Kamis, 27 November 2014

teruslah berpikir

Ibaratkan hari,dunia ini adalah senja nya,dan manusia sebagai jembatanya. Waktu itu tanggal 25/11/2014 aku bergegas untuk pulang sekolah, aku sudah tak sabar ingin ke pasar untuk membeli sepatu baru , sepatu bertipe agilty tentunya. Awalnya aku agak ragu-ragu sih tapi jika terlalu lama mikir nanti jadi beban. Sesampainya aku parkir kendaraan,dan memasuki pasar ,aku cek uang yang ku bawa,okeh pas,minimal ada sepatu yang dibawah dua ratus ribu lah harganya, aku berjalan dan melihat toko sepatu, hati ini mulai semangat untuk menghampir toko tersebut,tapi tiba-tiba ada yang memanggil,memanggil siapa? Aku kah?,eh rupanya aku yang dipanggil , aku menghampirinya dan bertanya ada apa?,rupanya seseorang yang lebih tua dari pada aku,maksudku lebih mirip kakek2,tapi baju nya pendek dan kotor celananya juga sama ,dia berjualan ,tapi dia berjualan benda-benda aneh ,dan berbau mistis.Disamping nya ada juga orang yang berjualan akar-akar herbal. Setelah aku bertanya, kakek itu mengajukan beberapapertanyaan,seketika itu penjual yang disebelahnya bicara,katanya "kamu beruntung" bicara ke aku,apa aku segitu beruntungnya lalu si kakek mengajukan pertanyaan, "apa kamu islam?", jawab ku ,"ia", "siapa nama mu?","hafidz,hafidz rachmadana",lalu ia bercerita tentang dunia ini ,maksudku sisi gelap dunia ini,aku belum tau apa guna nya dan apa yang ia ingin maksudkan,aku hanya bisa diam dan mendengarkan kakek tersebut,yang ia lutarkan kurang lebih yang kupikirkan selama ini,tapi aku tidak boleh terbawa suasana ,aku harus lebih sadar dan berpikir,apa dia ingin menghipnotisku?, sebenarnya dalam hati ini sudah nyesak ingin mengabaikan kakek ini, tapi yang namanya sopan santun harus dinomor 1 kan,lalu kakek tersebut meminta ku untuk meminjam uang recehan kertas,buat apa kata ku dalam hati, ingin bertanya tapi tidak bisa ,sebaiknya menjadi pengamat yang baik, aku cuman punya uang lima ribu (recehan),tapi tak apa-apalah, lalu kakek itu mengambil sesuatu dari kotak misterius,rupanya rambut ,eh rambut, lalu ia bungkus rambut itu didalam uang tadi, ia berkata jika kamu ditabrak orang ,lalu kendaraan kamu hancur,baju sobek2,tapi badan gak apa-apa,apa kamu akan bersyukur?,,pasti bersyukur,, setelah badan kamu tidak apa2 dan kamu menyombongkan kejadian itu ,apa itu yang kamu lakukan jika setelah kejadian itu,,jangan-jangan dia tau masa depanku,apa dia tau sebelum aku kesini,,jelas tidak ucapku,,lalu dia mengoleskanku dengan air yang berwarna ungu,dan ada beberapa ranting didalam nya(didalam botol),bau nya lebih mirip bau minyak urut, setelah itu ia mebercerita tentang dirinya siapa,maksudku agama nya,dari gaya bicara nya dan beberapa ayat yang ia lutarkan aku menduga ia beragama islam ,tapi tidak, katanya dia belajar dari seorang habib entah habib siapa aku lupa nama nya,katanya ia belajar dari habib itu, lalu ia minta maaf kalau jika dia salah mengucap ayat al-Qur'an.Kemudian ia mengucap ayat-ayat yang tidak pernah ku mengerti,lalu ia meminta ku untuk menjawab pertanyaan nya dari lubuk hati yang paling dalam agar memberi dia
seikhlasnya dari ku,tapi aku hanya punya uang ratusan dua lembar,dengan berat hati ku berikan selembar untuknya,apa aku tidak ikhlas ,mungkin saja itu bukan rejekiku,anggap saja menolong orang. Dan juga dari rawut wajahnya si kakek itu memberiku sesuatu ,yang dalam pikirku itu adalah sesuatu yang penting,aku membaca jalan pikirnya dan ucapannya, ia memberiku sebuah kertas dan kain yang bermotif ayat-ayat al-Qur'an dan terselip uang lima ribu tadi beserta botol berisi air ungu tadi, kata kakek itu jika air yang ada dibotol ini habis kamu tinggal menjemurnya dibawah terik matahari,maka ranting yang didalam nya ini akan menyerap sinar ultraviolet dan menguap dan akan terisi botol ini,,wah reaksi apa coba sampai keluar air begitu ucapku dalam hati,lalu si kakek mencoba membacakan sekali lagi ayat-ayat al-Qur'an, setelah itu ia mencoba menanyaiku lagi dengan jawaban dari lubuk hatiku,,lalu aku menjawab ,jelas itu, lalu ia mengambil sesuatu,apa itu paku? Bukan pisau,lalu ia menusukan ke lenganku ,aaAAAA ! Teriak aku dalam hati,tentu saja aku kaget dan cengang,tapi tidak luka,jangan jangan. . . Lalu kakek itu memperbolehkan aku pergi ,yang pastinya aku masih kebingungan, aku lihat orang-orang yang memandangku begitu aneh, aku juga keanehan,aku teruskan langkahku untuk menjauhi mereka,niat untuk beli sepatu pudar,tapi aku anggap itu bukan rejeki ku,jadinya sisa uangnya ku belikan pembersih wajah,aku sengaja memutari keberadaan kakek tersebut untuk menjauhi nya ,pastinya, dan pulang dengan beribu pertanyaan. . .

Diperjalanan aku terus berpikir dan berpikir,dan mengotak-atik kepalaku ,beruntung,aku beruntung,aku beruntung ,beruntung lengan ku tidak ditembus pisau tadi,ya aku beruntung,kalo tembus gap papa juga kan ,paling keluar darah.Setelah sampai dirumah aku ganti pakaian dan berbaring untuk menemukan jawaban,kata pak Abdi orang yang percaya jimat itu adalah percaya kalau jimat adalah Tuhan ku,emm. . . dia memegang tanganku dan membacakan ayat,emm. . . Masalahnya kemana aku membuang benda-benda aneh ini,dan juga uang
untuk membeli sepatu,dan juga apa alasanku,aku juga gak bakal cerita soal ini kekerabat dekat ku yang hanya akan membuat masalah,apalagi neneku,bila ada masalah ia langsung menyergap,jelas aku pasti dimarahinya karna uang ditukarkan sama jimat, aku tau jimat itu mempunyai khodam yang ya menurutku mudah didapat, aku juga masih ragu untuk membuang jimat ini, mungkin saja setelah aku membuang jimat ini penunggunya langsung marah dan menyerangku,tapi aku juga ingin tau bagaimana cara kerjanya,namun aku tidak menganggap jimat ini adalah Tuhan ku. Mengenai dia si kakek tadi,setelah aku pergi meninggalkan nya aku mendengar ia mengucap dzikir,aneh baru kali ini aku bertemu orang seperti itu,sebenarnya apa yang ia pikirkan. Dan ada juga yang tadi,sebuah kata yang bikin aku ke bingungan,"kamu beruntung",apa aku beruntung setelah bertemu dengan orang itu,yang sebenarnya orang yang beruntung itu adalah orang yang rajin sholat ,membekali diri dengan ilmu,menjalankan sunnah rasul,dan lain-lain yang sesuai tercantum di
al-Qur'an,dan juga aku gak bakal percaya dengan orang seperti dia,yang dia sendiri juga kebingungan dengan dirinya,maksudku aku tak mempercayai orang-orang,tapi aku tak menganggap disekitarku adalah musuh, aku hanya ingin berusaha agar tidak kebergantungan dengan orang lain.

Percaya dengan jimat gak bakal menemukan sesuatu yang keren tapi dengan percaya kepada Allah,berdoa,dan berusaha akan mendatangkan sesuatu yang keren maksudku keberuntungan ,dahhh !!! Jumpa di next episode