Saat itu aku
sedang membeli gorengan di dekat rumahku ,terlihat banyak orang-orang bersantai
,aku melihat ke kiri rupanya ada seseorang yang paling berharga dalam hidupku
dia bisa ku panggil Ushu atau paman ku ,dia adalah orang yang paling menganggap
ayah ku seperti penolong dalam hidupnya kerena ayah ku dulu sering membantu
untuk pekerjaannya hingga sukses sampai sekarang ,jadi yang membuatku terkesan
adalah dia selalu memberiku uang jajan tiap bulannya setelah gajian tak hanya
aku ada juga keluarga yang lainnya seperti uncapan terima kasih ,tiba-tiba
muncullah pecakapan antara Ushu dan orang tua yang duduk di sebelahnya.
“anak muda
sekarang ini mau pergi ketempat dekat aja pakai kendaraan”ucapnya
orang tua
sindir ke diriku
“yah makanya
bla.. blaa …” ushu membalas
Memang waktu
itu aku memakai kendaraan untuk ke warung gorengan tersebut padahal jaraknya
dekat ,aku mulai menanggapi sindiran tersebut adalah renkarnasi dari perang
,aku mulai benci orang tua yang tak tahu namanya perasaan.. pantas saja dari
dulu aku agak jengkel bila melihat orang tua kecuali ibu ku ,terlintas
dibenakku siapa yang mengajari kami caranya merokok?? Pacaran?? Andai bisa
mengoreksi diri sebelum mengeluarkan pendapat. Dalam ucapan kata-kata itu akan
memiliki rasa tersendiri “bodoh !” “sial !” di tangkap oleh telinga dan di
artikan melalui otak bagi yang memiliki hati sensitive seperti aku.. bakal
marah .. bentak pendapatnya jika mereka melihat kami dari segi negative aku
juga bakal melihat mereka dari segi negative ,kata-kata yang telah masuk ke
hati seseorang bisa ditarik kembali jika hal itu menyadarkan bahwa sempitnya
penglihatanmu ,akan tetapi aku tidak berucap apa-apa waktu itu.
Walaupun
tidak berucap bahwa mereka itu salah aku tidak boleh gegabah mengambil
kesimpulan bisa saja aku yang salah. Hal ini akan menjadi perdebatan panjang..
perang batin yang menentukan siapa yang salah melalui berberapa informasi
terakurat yang ku dapat selama ini ,aku selalu mendiskusikannya dibenakku ..
tanpa sadar memulai sidang tersangka. Jika perang batin itu tak menujukkan
hasil berarti aku hanya perlu mengetesnya ,hya perbuatan tak lazim ini sering
ku lakukan jika tak mendapatkan jawaban yang sebetulnya. Kenapa jadi panjang
lebar begini ?? ..
Aku mulai
menunjukkan rasa ketidak puasanku kepada ushu ,aku diberi uang lagi tetapi
sekilas ku lihat di wajahnya seperti tak berirama datar dan kurang menyenangkan
, “oh jadi elu mau menerima uang yang pemberinya tak puas ,seperti tak ikhlas”
ucap side of dark me ,logis sekali .. soal balas budi yang dramatis ,aku tidak
suka kalau ada orang yang seperti itu walaupun hatinya ikhlas tetapi raut wajah
menunjukkan sebaliknya tentu menimbulkan rasa cemas dalam diri seseorang ,senyum
kek atau apalah biar orang yakin melihatnya. Sama halnya denganku ..teman
sekelas ku gak sengaja menginjak sepatu yang ku kenakan
“maaf fidz..
fidz injak balik” khawatir
“ah gak papa
gak” datar
“ah injak
fidz soalnya aku mengotori sepatumu”
“ah gak papa
kok” mulai dikit senyum
Hingga
akhirnya aku menginjak baliknya ,rasa cemas tak akan membiarkan mu tidur dengan
nyenyak menghantui mu agar berbuat sesuatu. Sedikit bisa ku membaca situasi
melalui rasa yang seseorang tunjukkan marah ,kecewa ,sedih ,senang dan
lain-lain .. jadi yang ku dapat ketika mengetesnya adalah yah kurasa sedikit
kecewa kenapa aku baru menyadarinya sekarang. Mulai kejadian itu aku tidak
bergantung dengan ushu lagi ,aku menolak untuk diberi uang. Masalah bertambah
besar ketika kaka ku marah ke padaku , “kenapa kamu bagitu sama Ushu mu??” kaka
ku tidak tau apa-apa soal masalah ku karena aku ini “solo player” aku
menyembunyikan semua masalah ku hanya dikit yang diketahui oleh keluarga ku ..
mah ini gak begitu penting juga ,jika ada masalah yang tak bisa ku selesaikan
aku akan menanyakannya dengan orang yang paling ku percaya ,tetapi orang itu
sekarang sudah tak ada bukannya meninggal tapi gak disini bersama ku ,yah itu
juga gak papa.
Puncak
masalahnya kaka ku mulai ngeselin .. ngebentak aku .. memangnya aku anak kecil ,sikap
aku terhadap keluarga sangat berbeda jika dibandingkan dengan teman-teman ku
bisa dibilang penyesuaian lingkungan jadi untuk mengakhiri masalah seperti ini
aku akan bersikap berbeda jauh dari yang dibayangkan. Memutuskan hubungan bukan
akhir sebuah cerita ,ceritanya akan terus berlanjut sampai menemukan posisi
sesungguhnya .. aku hanya menundanya .. menundanya.
Aku gak tau
harus bilang apa dari akhir cerita ini ,dilihat dari situasi sekarang ini aku
masih jaga jarak dengan paman ku ,bukannya benci tapi kecewa aja ,memang sih
aku berniat sekali mengubah hidup seseorang menjadi lebih baik ,tetapi aku
ingin sekali mengubah tata cara hidup ku dulu dari begini dan begitu ,terlalu
cepat mengambil kesimpulan untuk bisa menata kehidupan seseorang salah salah
berujung fatal ,bila ada yang memintanya aku akan berjuang sebaik mungkin
memberikan jawaban yang benar. Sebaliknya jika tidak ada yang meminta aku akan
mengambil langkah sendiri untuk semuanya hanya tindakan kecil seperti yang ku
lakukan diatas dan tak diketahui *tapi disini kok diberi tahu* ,hanya disini
kok ..
*ah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar