Aku telah memfokuskan untuk menyelesaikan keraguan terhadap arti cinta yang selama ini aku cari. Tidak membutuhkan banyak pengalaman untuk menyelesaikannya, yang terpenting aku hanya perlu menyadarinya. Cukup melegakan. Jadi sekarang aku bisa berfokus untuk mencari keraguan dalah hal lainnya. Kalian tahu aku ini monster labil yang punya masalah dengan kepribadiannya. Kadang aku bisa marah tanpa sebab yang jelas, kadang bisa bersedih berlebihan dan kebiasaan buruk lainnya. Semuanya pasti ada penyebabnya atau memang aku sudah menyadarinya. Masalah ini akan memperjelas siapa aku.
Oke sudah waktunya.. ayo terjun..
Sengaja atau polos sih? aku marah dengan kakak ku yang sedang memanaskan kendaraan koplingnya. Rumahku dengan tetangga sangat berdekatan, diantara keduanya kendaraan kakak ku hidup mengeluarkan suara berisik dan polosi dari pembakaran bahan bakar. Aku marah dengan tindakan kakak ku yang mengganggu tetangga. Aku bilang gitu dong matiin pada kaka ku dan membuatnya marah. Hah? kenapa marah padaku? cihh kaka ku tidak mengerti juga kenapa aku memarahinya. Dia selalu saja bodoh dengan keadaan sekitarnya, aku tidak sedang merendahkannya, aku hanya ingin dia mengerti. Seandainya kakaku memanaskan kendaraannya di halaman rumah lalu lubang knalpotnya ke arah jalan maka tidak akan ada alasan untukku marah.
Fakta lainnya kalau kendaraan kakakku itu baru beli beberapa hari yang lalu. Bikin pusing saja, kenapa hanya aku yang memikirkan ini?
Kenapa aku selalu ragu? apakah ini cara bertahan?
Tiap kali aku ditawarkan pekerjaan oleh keluarga dan orang lain aku menjadi bimbang. Dari dulu sudah sering keluarga atau orang lain menawarkan pekerjaan tapi aku malah menolaknya karena ragu.
Ketidakpastian yang selalu menghantuiku.
Mengingatkanku dengan pengalaman waktu magang dulu yang sok! sekali ingin memperbaiki semuanya, ujungnya malah memperparah keadaan. Ingin jadi pahlawan huh? omong kosong apa yang sedang ku pikirkan. Aku selalu membuat semuanya menjadi runyam. Makanya aku hanya akan bekerja ketika aku sudah siap. Terdengar seperti sedang meragukan masa depan
Iya!
Itulah cara pandangku. Berhadapan dengan sesuatu yang belum ku ketahui hanya akan membuatku ragu.
Keraguan adalah bentuk ketakutan.
Memikirkan bagaimana hasil kerjaku, memikirkan bagaimana sikapku, memikirkan bagaimana cara kerja samaku dengan yang lain, ini semua tentang caraku dalam menanggapi permasalahan.
Aku.. tidak ingin mengecewakan orang lain.
Itukah penyebabnya?
Aku mengisi formulir biodata alm kakekku yang akan dihajikan oleh nenekku. Aku mengingat jelas semua kejadiannya. Aku menulis nama kakekku sesuai yang diucapakan setelah itu ku perlihatkan padanya untuk memastikan semuanya. Kata nenekku benar iya benar gak ada yang salah tapi ketika laporannya muncul setelah dihajikan kaka ibuku bilang kalau namanya salah. Hahaha! iya beginilah keadaan yang paling aku benci saat dimana aku selalu disalahkan oleh keluargaku.
Pas dimana handphone kakakku hilang juga malah aku yang disalahkan oleh kaka ibuku. Mereka mencurigaiku.
Aku bisa merasakan aura mereka yang sangat mengganggu.
Pelajaran yang bisa aku ambil adalah
"berhentilah untuk berharap padaku dan berhentilah untuk membangun hubungan denganku"
Siapapun dia..
Aku menjadi pribadi yang tertutup. Semua bisa ku usahakan untuk menghindari pertanyaan atau jebakan yang akan mengungkapkan siapa aku. Aku benci dengan orang-orang yang mencoba untuk menggali informasi tentangku. Rata-rata tujuan mereka yang selalu aku tangkap pasti sebagai bahan gosip mereka. Itu mengganggu sekali.
Aku benci mereka.
Aku ingin hidup nyaman.
Aku punya caraku sendiri.
Apakah aku salah?
Semua permasalahan hanya berpusat tentang "hubungan" semua orang dan diriku. Semua masalah berawal dari kita. Semua masalah berawal dari kesalahan kita. Kesalahan dalam mengambil tindakan.
Jika semua ini benar berarti aku ragu karena akan direpotkan oleh masalah.
Aku direpotkan untuk selalu serius dalam berpikir. Tidak boleh lengah. Memang sih aku takut pada masalah yang akan menimpaku, aku selalu mengeluh. Ketidak ikhlasan hati dalam menerima cobaan.
Tak selamanya aku bisa fokus. Beberapa masalah yang aku hadapi dan lalui banyak yang tidak terselesaikan karena kurangnya waktu untukku berpikir. Aku terlalu jauh berpikir juga penyebab keraguan dalam diriku. Aku harus menyederhanakan pikiranku. Buang poin-poin yang tidak pentingnya.
Menceritakan tentang kehidupan labil saya yang memiliki 3 karakter berbeda yaitu Hapis(sifat asli), Beater dan Zheill.
Kamis, 27 September 2018
Minggu, 16 September 2018
Mencari Arti Cinta
Bagian 7. Cinta Sejati
"paman ubinya 2 kilo berapa?"
"15 ribu kalo 2 kilo"
"oke nih paman ubinya"
Paman penjual ubi ini sangat teliti memperhatikan berat timbangannya agar pas 2 kilo. Sangat teliti. Ubi ukuran besar yang lain kalau digabungkan malah melebihi 2 kilo. Sisa yang 2 ini saja lagi yang hampir pas timbangannya 2 kilo.
"ah paman gak papa, kurang sedikit saya ikhlaskan kok" aku juga ingin menghemat waktu
"ah makasih banyak, kalau gak ikhlas bakalan repot nanti haha"
Wah pamannya sangat adil dalam berjual beli. Auranya baik.
"hehe gak papa kan cuman sedikit, tukar paman!"
Sosok seperti paman ini yang selalu bikin aku kagum. Penampilan sederhana, diajak bicara enak, sopan dan ilmu berdangangnya bagus.
*uhhhh teriak dalam hati 😆
Aku merinding semangat!
Semoga rezeki paman lancar!
Banyaknya pengalaman tentang kepribadian yang telah aku alami membuka pandangan baru untukku melihat sebuah kebenaran. Kemampuan observasi Beater awalnya aku gunakan untuk melihat keburukan orang-orang. Dengan melihat sisi buruk mereka dapat meningkatkan peluangku untuk bertahan dari seseorang yang memiliki niatan jahat. Ya~ alasan bangkitnya sang Beater kan dari lemahnya kekuatan dan pertahanan. Namun setelah melewati proses panjang perbaikan diri kegunaan dari kemampuan-kemampuan karakter labil telah dapat digunakan untuk hal yang positif, untuk sendiri ataupun orang terdekatku. Kuncinya hanya jangan terbawa emosi saja. Oleh karena itu kemampuan Zheill untuk berpikir jernih dan ketenangan hati adalah inti dari semuanya. Mendukung karakter lain dari balik layar.
Jika Beater dapat melihat sifat buruk seseorang begitu juga sebaliknya, aku bisa melihat sifat baik mereka.
Seseorang yang melakukan tindakan baik sangatlah keren bagiku. Mataku terfokus kepada mereka. Mereka bersinar. Walaupun nilai tindakan baik mereka tidaklah besar tapi di sana di dalam hati mereka terdapat sebuah ketulusan.
Ketika di pasar di tengah keramain aku berpas-pasan dengan seorang wanita yang berjalan lumayan cepat mendahuluiku. Aku abaikan saja dia, mungkin dia sedang terburu-buru. Namun mataku terfokus lagi padanya saat dia mencoba memberi sedikit rezeki untuk seorang pengemis cuman cara dia memberikan uangnya cukup unik. Beater tersenyum kecil. Dengan langkah yang masih cepat dan pandangan lurus ke depan dia mendekat sangat dekat ke pengemis itu kemudian memberikan uangnya dari tangan kirinya tapi karena terlalu terburu-buru uangnya jadi jatuh meleset dari tangan si pengemis sontak saja si wanita tadi refleks mengambil dan memberikannya lagi dengan cara biasa. Niat dia memberi dengan cara seperti itu tentu saja agar tidak terlihat oleh orang lain.
Itu kasus seseorang yang sudah paham untuk menyembunyikan niatan baik mereka. Ketulusannya bercampur dengan sebuah keyakinan. Caranya saja yang membuat aku suka. Aku tidak bisa memastikan apa dia benar-benar tulus atau tidak, auranya samar-samar, ya~ soalnya dia mencoba untuk menyembunyikan niatnya sih. Seandainya aku bisa melihat reaksi wajahnya mungkin aku bisa tahu.
Kemampuan pengamatan Beater juga ku gunakan untuk pertahanan. Telah banyak kasus yang aku alami saat seseorang memiliki niatan yang cukup merepotkan. Misalnya di dekati oleh cewek caper(cari perhatian). Saat aku menunggu minuman pesananku aku berdiri menunggu di dekat kerumunan cewek, salah seorang dari mereka banyak tingkah. Tebar pesona dan mencoba mendekatiku. Sayangnya gelembung love love nya gak mempan dengan pendirian Beater. Alasan bercanda dengan temannya dia cari kesempatan ntuk mendekatiku tapi aku sudah waspada sejak awal, aku menjauh darinya dan mendekati paman penjual minuman.
Ha! skakmat! kalau masih mau mendekat lagi emang keterlaluan.
Cewek sepertinya yang suka cari perhatian adalah yang paling aku benci dari salah satu sifat wanita. Kenapa? karena inginnya diperhatikan berawal dari hawa nafsu.
Ibaratnya permen yang tidak berbungkus pasti akan di dekati oleh semut-semut. Bukanlah tulus sebuah cinta melainkan satu keinginan kecil yang berdampak besar untuk dianggap semua orang. Biarpun semua pria di dunia ini telah menganggapnya keinginan tersebut tetap akan berkembang seperti penyakit tumor, belum puas.
Aku tahu karena aku pernah mengalaminya.
Aku duduk di bangku menghadap kelas sementara Aulia duduk di sebrang. Kalau tidak ada kelas aku sering duduk di luar menghirup udara segar, di dalam kelas pengap. Tak ada angin tak ada hujan seseorang dari belakang memanggilku lalu bilang I love U
HEH!? tentu saja aku kaget. Aku sempat terbata-bata mau ngomong apa. Tapikan aku sedang suka dengan Aulia. Aku melihat ke arah Aulia untuk memastikan apa reaksinya dan keputusannya. Tidak ada reaksi! Ah dia terlalu fokus dengan laptopnya. Ini canggung. Aku pun lari masuk ke dalam kelas.
Kenapa aku lari? dia yang menyatakan suka denganku adalah teman kelas ku dulu dari kelas X-1.
Masa cuman karena itu aku lari? tentu saja bukan. Dari cara dia menyatakan perasaan tidaklah benar-benar tulus. Aku justru menangkap perasaan kalau dia hanya akan bermain-main denganku. Kabar burung yang tak sengaja aku dengar menjadi alasan kuat atas tindakanku. Aku juga akan bermain-main dengannya.
Seseorang yang memiliki perasaan tulus tidak akan menyatakan perasaannya dari sebrang gedung sekolah. Yang tulus akan mengambil tindakan tegas dan pastinya aura kasmarannya bisa dirasakan.
Meskipun dia menyatakannya perasaannya dengan cara yang benar aku tetap akan menolaknya. Bukan salahnya kok, aku juga pernah melakukan hal yang seperti itu dulu. Itu wajar saja.
Apakah yang dimaksud dengan cinta?
Rasa suka yang lebih..
Apakah rasa suka itu datang dari sebuah ketulusan?
Dengan mengaktifkan sudut pandang yang baru ini aku dapat melihat warna warninya berbagai macam hal. Begitu banyak. Aku tidak menangkap semuanya. Semakin luas pandangan semakin buram penglihatanku. Aku ingin menangkap semua objek yang aku lihat dan mempelajarinya tanpa melewatkan bagian yang penting. Tapi namanya manusia selalu memiliki batasannya. Itu artinya aku harus lebih selektif memilih buah-buah pelajaran untuk dipelajari.
Belajar untuk mengartikan apa itu cinta. Cinta sejati yang tulus. Rasanya seperti minum susu stroberi.
Dalam agama islam terdapat cara untuk memilih pasangan hidup. Bukan dengan cara bermaksiat seperti pacaran. Berpacaran yang islami? konyol sekali sangat tidak logis. Yang namanya pacaran itu maksiat. Bersentuhan saja dilarang apalagi sampai peluk-pelukan.
Dalam benakku aku telah mendapatkan jawaban terbaik untuk mendapatkan pasangan hidup yang tentunya setia.
Pertama, yakin pasangan yang baik jodohnya pasti pasangan yang baik pula. Itu mutlak. Aku sudah sering melihatnya. Seseorang yang telah mantap akhlak dan ilmunya akan memancarkan aura yang bagus. Seseorang yabg telag bagus perbaikan dirinya memiliki banyak kertas memo di otaknya haha.
Pasangan yang kita inginkan pasti dan selalu yang baik akhlak, ilmu dan parasnya. Tanyakan saja pada preman seperti apa pasangan yang dia harapkan pasti jawabannya sama. Yang baik. Berarti si preman tersebut masih memiliki keinginan untuk berubah. Bila preman tadi mendapat pasangan yang sholehah itu artinya si preman punya harapan untuk berubah 180 derajat. Selalu menarik untuk dipelajari rumitnya jalan cerita kehidupan.
Kedua, dipertemukan dengan cara masing-masing. Aku selalu penasaran bagaimana aku akan dipertemukan dengan pasanganku nanti mengingat aku ini selalu waspada dengan keadaan sekitar.
Apakah dipertemukan dengan berdasarkan akhlak? ilmu? atau hal lainnya? sesuai bagus atau tidaknya kepribadian seseorang.
Si preman tadi tau kalau dia wanita sholehah makanya dia tidak mau menyakitinya ataupun mendekatinya. Rupanya tindakannya telah menarik perhatian si wanita sholehah itu. Sifat baik dibalik sangarnya penampilan.
*gehh so sweet >_<
Ketiga, saling melihat kekurangan dan kelebihan masing-masing. Kalimat yang tak asing yang sering kita dengar bahwa pasangan hidup itu adalah penyempurna kekurangan kita. Kau adalah belahan jiwa ku! ea
Keempat, mengambil tindakan tegas. Memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaan cinta dengan benar dan sesuai agama. Bukan dengan memegang tangannya aau menciumnya. Itu parah sekali.
Itulah kenapa akau selalu ragu untuk bertindak berani dalam menyatakan perasaan. Bukan berpegang tangan, bukan menatapnya, bukan menciumnya atau memeluknya. Rantai aturan agama berguna untuk diri sendiri dan sekitarnya. Menjaga kita dari sifat primitif. Kalau kau menghancurkannya selanjutnya bisa dibayangkan sendiri.
Itu bukan momen romantis karena belum halal. Makanya nikah dulu lalu pacaran. Itu baru romantis.
Benang merah. Sebutan sederhananya.
Terakhir, pasangan setia. Saling mengerti. Saling mengingatkan. Saling menghargai. Saling terbuka. WOW!
Apakah ada pasangan yang seperti itu? tentu ada! itulah wujud dari cinta sejati!
Arti dari cinta sejati bukanlah tentang alasan, kesukaan atau tipe tapi tentang akhlak dan ilmu. Yang berakhlak pasti berhati-hati dan yang berilmu pasti mengerti apa yang harus dilakukannya.
Untuk apa kita memilih pasangan hidup? benar! untuk apa? untuk apa pacaran?
Apakah hanya karena suatu alasan?
Apakah hanya karena suka?
Apakah hanya karena dia tipemu?
Apakah hamya karena dia begini dan begitu?
Itu saja? lalu selanjutnya apa?
Incarlah yang lebih jauh!
Sebagai pasangan dunia akhirat
*wesss
"paman ubinya 2 kilo berapa?"
"15 ribu kalo 2 kilo"
"oke nih paman ubinya"
Paman penjual ubi ini sangat teliti memperhatikan berat timbangannya agar pas 2 kilo. Sangat teliti. Ubi ukuran besar yang lain kalau digabungkan malah melebihi 2 kilo. Sisa yang 2 ini saja lagi yang hampir pas timbangannya 2 kilo.
"ah paman gak papa, kurang sedikit saya ikhlaskan kok" aku juga ingin menghemat waktu
"ah makasih banyak, kalau gak ikhlas bakalan repot nanti haha"
Wah pamannya sangat adil dalam berjual beli. Auranya baik.
"hehe gak papa kan cuman sedikit, tukar paman!"
Sosok seperti paman ini yang selalu bikin aku kagum. Penampilan sederhana, diajak bicara enak, sopan dan ilmu berdangangnya bagus.
*uhhhh teriak dalam hati 😆
Aku merinding semangat!
Semoga rezeki paman lancar!
Banyaknya pengalaman tentang kepribadian yang telah aku alami membuka pandangan baru untukku melihat sebuah kebenaran. Kemampuan observasi Beater awalnya aku gunakan untuk melihat keburukan orang-orang. Dengan melihat sisi buruk mereka dapat meningkatkan peluangku untuk bertahan dari seseorang yang memiliki niatan jahat. Ya~ alasan bangkitnya sang Beater kan dari lemahnya kekuatan dan pertahanan. Namun setelah melewati proses panjang perbaikan diri kegunaan dari kemampuan-kemampuan karakter labil telah dapat digunakan untuk hal yang positif, untuk sendiri ataupun orang terdekatku. Kuncinya hanya jangan terbawa emosi saja. Oleh karena itu kemampuan Zheill untuk berpikir jernih dan ketenangan hati adalah inti dari semuanya. Mendukung karakter lain dari balik layar.
Jika Beater dapat melihat sifat buruk seseorang begitu juga sebaliknya, aku bisa melihat sifat baik mereka.
Seseorang yang melakukan tindakan baik sangatlah keren bagiku. Mataku terfokus kepada mereka. Mereka bersinar. Walaupun nilai tindakan baik mereka tidaklah besar tapi di sana di dalam hati mereka terdapat sebuah ketulusan.
Ketika di pasar di tengah keramain aku berpas-pasan dengan seorang wanita yang berjalan lumayan cepat mendahuluiku. Aku abaikan saja dia, mungkin dia sedang terburu-buru. Namun mataku terfokus lagi padanya saat dia mencoba memberi sedikit rezeki untuk seorang pengemis cuman cara dia memberikan uangnya cukup unik. Beater tersenyum kecil. Dengan langkah yang masih cepat dan pandangan lurus ke depan dia mendekat sangat dekat ke pengemis itu kemudian memberikan uangnya dari tangan kirinya tapi karena terlalu terburu-buru uangnya jadi jatuh meleset dari tangan si pengemis sontak saja si wanita tadi refleks mengambil dan memberikannya lagi dengan cara biasa. Niat dia memberi dengan cara seperti itu tentu saja agar tidak terlihat oleh orang lain.
Itu kasus seseorang yang sudah paham untuk menyembunyikan niatan baik mereka. Ketulusannya bercampur dengan sebuah keyakinan. Caranya saja yang membuat aku suka. Aku tidak bisa memastikan apa dia benar-benar tulus atau tidak, auranya samar-samar, ya~ soalnya dia mencoba untuk menyembunyikan niatnya sih. Seandainya aku bisa melihat reaksi wajahnya mungkin aku bisa tahu.
Kemampuan pengamatan Beater juga ku gunakan untuk pertahanan. Telah banyak kasus yang aku alami saat seseorang memiliki niatan yang cukup merepotkan. Misalnya di dekati oleh cewek caper(cari perhatian). Saat aku menunggu minuman pesananku aku berdiri menunggu di dekat kerumunan cewek, salah seorang dari mereka banyak tingkah. Tebar pesona dan mencoba mendekatiku. Sayangnya gelembung love love nya gak mempan dengan pendirian Beater. Alasan bercanda dengan temannya dia cari kesempatan ntuk mendekatiku tapi aku sudah waspada sejak awal, aku menjauh darinya dan mendekati paman penjual minuman.
Ha! skakmat! kalau masih mau mendekat lagi emang keterlaluan.
Cewek sepertinya yang suka cari perhatian adalah yang paling aku benci dari salah satu sifat wanita. Kenapa? karena inginnya diperhatikan berawal dari hawa nafsu.
Ibaratnya permen yang tidak berbungkus pasti akan di dekati oleh semut-semut. Bukanlah tulus sebuah cinta melainkan satu keinginan kecil yang berdampak besar untuk dianggap semua orang. Biarpun semua pria di dunia ini telah menganggapnya keinginan tersebut tetap akan berkembang seperti penyakit tumor, belum puas.
Aku tahu karena aku pernah mengalaminya.
Aku duduk di bangku menghadap kelas sementara Aulia duduk di sebrang. Kalau tidak ada kelas aku sering duduk di luar menghirup udara segar, di dalam kelas pengap. Tak ada angin tak ada hujan seseorang dari belakang memanggilku lalu bilang I love U
HEH!? tentu saja aku kaget. Aku sempat terbata-bata mau ngomong apa. Tapikan aku sedang suka dengan Aulia. Aku melihat ke arah Aulia untuk memastikan apa reaksinya dan keputusannya. Tidak ada reaksi! Ah dia terlalu fokus dengan laptopnya. Ini canggung. Aku pun lari masuk ke dalam kelas.
Kenapa aku lari? dia yang menyatakan suka denganku adalah teman kelas ku dulu dari kelas X-1.
Masa cuman karena itu aku lari? tentu saja bukan. Dari cara dia menyatakan perasaan tidaklah benar-benar tulus. Aku justru menangkap perasaan kalau dia hanya akan bermain-main denganku. Kabar burung yang tak sengaja aku dengar menjadi alasan kuat atas tindakanku. Aku juga akan bermain-main dengannya.
Seseorang yang memiliki perasaan tulus tidak akan menyatakan perasaannya dari sebrang gedung sekolah. Yang tulus akan mengambil tindakan tegas dan pastinya aura kasmarannya bisa dirasakan.
Meskipun dia menyatakannya perasaannya dengan cara yang benar aku tetap akan menolaknya. Bukan salahnya kok, aku juga pernah melakukan hal yang seperti itu dulu. Itu wajar saja.
Apakah yang dimaksud dengan cinta?
Rasa suka yang lebih..
Apakah rasa suka itu datang dari sebuah ketulusan?
Dengan mengaktifkan sudut pandang yang baru ini aku dapat melihat warna warninya berbagai macam hal. Begitu banyak. Aku tidak menangkap semuanya. Semakin luas pandangan semakin buram penglihatanku. Aku ingin menangkap semua objek yang aku lihat dan mempelajarinya tanpa melewatkan bagian yang penting. Tapi namanya manusia selalu memiliki batasannya. Itu artinya aku harus lebih selektif memilih buah-buah pelajaran untuk dipelajari.
Belajar untuk mengartikan apa itu cinta. Cinta sejati yang tulus. Rasanya seperti minum susu stroberi.
Dalam agama islam terdapat cara untuk memilih pasangan hidup. Bukan dengan cara bermaksiat seperti pacaran. Berpacaran yang islami? konyol sekali sangat tidak logis. Yang namanya pacaran itu maksiat. Bersentuhan saja dilarang apalagi sampai peluk-pelukan.
Dalam benakku aku telah mendapatkan jawaban terbaik untuk mendapatkan pasangan hidup yang tentunya setia.
Pertama, yakin pasangan yang baik jodohnya pasti pasangan yang baik pula. Itu mutlak. Aku sudah sering melihatnya. Seseorang yang telah mantap akhlak dan ilmunya akan memancarkan aura yang bagus. Seseorang yabg telag bagus perbaikan dirinya memiliki banyak kertas memo di otaknya haha.
Pasangan yang kita inginkan pasti dan selalu yang baik akhlak, ilmu dan parasnya. Tanyakan saja pada preman seperti apa pasangan yang dia harapkan pasti jawabannya sama. Yang baik. Berarti si preman tersebut masih memiliki keinginan untuk berubah. Bila preman tadi mendapat pasangan yang sholehah itu artinya si preman punya harapan untuk berubah 180 derajat. Selalu menarik untuk dipelajari rumitnya jalan cerita kehidupan.
Kedua, dipertemukan dengan cara masing-masing. Aku selalu penasaran bagaimana aku akan dipertemukan dengan pasanganku nanti mengingat aku ini selalu waspada dengan keadaan sekitar.
Apakah dipertemukan dengan berdasarkan akhlak? ilmu? atau hal lainnya? sesuai bagus atau tidaknya kepribadian seseorang.
Si preman tadi tau kalau dia wanita sholehah makanya dia tidak mau menyakitinya ataupun mendekatinya. Rupanya tindakannya telah menarik perhatian si wanita sholehah itu. Sifat baik dibalik sangarnya penampilan.
*gehh so sweet >_<
Ketiga, saling melihat kekurangan dan kelebihan masing-masing. Kalimat yang tak asing yang sering kita dengar bahwa pasangan hidup itu adalah penyempurna kekurangan kita. Kau adalah belahan jiwa ku! ea
Keempat, mengambil tindakan tegas. Memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaan cinta dengan benar dan sesuai agama. Bukan dengan memegang tangannya aau menciumnya. Itu parah sekali.
Itulah kenapa akau selalu ragu untuk bertindak berani dalam menyatakan perasaan. Bukan berpegang tangan, bukan menatapnya, bukan menciumnya atau memeluknya. Rantai aturan agama berguna untuk diri sendiri dan sekitarnya. Menjaga kita dari sifat primitif. Kalau kau menghancurkannya selanjutnya bisa dibayangkan sendiri.
Itu bukan momen romantis karena belum halal. Makanya nikah dulu lalu pacaran. Itu baru romantis.
Benang merah. Sebutan sederhananya.
Terakhir, pasangan setia. Saling mengerti. Saling mengingatkan. Saling menghargai. Saling terbuka. WOW!
Apakah ada pasangan yang seperti itu? tentu ada! itulah wujud dari cinta sejati!
Arti dari cinta sejati bukanlah tentang alasan, kesukaan atau tipe tapi tentang akhlak dan ilmu. Yang berakhlak pasti berhati-hati dan yang berilmu pasti mengerti apa yang harus dilakukannya.
Untuk apa kita memilih pasangan hidup? benar! untuk apa? untuk apa pacaran?
Apakah hanya karena suatu alasan?
Apakah hanya karena suka?
Apakah hanya karena dia tipemu?
Apakah hamya karena dia begini dan begitu?
Itu saja? lalu selanjutnya apa?
Incarlah yang lebih jauh!
Sebagai pasangan dunia akhirat
*wesss
Senin, 10 September 2018
Panik!!!
"sudah sore nih ayok pulang"
Hari sudah sore sekitar jam 5an. Aku dan adikku sedang memancing di hutan yang lumayan jauh lokasinya dari rumahku. Jalan pintas menuju lokasi memancing kami lewat hutan belakang rumahku. Lurus terus belok kanan mengikuti jalan yang biasa dipakai oleh petani karet. Aku tidak bisa memastikan seberapa jauhnya hmm kalau dengan kecepatan lari jogging sih sekitar 10 menitan lah.
Sudah siap untuk pulang.
Adikku memakai sepeda sedangkan aku jalan kaki sambil membawa serokan ikan dan tas berisi perlengkapan lainnya. Tidak berat kok.
Berjalan di dalam hutan sore-sore begini membuatku sedikit waspada. Kalau bukan kemauan adikku aku gak bakalan mancing sampai jam segini. Kau tahu anak zaman sekarang susah sekali berteman dengan yang lain. Merepotkan kalau harus aku yang jadi temannya tiap hari. Anak kecil sekarang ini hanya tahu gadget, pacaran, merokok dan hal gila lainnya. Aku tahu kok kalau adikku tidak mau berteman dengan teman yang seperti itu. Tapi tak boleh begitu juga, seharusnya dia memimpin teman-temannya untuk menunjukkan kalau pacaran dan main gadget tak seseru dibandingkan dengan bermain permainan tradisional, atau diajak mandi ke sungai kek.
*gehhh
Anak zaman now tidak tau yang asyik dan yang enggak. Bicara tentang generasi zaman sekarang sangatlah mengkhawatirkan. Aku tidak bisa membayangkan gimana hancurnya masa depan nanti.
Beater: makanya cari power untuk memimpin dunia, duit kau perlu duit semuanya bakal gampang.
Berisik gak semudah itu mengatur suatu wilayah.
*sniff *sniff
Hidungku mencium bau harum. Bau minyak harum! di tengah hutan begini!!!
Tu-tunggu tunggu uahhh ahh
Tenang fidz. Paling cuman kuntilanak. Cuman!
Bulu kudukku langsung berdiri semua, jantungku berdebar kencang mungkinkah..
ini cinta? Anjayyy
Serius woyy!
Bau harum ini sangat tak masuk akal di tengah hutan begini. Dan juga aku langsung kepikiran kalau ini aroma bau bunga kamboja padahal belum pernah memastikan bau bunganya. Apakah ini tergolong kasus de javu?
Ah itu tidak penting. Yang jauh lebih penting sekarang ini aku benaran akan bertemu setan. Setan yang punya ciri-ciri bau harum hanyalah kuntilanak. Gak ada yang lain. Serem. Seremnya kalau sampai kena jump scare!
Aku sangat panik!
Dari mana dia akan muncul?!
Apakah "hihihi" duluan atau muncul duluan?!
Apakah terjun dari atas terus aku gendong?!
Apakah muncul dari belakang terus memelukku? *Hafidz kun
Jangan! jangan! jangan tangannya yang duluan memegang pundakku lalu tertawa.. serem
Cihh adikku malah santai aja!
Pengen kabur dengan kecepatan kilat! tapi adikku gimana?! seandainya dia paham situasi menjepit ini!
Asemm tingkat waspadaku memasuki tahap maksimal. Penciuman, ketajaman mata, ketajaman pendengaran, kepekaan suhu, refleks bertarung , semuanya naik!!
Increasing up!!
Tekanan insting!!
Aku melihat di depan ada pohon bambu. Mungkinkah? enggak! itu pasti! pasti di sana rumah setannya!
Ayok sini ngajak berantem!! aku tebas kau pakai serokan ikan ini!! Aku telah mempelajari jurus tebasan pedang cepat!! kalau muncul di dimensi kami berarti kontak fisik akan mempankan?!!! kan!! kan!!!
Zheill: padahal dia tau kalau setan punya tenaga dalam -_-
Beater bantu aku!!!
Beater: a-ahhhaha maaf aku juga takut di jump scare..
Woiiii
Kesal.. tak ada pilihan lain langsung serang aja kalau dia muncul.
Misalkan aku tertangkap gimana??!!! dan di nikahkan dengan anak setan lainnya di dunia lain.. aahahaha tidakk!!!!
Tebas! Tebas! ringankan badan lalu bergerak secepatnya ke arah setannya muncul.
Ini dia aku akan melewati pohon bambu.
*tap tap tap tap tap tap
*tap tap tap tap tap tap
Gak ada.. eh kok gak muncul?
Ehhhhh!!!
Kami telah keluar dari hutan dengan selamat. Tidak di culik yey yey!!(〜^∇^)〜
(づ ̄ ³ ̄)づ
Syukurlah..
Hari sudah sore sekitar jam 5an. Aku dan adikku sedang memancing di hutan yang lumayan jauh lokasinya dari rumahku. Jalan pintas menuju lokasi memancing kami lewat hutan belakang rumahku. Lurus terus belok kanan mengikuti jalan yang biasa dipakai oleh petani karet. Aku tidak bisa memastikan seberapa jauhnya hmm kalau dengan kecepatan lari jogging sih sekitar 10 menitan lah.
Sudah siap untuk pulang.
Adikku memakai sepeda sedangkan aku jalan kaki sambil membawa serokan ikan dan tas berisi perlengkapan lainnya. Tidak berat kok.
Berjalan di dalam hutan sore-sore begini membuatku sedikit waspada. Kalau bukan kemauan adikku aku gak bakalan mancing sampai jam segini. Kau tahu anak zaman sekarang susah sekali berteman dengan yang lain. Merepotkan kalau harus aku yang jadi temannya tiap hari. Anak kecil sekarang ini hanya tahu gadget, pacaran, merokok dan hal gila lainnya. Aku tahu kok kalau adikku tidak mau berteman dengan teman yang seperti itu. Tapi tak boleh begitu juga, seharusnya dia memimpin teman-temannya untuk menunjukkan kalau pacaran dan main gadget tak seseru dibandingkan dengan bermain permainan tradisional, atau diajak mandi ke sungai kek.
*gehhh
Anak zaman now tidak tau yang asyik dan yang enggak. Bicara tentang generasi zaman sekarang sangatlah mengkhawatirkan. Aku tidak bisa membayangkan gimana hancurnya masa depan nanti.
Beater: makanya cari power untuk memimpin dunia, duit kau perlu duit semuanya bakal gampang.
Berisik gak semudah itu mengatur suatu wilayah.
*sniff *sniff
Hidungku mencium bau harum. Bau minyak harum! di tengah hutan begini!!!
Tu-tunggu tunggu uahhh ahh
Tenang fidz. Paling cuman kuntilanak. Cuman!
Bulu kudukku langsung berdiri semua, jantungku berdebar kencang mungkinkah..
ini cinta? Anjayyy
Serius woyy!
Bau harum ini sangat tak masuk akal di tengah hutan begini. Dan juga aku langsung kepikiran kalau ini aroma bau bunga kamboja padahal belum pernah memastikan bau bunganya. Apakah ini tergolong kasus de javu?
Ah itu tidak penting. Yang jauh lebih penting sekarang ini aku benaran akan bertemu setan. Setan yang punya ciri-ciri bau harum hanyalah kuntilanak. Gak ada yang lain. Serem. Seremnya kalau sampai kena jump scare!
Aku sangat panik!
Dari mana dia akan muncul?!
Apakah "hihihi" duluan atau muncul duluan?!
Apakah terjun dari atas terus aku gendong?!
Apakah muncul dari belakang terus memelukku? *Hafidz kun
Jangan! jangan! jangan tangannya yang duluan memegang pundakku lalu tertawa.. serem
Cihh adikku malah santai aja!
Pengen kabur dengan kecepatan kilat! tapi adikku gimana?! seandainya dia paham situasi menjepit ini!
Asemm tingkat waspadaku memasuki tahap maksimal. Penciuman, ketajaman mata, ketajaman pendengaran, kepekaan suhu, refleks bertarung , semuanya naik!!
Increasing up!!
Tekanan insting!!
Aku melihat di depan ada pohon bambu. Mungkinkah? enggak! itu pasti! pasti di sana rumah setannya!
Ayok sini ngajak berantem!! aku tebas kau pakai serokan ikan ini!! Aku telah mempelajari jurus tebasan pedang cepat!! kalau muncul di dimensi kami berarti kontak fisik akan mempankan?!!! kan!! kan!!!
Zheill: padahal dia tau kalau setan punya tenaga dalam -_-
Beater bantu aku!!!
Beater: a-ahhhaha maaf aku juga takut di jump scare..
Woiiii
Kesal.. tak ada pilihan lain langsung serang aja kalau dia muncul.
Misalkan aku tertangkap gimana??!!! dan di nikahkan dengan anak setan lainnya di dunia lain.. aahahaha tidakk!!!!
Tebas! Tebas! ringankan badan lalu bergerak secepatnya ke arah setannya muncul.
Ini dia aku akan melewati pohon bambu.
*tap tap tap tap tap tap
*tap tap tap tap tap tap
Gak ada.. eh kok gak muncul?
Ehhhhh!!!
Kami telah keluar dari hutan dengan selamat. Tidak di culik yey yey!!(〜^∇^)〜
(づ ̄ ³ ̄)づ
Syukurlah..
Minggu, 09 September 2018
Meluruskan
Aku selalu mengabaikan hal yang penting. Aku selalu acuh dengan urusan orang lain. Di sana adalah daerah milik orang lain. Aku tidak boleh memasukinya apalagi sampai ikut campur. Memang informasi itu sangat penting untuk mengetahui keadaan sekarang tapi kalau sampai ikut berkomentar buruk apa yang dialaminya, itu sangat keterlaluan.
Gosip
Kalau aku sedang digosipkan oleh teman-teman itu lebih bagus daripada menusuk langsung dari depan atau sampai kontak fisik, hatiku terlalu lemah untuk menahannya. Tusuklah dari belakang. Memang sakit. Namun aku bisa berpikir melanjutkan tindakan apa yang sebaiknya akan aku ambil.
Kalian meminta aku menjauh? akan aku lakukan
Kalian minta aku menyesal? akan aku lakukan Apapun selain bunuh diri.
Aku bukan budak. Setidaknya aku ingin merasakan apa yang kalian rasakan dengan menghukum diriku ini. Aku memang payah yang terlalu membanggakan diri.
Sms masuk
Isinya menyatakan kalau ibuku harus berhenti untuk menggoda ayahnya. Hah? aku kaget sekali. Pesannya cukup lebar dan detail. Kemarin kaka dari perkumpulan anak yatim meminta nomor hp ku. Mungkin saja ini pesan darinya. Auranya memang berbeda dari biasanya. Ketika aku bertanya untuk apa lalu dia menjawab pokoknya penting.
Perasaanku campur aduk. Ini di luar jangkauanku. Aku menyerahkan ke kakaku. Raut wajahnya langsung berubah serius. Ini tidak bagus. Aku tidak bisa menangani hal ini. Sebaiknya aku menjauh.
Aku menjaga jarak dengan kaka itu bila ada kegiatan bersama yang lain. Rumahnya dekat pasar Jangkung. Pasar? kalau tak salah ibuku ke pasar malam beberapa hari yang lalu.
Siapa yang salah dan yang benar aku tidak tahu. Jangan berpikir! sebaiknya aku lari.
Zheill: Berpikirlah!
Ketika aku absen sekolah guru matematika yang tinggal dekat rumahku menggosipkan kegiatanku ketika mandi di sungai. Kata Syarif guru kemarin bilang kalau kamu mandi di sungai air sungainya menjadi keruh. Untuk yang mencuci pakaian di sungai menjadi tidak menguntungkan. Aku terdiam.
Beater: kau taukan yang mana orang yang baik dan yang tidak. Di lihat dari luar pun kau sudah bisa menebaknya. Lalu apa? kau ingin berhenti bermain di sungai hanya kerena masalah ini.
Hapis: Aku yang salah. Nanti aku akan meyakinkan teman-teman ku agar kami bermainnya tidak berlebihan.
Ulangan olahraga semester akhir. Aku pasti bisa mempertahankan permainan bola voli ku agar tidak jatuh. Aku mulai membanding-bandingkan kemampuanku dengan teman yang lain. Aku jauh lebih baik, aku tidak akan menjadi yang terakhir. Tapi apa yang terjadi adalah sebuah hukuman atas pikiran sombongmu. Aku mendapat nilai terendah.
Beater: Kerena kau memang payah!
Zheill: Gunakanlah otakmu, caramu yang salah.
Ujian akhir telah berakhir dan aku lulus SMP, tinggal melanjutkan sekolah tujuan. Tapi aku tidak punya tujuan. Aku tidak tau harus kemana. Aku hanya mengikuti arus. Kemana temanku pergi aku mengikutinya.
Pagi hari tanpa tujuan yang jelas datang ke sekolah aku juga ikut-ikutan mereka. Saat di warung makan mereka sarapan pagi. Kalau aku hanya duduk dekat mereka karena sudah makan di rumah sebelum berangkat. Aku akan menunggu mereka selesai.
Ibu pemilik warung menyinggung kehadiranku. Katanya kalau tidak pesan apa-apa mending pergi sana. Kasar sekali. Aku tidak menyangka.
Zheill: tentu saja kehadiranmu tidaklah menguntungkan.
Beater: tidak berperasaan dan bahasa yang kasar, lagian hanya kita yang menjadi pelanggan pagi ini, masih banyak bangku yang kosong. Sumpahi saja warung ini agar bangkrut, doa mu pasti terkabulkan.
Hapis: tidak berperasaan, sebaiknya aku pergi saja.
"kukira kamu orang yang pintar dilihat dari tampangnya rupanya enggak" seseorang dari kelas sebelah yang datang lalu bilang begitu.
Yang awalnya aku ceria saat bercanda dengan teman kelas langsung dibuat diam oleh perkataannya.
Beater: bela-belain datang hanya untuk mengatakan itu betapa buruknya sifatnya.
Zheill: manusia memang angkuh dengan kehebatannya. Mereka akan mengukur kemampuannya untuk melegakan hati mereka seperti yang kau lakukan saat SMP dulu.
Hapis: Sebaiknya aku abaikan.
Guru ekonomi bilang padaku kalau nilai akhir SMP ku di dapat dari hasil yang curang. Aku mengerti apa yang dimaksudnya. Aku langsung menjawab iya dengan jujur. Tak ada yang perlu disembunyikan.
Zheill: bedanya kau dengan yang lainnya adalah usaha dan niatmu. Aku bisa melihat bakat mu, kaunya saja yang malas.
Hapis: demi membanggakan dan menyenangkan ibuku saat pembagian rapot.
Aku mendapatkan ranking 12 semester kedua kelas 10. Aku kira akan lebih tinggi lagi. Salah satu teman kelas yang curang malah dapat ranking lebih tinggi dari aku. Tapi yang membuat hatiku lebih sakit, ibuku tidak bisa hadir ketika pengambilan rapot. Padahal aku ingin menunjukkannya.
Beater: semua gara-gara si brengsek itu kan..
Zheill: itu pelajaran untukmu bahwa kenyataan tak selalu sesuai keinginan kita..
Beater: ...
Hapis: apa yang kalian mau?
Zheill: selamanya dengan pendirian bocahmu tak akan merubah apapun..
Hapis: tidak juga..
Beater: kau lemah, saat seseorang yang kau cintai disakiti kau malah tidak bisa berbuat apa-apa..
Hapis: kau benar, aku lemah..
Zheill: tidak perlu berharap dengan orang lain sekalipun itu temanmu..
Hapis: kecuali ibuku..
Beater: bungkam mereka yang menyakitimu dengan kekuatan kita..
Hapis: tidak usah, nanti mereka akan jatuh dengan sendirinya..
Zheill: tidak perlu menjadi terkenal..
Hapis: kau bisa membuatku seperti kabut..
Beater: tidak perlu berbaik sangka demi kesempurnaan..
Hapis: manusia tempatnya salah, tidak perlu pertahan yang tebal semua sudah diatur..
Zheill: tidak ada celah jika kau bersungguh-sungguh..
Hapis: aturlah kondisi idealnya untuk serius..
Beater: akhirnya kau menerima kami..
Zheill: terlalu banyak waktu yang telah terbuang..
Hapis: iya.. perlahan kita akan menjadi orang yang lebih baik lagi..
Gosip
Kalau aku sedang digosipkan oleh teman-teman itu lebih bagus daripada menusuk langsung dari depan atau sampai kontak fisik, hatiku terlalu lemah untuk menahannya. Tusuklah dari belakang. Memang sakit. Namun aku bisa berpikir melanjutkan tindakan apa yang sebaiknya akan aku ambil.
Kalian meminta aku menjauh? akan aku lakukan
Kalian minta aku menyesal? akan aku lakukan Apapun selain bunuh diri.
Aku bukan budak. Setidaknya aku ingin merasakan apa yang kalian rasakan dengan menghukum diriku ini. Aku memang payah yang terlalu membanggakan diri.
Sms masuk
Isinya menyatakan kalau ibuku harus berhenti untuk menggoda ayahnya. Hah? aku kaget sekali. Pesannya cukup lebar dan detail. Kemarin kaka dari perkumpulan anak yatim meminta nomor hp ku. Mungkin saja ini pesan darinya. Auranya memang berbeda dari biasanya. Ketika aku bertanya untuk apa lalu dia menjawab pokoknya penting.
Perasaanku campur aduk. Ini di luar jangkauanku. Aku menyerahkan ke kakaku. Raut wajahnya langsung berubah serius. Ini tidak bagus. Aku tidak bisa menangani hal ini. Sebaiknya aku menjauh.
Aku menjaga jarak dengan kaka itu bila ada kegiatan bersama yang lain. Rumahnya dekat pasar Jangkung. Pasar? kalau tak salah ibuku ke pasar malam beberapa hari yang lalu.
Siapa yang salah dan yang benar aku tidak tahu. Jangan berpikir! sebaiknya aku lari.
Zheill: Berpikirlah!
Ketika aku absen sekolah guru matematika yang tinggal dekat rumahku menggosipkan kegiatanku ketika mandi di sungai. Kata Syarif guru kemarin bilang kalau kamu mandi di sungai air sungainya menjadi keruh. Untuk yang mencuci pakaian di sungai menjadi tidak menguntungkan. Aku terdiam.
Beater: kau taukan yang mana orang yang baik dan yang tidak. Di lihat dari luar pun kau sudah bisa menebaknya. Lalu apa? kau ingin berhenti bermain di sungai hanya kerena masalah ini.
Hapis: Aku yang salah. Nanti aku akan meyakinkan teman-teman ku agar kami bermainnya tidak berlebihan.
Ulangan olahraga semester akhir. Aku pasti bisa mempertahankan permainan bola voli ku agar tidak jatuh. Aku mulai membanding-bandingkan kemampuanku dengan teman yang lain. Aku jauh lebih baik, aku tidak akan menjadi yang terakhir. Tapi apa yang terjadi adalah sebuah hukuman atas pikiran sombongmu. Aku mendapat nilai terendah.
Beater: Kerena kau memang payah!
Zheill: Gunakanlah otakmu, caramu yang salah.
Ujian akhir telah berakhir dan aku lulus SMP, tinggal melanjutkan sekolah tujuan. Tapi aku tidak punya tujuan. Aku tidak tau harus kemana. Aku hanya mengikuti arus. Kemana temanku pergi aku mengikutinya.
Pagi hari tanpa tujuan yang jelas datang ke sekolah aku juga ikut-ikutan mereka. Saat di warung makan mereka sarapan pagi. Kalau aku hanya duduk dekat mereka karena sudah makan di rumah sebelum berangkat. Aku akan menunggu mereka selesai.
Ibu pemilik warung menyinggung kehadiranku. Katanya kalau tidak pesan apa-apa mending pergi sana. Kasar sekali. Aku tidak menyangka.
Zheill: tentu saja kehadiranmu tidaklah menguntungkan.
Beater: tidak berperasaan dan bahasa yang kasar, lagian hanya kita yang menjadi pelanggan pagi ini, masih banyak bangku yang kosong. Sumpahi saja warung ini agar bangkrut, doa mu pasti terkabulkan.
Hapis: tidak berperasaan, sebaiknya aku pergi saja.
"kukira kamu orang yang pintar dilihat dari tampangnya rupanya enggak" seseorang dari kelas sebelah yang datang lalu bilang begitu.
Yang awalnya aku ceria saat bercanda dengan teman kelas langsung dibuat diam oleh perkataannya.
Beater: bela-belain datang hanya untuk mengatakan itu betapa buruknya sifatnya.
Zheill: manusia memang angkuh dengan kehebatannya. Mereka akan mengukur kemampuannya untuk melegakan hati mereka seperti yang kau lakukan saat SMP dulu.
Hapis: Sebaiknya aku abaikan.
Guru ekonomi bilang padaku kalau nilai akhir SMP ku di dapat dari hasil yang curang. Aku mengerti apa yang dimaksudnya. Aku langsung menjawab iya dengan jujur. Tak ada yang perlu disembunyikan.
Zheill: bedanya kau dengan yang lainnya adalah usaha dan niatmu. Aku bisa melihat bakat mu, kaunya saja yang malas.
Hapis: demi membanggakan dan menyenangkan ibuku saat pembagian rapot.
Aku mendapatkan ranking 12 semester kedua kelas 10. Aku kira akan lebih tinggi lagi. Salah satu teman kelas yang curang malah dapat ranking lebih tinggi dari aku. Tapi yang membuat hatiku lebih sakit, ibuku tidak bisa hadir ketika pengambilan rapot. Padahal aku ingin menunjukkannya.
Beater: semua gara-gara si brengsek itu kan..
Zheill: itu pelajaran untukmu bahwa kenyataan tak selalu sesuai keinginan kita..
Beater: ...
Hapis: apa yang kalian mau?
Zheill: selamanya dengan pendirian bocahmu tak akan merubah apapun..
Hapis: tidak juga..
Beater: kau lemah, saat seseorang yang kau cintai disakiti kau malah tidak bisa berbuat apa-apa..
Hapis: kau benar, aku lemah..
Zheill: tidak perlu berharap dengan orang lain sekalipun itu temanmu..
Hapis: kecuali ibuku..
Beater: bungkam mereka yang menyakitimu dengan kekuatan kita..
Hapis: tidak usah, nanti mereka akan jatuh dengan sendirinya..
Zheill: tidak perlu menjadi terkenal..
Hapis: kau bisa membuatku seperti kabut..
Beater: tidak perlu berbaik sangka demi kesempurnaan..
Hapis: manusia tempatnya salah, tidak perlu pertahan yang tebal semua sudah diatur..
Zheill: tidak ada celah jika kau bersungguh-sungguh..
Hapis: aturlah kondisi idealnya untuk serius..
Beater: akhirnya kau menerima kami..
Zheill: terlalu banyak waktu yang telah terbuang..
Hapis: iya.. perlahan kita akan menjadi orang yang lebih baik lagi..
Jumat, 07 September 2018
Hapis dan Kebanggaan
Semua orang pasti pernah dipuji bila melakukan hal yang luar biasa. Rasanya setelah dipuji itu sangatlah luara biasa, kadang kita bisa mengekspresikannya secara berlebihan. Ingin meledak!! mungkin begitulah rasanya. Hidup dan berjalan bersama sebuah kebanggan itulah yang dialami olehku dulu.
Teman-teman lamaku masih ada yang memanggilku Hapis padahal nama depanku Hafidz bukan Hapis. Terbiasa dipanggil Hapis rasanya akan canggung bila ada yang memanggil namaku dengan benar.
Hafidz kan artinya hafal Al-Quran? yep aku jadi merasa bersalah dengan namaku sendiri yang berkebalikan dengan perilakunya. Jadi kalau ada yang memanggilku Hapis itu lebih bagus, yahh agak ringan gitu.
Enggak kok, malahan aku suka dengan namaku sendiri apalagi dibagian "Rach"nya.
Menurutku arti dari nama belakangku bukanlah ke arah Bulan Ramadhan melainkan ke arah harta benda atau ekonomi. Rach itu bukanlah Rich(kaya) bukan juga miskin dan "Dana" adalah harta yang ku miliki. Penghubung keduanya "ma" aku tidak tau. Namun naluriku bilang arti keseluruhan dari nama belakangku adalah kesederhanaan dan seimbang. Dari namaku saja sudah unik apalagi orangnya. Tapi ya tentu saja aku paham kalau di dunia ini gak hanya aku unik. Semua orang memiliki ke unikan masing-masing. Yang hendak aku maksudkan adalah tiap cerita yang aku tulis berdasarkan perasaan saat itu juga yang aku alami. Aku sombong, marah, senang, ceria.. kemudian pengalaman-pengalaman ini aku ambil saat aku dalam karakter Hapisku.. bangga dengan dirinya.
==========
Aku sangatlah kekanak-kanakan dan sering membeli mainan. Uang jajanku selalu saja habis setelah ku belanjakan dengan mainan dan bila sampai ke rumah sepulang sekolah aku pasti kelaparan. Mainan seperti sihir yang menggodaku apalagi mainan miniatur robot Gundam dengan segala macam senjatanya. Di rumah aku selalu memainkannya sesuai imajinasiku, yang cowok pastilah paham apa yang ku maksud. Sangkin asyiknya ibuku dan nenekku bilang aku sedang berwayang(wayang kulit). Tak hanya bermain robot-robotan permainan bongkar pasang pun ku mainkan. Tak tanggung-tanggung aku membuat sebuah kastil untuk kucing-kucingku. Mainan puzzle yang didapat dari hadiah susu bayi tidak terlalu banyak jadi bila aku hendak membuat bentuk yang lain terpaksa harus dibongkar. Jepitan jemuran juga ku buat bentuk robot. Aku menyusun semua mainan dengan rapi seperti kota dan seisinya di ruang tamu. Yang bikin kesel saat kucingku ikut bermain. Langsung nyebur gitu kayak di sungai. Merusak pemandangan!. Terpaksa harus menyusun ulang lagi.
==========
Pengalaman pertama aku belajar membaca maksud orang lain adalah saat bermain sendiri, sementara temanku yang lain asyik duduk bercanda. Entahlah langsung saja aku aku mengira kalau temanku si Ardi yang duduk dekat yang lain sedang membicarakanku, berbisik ke teman sebelahnya dan menatapku. Bukan membicarakan hal yang baik itulah maksud yang aku tangkap dari melihatnya. Entah apa yang merasukiku, bukannya kalau ada kesalahan kita harus minta maaf. Aku bangun lalu menghampirinya untuk minta maaf. Tapi dia bilang "minta maaf soal apa?" dengan nanda seperti mengolok. Ini tidak baik kenapa aku langsung bertindak demikian. Dengan santai aku kembali ke tempatku dan bermain lagi. Kemudian aku lupakan yang telah terjadi. Aku tau kok makanya tidak ku teruskan untuk berdebat. Aku tidak pandai bersilat lidah sebab aku orang yang pemalu.
Ibuku membeli sepeda milik tetangga untukku
dengan harga murah. Sudah lama aku ingin memiliki sepeda dan akhirnya kesampaian. Bertapa bahagianya aku. Walaupun sepeda bekas aku tetap senang, langsung saja aku memakainya untuk berangkat sekolah. Aku memang pemalu tapi kalau saat bersama teman-teman aku bisa kelepasan ceria dan mungkin saja sebagian akan ada yang menganggap aku sebagai pengganggu.
Pulang sekolah aku bareng teman yang saling balapan. Tidak terlalu ingat dengan siapa aku pulang tapi satu orang yang paling aku ingat dia adalah si Hakim. Setengah jalan lagi sampai ke rumah, setelah menuruni jembatan tiba-tiba rem ku macet membuatku jatuh di pinggir jalan. Aku merasa ada cairan yang keluar di bibirku dan rasanya nyeri.
Uh berdarah..
Aku hanya melihat sosok Hakim yang menemaniku, yang lain sudah menghilang dari pandanganku. Sebetulnya aku ingin nangis tapi tidak jadi karena masih ada yang peduli denganku. Aku menyuruh Hakim duluan. Anehnya aku tidak marah dengan mereka padahal sudah meninggalkanku, terlalu cepat aku melupakannya.
==========
Kehidupan baru mulai ku rasakan saat bersekolah di SMP Negeri 1 Tanjung. Banyak sudah aku memiliki teman baru. Ibuku sempat khawatir denganku, semalaman tidak bisa tidur karena memikirkan apakah aku akan diterima di sekolah ini. Aku meyakinkan ibuku kalau pas ujian pendaftarannya gampang kok. Nilai 80 ku dapatkan di ujian tertulis. Yey aku lulus padahal asal-asalan aja ikut daftar di sekolah ini😅.
Awalnya sendiran saja aku berangkat sekolah setelah tidak ada lagi Nadia yang mengikutiku aku enjoy aja sampai bertemu kaka sepupuku, Irfan, beda setahun denganku di sekolah yang sama. Menjadi kebiasaan tiap hendak berangkat mereka menungguku. Ah pasukan bertambah mulai dari Irfan, Ilham temannya, Syarif seangkatan denganku dan juga Ramlan. Kalau Ramlan jarang sih ikut berangkat dengan kami. Kami jadi sangat akrab dan pastinya pergi dan pulang sekolah selalu bersama.
Dalam hubungan pertemanan pastilah pernah kelewatan dalam mengekspresikan diri. Pernah sekali Irfan mengolok-olokku, aku tidak ingat apa yang ia katakan tapi yang pasti ucapannya sangat kejam dan hatiku sangat terluka. Kalian tahukan aku ini mental tempe. Tidak biasanya ia berucap seperti itu. Merendahkan atau mengejek dengan bahasa kasar dan diucapkan secara langsung itu tandanya ungkapan ketidak sukaan kan? bila ada yang tidak suka maka pilihan terbaiknya adalah menjauhkan? itu yang aku pahami dan kulakukan.
Aku melihat mereka masih menungguku dari balik jendela kaca rumah. Menunggu sampai mereka bosan menunggu. Kalau Irfannya gak ada bersama mereka aku langsung cus aja, hanya dia yang mesti dihindari. Jam menunjukkan angka 7 lewat beberapa menit.
Cihhh ngapain sih, kenapa masih menungguku?😡
Ibuku menghampiriku karena bingung denganku yang sedari tadi belum juga berangkat. Aku menjelaskan poin penting apa yang telah terjadi kemarin dengan singkat dan jelas. Sudah seharusnya beginikan kalau ada seseorang yang tak menyukaiku, aku harus menjauh. Tapi apa-apaan dia setelah berkata kasar malah masih mau berhubungan denganku. Namun ibuku bilang harus berangkat dengan suara lembut. Tidak ada pesan bijak dari jawaban ibuku namun nada suaranya menenangkan pikiranku. Aku termenung beberapa saat😐. Kalau sampai terlambat bisa gawat juga sih. Aku memasang sepatuku dan berangkat seperti biasa, seperti tidak pernah terjadi apa-apa😅.
==========
Kalian tahu apa yang tidak ku suka dari hari jum'at? yaitu jam eskul. Aku ikut eskul English Day karena ikut-ikutan Bayu. Habisnya aku masih tergolong makhluk yang pemalu. Padahal ada niatan sih ingin ikut eskul silat, melihat mereka menendang ke sana kemari dan gerakan unik lainnya membuatku terpikat. Ingin sih. Cuman aku terlalu pemalu dan takut sendirian. Jadi yah beginilah jadinya. Pernah terbesit ingin keluar dari eskul ED tapi aku ketakutan saat berhadapan dengan guru pembimbing. Serem auranya serem. Aku takut bicara. Alaram bahaya dari insting bikin gaduh. Uahh.. terpaksa aku harus menjalaninya.
Aku dengar kalau Bayu pacaran dengan Citra, anak akselerasi. Pernah tak sengaja melihat isi pesan hp nya Bayu. Benar mereka pacaran. Kelas akselerasilah yang selalu dipakai untuk eskul ED. Jadi apakah karena ini Bayu ikut- ah ngibul kamu pis, jangan berpikir yang enggak-enggak.
Tiap kali masuk kelas akselerasi auranya begitu berat😫. i-ini adalah tahta murid terbaik di sekolah ini. Arrgghhh aku sesak napas😨. Apalagi harus eskul di sini. Jujur saja tak ada yang berubah dari SD sampai sekarang. Aku selalu tertekan oleh kelemahanku.
==========
Uah cepatnya!!
Hampir semua teman kelas terkagum-kagum dengan kecepatan berlariku. Aku merasa tubuhku sangat ringan saat berlari tadi dan juga anginnya terasa terbelah gitu. Wow. Kejadian ini mirip ketika kami jalan-jalan ke hutan dulu. Tak sengaja bertemu orang gila bawa raket dan barang-barang aneh yang ia gendong pakai karung. Merespon keanehan tubuhku langsung bergerak sendiri secepat kilat ambil langkah seribu. Kurang dari 3 detik sudah sampai setengah jalan dan berhenti saat mendengar ada yang memanggilku. Oh Rezeki aku kelupaan.
"cepatnya pis" terengah-engah
"heh masa?" nada santai
Aku selalu santai menanggapi pujian dari orang-orang. Merasa tak enak lalu aku mencari topik lain untuk mengalihkan pembicaraan tentang diriku, misalnya memuji dia yang tadi memujiku agar tak hanya aku yang jadi pusat perhatian. Inilah keahlianku yang sudah terprogram sejak lahir. Tak bisa diubah.
Aku juga punya senyum yang tulus. Kelas lain pernah bilang kalau senyumku itu lucu tapi aku ragu apa benar begitu, aku lari masuk kelas dan merenunginya. Dia berkata jujur aku bisa merasakan auranya yang tenang.
Rezeki atau adik sepupuku juga pernah minta fotoku yang lagi senyum untuk menunjukannya kepada teman cewe di kelasnya. Gila banget pas pulang sekolah 5 pesan masuk dari nomor yang berbeda dan isinya sama ingin minta kenalan. Uahh aku pun membalas tanggapan salah satu dari mereka.
Banyak hal yang telah dialami..
Roda kehidupanpun perlahan berputar..
Masalah mulai berdatangan. Sebentar lagi naik kelas 2 SMA. Aku punya teman baik di kelas namanya Dayat. Dia teman cowok pertamaku aku sudah pernah menceritakan di episode Sebuah Pertanyaan. Dengannya aku bisa menjadi diriku yang sesungguhnya, Hapis. Aku merasa dia yang paling mungkin untuk menjadi tempat curhatku. Aku meminta pendapatnya bagaimana cara untuk menghadapi hubungan keluarga yang retak. Jawabannya aku tak terlalu ingat tapi hatiku ingat bagaimana rasanya. Aku yakin aku bisa menghadapinya, masalah yang akan datang.
🍃🍃🍃
Lalu aku bertemu mereka berdua..
Zheill yang terpuruk di sudut ruangan dan Beater yang sedang menyesali kelemahannya.
Hei..
Teman-teman lamaku masih ada yang memanggilku Hapis padahal nama depanku Hafidz bukan Hapis. Terbiasa dipanggil Hapis rasanya akan canggung bila ada yang memanggil namaku dengan benar.
Hafidz kan artinya hafal Al-Quran? yep aku jadi merasa bersalah dengan namaku sendiri yang berkebalikan dengan perilakunya. Jadi kalau ada yang memanggilku Hapis itu lebih bagus, yahh agak ringan gitu.
Enggak kok, malahan aku suka dengan namaku sendiri apalagi dibagian "Rach"nya.
Menurutku arti dari nama belakangku bukanlah ke arah Bulan Ramadhan melainkan ke arah harta benda atau ekonomi. Rach itu bukanlah Rich(kaya) bukan juga miskin dan "Dana" adalah harta yang ku miliki. Penghubung keduanya "ma" aku tidak tau. Namun naluriku bilang arti keseluruhan dari nama belakangku adalah kesederhanaan dan seimbang. Dari namaku saja sudah unik apalagi orangnya. Tapi ya tentu saja aku paham kalau di dunia ini gak hanya aku unik. Semua orang memiliki ke unikan masing-masing. Yang hendak aku maksudkan adalah tiap cerita yang aku tulis berdasarkan perasaan saat itu juga yang aku alami. Aku sombong, marah, senang, ceria.. kemudian pengalaman-pengalaman ini aku ambil saat aku dalam karakter Hapisku.. bangga dengan dirinya.
==========
Aku sangatlah kekanak-kanakan dan sering membeli mainan. Uang jajanku selalu saja habis setelah ku belanjakan dengan mainan dan bila sampai ke rumah sepulang sekolah aku pasti kelaparan. Mainan seperti sihir yang menggodaku apalagi mainan miniatur robot Gundam dengan segala macam senjatanya. Di rumah aku selalu memainkannya sesuai imajinasiku, yang cowok pastilah paham apa yang ku maksud. Sangkin asyiknya ibuku dan nenekku bilang aku sedang berwayang(wayang kulit). Tak hanya bermain robot-robotan permainan bongkar pasang pun ku mainkan. Tak tanggung-tanggung aku membuat sebuah kastil untuk kucing-kucingku. Mainan puzzle yang didapat dari hadiah susu bayi tidak terlalu banyak jadi bila aku hendak membuat bentuk yang lain terpaksa harus dibongkar. Jepitan jemuran juga ku buat bentuk robot. Aku menyusun semua mainan dengan rapi seperti kota dan seisinya di ruang tamu. Yang bikin kesel saat kucingku ikut bermain. Langsung nyebur gitu kayak di sungai. Merusak pemandangan!. Terpaksa harus menyusun ulang lagi.
==========
Pengalaman pertama aku belajar membaca maksud orang lain adalah saat bermain sendiri, sementara temanku yang lain asyik duduk bercanda. Entahlah langsung saja aku aku mengira kalau temanku si Ardi yang duduk dekat yang lain sedang membicarakanku, berbisik ke teman sebelahnya dan menatapku. Bukan membicarakan hal yang baik itulah maksud yang aku tangkap dari melihatnya. Entah apa yang merasukiku, bukannya kalau ada kesalahan kita harus minta maaf. Aku bangun lalu menghampirinya untuk minta maaf. Tapi dia bilang "minta maaf soal apa?" dengan nanda seperti mengolok. Ini tidak baik kenapa aku langsung bertindak demikian. Dengan santai aku kembali ke tempatku dan bermain lagi. Kemudian aku lupakan yang telah terjadi. Aku tau kok makanya tidak ku teruskan untuk berdebat. Aku tidak pandai bersilat lidah sebab aku orang yang pemalu.
Ibuku membeli sepeda milik tetangga untukku
dengan harga murah. Sudah lama aku ingin memiliki sepeda dan akhirnya kesampaian. Bertapa bahagianya aku. Walaupun sepeda bekas aku tetap senang, langsung saja aku memakainya untuk berangkat sekolah. Aku memang pemalu tapi kalau saat bersama teman-teman aku bisa kelepasan ceria dan mungkin saja sebagian akan ada yang menganggap aku sebagai pengganggu.
Pulang sekolah aku bareng teman yang saling balapan. Tidak terlalu ingat dengan siapa aku pulang tapi satu orang yang paling aku ingat dia adalah si Hakim. Setengah jalan lagi sampai ke rumah, setelah menuruni jembatan tiba-tiba rem ku macet membuatku jatuh di pinggir jalan. Aku merasa ada cairan yang keluar di bibirku dan rasanya nyeri.
Uh berdarah..
Aku hanya melihat sosok Hakim yang menemaniku, yang lain sudah menghilang dari pandanganku. Sebetulnya aku ingin nangis tapi tidak jadi karena masih ada yang peduli denganku. Aku menyuruh Hakim duluan. Anehnya aku tidak marah dengan mereka padahal sudah meninggalkanku, terlalu cepat aku melupakannya.
==========
Kehidupan baru mulai ku rasakan saat bersekolah di SMP Negeri 1 Tanjung. Banyak sudah aku memiliki teman baru. Ibuku sempat khawatir denganku, semalaman tidak bisa tidur karena memikirkan apakah aku akan diterima di sekolah ini. Aku meyakinkan ibuku kalau pas ujian pendaftarannya gampang kok. Nilai 80 ku dapatkan di ujian tertulis. Yey aku lulus padahal asal-asalan aja ikut daftar di sekolah ini😅.
Awalnya sendiran saja aku berangkat sekolah setelah tidak ada lagi Nadia yang mengikutiku aku enjoy aja sampai bertemu kaka sepupuku, Irfan, beda setahun denganku di sekolah yang sama. Menjadi kebiasaan tiap hendak berangkat mereka menungguku. Ah pasukan bertambah mulai dari Irfan, Ilham temannya, Syarif seangkatan denganku dan juga Ramlan. Kalau Ramlan jarang sih ikut berangkat dengan kami. Kami jadi sangat akrab dan pastinya pergi dan pulang sekolah selalu bersama.
Dalam hubungan pertemanan pastilah pernah kelewatan dalam mengekspresikan diri. Pernah sekali Irfan mengolok-olokku, aku tidak ingat apa yang ia katakan tapi yang pasti ucapannya sangat kejam dan hatiku sangat terluka. Kalian tahukan aku ini mental tempe. Tidak biasanya ia berucap seperti itu. Merendahkan atau mengejek dengan bahasa kasar dan diucapkan secara langsung itu tandanya ungkapan ketidak sukaan kan? bila ada yang tidak suka maka pilihan terbaiknya adalah menjauhkan? itu yang aku pahami dan kulakukan.
Aku melihat mereka masih menungguku dari balik jendela kaca rumah. Menunggu sampai mereka bosan menunggu. Kalau Irfannya gak ada bersama mereka aku langsung cus aja, hanya dia yang mesti dihindari. Jam menunjukkan angka 7 lewat beberapa menit.
Cihhh ngapain sih, kenapa masih menungguku?😡
Ibuku menghampiriku karena bingung denganku yang sedari tadi belum juga berangkat. Aku menjelaskan poin penting apa yang telah terjadi kemarin dengan singkat dan jelas. Sudah seharusnya beginikan kalau ada seseorang yang tak menyukaiku, aku harus menjauh. Tapi apa-apaan dia setelah berkata kasar malah masih mau berhubungan denganku. Namun ibuku bilang harus berangkat dengan suara lembut. Tidak ada pesan bijak dari jawaban ibuku namun nada suaranya menenangkan pikiranku. Aku termenung beberapa saat😐. Kalau sampai terlambat bisa gawat juga sih. Aku memasang sepatuku dan berangkat seperti biasa, seperti tidak pernah terjadi apa-apa😅.
==========
Kalian tahu apa yang tidak ku suka dari hari jum'at? yaitu jam eskul. Aku ikut eskul English Day karena ikut-ikutan Bayu. Habisnya aku masih tergolong makhluk yang pemalu. Padahal ada niatan sih ingin ikut eskul silat, melihat mereka menendang ke sana kemari dan gerakan unik lainnya membuatku terpikat. Ingin sih. Cuman aku terlalu pemalu dan takut sendirian. Jadi yah beginilah jadinya. Pernah terbesit ingin keluar dari eskul ED tapi aku ketakutan saat berhadapan dengan guru pembimbing. Serem auranya serem. Aku takut bicara. Alaram bahaya dari insting bikin gaduh. Uahh.. terpaksa aku harus menjalaninya.
Aku dengar kalau Bayu pacaran dengan Citra, anak akselerasi. Pernah tak sengaja melihat isi pesan hp nya Bayu. Benar mereka pacaran. Kelas akselerasilah yang selalu dipakai untuk eskul ED. Jadi apakah karena ini Bayu ikut- ah ngibul kamu pis, jangan berpikir yang enggak-enggak.
Tiap kali masuk kelas akselerasi auranya begitu berat😫. i-ini adalah tahta murid terbaik di sekolah ini. Arrgghhh aku sesak napas😨. Apalagi harus eskul di sini. Jujur saja tak ada yang berubah dari SD sampai sekarang. Aku selalu tertekan oleh kelemahanku.
==========
Uah cepatnya!!
Hampir semua teman kelas terkagum-kagum dengan kecepatan berlariku. Aku merasa tubuhku sangat ringan saat berlari tadi dan juga anginnya terasa terbelah gitu. Wow. Kejadian ini mirip ketika kami jalan-jalan ke hutan dulu. Tak sengaja bertemu orang gila bawa raket dan barang-barang aneh yang ia gendong pakai karung. Merespon keanehan tubuhku langsung bergerak sendiri secepat kilat ambil langkah seribu. Kurang dari 3 detik sudah sampai setengah jalan dan berhenti saat mendengar ada yang memanggilku. Oh Rezeki aku kelupaan.
"cepatnya pis" terengah-engah
"heh masa?" nada santai
Aku selalu santai menanggapi pujian dari orang-orang. Merasa tak enak lalu aku mencari topik lain untuk mengalihkan pembicaraan tentang diriku, misalnya memuji dia yang tadi memujiku agar tak hanya aku yang jadi pusat perhatian. Inilah keahlianku yang sudah terprogram sejak lahir. Tak bisa diubah.
Aku juga punya senyum yang tulus. Kelas lain pernah bilang kalau senyumku itu lucu tapi aku ragu apa benar begitu, aku lari masuk kelas dan merenunginya. Dia berkata jujur aku bisa merasakan auranya yang tenang.
Rezeki atau adik sepupuku juga pernah minta fotoku yang lagi senyum untuk menunjukannya kepada teman cewe di kelasnya. Gila banget pas pulang sekolah 5 pesan masuk dari nomor yang berbeda dan isinya sama ingin minta kenalan. Uahh aku pun membalas tanggapan salah satu dari mereka.
Banyak hal yang telah dialami..
Roda kehidupanpun perlahan berputar..
Masalah mulai berdatangan. Sebentar lagi naik kelas 2 SMA. Aku punya teman baik di kelas namanya Dayat. Dia teman cowok pertamaku aku sudah pernah menceritakan di episode Sebuah Pertanyaan. Dengannya aku bisa menjadi diriku yang sesungguhnya, Hapis. Aku merasa dia yang paling mungkin untuk menjadi tempat curhatku. Aku meminta pendapatnya bagaimana cara untuk menghadapi hubungan keluarga yang retak. Jawabannya aku tak terlalu ingat tapi hatiku ingat bagaimana rasanya. Aku yakin aku bisa menghadapinya, masalah yang akan datang.
🍃🍃🍃
Lalu aku bertemu mereka berdua..
Zheill yang terpuruk di sudut ruangan dan Beater yang sedang menyesali kelemahannya.
Hei..
Sabtu, 01 September 2018
Zheill dan Harapan
Sejak dulu aku tidak pernah memiliki keinginan besar untuk melakukan sesuatu. Cita-cita pun aku tidak punya. Di dunia ini tidak ada karir yang membuatku berminat. Ataukah aku tidak berusaha untuk mencarinya? untuk apa aku berusaha.. mungkin hidupku juga tak lama lagi. Aku tidak terkena penyakit mematikan atau sejenisnya walaupun memang ayahku dulu meninggal karena komplikasi penyakit, tapi penyakit bawaan kurasa semacam itu tidak ada di dalam tubuhku.
Kecuali untuk kakakku. Jantungnya lemah dan aku pikir waktu magang dulu aku memiliki penyakit yang sama, rupanya tidak, aku hanya kelelahan. Hidup yang singkat hanya firasat ku saja.. ya hanya sebuah firasat.
Sebaiknya apa yang akan aku lakukan nanti.
Aku masih tidak tau cita-cita ku atau mimpiku. Kemana arah aku akan pergi, aku tidak tau.
Aku menulis biodata untuk jurusan yang ku pilih. Aku memilih jurusan IPA karena ku pikir akan bertemu teman baru yang ramah seperti di kelas ini, X-1(sepuluh satu). Masalahnya adalah cita-citaku. Aku harus mengisinya dengan baik-baik, misalnya cita-cita yang normal seperti jadi dokter atau astronot kan membosankan😅.
Hmm.. sebenarnya aku ingin konsultasi sih dengan seseorang mengingat kakakku tidak terlalu membantu dan ibuku tidak ada di rumah. Tidak ada motivasi dan dukungan, aku harus melakukannya sendiri. Kira-kira alasan apa ya agar bisa meyakinkan para guru. Lumayan lama aku berpikir akhirnya aku dapat alasan bagus yang dapat meyakinkan para guru. Harus menulis dengan perasaan gembira.
"ingin membuat robot"
Umm rasanya kurang menarik.. Sedikitku tambah hiasan.
"ingin membuat robot 😁"
Sebuah emot. Nah dengan begini lebih meyakinkan. Membuat robot pastilah berhubungan dengan pelajaran IPA sebab itu alasan membuat robot sangat tepat, beda dari yang lain dan lebih meyakinkan.
Setelah itu aku benar-benar masuk ke kelas jurusan IPA. Uahh rasanya berat sekali. Aku melihat namaku yang di urutan hampir terakhir. Mungkin sesuai nilai rata-rata rapot susuan dari daftar murid yang masuk jurusan ini. Sedikit menyakitkan fakta ini. Kelas IPA 3, hanya ada satu teman yang dari kelas ku dulu, dia si Helda, aku tidak terlalu akrab dengannya. Huah berat.. aku tak menyangka akan sangat berat seperti ini.
Sesungguhnya aku sangat menikmati berteman dengan teman baru di kelas IPA. Aku juga bertemu dengan doi baru. Tapi dalam lubuk hati terasa sangat sepi. Semester pertama ku lalui dengan pas-pasan. Motivasiku sudah terkuras habis untuk memperbaiki nilai pelajaran. Tak ada harapan.
Raga dan Rama menghampiriku. Berjejerlah kami memandang lapangan sekolah sambil membicarakan tentang kegiatan bulan puasa kemarin. Percakapan biasa seperti ini terlalu alami untukku. Seharusnya aku lebih bahagia, ceria dan bersinar akan tetapi setelah berpisah dengan mereka kelas lama sangat membuatku kesepian. Rasa pahitnya realita ini harus ku telan bulat-bulat, aku harus menerimanya. Langit mendung di pagi hari ini sesuai dengan suasana hatiku.
Sifat labilku yang satu ini juga sangat berdampak pada lingkungan sekitarnya. Kelemahannya terletak pada emosi terpuruknya. Bila Zheill sudah masuk dalam mode kesedihannya ia akan menghamburkan aura kesedihannya ke mana-mana. Itu karena inginnya ia untuk diperhatikan dan dimengerti. Terlalu egois.
Pernah sekali aku terpuruk dan merasa tak dianggap saat kelas berlangsung. Aku orang terakhir yang tidak dapat bagian kelompok. Menganggap hal itu sebagai pengucilan aku pun langsung sedih. Merepotkan😣 ya. Andai saja aku lebih pintar maka tugas kelompok bisa ku selesaikan seorang diri.
Haruskah aku menukar sebuah kecerdasan dengan perilaku baik? itu sangat adil untuk tokoh penyendiri.
Tak tahan melihatku terpuruk guru pun menawarkan ku masuk ke kelompok cowok. Aku pasrah menerimanya. Mungkin teman-teman akan menganggapku sebagai pembuat masalah. Tapi mereka menyambutku dengan baik tanpa mempedulikan apa yang ku alami. Aku tidak tau apakah mereka berbohong atau nanti akan menggosipkan ku tapi sudah tidak papa aku telah sembuh dari kesedihan ku. Kemudian aku menjadi diriku lagi. Dasar bikin repot orang saja 😣.
Setiap kali aku terpuruk dalam masalah selalu saja aku bersedih berlebihan. Kesendirian ditimpa oleh masalah itu sangatlah menyakitkan. Keras, goresan demi goresan di hati menjadikan kepribadian dingin yang tak mempedulikan sekitarnya. Tatapan yang kosong saat melewati banyak orang. Senyum yang awalnya tulus menjadi palsu. Sebetulnya untuk apa aku berbohong ceria? itu karena tak ada pilihan lain. Aku ingin cepat-cepat lulus.
==========
"thousand miles" kata Amal lagu yang dibawakan oleh Aulia.
Pembukaan acara kelulusan kelas tiga Aulia membawakan lagu itu mana mungkin aku lewatkan untuk menontonnya. Cih murid lain asyik ngobrol bikin kesal.
Rasanya ada yang aneh.. kenapa wajah aau bagitu sedih. Dulu juga saat latihan menyanyi di kelas mukanya juga murung. Seharusnya kita senang kan bisa tampil di panggung akan tetapi aau malah sedih. Makna lagunya juga terlalu deep. Aku jadi tidak enak mendengarnya.
Nada makin rendah tanda lagunya hampir selesai. Tangan kanan Aulia turun perlahan. Raut wajahnya makin membuatku bingung. Tak ada tepuk tangan dari penonton begitu pula dari ku dan Amal.
Apa yang aau harapkan ya?
Habis ini langsung bolos ah.
==========
Bila terbawa suasana dingin setelah hujan begini dapat meningkatkan peluang ku untuk masuk ke mode Zheill. Menjadi tenang sekali. Aku harap dengan kemampuan tenang dari karakter Zheill ku ini dapat melawan balik rasa gugup ku.
Bulan kemarin ketika ujian praktek sim telah memberi ku inspirasi untuk membangkitkan kemampuan baru dari karakter ini. Saat latihan tanpa sadar aku mengosongkan pikiran ku menjadi tak bergeming dan sangat tenang, lalu aku tersadar karena kaget. Tadi itu mirip jurus Zetsu di serial anime Hunter x Hunter. Zetsu adalah teknik untuk menyembunyikan kerberadaan kita. Oh iya di anime Boku no Hero juga ada teknik semacam Zetsu yang dilakukan Toga-chan saat melawan Midoriya. Tapi apa itu mungkin untuk menghilangkan keberadaan. Hmm.. ambil untungnya aja dulu untuk melawan penyakit gugup ku.
Pertama kosongkan pandangan.
Kedua kosongkan pikiran.
Ketiga tak bernapas.
Masalahnya adalah situasi. Aku menjadi gugup disebabkan oleh situasi yang sedang memojokkan ku. Dengan teknik baru ini akan membawa ku sesegera mungkin ke dalam ketenangan. Perasaan terpojok itu menyerang ke dalam hati. Mengoyak-oyaknya. Jika aku mengkokohkan hati ku level mental ku tidaklah cukup untuk menahannya. Jadi.. perlahan dalam tahap pertama aku gunakan kemampuan baru ini agar mengabaikan guncangan hati. Belum pernah ku coba masih. Nanti pasti akan ada kesempatan untuk mencobanya. Ya.. aku sisipkan cahaya kecil untuk mengingatkan ku bila syarat situasi terpenuhi.
=========
Aku tau kok kelemahan ku. Rasa ke khawatiran yang akan terjadi bila berurusan dengan hal yang tak bisa ku atasi. Aku selalu ragu bila melakukan sesuatu. Di tambah seringnya aku berbuat salah. Oleh karena kelemahan itulah aku tidak bisa melanjutkan pendidikan ku setelah lulus SMA dulu.
Musuh terbesar ku adalah diriku sendiri.
Kelemahan terbesar ku adalah diriku sendiri.
Tak bisa mengontrol diri itu sangat mengkhawatirkan. Bila saja aku melanjutkan kuliah pasti aku tidak akan tahan dalam segala hal yang akan menimpa ku. Bahkan diriku sendiri saja sudah menjadi beban masih mau menambah beban lagi bisa-bisa aku stress dan bunuh diri. Tidak lucu sekali.
Aku diberi kebebasan dan kecukupan untuk apa kah semua itu?
Walaupun bebas melakukan apa yang ingin ku lakukan tapi tak pernah pikirkan ku dan tubuhku yg lainnya sama setuju melakukan dosa. Kadang memang aku bisa melakukan maksiat tapi ketika aku keluar dan melihat yang bisa menimbulkan dosa reflek tubuhku menghindarinya. Itu aneh.
Aku pun memperbaiki diri dan mengenal lebih dalam siapakah aku sebenarnya. Kemudian agama ku perbaiki juga.
Alangkah ringannya hati ku sekarang yang "lumayan" hasilnya dalam perbaikan diri. Tapi sangat disayangkan telah memakan waktu yang cukup lama.
Ini masih belum berakhir sampai aku menyempurnakan 3 karakter ku lalu menggabungkannya.
Bila saat itu telah datang aku... Entahlah.. tidak ada yang tau.
Apa yang aku harapkan bila telah menyempurnakan karakter ku?
Benar juga ya. Bahkan cita-cita saja aku tidak memilikinya apalagi harapan.
==========
"fidz kamu tau gak tempat ini" bertanya ibunya kaka Linda
"a-haha ulun(aku) tidak tau nama tempat-tempat soalnya jarang keluar rumah"
Aku lebih suka diam di rumah dari pada keluar rumah gak ada tujuan. Makanya nama tempat atau kota sulit diingat. Dulu juga pas mau menuju rumah teman sering nyasar.
"wah bagus tuh jarang keluar rumah" memuji dengan nada santai
Uah kedengaran tulus dari lubuk hati. Dapat dari pengalaman kah jawabannya.
"eh- eh gak bagus perasaan, ulun jadi sulit menghafal nama tempat atau jalan jadinya"
Umm Ibunya kaka Linda memuji bagian aku yang tidak suka bergaul. Supaya tidak terjerumus dengan pergaulan nakal. Sesungguhnya ungkapannya terdengar seperti bersyukur bukan memuji.
"kalau kerja fidz? sebetulnya mau dimana?" pertanyaan lagi
"emm pengennya jadi tukang sapu gitu atau jadi tukang sampah" itulah kesimpulan jawaban apa yang aku harapkan
"ehh! kenapa?! oh supaya bisa di angkat jadi PNS ya?"
"hehhh! masa bisa ya?!" aku sedikit kaget
"ehehh gak tau ulun kalau tukang sapu bisa naik jabatan. Tapi ulunnya mau jadi tukang sapu aja"
Reaksi Kaka Linda dan Kaka Yudhi juga ikutan kaget. Apa yang sedang dipikirkan anak ini ya? mungkin begitu. Jawaban sederhananya berdasarkan pengalaman juga. Aku dulu sering berbuat dosa atau mungkin sekarang pun masih melakukannya tanpa disadari. Jadi ku pikir dengan pekerjaan membersihkan sampah-sampah dapat mengurangi tumpukan dosa ku. Bila telah selesai membersihkan sampah aku akan mengisi waktu luang tersebut dengan aktifitas yang berguna. Tak ada yang komplain bila aku teliti. Tanpa ada resiko. Pekerjaan sederhana saja untuk orang yang hidup sederhana. Bila ada lebihan rezeki bisa ku tabung untuk membuka toko.
Sayangnya masih rencana.
Tenang aja readers!!! aku pasti kerja kok 😅. Waktu luang ini aku mengisinya dengan perbaikan diri.
*Zheill
Kecuali untuk kakakku. Jantungnya lemah dan aku pikir waktu magang dulu aku memiliki penyakit yang sama, rupanya tidak, aku hanya kelelahan. Hidup yang singkat hanya firasat ku saja.. ya hanya sebuah firasat.
Sebaiknya apa yang akan aku lakukan nanti.
Aku masih tidak tau cita-cita ku atau mimpiku. Kemana arah aku akan pergi, aku tidak tau.
Aku menulis biodata untuk jurusan yang ku pilih. Aku memilih jurusan IPA karena ku pikir akan bertemu teman baru yang ramah seperti di kelas ini, X-1(sepuluh satu). Masalahnya adalah cita-citaku. Aku harus mengisinya dengan baik-baik, misalnya cita-cita yang normal seperti jadi dokter atau astronot kan membosankan😅.
Hmm.. sebenarnya aku ingin konsultasi sih dengan seseorang mengingat kakakku tidak terlalu membantu dan ibuku tidak ada di rumah. Tidak ada motivasi dan dukungan, aku harus melakukannya sendiri. Kira-kira alasan apa ya agar bisa meyakinkan para guru. Lumayan lama aku berpikir akhirnya aku dapat alasan bagus yang dapat meyakinkan para guru. Harus menulis dengan perasaan gembira.
"ingin membuat robot"
Umm rasanya kurang menarik.. Sedikitku tambah hiasan.
"ingin membuat robot 😁"
Sebuah emot. Nah dengan begini lebih meyakinkan. Membuat robot pastilah berhubungan dengan pelajaran IPA sebab itu alasan membuat robot sangat tepat, beda dari yang lain dan lebih meyakinkan.
Setelah itu aku benar-benar masuk ke kelas jurusan IPA. Uahh rasanya berat sekali. Aku melihat namaku yang di urutan hampir terakhir. Mungkin sesuai nilai rata-rata rapot susuan dari daftar murid yang masuk jurusan ini. Sedikit menyakitkan fakta ini. Kelas IPA 3, hanya ada satu teman yang dari kelas ku dulu, dia si Helda, aku tidak terlalu akrab dengannya. Huah berat.. aku tak menyangka akan sangat berat seperti ini.
Sesungguhnya aku sangat menikmati berteman dengan teman baru di kelas IPA. Aku juga bertemu dengan doi baru. Tapi dalam lubuk hati terasa sangat sepi. Semester pertama ku lalui dengan pas-pasan. Motivasiku sudah terkuras habis untuk memperbaiki nilai pelajaran. Tak ada harapan.
Raga dan Rama menghampiriku. Berjejerlah kami memandang lapangan sekolah sambil membicarakan tentang kegiatan bulan puasa kemarin. Percakapan biasa seperti ini terlalu alami untukku. Seharusnya aku lebih bahagia, ceria dan bersinar akan tetapi setelah berpisah dengan mereka kelas lama sangat membuatku kesepian. Rasa pahitnya realita ini harus ku telan bulat-bulat, aku harus menerimanya. Langit mendung di pagi hari ini sesuai dengan suasana hatiku.
Sifat labilku yang satu ini juga sangat berdampak pada lingkungan sekitarnya. Kelemahannya terletak pada emosi terpuruknya. Bila Zheill sudah masuk dalam mode kesedihannya ia akan menghamburkan aura kesedihannya ke mana-mana. Itu karena inginnya ia untuk diperhatikan dan dimengerti. Terlalu egois.
Pernah sekali aku terpuruk dan merasa tak dianggap saat kelas berlangsung. Aku orang terakhir yang tidak dapat bagian kelompok. Menganggap hal itu sebagai pengucilan aku pun langsung sedih. Merepotkan😣 ya. Andai saja aku lebih pintar maka tugas kelompok bisa ku selesaikan seorang diri.
Haruskah aku menukar sebuah kecerdasan dengan perilaku baik? itu sangat adil untuk tokoh penyendiri.
Tak tahan melihatku terpuruk guru pun menawarkan ku masuk ke kelompok cowok. Aku pasrah menerimanya. Mungkin teman-teman akan menganggapku sebagai pembuat masalah. Tapi mereka menyambutku dengan baik tanpa mempedulikan apa yang ku alami. Aku tidak tau apakah mereka berbohong atau nanti akan menggosipkan ku tapi sudah tidak papa aku telah sembuh dari kesedihan ku. Kemudian aku menjadi diriku lagi. Dasar bikin repot orang saja 😣.
Setiap kali aku terpuruk dalam masalah selalu saja aku bersedih berlebihan. Kesendirian ditimpa oleh masalah itu sangatlah menyakitkan. Keras, goresan demi goresan di hati menjadikan kepribadian dingin yang tak mempedulikan sekitarnya. Tatapan yang kosong saat melewati banyak orang. Senyum yang awalnya tulus menjadi palsu. Sebetulnya untuk apa aku berbohong ceria? itu karena tak ada pilihan lain. Aku ingin cepat-cepat lulus.
==========
"thousand miles" kata Amal lagu yang dibawakan oleh Aulia.
Pembukaan acara kelulusan kelas tiga Aulia membawakan lagu itu mana mungkin aku lewatkan untuk menontonnya. Cih murid lain asyik ngobrol bikin kesal.
Rasanya ada yang aneh.. kenapa wajah aau bagitu sedih. Dulu juga saat latihan menyanyi di kelas mukanya juga murung. Seharusnya kita senang kan bisa tampil di panggung akan tetapi aau malah sedih. Makna lagunya juga terlalu deep. Aku jadi tidak enak mendengarnya.
Nada makin rendah tanda lagunya hampir selesai. Tangan kanan Aulia turun perlahan. Raut wajahnya makin membuatku bingung. Tak ada tepuk tangan dari penonton begitu pula dari ku dan Amal.
Apa yang aau harapkan ya?
Habis ini langsung bolos ah.
==========
Bila terbawa suasana dingin setelah hujan begini dapat meningkatkan peluang ku untuk masuk ke mode Zheill. Menjadi tenang sekali. Aku harap dengan kemampuan tenang dari karakter Zheill ku ini dapat melawan balik rasa gugup ku.
Bulan kemarin ketika ujian praktek sim telah memberi ku inspirasi untuk membangkitkan kemampuan baru dari karakter ini. Saat latihan tanpa sadar aku mengosongkan pikiran ku menjadi tak bergeming dan sangat tenang, lalu aku tersadar karena kaget. Tadi itu mirip jurus Zetsu di serial anime Hunter x Hunter. Zetsu adalah teknik untuk menyembunyikan kerberadaan kita. Oh iya di anime Boku no Hero juga ada teknik semacam Zetsu yang dilakukan Toga-chan saat melawan Midoriya. Tapi apa itu mungkin untuk menghilangkan keberadaan. Hmm.. ambil untungnya aja dulu untuk melawan penyakit gugup ku.
Pertama kosongkan pandangan.
Kedua kosongkan pikiran.
Ketiga tak bernapas.
Masalahnya adalah situasi. Aku menjadi gugup disebabkan oleh situasi yang sedang memojokkan ku. Dengan teknik baru ini akan membawa ku sesegera mungkin ke dalam ketenangan. Perasaan terpojok itu menyerang ke dalam hati. Mengoyak-oyaknya. Jika aku mengkokohkan hati ku level mental ku tidaklah cukup untuk menahannya. Jadi.. perlahan dalam tahap pertama aku gunakan kemampuan baru ini agar mengabaikan guncangan hati. Belum pernah ku coba masih. Nanti pasti akan ada kesempatan untuk mencobanya. Ya.. aku sisipkan cahaya kecil untuk mengingatkan ku bila syarat situasi terpenuhi.
=========
Aku tau kok kelemahan ku. Rasa ke khawatiran yang akan terjadi bila berurusan dengan hal yang tak bisa ku atasi. Aku selalu ragu bila melakukan sesuatu. Di tambah seringnya aku berbuat salah. Oleh karena kelemahan itulah aku tidak bisa melanjutkan pendidikan ku setelah lulus SMA dulu.
Musuh terbesar ku adalah diriku sendiri.
Kelemahan terbesar ku adalah diriku sendiri.
Tak bisa mengontrol diri itu sangat mengkhawatirkan. Bila saja aku melanjutkan kuliah pasti aku tidak akan tahan dalam segala hal yang akan menimpa ku. Bahkan diriku sendiri saja sudah menjadi beban masih mau menambah beban lagi bisa-bisa aku stress dan bunuh diri. Tidak lucu sekali.
Aku diberi kebebasan dan kecukupan untuk apa kah semua itu?
Walaupun bebas melakukan apa yang ingin ku lakukan tapi tak pernah pikirkan ku dan tubuhku yg lainnya sama setuju melakukan dosa. Kadang memang aku bisa melakukan maksiat tapi ketika aku keluar dan melihat yang bisa menimbulkan dosa reflek tubuhku menghindarinya. Itu aneh.
Aku pun memperbaiki diri dan mengenal lebih dalam siapakah aku sebenarnya. Kemudian agama ku perbaiki juga.
Alangkah ringannya hati ku sekarang yang "lumayan" hasilnya dalam perbaikan diri. Tapi sangat disayangkan telah memakan waktu yang cukup lama.
Ini masih belum berakhir sampai aku menyempurnakan 3 karakter ku lalu menggabungkannya.
Bila saat itu telah datang aku... Entahlah.. tidak ada yang tau.
Apa yang aku harapkan bila telah menyempurnakan karakter ku?
Benar juga ya. Bahkan cita-cita saja aku tidak memilikinya apalagi harapan.
==========
"fidz kamu tau gak tempat ini" bertanya ibunya kaka Linda
"a-haha ulun(aku) tidak tau nama tempat-tempat soalnya jarang keluar rumah"
Aku lebih suka diam di rumah dari pada keluar rumah gak ada tujuan. Makanya nama tempat atau kota sulit diingat. Dulu juga pas mau menuju rumah teman sering nyasar.
"wah bagus tuh jarang keluar rumah" memuji dengan nada santai
Uah kedengaran tulus dari lubuk hati. Dapat dari pengalaman kah jawabannya.
"eh- eh gak bagus perasaan, ulun jadi sulit menghafal nama tempat atau jalan jadinya"
Umm Ibunya kaka Linda memuji bagian aku yang tidak suka bergaul. Supaya tidak terjerumus dengan pergaulan nakal. Sesungguhnya ungkapannya terdengar seperti bersyukur bukan memuji.
"kalau kerja fidz? sebetulnya mau dimana?" pertanyaan lagi
"emm pengennya jadi tukang sapu gitu atau jadi tukang sampah" itulah kesimpulan jawaban apa yang aku harapkan
"ehh! kenapa?! oh supaya bisa di angkat jadi PNS ya?"
"hehhh! masa bisa ya?!" aku sedikit kaget
"ehehh gak tau ulun kalau tukang sapu bisa naik jabatan. Tapi ulunnya mau jadi tukang sapu aja"
Reaksi Kaka Linda dan Kaka Yudhi juga ikutan kaget. Apa yang sedang dipikirkan anak ini ya? mungkin begitu. Jawaban sederhananya berdasarkan pengalaman juga. Aku dulu sering berbuat dosa atau mungkin sekarang pun masih melakukannya tanpa disadari. Jadi ku pikir dengan pekerjaan membersihkan sampah-sampah dapat mengurangi tumpukan dosa ku. Bila telah selesai membersihkan sampah aku akan mengisi waktu luang tersebut dengan aktifitas yang berguna. Tak ada yang komplain bila aku teliti. Tanpa ada resiko. Pekerjaan sederhana saja untuk orang yang hidup sederhana. Bila ada lebihan rezeki bisa ku tabung untuk membuka toko.
Sayangnya masih rencana.
Tenang aja readers!!! aku pasti kerja kok 😅. Waktu luang ini aku mengisinya dengan perbaikan diri.
*Zheill
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Musim Pertama : Tersesat 1. Sebuah pertanyaan 2. Enchanted 3. Berpisah 4. Penyesalan 5. Proses 6. Mount Anger 7. Teruslah Be...
-
Di saat kamu memilih seseorang yang telah kamu percaya dalam hidup namun dia malah berpaling meninggalkan mu apa yang akan kamu rasakan...
-
Tinggal 6 bulan kah lagi??.. Serasa begitu lambat.. Sebuah perkiraan yang belum pasti.. “oi stop dah waktunya istirahat” seru k...