Bagian 3
Aku masih mencari arti cinta yang sebenarnya, pengalaman demi pengalaman ku telusuri. Aku tak ingin lagi mencintai tanpa alasan karena aku yang membutuhkannya, agar aku sampai ke tahap cinta sejati. Aku pernah bilang siapapun dia kalau memang pantas menjadi pasangan akan ku terima. Aku juga tau kalau orang-orang suka dengan ku tapi aku sengaja menutupinya dengan mengalihkan topik. Aku membuat jalan cerita tapi tak semuanya palsu. Aku hargai perasaan itu.
Jadi apakah karena memang pantas ataukah karena kau yang memilih?
Kenapa aku bisa suka dengan mereka, apakah karena dia pintar, atau cantik, atau kulitnya putih, atau atau dia itu baik?.. aku tidak mengerti apa itu Cinta tapi aku akan mencari tahunya.
Menduduki sekolah menengah atas aku kembali membuat pengalaman. Kau tahu di kelas X1 ini merupakan kelas impian ku. Aku sangat senang bersama teman-teman di kelas ini terutama dengan Raga. Entah sejak kapan kami begitu akrab, dia cowo loh dan aku bukan kaum pelangi. Mungkin aku memang suka berada di dekat Raga. Aneh sekali aku tidak menyadarinya hingga Gania bilang kepada ku kalau aku suka dengannya. Terlalu nempel gitulah katanya. What? Aku kaget bercampur jijik, mungkin itulah yang di pikiran Gania. Pernyataan tersebut membuatku harus menjaga jarak dengan Raga. Gak tanggung-tanggung jarak super lebar. Kalau banyak yang berpikiran begitu lebih baik menjauh. Aku bingung padahal saat itu aku lagi suka dengan Puput kenapa mereka berpikir begitu.
Jadi perasaan suka memang hanya sebatas suka..
Jadi kenapa aku sering memikirkan teman-teman ku karena aku suka?..
Aku sangat suka angin malam, melihat bintang kelap-kelip membuatku ingin sekali menajamkan indra penglihatanku agar bisa melihat bintang yang jauh planet maupun debu kosmik tapi itu mustahil. Akhir-akhir ini aku jarang sekali melihat ke langit. Sekarang awan malam dan gugusan bintang sulit sekali di bedakan. Melihat bintang-bintang dapat membuat ku fokus, waktu yang pas memikirkan solusi terbaik.
Seseorang pernah bilang mencintai seseorang itu karena kekurangannya. Aku akan membayangkan jika aku mencintai seseorang karena kelebihannya. Misalkan parasnya.. berarti aku hanya akan membanggakannya. Sombong?.. emm. Terdengar kurang harmonis. Emm memang sih selama ini aku suka dengan perempuan yang parasnya cantik tapi aku menganggap hal itu hanya kebetulan belaka, soalnya a-aku merasa seperti itu.
Kau tau aku punya pengalaman saat pertama memasuki kelas X1. Hari pertama sekolah aku mengambil tempat duduk di tengah barisan nomor 2 dari depan dekat pintu. Lalu seseorang masuk dia adalah Dharma. Parasnya memang cantik dan Ade pun meliriknya. Tapi entah kenapa aku merasa dia tak terlalu memikat.
Aku normal loh..
Di kelas ada juga Mitha yang wajah mirip dengan pemain film Succeed si Ern mantannya Raga. Tapi anehnya dimata ku juga tak begitu memikat. Aku tidak mengejek mereka.. tidak ada yang menyuruh kalau kita harus bisa memikat semua orang.. aku tidak membicarakan mereka.. aku sedang membicarakan tentang diriku. Banyak yang salah memahami diriku karena aku ini monster labil tak bisa diprediksi.. tentu saja ada alasannya. Aku dapat membaca pikiran orang karena gerak gerik mereka bukanlah hal yang spesial.
Cut!! Cut!!
Sejauh ini aku sedikit mengerti kenapa aku bisa suka dengan seseorang. Kita ambil kata "tipe" karena tipe adalah penentu sebab akibat seseorang mencintai pasangannya. Banyak alasannya kenapa mereka menyukai. Oke langkah selanjutnya nilai rata-rata.. maksudnya aku akan meratakan sifat dan sikap mereka yang pernah aku sukai. Hmm.. oke.. uh.. ehh.. oke. Jadi aku suka dengan seseorang karena dia baik.. tak banyak bicara.. sikap yang tak bisa ku prediksi.. paras bukan termasuk sifat atau sikap.. emm senyum yang tulus.. benar! Kalau bagian senyum memang berbeda dari mereka karena aku pernah melihat senyuman tulus mereka. Kalian tahu aku pernah suka dengan Sophia karena senyumnya.
Belum cukup aku ingin lebih banyak informasi, kita mulai dari kekurangan mereka.. apa karena mereka memiliki nasib yang sama dengan ku? Tidak juga.. apa karena mereka memiliki banyak masalah? Tidak juga.. jadi.. apakah aku melihat sesuatu yang istimewa dalam diri mereka se-sementara aku sendiri tak melihatnya??!! Aneh sekali..
Mencintai tanpa alasan?? Yang benar saja..
Menceritakan tentang kehidupan labil saya yang memiliki 3 karakter berbeda yaitu Hapis(sifat asli), Beater dan Zheill.
Rabu, 29 November 2017
Mencari Arti Cinta
Bagian 2
Sebelumnya aku pernah mengisahkan tentang mantan ku Linda di post terdahulu. Kali ini aku akan mengingat lebih banyak tentang ku dengannya karena berhubungan dalam pencarian arti cinta yang selama ini aku cari tau. Setelah hilangnya perasaan ku dengan Nadia aku telah melakukan pendekatan dengan Linda. Apa karena dia aku kehilangan perasaan ke Nadia? Jawabannya tidak, aku mulai pendekatan dengan Linda setahun setelah pengalaman sebelumnya. Apa jarak itu memang perlu? Aku bukan pria buaya yang suka gonta-ganti pasangan, eh buaya kan setia pada pasangannya..
Walaupun telah kehilangan pasangannya..
Awalnya aku menyadari bahwa aku suka dengan Linda ketika kami berpas-pasan di pasar malam seharusnya kami saling lempar ejekan seketika berubah saling lempar perasan lewat gerak gerik kami yang mulai malu bertatapan. Sial perasaan ini benar-benar cinta. Aku menyatakan perasaanku lewat perantara Erpan yang kebetulan teman sekelasnya. Aku sangat pemalu tapi dalam hati ini aku menyukainya, mau bagaimana lagi. Tidak ada tindakan berani yang akan ku lakukan, semua hampir lewat perantara bahkan hal-hal yang memalukan.
Kau tau ketika kami ingin bertemu aku menyarankan untuk bertemu di sini jalan Loyang dekat warnet yang sering kami datangi. Aku sangat terkejut dengannya ia sungguh datang dengan jalan kaki, jauh juga kalau sampai kesini. Disitu aku menyadari kalau dia sungguh antusias. Cinta monyet. Kami saling membawa pendamping kesini. Aku tak terlalu memperhatikannya saat itu dia sungguh cantik dengan payung yang ia bawa untuk menutupi wajahnya, feminin sekali biasanya dia galak seperti singa, ejekan yang selalu aku utarkan ketika bertemu dengannya.
Sayangnya aku tidak terlalu pandai dalam hubungan cinta. Pesan pesan yang aku kirim selalu kacau dalam penepatan waktu, yah perasaan senang ini tak bisa terbendung. Aku juga sering mengirim sms ke Desy temannya. Mungkin itu salahnya kenapa hubungan kami berakhir.. bukan hubungan kami berakhir karena aku tidak tau apa yang menyebabkan aku suka dengan Linda. Di mulai dari Desy mengirimkan pesan, katanya "kenapa kamu suka dengan Linda?" Hal itu langsung membuat ku kehilangan langkah. Tidak hanya sekali Desy mengirimkan pesan seperti itu, aku tau kalau Linda yang menyuruhnya.
Apa yang membuatku jatuh cinta?
Pernah aku membalas pertanyaan tersebut dengan "karena dia cantik dan lain-lain," padahal aku sendiri ragu saat itu. Hal terakhir sebelum hubungan kami berakhir adalah pertemuan Linda yang menginginkannya.
Kami langsung mendatangi lokasi di sekolah SD ku dulu kalau tidak salah ingatan ku mulai samar-samar. Entah sebelum atau sesudah aku melihat ada pasangan yang mojok di samping bangunan sekolah, rasa malu ini muncul lagi bahkan lebih besar.
Kami dalam perjalanan pulang, aku tau kalau Erpan saat itu tidak suka dengan sikap ku yang kurang berani seharusnya aku bertemu dengannya dan akhirnya tak lama setelah kejadian itu hubungan kamk berakhir.
Aku masih belum bisa menjawab pertanyaan itu..
Jika aku evaluasi perasaan suka dan cinta itu mirip tapi kalau cinta sudah pasti suka. Setelah putus aku sulit sekali move on dengan perasaan cinta tak beralasan. Lagu Nano - Sebatas Mimpi sangat cocok sekali menggambarkan perasaanku.
"Bawalah aku ke dalam mimpi mu.."
"Aku takkan kecewakan kamu.."
Tapi aku mengecewakannya..
Gosip bertebaran, rupanya banyak sekali yang mengetahui kalau kami pernah menjalin hubungan. Pertama kalinya bagiku. Aku pun menyadari kalau Linda adalah gadis kembang desa saat itu. Tentu saja itu tidak penting. Tahta tidak penting di mata ku. Siapapun dia selama baik aku juga baik. Entah kaya atau kekurangan. Jadi kenapa aku menyukainya dan apakah dulu saat aku masih suka kepada Nadia karena memang pada dasarnya aku tidak cinta sehingga perasaan itu lekas hilang.
Jadi sebenarnya apa arti cinta itu?
Sebelumnya aku pernah mengisahkan tentang mantan ku Linda di post terdahulu. Kali ini aku akan mengingat lebih banyak tentang ku dengannya karena berhubungan dalam pencarian arti cinta yang selama ini aku cari tau. Setelah hilangnya perasaan ku dengan Nadia aku telah melakukan pendekatan dengan Linda. Apa karena dia aku kehilangan perasaan ke Nadia? Jawabannya tidak, aku mulai pendekatan dengan Linda setahun setelah pengalaman sebelumnya. Apa jarak itu memang perlu? Aku bukan pria buaya yang suka gonta-ganti pasangan, eh buaya kan setia pada pasangannya..
Walaupun telah kehilangan pasangannya..
Awalnya aku menyadari bahwa aku suka dengan Linda ketika kami berpas-pasan di pasar malam seharusnya kami saling lempar ejekan seketika berubah saling lempar perasan lewat gerak gerik kami yang mulai malu bertatapan. Sial perasaan ini benar-benar cinta. Aku menyatakan perasaanku lewat perantara Erpan yang kebetulan teman sekelasnya. Aku sangat pemalu tapi dalam hati ini aku menyukainya, mau bagaimana lagi. Tidak ada tindakan berani yang akan ku lakukan, semua hampir lewat perantara bahkan hal-hal yang memalukan.
Kau tau ketika kami ingin bertemu aku menyarankan untuk bertemu di sini jalan Loyang dekat warnet yang sering kami datangi. Aku sangat terkejut dengannya ia sungguh datang dengan jalan kaki, jauh juga kalau sampai kesini. Disitu aku menyadari kalau dia sungguh antusias. Cinta monyet. Kami saling membawa pendamping kesini. Aku tak terlalu memperhatikannya saat itu dia sungguh cantik dengan payung yang ia bawa untuk menutupi wajahnya, feminin sekali biasanya dia galak seperti singa, ejekan yang selalu aku utarkan ketika bertemu dengannya.
Sayangnya aku tidak terlalu pandai dalam hubungan cinta. Pesan pesan yang aku kirim selalu kacau dalam penepatan waktu, yah perasaan senang ini tak bisa terbendung. Aku juga sering mengirim sms ke Desy temannya. Mungkin itu salahnya kenapa hubungan kami berakhir.. bukan hubungan kami berakhir karena aku tidak tau apa yang menyebabkan aku suka dengan Linda. Di mulai dari Desy mengirimkan pesan, katanya "kenapa kamu suka dengan Linda?" Hal itu langsung membuat ku kehilangan langkah. Tidak hanya sekali Desy mengirimkan pesan seperti itu, aku tau kalau Linda yang menyuruhnya.
Apa yang membuatku jatuh cinta?
Pernah aku membalas pertanyaan tersebut dengan "karena dia cantik dan lain-lain," padahal aku sendiri ragu saat itu. Hal terakhir sebelum hubungan kami berakhir adalah pertemuan Linda yang menginginkannya.
Kami langsung mendatangi lokasi di sekolah SD ku dulu kalau tidak salah ingatan ku mulai samar-samar. Entah sebelum atau sesudah aku melihat ada pasangan yang mojok di samping bangunan sekolah, rasa malu ini muncul lagi bahkan lebih besar.
Kami dalam perjalanan pulang, aku tau kalau Erpan saat itu tidak suka dengan sikap ku yang kurang berani seharusnya aku bertemu dengannya dan akhirnya tak lama setelah kejadian itu hubungan kamk berakhir.
Aku masih belum bisa menjawab pertanyaan itu..
Jika aku evaluasi perasaan suka dan cinta itu mirip tapi kalau cinta sudah pasti suka. Setelah putus aku sulit sekali move on dengan perasaan cinta tak beralasan. Lagu Nano - Sebatas Mimpi sangat cocok sekali menggambarkan perasaanku.
"Bawalah aku ke dalam mimpi mu.."
"Aku takkan kecewakan kamu.."
Tapi aku mengecewakannya..
Gosip bertebaran, rupanya banyak sekali yang mengetahui kalau kami pernah menjalin hubungan. Pertama kalinya bagiku. Aku pun menyadari kalau Linda adalah gadis kembang desa saat itu. Tentu saja itu tidak penting. Tahta tidak penting di mata ku. Siapapun dia selama baik aku juga baik. Entah kaya atau kekurangan. Jadi kenapa aku menyukainya dan apakah dulu saat aku masih suka kepada Nadia karena memang pada dasarnya aku tidak cinta sehingga perasaan itu lekas hilang.
Jadi sebenarnya apa arti cinta itu?
Mencari Arti Cinta
Bagian 1
Kali ini aku akan mencoba memaknai arti cinta yang selama ini aku belum sadari.. ya sebenarnya aku pernah suka- lebih tepatnya sering, namun hanya beberapa saja yang dapat membuat ku bereaksi, seperti terpicu mungkin. Aku suka dengan seseorang tanpa ku sadari apa penyebabnya. Apa karena parasnya? Postur tubuh? Atau hal lainya, aku sungguh ingin mengetahuinya. Kali ini aku akan mengulas lebih dalam tentang diriku.
Memangnya cinta butuh alasan?
Mengingat kejadian waktu kecil ketika masih duduk di sekolah dasar, waktu itu zamannya handphone lagi nge-trend. Aku mendapatkan nomor telpon Nadia, ya bisa dibilang cewe tercantik di kelas. Entah darimana aku mendapatkan nomor telponnya mengingat aku ini orang yang pemalu apalagi dekat dengan cewe. Lalu tibalah saling sms-an, ini pertama kalinya aku mengirim sebuah pesan ke cewe. Tanpa basa basi aku langsung mengirim pesan kode, aku masih ingat waktu itu hujan deras sekali. Aku berbaring menunggu balasan darinya, tersenyum ga jelas. Sebagian yang paling aku ingat dari pesan kode tersebut "H&N" ya! H itu nama ku dan N itu dia, jelas sekali tapi entah kenapa setelah itu tidak ada lagi pesan balasan darinya. Aku pikir dia menyadarinya.
Berita baru datang ketika aku sedang mengunyah pentol. Bukan berita sih lebih tepatnya gosip kalau Nadia pacaran sama.. sama siapa ya? Aku lupa namanya yang jelas kami sekelas. Aku kurang mengingatnya karena kami tak terlalu akrab. Wait.. what? Anak sd pacaran!! Yah itu hanya gosip. Terlintas dalam pikiran ku kalau aku gak mungkin bisa menang dengannya, jadinya aku merelakan si doi. Perasaan itu langsung melekat sebagai tanda kalau si doi sudah dimiliki, yah itu hanya gosip sih.
Hari berjalan seperti biasa aku kadang dimarahi guru karena kelemahan ku dalam bidang pelajaran dan yang anehnya aku suka sama si doi yang lebih pintar.
Aku merasa janggal.. kok bisa?
Aku bersiap-siap untuk les karena sebentar lagi ujian kelulusan. Aku berdiri di depan cermin untuk memilih baju, ada baju hijau yang mirip baju kemeja sering ku pakai dan baju baru. Ibuku merasa aneh dengan anaknya ini yang lebih memilih baju hijau kumuh, saat itu aku merasa sangat bersemangat sekali dengan senyum tulusku.
Seperti biasa masih belum banyak orang, aku melangkahkan kaki di lapangan sekolah yang bedebu. Tak sengaja aku melihat siswi sekelas ku nongkrong di pohon mangga yang besar. Aku menghampiri mereka dan ikut nongkrong diatas. Tidak ada yang spesial saat itu, hanya saja rasanya memang biasa saja di dekat doi. Aku bertanya..
Apakah perasaan ini memang bisa hilang secepat itu??
Pendaftaran siswa baru telah dibuka, aku mendaftar di SMPN 1 Tanjung. Aku terbelalak melihat banyaknya orang yang ingin mendaftar. Di sinilah kaka ku dulu, bersekolah. Aku merasa kagum mencoba membayangkan sebagai siswa terbaik tanpa tes. Yah begitulah berbanding terbalik. Rumput ilalang banyak sekali di halaman sekolah ini, suasana sejuk dan mendung memberi khas tersendiri.
Masih ditakdirkan untuk mendekati Nadia. Dia mendaftar di sekolah ini juga, mungkin karena di sekolah ini ada kelas akselerasi bagi siswa yang berprestasi. Perasaan masih biasa saja tidak ada niat untuk mendekatinya.
Ibuku tidak bisa tidur semalaman memikirkan apakah aku akan diterima di sekolah tersebut, aku meyakinkan ibuku lagi agar tidak perlu khawatir, aku akan lulus kok soalnya tes di sekolah tersebut mudah sekali dibandingkan dengan ujian kelulusan. Keesoknya secara ajaib aku melihat nilaiku di papan pengumuman "80" woh nilai yang sangat langka aku dapat.
Kemudian hari-hari baru dan teman-teman baru aku dapatkan. Seperti pergi ke sekolah menaiki sepeda yang aku beli dari tetangga sebelah rumah. Saat itu aku masih sendirian berangkat sekolah lewat jalan Loyang tiba-tiba saja Nadia disampingku dengan sepeda perempuan yang memiliki keranjang di depannya. Kehadirannya memang mengejutkan tapi yang lebih mengejutkan lagi kalimat yang baru saja ia utarkan. Katanya "aku ikut berangkat bersamamu.. aku takut kemarin seseorang berkendaraan memegang paha ku saat di perjalanan" sontak saja aku kaget mengingat jalan Loyang ini perumahannya masih sedikit. Aku pun mengangguk terdiam seribu kata.
Sebetulnya aku kasihan dengannya kenapa gak orang tuanya saja yang mengantarkannya ke sekolah, apa Nadia tidak menceritakannya. Ini masalah serius tapi aku tidak bisa berkata-kata, Nadia hanya berada di belakang ku mengikuti ku setiap lewat di jalan ini hingga akhirnya aku menyadari kalau dia tidak lagi mengikuti ku ataupun bertemu, mungkin saja orangtuanya yang mengantarnya.
Perasaan masih biasa saja mungkin karena aku hanya menyukainya saja..
Kali ini aku akan mencoba memaknai arti cinta yang selama ini aku belum sadari.. ya sebenarnya aku pernah suka- lebih tepatnya sering, namun hanya beberapa saja yang dapat membuat ku bereaksi, seperti terpicu mungkin. Aku suka dengan seseorang tanpa ku sadari apa penyebabnya. Apa karena parasnya? Postur tubuh? Atau hal lainya, aku sungguh ingin mengetahuinya. Kali ini aku akan mengulas lebih dalam tentang diriku.
Memangnya cinta butuh alasan?
Mengingat kejadian waktu kecil ketika masih duduk di sekolah dasar, waktu itu zamannya handphone lagi nge-trend. Aku mendapatkan nomor telpon Nadia, ya bisa dibilang cewe tercantik di kelas. Entah darimana aku mendapatkan nomor telponnya mengingat aku ini orang yang pemalu apalagi dekat dengan cewe. Lalu tibalah saling sms-an, ini pertama kalinya aku mengirim sebuah pesan ke cewe. Tanpa basa basi aku langsung mengirim pesan kode, aku masih ingat waktu itu hujan deras sekali. Aku berbaring menunggu balasan darinya, tersenyum ga jelas. Sebagian yang paling aku ingat dari pesan kode tersebut "H&N" ya! H itu nama ku dan N itu dia, jelas sekali tapi entah kenapa setelah itu tidak ada lagi pesan balasan darinya. Aku pikir dia menyadarinya.
Berita baru datang ketika aku sedang mengunyah pentol. Bukan berita sih lebih tepatnya gosip kalau Nadia pacaran sama.. sama siapa ya? Aku lupa namanya yang jelas kami sekelas. Aku kurang mengingatnya karena kami tak terlalu akrab. Wait.. what? Anak sd pacaran!! Yah itu hanya gosip. Terlintas dalam pikiran ku kalau aku gak mungkin bisa menang dengannya, jadinya aku merelakan si doi. Perasaan itu langsung melekat sebagai tanda kalau si doi sudah dimiliki, yah itu hanya gosip sih.
Hari berjalan seperti biasa aku kadang dimarahi guru karena kelemahan ku dalam bidang pelajaran dan yang anehnya aku suka sama si doi yang lebih pintar.
Aku merasa janggal.. kok bisa?
Aku bersiap-siap untuk les karena sebentar lagi ujian kelulusan. Aku berdiri di depan cermin untuk memilih baju, ada baju hijau yang mirip baju kemeja sering ku pakai dan baju baru. Ibuku merasa aneh dengan anaknya ini yang lebih memilih baju hijau kumuh, saat itu aku merasa sangat bersemangat sekali dengan senyum tulusku.
Seperti biasa masih belum banyak orang, aku melangkahkan kaki di lapangan sekolah yang bedebu. Tak sengaja aku melihat siswi sekelas ku nongkrong di pohon mangga yang besar. Aku menghampiri mereka dan ikut nongkrong diatas. Tidak ada yang spesial saat itu, hanya saja rasanya memang biasa saja di dekat doi. Aku bertanya..
Apakah perasaan ini memang bisa hilang secepat itu??
Pendaftaran siswa baru telah dibuka, aku mendaftar di SMPN 1 Tanjung. Aku terbelalak melihat banyaknya orang yang ingin mendaftar. Di sinilah kaka ku dulu, bersekolah. Aku merasa kagum mencoba membayangkan sebagai siswa terbaik tanpa tes. Yah begitulah berbanding terbalik. Rumput ilalang banyak sekali di halaman sekolah ini, suasana sejuk dan mendung memberi khas tersendiri.
Masih ditakdirkan untuk mendekati Nadia. Dia mendaftar di sekolah ini juga, mungkin karena di sekolah ini ada kelas akselerasi bagi siswa yang berprestasi. Perasaan masih biasa saja tidak ada niat untuk mendekatinya.
Ibuku tidak bisa tidur semalaman memikirkan apakah aku akan diterima di sekolah tersebut, aku meyakinkan ibuku lagi agar tidak perlu khawatir, aku akan lulus kok soalnya tes di sekolah tersebut mudah sekali dibandingkan dengan ujian kelulusan. Keesoknya secara ajaib aku melihat nilaiku di papan pengumuman "80" woh nilai yang sangat langka aku dapat.
Kemudian hari-hari baru dan teman-teman baru aku dapatkan. Seperti pergi ke sekolah menaiki sepeda yang aku beli dari tetangga sebelah rumah. Saat itu aku masih sendirian berangkat sekolah lewat jalan Loyang tiba-tiba saja Nadia disampingku dengan sepeda perempuan yang memiliki keranjang di depannya. Kehadirannya memang mengejutkan tapi yang lebih mengejutkan lagi kalimat yang baru saja ia utarkan. Katanya "aku ikut berangkat bersamamu.. aku takut kemarin seseorang berkendaraan memegang paha ku saat di perjalanan" sontak saja aku kaget mengingat jalan Loyang ini perumahannya masih sedikit. Aku pun mengangguk terdiam seribu kata.
Sebetulnya aku kasihan dengannya kenapa gak orang tuanya saja yang mengantarkannya ke sekolah, apa Nadia tidak menceritakannya. Ini masalah serius tapi aku tidak bisa berkata-kata, Nadia hanya berada di belakang ku mengikuti ku setiap lewat di jalan ini hingga akhirnya aku menyadari kalau dia tidak lagi mengikuti ku ataupun bertemu, mungkin saja orangtuanya yang mengantarnya.
Perasaan masih biasa saja mungkin karena aku hanya menyukainya saja..
Minggu, 01 Oktober 2017
Hikmah
Misalkan kita tau esok kita akan mati tanpa setetes pengetahuan tentang akhirat pasti kita hanya akan meratapi nasib malang.. Dan kemudian orang-orang akan berkata "oh kasihan.." mungkin begitulah. Hal ini pernah terjadi padaku, salah seorang teman kerja ku terkena penyakit herpes. Aku diberitahukan oleh keluarga ku yang punya kenalan dengan keluarga mereka.
Sore itu tentu saja aku langsung bergegas ke rumah sakit. Aku biasa memanggil almarhum paman soalnya alm sudah memiliki istri. Paman orang yang baik menurutku, murah senyum dan cara bicaranya yang sopan. Perasaanku campur aduk, akan kah kondisinya baik-baik saja.
Telah sampai di depan rumah sakit aku langsung masuk dan bertanya pada orang yang lewat di mana ruang penyakit dalam. Ketika aku menemukannya aku kaget kenapa sendal harus dilepas atau sepatu di luar dan yang lebih mengagetkan pasien yang banyak. Ruangannya tidak mencukupi banyaknya jumlah pasien. Pasien yang tidak mendapatkan kamar terpaksa membawa perlengkapan sendiri dan tidur diluar, teras ruangan. Apa setiap tahunnya memang seperti begini soalnya sudah lama aku tidak ke rumah sakit ini semenjak teman smp ku sakit. Setelah menyusuri setiap ruangan akhirnya aku ketemu. Perasaanku jadi gak karuan lagi melihat kondisi paman. Dia hanya bisa berbaring kerena penyakit yang dialami. Mata ku mulai berkaca-kaca dan rasanya sesak sekali.
"Kenapa wajah mu seperti itu fidz?"
Aku tau apa yang dimaksudkan paman dan mencoba mengontrol emosi ku supaya tenang. Katanya penyakitnya sudah lama semenjak pelatihan las selesai, sekitar 2 bulan kalau tidak salah. Hal itu tidak penting yang sangatkondisi paman saat ini. Paman mengusulkan ingin bertemu dengan teman-teman yang lain sekaligus bertemu guru las juga. Aku mencoba menghubungi yang lain dengan handphone paman. Tentu saja yang bicara paman, aku sudah sangat malu bertemu mereka. Reuni kecil yang diharapkan. Aku melirik tasbih dan buku yasin disamping lengan kanan paman yang tak bisa digerakkan, tubuhnya kurus sekali.
"Pulsanya habis? Biar aku saja yang belikan" ucapku
Uangnya biar aku saja soalnya aku lupa membeli makanan ketika ingin bertamu orang sakit.
Hari menjelang malam aku berpamitan ingin pulang dan mengenai reuni besok mungkin aku tidak bisa pergi. Bau khas rumah sakit menghias memori ini. Penghuni pria tua di kamar sebelah paman tadi mengalami sakaratulmaut. Keluarganya menangis dan wajah dokter yang pasrah ditutupi masker.
Aku tau Tuhan berusaha berkomunikasi dengan kita dengan ilmu dan hikmah disetiap peristiwa yang kita alami. Hari ini aku diingatkan lagi.
Sore itu tentu saja aku langsung bergegas ke rumah sakit. Aku biasa memanggil almarhum paman soalnya alm sudah memiliki istri. Paman orang yang baik menurutku, murah senyum dan cara bicaranya yang sopan. Perasaanku campur aduk, akan kah kondisinya baik-baik saja.
Telah sampai di depan rumah sakit aku langsung masuk dan bertanya pada orang yang lewat di mana ruang penyakit dalam. Ketika aku menemukannya aku kaget kenapa sendal harus dilepas atau sepatu di luar dan yang lebih mengagetkan pasien yang banyak. Ruangannya tidak mencukupi banyaknya jumlah pasien. Pasien yang tidak mendapatkan kamar terpaksa membawa perlengkapan sendiri dan tidur diluar, teras ruangan. Apa setiap tahunnya memang seperti begini soalnya sudah lama aku tidak ke rumah sakit ini semenjak teman smp ku sakit. Setelah menyusuri setiap ruangan akhirnya aku ketemu. Perasaanku jadi gak karuan lagi melihat kondisi paman. Dia hanya bisa berbaring kerena penyakit yang dialami. Mata ku mulai berkaca-kaca dan rasanya sesak sekali.
"Kenapa wajah mu seperti itu fidz?"
Aku tau apa yang dimaksudkan paman dan mencoba mengontrol emosi ku supaya tenang. Katanya penyakitnya sudah lama semenjak pelatihan las selesai, sekitar 2 bulan kalau tidak salah. Hal itu tidak penting yang sangatkondisi paman saat ini. Paman mengusulkan ingin bertemu dengan teman-teman yang lain sekaligus bertemu guru las juga. Aku mencoba menghubungi yang lain dengan handphone paman. Tentu saja yang bicara paman, aku sudah sangat malu bertemu mereka. Reuni kecil yang diharapkan. Aku melirik tasbih dan buku yasin disamping lengan kanan paman yang tak bisa digerakkan, tubuhnya kurus sekali.
"Pulsanya habis? Biar aku saja yang belikan" ucapku
Uangnya biar aku saja soalnya aku lupa membeli makanan ketika ingin bertamu orang sakit.
Hari menjelang malam aku berpamitan ingin pulang dan mengenai reuni besok mungkin aku tidak bisa pergi. Bau khas rumah sakit menghias memori ini. Penghuni pria tua di kamar sebelah paman tadi mengalami sakaratulmaut. Keluarganya menangis dan wajah dokter yang pasrah ditutupi masker.
Aku tau Tuhan berusaha berkomunikasi dengan kita dengan ilmu dan hikmah disetiap peristiwa yang kita alami. Hari ini aku diingatkan lagi.
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Musim Pertama : Tersesat 1. Sebuah pertanyaan 2. Enchanted 3. Berpisah 4. Penyesalan 5. Proses 6. Mount Anger 7. Teruslah Be...
-
Di saat kamu memilih seseorang yang telah kamu percaya dalam hidup namun dia malah berpaling meninggalkan mu apa yang akan kamu rasakan...
-
Tinggal 6 bulan kah lagi??.. Serasa begitu lambat.. Sebuah perkiraan yang belum pasti.. “oi stop dah waktunya istirahat” seru k...