kita.
Ya! seperti menggambar!
Warna cat air akan indah jika penempatannya tepat.
Tentang karakter apa yang orang lain harapkan? lebih tepatnya agar semua orang merasakannya juga. Orang jahat ataupun baik. Selalu memberikan dampak yang baik.
Iya selalu yang baik.
Kalau asal-asalan mengaktifkan semua karakter tanpa menghilangkan kekurangan ataupun belum memaksimalkan kemampuan mana mungkin bisa berjalan dengan baik. Kesalahan akan sering dilakukan dan tekad mudah goyah.
Alasan munculnya karakter baru karena orang lain kan?
mereka membuat ku senang..
mereka membuat ku sedih..
mereka membuat ku marah..

Jika aku bisa melakukannya dengan cara baik yang bisa diterima orang-orang maka...


sumber gambar: https://www.backgroundsy.com/backgrounds/spiral-rainbow-background

Kamis, 20 Desember 2018

Bertahan

Hari ini kaka ku akan membeli kendaraan milik kaka sepupu ku, anaknya kaka ibuku. Aku sedang bermain Dota di warnet dengan Yahya.
Gak nyangka kalau kaka ku malah naik ke lantai dua warnet untuk mencari ku. Wtf. Aku merasa seperti anak kecil yang bandel karna jarang pulang ke rumah. Aku jadi sulit fokus main Dota.
"iya tunggui aja di bawah bisa gak?"
Segitu gak sabarnya kah ingin punya kendaraan baru."bukan fidz tapi kaka mu ingin menghemat waktu, kau tau sendiri kan sekarang pemikirannya bagaimana setelah menikah"
*mulai menganalisa
Begitu ya. Baiklah sabar aja entar lagi kelar kok.
"aku nungguin di bawah"
"iya"
Grrr.. tindakannya malah mengundang pemikiran negatif tentang ku pada anak-anak yang lain. Seharusnya lewat pesan kan bisa memberitahukan ku. Mengganggu sekali..
Oke fokus lagi. Gak perlu ngurusin orang lain.


"Ya aku pulang dengan kaka ku"
"oke"        
Aku turun duluan ke bawah kemudian langsung pergi dengan kaka ku.
Di perjalanan pikiran ku sedikit mengganggu. Ya jelaslah gimana mau tenang karena sebentar lagi aku akan bertemu dengan orang yang tidak ku suk- oh lebih tepatnya yang membuatku gak suka. Mengingat jalan menuju ke rumahnya saja sudah membuatku down apalagi sampai di sana. Aku ingin menghindari. Iya seharusnya aku menghindari. Tapi aku lupa. Aku terlalu fokus untuk hari ini bermain dengan Yahya. Jadinya aku lupa memikirkan apa yang akan terjadi.
Huh~

Di depan rumah kami telah sampai. Lihatlah. Seharusnya aku senang bisa berkunjung ke sini seperti dulu. Namun kali ini pandangan ku berubah karena hanya masalah sepele, yaitu aku gak kerja.
Bukan..
Sekali pun aku kerja mereka akan tetap merendahkan ku. Menyindir ku dari belakang. Apa yang diinginkan mereka dari diriku tetaplah kembali ke diri mereka masing-masing. Kebiasaan menuruti nafsu bicara membawa dampak buruk pada diri sendiri.
Sulitnya menahan diri untuk tidak membicarakan aib orang lain.
Di sini aku bercerita tentang mereka untuk dijadikan pelajaran. Bicaralah hanya untuk hal yang berguna saja, lebih baik lagi kalau melibatkan Tuhan kita. Ucapan yang bermanfaat mendatangkan kepribadian yang bagus. Misalnya seseorang memaksa mu harus bicara cobalah untuk menanggapinya dengan sopan dan jawaban yang singkat serta jelas.
Ngomong sih enak, coba kalau berada di posisi tersebut.
Untuk bisa menutupi kekurangannya kamu harus tetap bergantung pada Tuhan mu.
Kedua cobalah untuk menahan amarah karena imbalannya besar tapi jangan sampai niatnya hanya untuk menjadi lebih baik tapi kita kembalikan pada yang Menciptakan kita. Kalau sampai lupa diri dengan Yang Menciptakan kita itu artinya juga sombong kan. Coba kalau kita niatkan semua kegiatan kita hanya untuk Tuhan maka yang lainnya bisa kita dapatkan tanpa perlu berusaha susah payah lagi. Dengan begitu kita bisa "tahu diri" siapa kita. Otomatis rasa sombong terhadap orang lain juga akan hilang dari diri kita.
Iya ini cobaan aku tahu itu.
*Menghela nafas
Badan ku mulai gak enak. Berusaha tetap mempertahankan efek Enchanter agar tidak goyah.

Sampai di depan toko.
Nyehhh.. yang muncul pertama kali malah suaminya pula.
Kenapa respon ku begitu? apa dia jauh lebih merepotkan?
Ya begitulah. Kebiasaan buruk bicaranya jauh lebih parah. Aku bisa bayangkan bertapa tidak senangnya dia ketika melihatku.
Eh? kurasa gak hanya aku.
Ehm..
mungkin lagi kelelahan setelah membengkel.
"mamanya di rumah datangi aja ke belakang"
Aku dan kaka ku langsung saja ke bawah terus ke belakang toko.

"assalamualaikum" kaka ku mengucapkan salam.
Kalau aku? suara ku pelan. Serasa nyangkut di tenggorokan. Mungkin lebih ke perasaan sedang tidak menginginkannya. Jadinya respon tubuh ku berusaha menyembunyikan diri untuk tidak menjadi perhatian. "masuk masuk.. duduk di kursi, acil ngambil kunci dan surat-suratnya dulu"
Duduk di kursi? saling hadap-hadapan? ihh enggak ah mending duduk di lantai aja. Alasan bermain dengan kucing aku pun duduk di lantai.
Setelah mengambil kelengkapan kendaraan, acil dan kaka ku berbincang-bincang tentang kendaraannya. Ya mengenai apa-apa aja kekurangan ataupun kelebihan. Gak banyak juga dan aku lebih milih diam tak usah ikut campur pembicaraan seperti biasa. Paling sedikit itupun tentang kucing. Haha kenapa begitu?
Ya soalnya aku suka membicarakan kesukaan masing-masing contoh tentang kucing, dengan begitu dapat memicu rasa senang agar mengalihkan pikiran untuk tidak berpikir negatif. Yep hanya untuk ku. Aku tak suka suasana yang suram.

"iya nih jadi agak lambat ke sini gara-gara nungguinnya main warnet" kaka ku membicarakan ku
"iyaa.." balas dengan nada sedikit tinggi dan terdengar seperti mengerti keadaan.
Ka, konyolnya kau. Tau aja kalau acil paling gak suka aku ke warnet dan malah membahasnya di dekat ku.
Apa ini niatan ingin menjatuhkan? Gak berperasaan sekali.
Aku tahu dia senang makanya asal ceplos aja untuk mencairkan suasana. Jangan begitu ya Fidz. Kata siapa aku bakalan melakukan hal yang sama pada orang yang memiliki masalah. Aku sudah belajar dari episode Penyesalan dan melatihnya hingga sekarang. Kemampuan untuk membaca pikiran orang lain memudahkan ku mengusahakannya.
Sabar..      
Yang tukang lapor kegiatan ku di sini ke ibuku pastinya Kaka ku dan Acil ku. Kegiatan yang dilaporkan tentunya kebiasaan buruk ku, menurut mereka.
Ah kalau dibandingkan dengan kegiatan baik kira-kira 7:3 atau bisa juga 9:1, melihat dugaan dari cara pandang mereka terhadap ku.
Aku sempat heran mau menanggapi apa ketika ibuku menegurku supaya tidak lagi main ke warnet. Bagian yang mengherankannya bukan dari mana ibuku tau tapi teguran ibuku gak mendukung dengan suasana hatinya, ah, jelasnya ibuku hanya ingin melakukan apa yang kakanya inginkan. Respon ku? angguk mengerti situasi bukan teguran. Ya tujuan utama aku ke warnet cuman main dota doang itupun kalau ada waktu senggang. Kalau ingin mengumbar apa sisi baiknya bermain Dota.. aku hanya akan merasa bersalah. Niatan mengumbar kelebihan termasuk sombong apalagi kalau hanya untuk membungkam orang lain, makanya hati ini akan selalu gelisah bila tidak adanya tekad untuk bertahan. Melawan?  bukan tapi menutupi cara ku berpikir. Lagian dilihat dari sisi mana pun ngabisin uang untuk mengubah pemikiran yang jelas-jelas manfaatnya dikit, tapi dengan pemikiran ku sekarang aku bisa lebih memaksimalkannya.
Ya begitulah..
Dalam hal kegiatan yang kita sukai dengan senang hatinya kita lakukan..

Rabu, 12 Desember 2018

Selalu Aku

Seandainya dan seandainya.
Terlalu banyak berangan juga gak ada gunanya. Padahal aku yang paling paham tentang ujian hidup tapi saat masalah datang aku malah terbutakan oleh emosi. Gimana mau berpikir jernih kalau yang salah itu mereka. Enggak keluarga enggak orang luar sama saja mengganggu. Aku berharap punya rumah sendiri, hidup sendiri yang jauh dari keramaian.
Iya mungkin ini cita-cita ku haha!!
Emmm... aku melakukannya lagi..
Rasanya sulit sekali untuk keluar dari masalah besar ini. Aku tahu caranya untuk bisa keluar, aku tahu caranya agar bisa menang dan mengubah orang-orang namun.. tubuhku tidak bisa melakukan apa yang seharusnya ku lakukan.
Kondisinya begini.

Adikku, aku hanya perlu mengajarkan padanya banyak hal.
Nenekku, aku bisa menggunakan kharisma ku untuk mengingatkannya untuk lebih giat beribadah.
Aku bisa saja mendapatkan pekerjaan kalau aku mau sedikit usaha untuk keluar rumah.
Aku bisa saja menjadi orang kaya kalau aku mau usaha kerja.
Aku bisa saja memaafkan orang yang paling aku benci kalau aku ikhlas.
Beater: gak boleh
Hapis: -___-;
Keluarga yang lain, aku hanya perlu memberanikan diri untuk menerima pendapat mereka dan menceritakan apa yang aku alami.

Semua masalah bisa saja aku selesaikan, aku hanya butuh beberapa langkah. Agama sudah memberikan caranya untuk bisa menyelesaikan masalah dengan baik dan sempurna. Sayangnya aku tak bisa bergerak mengikuti apa yang seharusnya ku lakukan. Jin dalam tubuhku sudah aku perbaiki, dia sudah bisa membisikkan ku untuk melakukan hal yang baik-baik, tapi tetap saja rasanya sulit. Apa yang kurang dariku?
Elu banyak dosa eyy
*ewww
Kurasa benar juga.
Banyaknya dosa membuat tubuhku sulit berbuat baik.
Dendam, sombong, suka mencari-cari kesalahan orang lain, pemalas, merasa yang paling tinggi, merasa paling bisa melakukan segala hal. Banyak sekali penyakit hatiku. Dan aku juga tahu bagaimana caranya untuk membersihkan dosa-dosa itu. Sekali lagi, tubuh ku tetap sulit bergerak.
Tapi kenapa harus selalu aku? Kenapa harus aku yang akan melakukan semuanya?
Seolah-olah hanya aku doang yang jadi tokoh utamanya!!!!
Beater dan Zheill: idih..
Grrr.. Merepotkan.
Huh..
Kalau terus seperti ini, hanya selalu aku yang jadi terbaik. Eh? Ahh lagi-lagi aku melakukannya, penyakit hati, merasa yang paling hebat.
Alasan bodoh menjadi yang paling belakang
                               
Siapa yang betah ketika ada seseorang yang selalu ingin memaksakan kehendaknya terhadap mu. Lewat gerak gerik kecil yang terlihat seperti sindiran keras. Begitulah kelakuan kaka ibuku dan keluarga lainnya kecuali kaka Yudhi.
Aku ini sangat perasa dan bisa membaca jalan pikir orang lain. Bagiku untuk membaca pikiran orang terdekat ibarat menghitung 1+99 gampang sekali. Tapi aku sudah belajar untuk tidak berpikiran negatif tentang mereka. Sering ku latih. Namun anehnya balasan dari tindakan ku terhadap mereka tidak akan pernah menyadarkan kerasnya dinding hati. Aku juga selalu menghindar tiap kali mereka datang. Kalau sudah terkena black-list aku harus jauh-jauh dari mereka yang terkena. Kalau tidak. Kuping ku akan merasa sakit tiap kali mereka berucap. Kata demi kata yang masuk dalam telinga ku langsung menggambarkan sifat mereka. Begitu saja melintas dalam bayangan pikiran. Sakit sekali ketika aku mencoba menepisnya.
Menjauh adalah tindakan terbaik.
Buat apa aku menolong mereka. Toh mereka juga tidak suka dengan ku. Tindakan mereka hanyalah sebuah rasa pelampiasan untuk menenangkan hati. Bukan untukku. Mereka tidak tahu apa-apa tentang ku. Sebaliknya aku yang paling tahu tentang mereka dari pada orang lain. Ironis sekali. Aku mau menerima pendapat mereka? yang tidak tahu apa-apa soal kekurangan ku? berlagak paling mengerti untuk menjatuhkan ku sebagai percobaan.
Sakit.. mau berapa kali mereka menginginkan aku jatuh.
Terus adakah cara lain?
ada.. tapi..
Aku harus mengalah menerima pendapat mereka. Untuk jatuh lagi?
Kenapa harus selalu aku yang mengalah? Kenapa?


Ketika aku sakit. Aku pasti tahu apa yang paling diinginkan tubuhku untuk lekas sembuh. Aku jarang minum obat. Saat sakit aku lebih sering membutuhkan makanan atau minuman yang bisa menyenangkan tubuh. Sebagai penyemangat gitu. Yahh soalnya pas sakit lidah kita kan mati rasa.
Pacar mana pacar sebagai penyemangat?  
lol pacaran dosa eyy
*savage
Masalahnya pas sakit aku pasti kesulitan mau beli belanjaan. Berdiri saja sempoyongan. Aku meminta adikku untuk membelikannya. Tapi gak semudah yang ku kira. Dia menolak permintaan ku. Malahan marah kepada ku.
Kenapa? apa dia gak paham tentang situasi ku?
rasanya sakit sekali, aku telah memberikan apa yang dia mau. Pas dia sakit juga pasti aku yang membantunya. Kaka ku juga. Semunya apa yang aku lakukan tidak pernah ternilai kah? bodohnya aku juga  terlalu berempati dengan mereka. Bisakah dari kalian sedikit saja berusaha lebih baik dari aku??

Usuhu ku dan keluarga lainnya.
Seharusnya mereka paham apa yang sering di alami anak muda. Labilnya kepribadian. Seharusnya mereka terus berusaha membujukku untuk sadar. Tapi kenapa malah aku yang dimusuhi. Aku berbalik mengejar mereka sedikit demi sedikit mencoba menyapa mereka. Tapi aku diabaikan. Seharusnya.. emm..
Nenekku.
Kenapa harus memperbesar rumah sih? sayangnya uang mending di wakafkan. Kalau nenek meninggal aku gak bakal bisa mengurus rumah ini, tenaga ku gak sekuat orang lain. Mama juga gak bakalan pulang ke rumah. Dan nanti aku pasti akan pergi dari rumah.

Aku mencoba menjelaskan hasil usaha yang aku dapat tentang agama. Amalan-amalan ibadah yang mungkin akan membanggakan ku sebagai cucunya. Lalu aku mencoba menyangkut pautkan tentang pekerjaan khusus agar amalan ibadah ku tidak lepas. Tapi malah nenekku hanya fokus pada pekerjaan.
Apa nenek tidak dengar ungkapan hatiku? jarang-jarang aku bisa curhat langsung pada orang lain. Harapan ku yang seharusnya aku inginkan malah.. diabaikan.
Aku langsung pergi meninggalkan neneku.
Ahh rasanya sakit, selalu tersakiti.
Nek.. apa aku harus kaya untuk melemparkan semua uangnya ke wajah kalian? bukan itukan yang kalian inginkan dariku. Aku juga tidak sedang membutuhkannya untuk saat ini.
Apa sih yang kalian pikiran? uang? jabatan? harga diri? kesombongan untuk membungkam tetangga?
Kenapa selalu aku yang harus melakukan semua itu?
Ibuku saja memberikan ku kebebasan.
Aku tak takut terjatuh aku punya Tuhan ku. Aku tinggal minta apa yang aku mau pada-Nya, Dia Yang Maha Kaya lagi Maha menguasai bumi juga langit.
Tapi jika aku minta sesuatu hanya untuk berbuat dosa mana mungkin terkabulkan. Kesal.
Aku marah. Aku sakit hati. Aku selalu ingin sendirian. Menjauh dari kalian. Aku muak melihat kalian.

Aku tahu.. hidup ini hanyalah panggung sandiwara. Tiap orang memainkan perannya masing-masing. Begitu pula dengan ku. Rasa sakit ini, rasa kecewa ini, rasa terhina ini, semuanya yang ku terima hanyalah palsu. Begitu juga rasa yang lainnya. Tuhan hanya menilai tindakan kita dalam menanggapi suatu cobaan. Hebat atau tidaknya tergantung perjuangan kita.

Pernah melihat seseorang begitu gembira setelah melakukan tindakan yang baginya luar biasa namun di mata kita, sudut pandang kita, tindakan tersebut hanya biasa saja. Itu.. apakah karena kita sudah pernah melakukannya ataukah hanya ingin meremehkan bahwa kita jauh lebih hebat? Ya.. berapa kali pun kita mencoba sadar kalau poin pentingnya dari masalah seperti ini bukanlah fokus pada hasil tindakannya tapi pada usahanya.
Begitu kau menyadarinya, kau akan tersenyum tulus seperti ku.

Lalu apakah aku harus membuang semua kelemahan ini begitu saja. Hoho gak semudah itu ferguso tetap akan ada perjuangan dan ujian baru menanti.

*End

Jumat, 07 Desember 2018

Aku Tak Bisa

Seandainya kalian punya seseorang yang paling kalian benci di dunia ini, apa yang akan kalian lakukan?
"Menjauh darinya sejauh-jauhnya"
Seandainya cara tersebut tidak berhasil apa yang akan kalian lakukan selanjutnya?
"aku akan mencoba menerimanya dengan melihat kebaikannya"
Sayangnya dia jarang memiliki kebaikan malahan sering membuat mu tambah sakit, apa yang harus dilakukan?

Begitulah pandangan dan keadaan ku terhadap adikku. Sudah sedari kecil aku tidak menyukainya. Berusaha menerimanya pun percuma. Bagaimana bisa aku menerimanya sementara di dalam tubuhnya mengalir darah si bangsat. Sifat dan sikapnya selalu membuat ku marah dan sakit hati. Dia kelemahan terbesar ku.


Pertama kali aku ingat kalau ada yang salah dengan keluarga ku saat Ushu ku bilang adikku bukanlah dari ayah yang sama dengan ku dan kaka ku. Aku kaget, mencoba memahami apa yang telah terjadi waktu dulu. Benar juga.. mana mungkin ibuku bisa hamil kalau ayahku lebih dulu meninggal.
Ingatan ku tidak terlalu banyak saat di masa lalu. Dan ku pikir kejadian itu memang kesalahan ibuku sendiri.

Satu-satunya orang tua ku hanya ibuku makanya aku harus mempercayainya, apapun pilihannya. Entah dia mau menikah lagi atau apapun itu aku akan siap.
Iya aku tahu itu.
"Ki malam ini mungkin orang bugis itu mau datang lagi ke rumah ku, bantuin aku menjebaknya!, kemarin tuh orang mulai berbuat gak senonoh" aku meminta pertolongan dengan adik sepupu ku.
"ayok! kita hajar dia!" balas adik sepupu ku dengan cepat.
Dengan rencana jahat yang telah aku pikirkan aku memasang plester terbalik di ganggang pintu luar rumah lalu meludahinya.
"nah begini oke, mampus tu orang kalau balik lagi"
Sayangnya orang itu gak kembali lagi mungkin malu atas apa yang telah dilakukannya. Jebakannya gagal.
Apapun keputusan ibuku tidak akan membuat pikiran ku tentangnya goyah.
Sampai datang sms dari orang yang tak dikenal mencela ibuku sebagai pelakor.
Aku.. tak tau harus marah kepada siapa..
Siapa yang patut disalahkan?

Cobaan tahap baru datang lagi.
Bertambah satu orang lagi, orang yang paling aku benci di dunia ini. Ayah tiri menceraikan ibuku dan lebih memilih bersama pelakor tersebut.
Ibuku seharian tidak makan. Hanya bisa menangis sakit hati. Padahal aku pikir dia ayah tiri yang baik, rupanya enggak, sama saja dengan si bangsat yang menelantarkan anaknya sendiri. Aku marah sekali. Hidup ku runyam.

Tiap kali pembagian rapot sekolah aku hanya bisa teringat dengan ibuku yang kian jauh dari keluarga, lebih memilih bersama ayah tiri baru lagi. Melihat teman lain bahagia karena ada orang tuanya menemaninya.
Aku.. hanya bisa memandang dari jauh merasakan iri hati.
Siapa yang patut disalahkan?
Aku mulai bosan sekolah.
Dan lagi.. tiap kali ibuku hendak pergi ke tempat suami barunya adikku pasti merengek nangis tanpa mempedulikan sekitarnya. Bikin kesal. Tapi aku tetap percaya pada ibuku kalau ini demi kami.
Tak peduli berapa banyak uang yang diberikan oleh ibuku padaku setelah kawin dengan pak Iin, rasanya tidak membuatku senang, aku tak peduli dengan uang. Aku hanya ingin ibuku sering-sering pulang ke rumah agar aku masih bisa sayang dengannya.


Sedikit demi sedikit mulai terlihat inti dari masalah yang membuat keluarga ku berantakan. Ketika ibuku pergi ke orang pintar untuk menghilangkan santet penunduk dari mantan ayah tiri bangsat, si orang pintar menemukan santet lain dalam tubuh ibuku.
"Santet lain?.."tanya ku dalam hati
Santet dari orang tua adikku.
Iya..
Seharusnya aku tahu hal itu.. mana mungkin ibuku sering sakit kepala karena kelelahan.. mana mungkin ibuku berbuat tindakan bodoh yang hanya mencelakakan diri sendiri..
Satu persatu kejadian saling berhubungan membentuk alur cerita yang bisa diterima akal.
Ibuku terkena santet dari ayah adikku hingga ibuku mau diajak bermaksiat. Sampai adikku lahir dia si bangsat malah kabur.
Ketika persalinan, ibuku sendirian saja tak ada keluarga yang mau datang menemani. Hingga ada satu tetangga yang mau membantu ibuku.
Kami anaknya mana bisa membantu dan waktu itu aku masih kecil bahkan ingatan sebelumnya tidak bisa ku ingat, siapa saja yang sudah menyakiti ibuku dengan mengacuhkannya. Syukurlah ibuku bisa melahirkannya dengan selamat. Setelah adikku lahir ibuku masih terbaring kelelahan, adikku sudah dibawa ke bidan oleh tetangga tadi. Dalam kondisi seperti itu ibuku masih sempat mengkhawatirkan kami.
"tidur nak sudah malam"
Terlalu singkat memori waktu kecilku. Tentang ayahku pun hanya satu memori.

Memori lain muncul lagi. Aku sadar dan tahu-tahu kami pindah rumah ke rumah nenekku. Aku berjalan kaki bersama ibuku. Kenapa kami harus pindah?
Aku mencoba memahami lagi. Kalau misalnya ibuku memang diusir dari kampung sana, aku tak akan memaafkan mereka semuanya yang di sana. Paman ku, Ushu ku dan keluarga lainnya. Itu berlaku jika tebakan ku benar. Mau sebanyak apa uang yang diberikan keluarga ku kalau menimbang dengan tentang semua usaha ibuku gak akan pernah sebanding.
Kata ibuku aku yang paling mirip dengan ayahku dibandingkan kaka ku, tinggi badanku juga hampir sama, rasanya senang sekali.


Siapa yang bisa keluar dari sebuah perangkap santet dengan cara normal? kecuali memang Allah swt. yang menghendakinya.
Aku tak percaya santet tersebut masih ada dalam tubuh ibuku. Itu yang membuat ibuku sering sakit kepala hebat. Dan aku sangat menyesal jarang mau memijatkan kepalanya saat reaksi santet itu muncul.
Tapi..
sepenuhnya itu bukan salah ku.. tapi dia, si bangsat!!!

Bagaimana kalau aku  Beater ingin bertemu dengan mu lagi??
Aku tak peduli dengan iblis jenis apa yang sedang melindungi mu, aku juga bisa menggila dengan kemampuan ku sendiri untuk mengakhiri hidupmu??
Tak peduli siapa yang akan menghalangi.. rasa sakit kami akan aku bayar bila bertemu dengan mu..
Woy!
Aku sedang bicara padamu..
Pasti salah satu kenalan kalian bisa membaca pikiran dari orang yang akan mengancam keberadaan kalian kan?
Kau pikir aku akan membiarkan mu keluyuran begitu saja atas apa yang kau buat?
Berani sekali muncul lagi dalam keluarga kami.. dulu aku belum siap.. sekarang aku sudah siap. Merobek tubuh mu dan menarik tulang belakang mu sampai keluar mungkin dapat mengurangi gejolak amarah ini..
Hey aku bilang aku sedang bicara dengan mu.. Kau dengar deklarasi perang ini tidak?
Aku marah!!!

Melihat adikku sama dengan melihatnya. Tubuhnya, sifatnya, semuanya tentang dirinya aku membencinya..
Agama mengharuskan ku agar bisa memaafkan orang yang telah menyakiti ku.. namun..
Bagaiamana bisa? Bagaimana caranya agar aku bisa memaafkan mereka? Jika aku memaafkan mereka itu artinya Beater akan menghilang selama-lamanya.
Ini menyakitkan untuk diterima apa yang telah mereka perbuat.

Aku tak bisa.. aku belum bisa..

Rabu, 05 Desember 2018

Cinta dan Logika

Bagian 3. Tindakan

Seandainya aku mencintai seseorang yang hanya karena menutupi kekurangan saja pasti terdapat hal yang akan mengusik kedamaian hati. Sebutannya memanfaatkan. Aku tak mau itu. Mengingat lagi pernah merasa ragu untuk memiliki dia karena belum tau tujuan dari mencintai itu apa.
Apa yang harus ku lakukan dengan kekurangan ataupun kelebihan yang kita miliki untuk pasangan agar tidak salah bertindak?
Satu persatu pertanyaan baru bermunculan. Jawaban dari pertanyaan itulah yang akan membawa kita ke tingkat lebih tinggi lagi. Demi apa?
Apakah kalian juga menginginkan cinta sejati terhadap pasangan kita? Kalau iya pastinya perasaan tak ingin dikecewakan itu ada.
Pasangan hidup itu cermin dari kepribadian kita.
Yang baik akan mendapatkan yang baik.
Yang berjuang untuk yang terbaik.
Sayangnya untuk melihat kesamaan tersebut terhadap pasangan kita sangatlah sulit. Soalnya kesamaan itu adanya dalam diri kita sendiri. Seseorang dengan pendirian yang enggan mengoreksi diri itulah yang paling merasakan kesulitannya.
Buah jatuh tak jauh dari pohonnya.
Tapi yang paling penting setelah mengoreksi diri adalah tindakan untuk memperbaikinya. Ya aku tahu itu, hati spontan menanggapinya namun hasilnya tetap tidak ada, karena sulitnya menggerakkan tubuh untuk bertindak. Jangan lupakan pelajaran yang terdahulu. Untuk menggapai yang lebih tinggi butuh anak tangga dan bekal lainnya. Begitu juga tahap tentang cinta. Merasa puas dengan ilmu yang ada merupakan kesalahan besar.

Bersama temannya, Bibah keluar dari gerbang sekolah. Aku mencoba menepis kehadirannya dengan fokus melihat ke arah lain untuk mencari adikku. Usaha ku kadang gagal saat dia ada di depanku. Dari gerak geriknya melihat kejauhan, dia sedang mencari orang tuanya. Duh, aku malah jadi terfokus padanya. Hati sedang bentrok tapi gaya luar tetap santai haha. Oh iya aku sedang makai helm jadi gak ketahuan wajahku olehnya kalau aku orang yang sekampung dengannya. Emangnya gua cowok terkenal dan terkeren di kampung? idih amit-amit sadar diri dong -__-
Kamvret lu Zheill..

Tenang..
Bertindak biasa saja..
Jangan langsung menganggap momen ini spesial.

Setelah usahanya mencari keberadaan orang tuanya tak berhasil, dia dan temannya duduk menunggu dekat pagar.
Masih di depan gua eyy -__-;
Akhirnya dia melihatku cukup lama sekitar 3 detikan. Mungkin dia sudah sadar kalau ini aku. Apa sih hubunganku dengannya? jangan berangan yang enggak-enggak deh, plis. Hedehh.
Sebelumnya juga pas kenaikan kelas mereka aku memandangnya cukup lama karena penasaran dengan dirinya. Ketika dia menyadari kalau aku sedang melihatnya dia membalas pandangan. Sempat berpikir kalau bukan aku yang sedang dilihat jadinya aku tetap memandangnya dan terjadi kontak mata antara kami. Gak lama juga kami saling pandang aku pun nyerah duluan. Lagian gak ada yang spesial juga dengan diriku. Dia memang cantik dan juga pintar, buktinya dia masuk ranking 3 besar dari seluruh kelas 2. Pasti dia terkenal sekali. Dan mana mungkin dia memiliki perasaan terhadapku. Umur beda jauh pasti dia geli kalau aku jatuh cinta dengannya haha. So tenanglah diriku yang super ke geeran ini. Aku hanya penasaran dengannya karena aku sedang belajar makanya aku memandangnya untuk mempelajari kepribadiannya.

*Sayangnya dia memandangi ku lagi. Tatapannya tidak ku mengerti.
Seingatku orang-orang di sekitarku bukanlah kenalannya ataupun sesuatu yang mengundang perhatiannya.
Eh?! masa aku? ada apa denganku? ehhhh...
Pertahanan ku benar-benar hancur.

Sejak saat itu aku masih bingung, terus berupaya mencerna apa yang terjadi. Mungkin gara-gara aku jatuh cinta dengannya makanya aku ke geeran. Iya iya sebetulnya aku paham sekali, jangan berpikiran konyol. ha ha ha..
Oh iya! adikku, aku kelupaan!  dimana dia kok gak keluar-keluar?

Dari pengalaman tersebut aku jadi mengerti, pertahananku sungguh tidak akan bekerja apabila berhadapan dengan cewek sesuai tipeku. Beater adalah amarah. Menanggapi hal yang tidak disukainya, amarah pun menyala dalam dirinya, menjaganya agar tetap tersadar. Dilihat dari sekian banyaknya pengalaman tentang Beater, ia memang selalu aktif saat berhadapan dengan yang tidak disukainya.
Beda dengan hal yang disukainnya.

Sifat sejati itu adalah sifat dasar yang hanya bisa ditutupi dengan banyaknya latihan, walaupun bisa ditutupi bukan berarti sifat dasar bisa dihilangkan.
Sifat sejati
emosi   
/    |    \  
marah  senang  sedih
Beater      Hapis       Zheill
Tiap karakter akan muncul saat menanggapi hal yang memicunya.
Tentang cinta berarti hal yang disukainya, karakter apa yang akan muncul?
Hapis?
Tetap bukan.
Campuran mungkin.
Gak ada karakter yang cocok. Tunggu..
*lirik Zheill-----
Zheill: ngape?
Yup! Zheill lah yang paling cocok menanggapi soal cinta jika pertahanan lumpuh. Pikirannya yang tenang bisa menanggapi situasi dengan akurat. Sikapnya yang cool juga dapat menjaga image diri dimata orang lain. Oke masalah ini telah terselesaikan hihi.

Kekuatan cinta emang gak bisa diremehkan Beater pun bisa kalah.
Beater: -___- hati kan emang kelemahan ku..

Ceritanya masih belum selesai.
Ketika aku belanja di toko Bibah aku pikir orangtuanya yang menjaga, rupanya dia sendiri. Sedikit kaget melihatnya. Tapi entah kenapa ada rasa senang timbul dalam hati saat tau kalau dia yang jaga. Seperti mau bilang Yes gitu. Ahaha perasaan cinta ini benar-benar lucu.
Hapis dan Beater: ...
*krik *krik
Ehem! langsung aja aku mencari belanjaan.
Wahhh ada Keripik Setan! sudah lama gak ada yang jual, ini makanan kesukaan ku, ku kira pabriknya telah berhenti karena kekurangan pegawai setan.Beli ah.
Sudah dapat apa yang aku mau langsung aja aku kabur haha. Enggaklah.
Aku berjalan santai menujunya.
"berapa harga keripik setan nih?" tanya aku untuk memastikan
"3 ribu" katanya dengan santai
ng? kok aneh ya, dia gak tau harganya! kenapa aku langsung tau -__-
Ahh wajar sih kan bukan dia yang jaga ni toko, kali ini dia hanya terpaksa mungkin karena orang tuanya lagi sibuk. Entar pas aku belanja ke sini lagi aku mau tanya aja sama orang tuanya tentang harga ni keripik. Kasian kalau jualan orang rugi.
Hapis dan Beater: Oyey! begitulah Zheill! haha keren!
Zheill: berisik..
Ketika dia mencari uang kembalian aku mempelajari sikapnya.
Apakah dia benar-benar mempunyai perasaan terhadapku?
Jika benar. Pasti ada tindakannya yang grogi atau salah tingkah.
Emm.. aku merasakannya cuman sedikit. Gerakannya masih bisa dibilang santai, namun aura kasmarannya terpancar sedikit, atau akunya aja yang terlalu cepat menilai.
Misalnya tebakanku benar. Sedikit lebih baik, perasaan itu gak akan sampai membuatnya sakit hati dan akan hilang dengan mudah. Seiring berjalannya waktu bila tak saling bertemu perasaan ku terhadapnya juga akan ku hilangkan. Kenapa dihilangkan?
Ya iyalah! konyol banget kalau gua menyatakan perasaan ku. Anak orang eyy..

Pengalaman ini memberi banyak pengalaman berharga menanggapi diri terhadap orang yang ku suka. Next time.. semoga aku bertemu orang yang tepat.


Pengalaman lain setelahnya.
*ckitt
Aku memarkirkan kendaraanku depan tokonya. Ada Bibah dan teman-temannya lagi asik bercanda. Kehadiran ku mengundang perhatian mereka. Temannya langsung fokus melihatku. Terkecuali Bibah.
Dia buang muka!
*ctarrrr
Ee-ehh.. a-apa maksudnya reaksi itu?

Selasa, 04 Desember 2018

Cinta dan Logika

Bagian 2. Alasan Mencintai

Sore hari aku pergi menjemput adikku pulang sekolah. Sampai di sana, di pinggir jalan depan sekolah, aku memarkirkan kendaraan lalu duduk menunggu. Huhh gak enak rasanya kalau berada di tengah kerumunan. Biarlah lagian gak bakalan lama juga.
Keluarlah beberapa murid kelas 3, itu artinya les sore ini telah berakhir. Diantara banyaknya murid muncullah dia. Bukan adikku, melainkan anak pemilik toko dekat rumahku. Panggil saja dia Bibah.
Yup! dia cewek.
Jujur dulu pas kenaikan kelas 3 mereka aku sempat naksir dengannya. Bisa dibilang jatuh cinta pada pandangan pertama. Padahal aku sudah sering lihat dia pas lagi kecil kok malah baru sekarang sukanya. Alasannya pastinya bukan karena dia sudah masuk masa puber ya ya ya. Ngaco kau kuntil onta.

Cinta pada pandangan pertama itu artinya menyukainya, sebab dia tergolong dalam tipe pasangan kita. Tipe itu dari rasa suka. Suka itu sesuai apa yang kita inginkan. Yang kita inginkan itu dari sifat sejati kita. Karena tipe pasangan tiap orang itu tergantung dengan sifat sejati yang dimilikinya begitu pula dengan sifat sejatiku yang super labil dan belum sepenuhnya terpelajari. Sampai saat ini masih menjadi misteri kenapa jatuh cinta itu perlu alasan.
Iya saat ini saja. Berarti setelah ini bukan lagi misteri dong.. Yup! aku akan menjawab misteri ini.

Mempersempit pandangan. Mengumpulkan informasi. Mulai melakukan perhitungan.

1.Mengapa aku bisa jatuh cinta pada pandangan pertama?..
2.Mengapa aku butuh pembuktian dengan tindakan(kita atau dia) untuk memastikan dialah tipeku?..
3.Kenapa cewek cantik yang wajahnya misal seperti artis belum tentu membuatku fall in love?..
4.Lalu.. apa yang aku cari dalam suatu hubungan?..

Jawabannya, cobalah gabungkan dengan sifat kita.
Cinta itu tentang pelaku keduanya.
Cinta itu tentang saling melengkapi.   
Pertama.
Kita menyukai seseorang pada pandangan pertama karena dia termasuk dalam tipe pasangan kita. Hubungannya dengan sifat? sindir dan koreksi diri.Apakah kita punya sifat buruk dan sifat baik? misal sifat buruk, sifat tersebut akan menuntun kita kepada hal yang disukainya. Contoh melihat rambut pendeknya yang lucu, bibirnya yang kecil, matanya dan semua tentang dirinya. Segi fisik, materi ataupun kepribadiannya.
Cinta itu buta? gak lagi. Cinta pada pandangan pertama itu karena kita menyukai sesuatu tentang doi tanpa kita sadari. Kebiasaan yang berasal dari sifat sejati kitalah yang menjelaskan mengapa pada pandangan pertama anggapan tentang dirinya akan selalu baik. Sifat sejati seperti apakah yang kita miliki?..

Kedua.
Khusus dalam kasus ku ketika suka dengan Sophia yang butuh beberapa momen hingga jadi cinta. Momen yang dimaksud saat doi menunjukkan kelebihannya. Sedikit flashback pengalaman saat aku suka dengannya.Ketika kami kerja kelompok di rumahnya. Pastinya pas kerja kelompok itu ada aja kesempatan untuk bercanda. Kemudian pada kesempatan itu sekilas aku melihatnya tersenyum. Kenapa baru sekarang aku suka dengannya? karena baru kali ini aku melihatnya tersenyum dan senyumnya itu menumbuhkan benih cinta. Tapi keduluan orang yang nembak haha. Emangnya berani nembak cewek wkwkw.
Pembuktian dari hasil tindakan untuk memastikan apakah dia benar-benar sesuai dengan tipe kita. Jika bukan, maka hati kita tidak menginginkan apapun dari dia.

Ketiga.
Kenapa? Soalnya bukan termasuk dalam tipe ku, ya kan?
Panjang lebarnya, seperti yang ku bilang tadi dijawaban pertanyaan pertama. Pertanyaan ketiga ini hanya untuk memperjelas.

Keempat.
Jatuh cinta karena suka.
Suka dalam hal umum, fisik, materi dan kepribadian. Suka datang dari sifat sejati.
Jatuh cinta pada pandangan pertama dan mengharapkan bisa mendapatkan dirinya.
Apa yang dimaksud dengan "mendapatkan dirinya"? inilah pertanyaan sesungguhnya.
Mengingat kepribadian yang tidak stabil dikarenakan belum paham tentang diri sendiri. Dalam cinta pastinya satu, dua atau lebih harapan besar yang kita inginkan dari membentuk suatu hubungan. Aku yang dulu tidak paham siapa kah diriku.
Kenapa aku bisa marah?..
Kenapa aku bisa senang?..
Kenapa aku bisa sedih?..
Dan kenapa aku menginginkan dirinya yg hanya karena aku jatuh cinta?..
Meragukan..
Aku pernah bilang ketika jatuh cinta dengan seseorang
"apakah aku bisa melihat apa yang tidak bisa aku lihat dalam dirinya?"
Makin membuatku ragu. Tapi sampai tahap ini aku mulai paham jawaban atas pertanyaan tersebut adalah karena sifat sejati kita. Aku menyukainya berdasarkan sifat sejati yang ku miliki. Sifat seperti apa yang aku miliki. Labil? aku belum tau.
Namun yang bisa aku pastikan dengan menggabungkan poin-poinnya yaitu..
"Aku melihat apa yang tidak bisa aku lihat" itu artinya aku melihat yang tidak bisa dilihat oleh mataku. Yang tidak nampak. Apa itu? Yup! kepribadiannya.
Tapi.. Kenapa aku mengharapkan dirinya karena alasan kepribadian diri?
Cinta itu tentang saling melengkapi.
Apakah aku punya kekurangan ataukah kelebihan yang membuat kekurangan? labil..
Kenapa tentang cinta pada pandangan pertama, sifat sejati lah yang mendorong diri untuk melakukannya, berusaha untuk memilikinya.
Artinya alasan sebenarnya ku jatuh cinta adalah untuk dapat melengkapi kekurangan diri, menyempurnakan kepribadian labil yang ku miliki. Inilah alasan spesifiknya.
Benarkah begitu?

Jika aku telah menyempurnakan karakterku.. mungkin akulah yang akan menyempurnakan sosok pasanganku.
Mungkin saja. Tidak ada yang tau apa yang akan terjadi dimasa depan.

Sabtu, 01 Desember 2018

Cinta dan Logika

Bagian 1. Modifikasi

Walaupun hebat dalam pertahanan, Sang Beater juga memiliki kelemahan dalam dirinya, yaitu hatinya. Prinsip sejati untuk lebih mementingkan yang lemah merupakan kelemahan terbesarnya. Jika Beater sampai melakukan kesalahan dalam pengamatannya  mungkin masalah yang terdahulu akan terulang kembali.
Tak perlu serius bacanya karena kali inikita akan membahas soal cinta haha..
Yup!
Jatuh cinta..
Sudah lama aku tidak merasakannya. Bagaimana rasanya kasmaran? semangat membara ketika bertemu doi? berduan dan berharap waktu berhenti.. ahh sudah lupa aku dengan semua itu.
Aku tidak sedang mengharapkannya. Malahan aku sedang kebingungan dengan diriku sendiri yang sudah terlalu jauh memodifikasi pikiran.
Kalian taukan cinta itu buta?
Kenapa disebut cinta itu buta?
Mungkinkah karena diri kita bergerak tak sesuai dengan keinginan? Ataukah tak sesuai kehendak orang lain?
Akal pikiran benar-benar tidak logis saat dimabuk cinta.
Apalagi menanggapi cinta dengan berpacaran. Cinta yang tak resmi, hanya akan memunculkan banyak masalah, dosa dan pergaulan bebas.
Sebagai mantan pendosa sebisa mungkin berusaha untuk menghindari jatuh cinta terhadap seseorang. Bukan tidak mungkin aku jatuh cinta apalagi sekarang dengan banyaknya pengalaman maupun kemampuan untuk mencintai.
Entah apakah ini bisa disebut kemajuan atau sebaliknya seolanya liat cewek keluar dari rumah memakai kaos kaki dan pakaian menutup aurat lainnya aja sudah bikin aku suka!!!

What!!! Dasar hidung belang!!!
Kode merah !!! Kode merah !!!
Siapa yang salah?!
Beater bu!!! NANI!!!
Beater: kan katanya harus berpikiran positif dengan melihat kelebihan orang- orang?
Zheill: tapi gak perlu disimpan dalam hati juga kalee.. -___-

Setelah merundingkan kejadian-kejadian yang memungkinkan untuk jatuh cinta akhir trio labil menetapkan masalah ini sebagai ancaman level tinggi.
Strategi pun dibuat demi menjaga diri untuk tak terjatuh dalam lubang maksiat.
Menghindari kontak dengan lawan jenis adalah kunci utama untuk keluar dari masalah ini.. Yup!

Kenapa jatuh cinta itu sebagai ancaman? karena adanya kemungkinan terburuknya. Dalam masa pembentukan karakter akhir aku harus mengendalikan penuh nafsuku. Berpacaran sama saja dengan mementingkan keinginan nafsu.
Seharusnya kalau aku suka dengan seseorang sebaiknya dilamar saja kan, tapi aku tidak punya uang, kerja aja belum.
Situasi lainnya, aku yang telah paham apa itu arti dari cinta yang sesungguhnya harus melakukan sesuai apa yang telah ku tulis atau ucapkan.

Dengan mempertimbangkan segala situasi akhirnya ku putuskan untuk tidak jatuh cinta ataupun dicintai. Menghindari kontak dengan lawan jenis adalah hal pertama yang harus aku laksanakan. Maka dari itu kemampuan pertahanan Beater sangatlah berguna.
Dalam keadaan sadar aku meminta Beater aktif secara otomatis saat seorang atau banyak wanita masuk dalam radarnya.
Meningkatkan drastis kemampuan pengamatan. Menebak pikiran dengan membaca gerak-gerik mereka untuk simulasi melihat masa depan. Kemampuan Speed Force-ku aku aktifkan juga bila situasi semakin rumit, contohnya keramaian campuran banyak orang.
Melihat keunikan orang-orang dimatikan. Abaikan hal yang mencurigakan. Pusatkan fokus hanya untuk melihat gerakan. Semakin jauh target maka pertahanan Beater makin sempurna. Melumpuhkan aura yang bisa memicu perhatian target. Hindari kontak mata. Memudarkan wujud kehadiran.
Terkhusus situasi lain A.Terkhusus situasi lain B.Terkhusus situasi lain C dan seterusnya.
Fiuhh.. kebanyakan.. susah mengukur situasinya..
Yaa~ pokoknya sebisa mungkin sajalah.
Zheill: kalau usahanya setengah-setengah hasilnya juga sama..
Hapis: uhhh.. emm iya juga ya..
Misalnya aku mengabaikan usaha ini itu artinya imanku lagi turun.
Ah ada lagi situasi baru. Aku harus membuat strategi baru lagi.
Begitulah..
Aku terus berusaha menjaga diriku dari maksiat. Menjauhi kontak dengan cewek demi menyempurnakan karakter. Nisa sahabatku, aku juga lagi menjaga jarak dengannya. Kumohon mengertilah haha.. nasib si Monster Labil.

Kemudian..
Usaha yang telah aku lakukan selama ini membuatku melupakan naluri untuk jatuh cinta.
*kebanyakan makai logika.
Kalau diingat-ingat waktu dulu bagaimana ya caranya aku jatuh cinta hanya dengan pandangan pertama? aneh.. *gumam
Emm.. Hmm.. oh jadi begitu.. Mungkin saat pertama kali aku melihat cewek sesuai tipeku dalam  pikiran aku beranggapan bahwa dialah yang super spesial.
Dialah bidadari. Dialah belahan jiwaku. Dialah tulung rusukku.. Dialah.. dialah..
Eh?! ini mah reaksi umum orang biasa.
Kalo elu yang gak normal gimana?! etdahh..
Kalau gua mah contohnya pengalaman yang paling aku ingat pas ketemu Aulia keringat dingin
.... eh?! salah momen haha.. waktu pandangan pertama kah..
Karena dia tipeku jadi pas dia bertingkah lucu untukku aku jadi lang- eh belum, mungkin sekitar 3 kali lebih momen berkesan akhirnya aku suka. Cie cie..
Kenapa bisa jatuh cinta? sebab aku meletakkan sosoknya dalam tahta hati dan perasaan itu terus memaksa bahwa dialah calon pasang terbaik. Makanya kita akan selalu beranggapan baik tentangnya dirnya. Faktanya terdengar kurang enak ya.. inilah logika yang sukar untuk diakui karena jawabannya tak sesuai dengan perasaan terkhusus dalam masalah ini orang yang sedang dimabuk cinta. Kita yang beranggapan bahwa cinta itu "tidak sebaik perkiraan" akan dengan mudah menerima pahitnya fakta malahan sebagian menganggap fakta itu manis, harmonis.
Perasaan.. pandangan pertama..
Cinta itu tak seharusnya buta. Cinta yang sesungguhnya tentang menjaga hubungan keduanya.
Begitu banyak makna dan arti dari cinta. Lalu.. apakah kalian hanya akan memakai satu dari sekian banyaknya arti tersebut. Aku sedang menegur yang beranggapan bahwa cinta itu buruk.

Jika kalian paham arti dari cinta maka tindakan selanjtunya akan menjelasakan siapa diri kita..