Minggu, 23 Desember 2018

Spiral Rainbow

Pernah aku mengaktifkan semua karakter ku secara bersamaan ketika aku magang dahulu. Keadaan mendesaklah yang mengharuskan ku untuk bisa mengimbangi karyawan lain. Segala hal harus ditingkatkan secepatnya dalam kurun waktu singkat. Komunikasi, daya tahan tubuh, kemampuan, etika, ibadah, keluarga dan banyak lagi. Semua tentang kehidupan yang menjadi ciri khusus sebagai seorang manusia memancar.
Aura..
Apakah dengan bercampurnya semua aura itu akan membuat kepribadian seseorang menjadi gelap? kau tahu jika semua warna cat air diaduk, bercampur jadi satu, hanya akan menjadi warna hitam gelap.
Kalau begitu bagaimana dengan ku pada saat mengaktifkan semua karakter secara bersamaan.
Bisa? jelas bisa namun seperti yang kukatakan tadi apakah aku? kepribadian ku akan menjadi buruk?
Meneliti kembali pada masa dimana aku mengaktifkan semua karakter ku.

Pada saat itu aku belum menyadarinya bahwa aku telah mengaktifkan semua karakter ku. Aku hanya bertekad dalam hatiku untuk harus bisa dan menjadi yang terbaik. Semuanya peningkatan karakter untuk tujuan terbaik Terbaik artinya melakukan hal-hal yang bagus di mata orang lain. Apa yang harus kulakukan agar membuat yang lain senang? Apa yang harus kulakukan untuk memenuhi tanggung jawabku? tujuan aktifnya semua karakter terarah untuk berbuat lebih baik.
Hapis bagus dalam komunikasi dan ekspresi luar.
Zheill bermain pikiran dan hati.
Beater sumber tenaga dan kemampuan lainnya untuk meminimalkan penggunaan tenaga agar lebih efektif.
Kau tahu yang memicu bangkitnya karakter ialah suasana hati kita. Jadi.. untuk membangkitkan ketiga karakter ku aku harus.. punya tujuan yang kuat.

Dianggap bodoh.
Yap disaat semua karakter ku bermain hati ku benar-benar harus tenang untuk mempertahankannya. Kebetulan waktu magangnya kena bulan puasa. Menyambut ramadhan dengan gembira, iblis di penjara, suasana hati pun jadi tenang. Sambil berpuasa aku harus sabar ketika ada yang menjahiliku. Aku udah tau sebelumnya kalau mereka berniat mengerjaiku tapi aku lebih memilih untuk berpikir positif dan menghormati karyawan lain. Aku tak mau membuat yang lain terkena efek labil ku. Menuruti apa yang mereka inginkan lama kelamaan juga akan puas sendiri.

Tenaga.
Aku jadi sering sakit-sakitan tapi tetap bisa berpuasa dengan pilihan untuk bolos magang. Aku tak bisa meninggalkan kewajiban beribadah tapi aku juga ingin memenuhi tanggung jawab. Istirahat di rumah sehari mungkin bisa membuat ku bangkit lagi.
Nenek ku mulai heran dengan ku yang sering bolos akunya juga gak suka curhat dengan orang terdekat, aku lebih milih mengandalkan diri sendiri. Di samping itu aku sudah pernah bilang untuk tidak percaya dengan orang lain. Apalagi soal curhat. Mendingan aku memutar otak untuk mencari solusinya sendiri. Aku tahu dampaknya akan membuat orang lain heran dengan tindakan ku. Ini pilihan terbaik.
Hari demi hari mulai kelihatan tanda-tanda kalau tubuh ku kelelahan.
Kurang istirahat. Jam istirahat ku terganggu oleh jam sahur. Dada kiri ku mulai terasa sakit. Tapi aku tetap bisa memaksanya.

Kesalahan.
Aku yang sering bolos untuk istirahat sudah menarik perhatian sama kepala pengurus workshop.
Katanya kemana kemarin dan juga kenapa sering bolos. Aku bingung mau menjawab apa. Terlintas aku menyadari kalau dada kiri ku sakit artinya aku sakit jantung kan? jadi aku menjawabnya kalau aku sedang sakit jantung.
Kepala pengurus tadi bertanya lagi sejak kapan punya penyakit jantung katanya.
Aku terkejut. Lah kok malah dianggap sakit jantung yang itu. Oh iya emang penyakit yang mana lagi. Aura kepala pengurus telah membuatku ketakutan. Spontan bicara ku bilang sejak kecil. Mantapzz kelepasan. Aku berbohong saat berpuasa. Konyol.

Runtuhnya.
Aku mulai goyah. Semua kemampuan telah ku kerahkan. Tiap kali jantung ku berdetak serasa di tusuk jarum. Sakit sekali. Aku diambang batas.
Ingin sekali aku berobat tapi dengan siapa. Kaka ku hanya peduli dengan pekerjaannya. Siapa lagi yang aku percaya. Gak ada.
Aku berobat sendiri ke menteri malah dikasih obat dan disuntik doang. Gak guna. Mending aku milih istirahat sendiri. Ketika kaka ibuku datang menanyakan penyakit  ku, aku menjawab malah dicurigai. Ah bener juga gak ada yang bisa dipercaya. Ibuku jauh disana. Aku tak ingin mengganggunya.
Biarlah semua kesalahan menghujam padaku. Aku sudah lelah. Mati karena sakit jantung mungkin imbalan yang pas atas kebohongan yang kulakukan.


Aku berpikir jika semua warna cat air disatukan, bercampur akan menjadi warna yang paling indah yang pernah aku lihat tetapi.. rupanya anggapan ku berlawanan dengan kenyataan.
Yang ada warna hitam pekat yang muncul.
Mungkinkah akan memang menjadi seperti itu jika semua karakter ku bersatu? bukan akan lagi.. tapi telah terjadi dalam hidupku. Terekam jelas dalam memori.
Aku tak mau kejadian yang sama terulang lagi.
Begitu saja terus berulang menjadi kebiasaan buruk.
Ini bukan tentang harapan ataupun ucapan yang terlontar.
Aku harus memperbaikinya.
Memang kalau warna warni tercampur menjadi satu akan memunculkan warna hitam. Tujuannya memang ingin menyatukan makanya hasilnya begitu.
Poin pentingnya adalah bagaimana cara kita.
Ya! seperti menggambar!
Warna cat air akan indah jika penempatannya tepat.
Tentang karakter apa yang orang lain harapkan? lebih tepatnya agar semua orang merasakannya juga. Orang jahat ataupun baik. Selalu memberikan dampak yang baik.
Iya selalu yang baik.
Kalau asal-asalan mengaktifkan semua karakter tanpa menghilangkan kekurangan ataupun belum memaksimalkan kemampuan mana mungkin bisa berjalan dengan baik. Kesalahan akan sering dilakukan dan tekad mudah goyah.
Alasan munculnya karakter baru karena orang lain kan?
mereka membuat ku senang..
mereka membuat ku sedih..
mereka membuat ku marah..

Jika aku bisa melakukannya dengan cara baik yang bisa diterima orang-orang maka...


sumber gambar: https://www.backgroundsy.com/backgrounds/spiral-rainbow-background

Kamis, 20 Desember 2018

Bertahan

Hari ini kaka ku akan membeli kendaraan milik kaka sepupu ku, anaknya kaka ibuku. Aku sedang bermain Dota di warnet dengan Yahya.
Gak nyangka kalau kaka ku malah naik ke lantai dua warnet untuk mencari ku. Wtf. Aku merasa seperti anak kecil yang bandel karna jarang pulang ke rumah. Aku jadi sulit fokus main Dota.
"iya tunggui aja di bawah bisa gak?"
Segitu gak sabarnya kah ingin punya kendaraan baru."bukan fidz tapi kaka mu ingin menghemat waktu, kau tau sendiri kan sekarang pemikirannya bagaimana setelah menikah"
*mulai menganalisa
Begitu ya. Baiklah sabar aja entar lagi kelar kok.
"aku nungguin di bawah"
"iya"
Grrr.. tindakannya malah mengundang pemikiran negatif tentang ku pada anak-anak yang lain. Seharusnya lewat pesan kan bisa memberitahukan ku. Mengganggu sekali..
Oke fokus lagi. Gak perlu ngurusin orang lain.


"Ya aku pulang dengan kaka ku"
"oke"        
Aku turun duluan ke bawah kemudian langsung pergi dengan kaka ku.
Di perjalanan pikiran ku sedikit mengganggu. Ya jelaslah gimana mau tenang karena sebentar lagi aku akan bertemu dengan orang yang tidak ku suk- oh lebih tepatnya yang membuatku gak suka. Mengingat jalan menuju ke rumahnya saja sudah membuatku down apalagi sampai di sana. Aku ingin menghindari. Iya seharusnya aku menghindari. Tapi aku lupa. Aku terlalu fokus untuk hari ini bermain dengan Yahya. Jadinya aku lupa memikirkan apa yang akan terjadi.
Huh~

Di depan rumah kami telah sampai. Lihatlah. Seharusnya aku senang bisa berkunjung ke sini seperti dulu. Namun kali ini pandangan ku berubah karena hanya masalah sepele, yaitu aku gak kerja.
Bukan..
Sekali pun aku kerja mereka akan tetap merendahkan ku. Menyindir ku dari belakang. Apa yang diinginkan mereka dari diriku tetaplah kembali ke diri mereka masing-masing. Kebiasaan menuruti nafsu bicara membawa dampak buruk pada diri sendiri.
Sulitnya menahan diri untuk tidak membicarakan aib orang lain.
Di sini aku bercerita tentang mereka untuk dijadikan pelajaran. Bicaralah hanya untuk hal yang berguna saja, lebih baik lagi kalau melibatkan Tuhan kita. Ucapan yang bermanfaat mendatangkan kepribadian yang bagus. Misalnya seseorang memaksa mu harus bicara cobalah untuk menanggapinya dengan sopan dan jawaban yang singkat serta jelas.
Ngomong sih enak, coba kalau berada di posisi tersebut.
Untuk bisa menutupi kekurangannya kamu harus tetap bergantung pada Tuhan mu.
Kedua cobalah untuk menahan amarah karena imbalannya besar tapi jangan sampai niatnya hanya untuk menjadi lebih baik tapi kita kembalikan pada yang Menciptakan kita. Kalau sampai lupa diri dengan Yang Menciptakan kita itu artinya juga sombong kan. Coba kalau kita niatkan semua kegiatan kita hanya untuk Tuhan maka yang lainnya bisa kita dapatkan tanpa perlu berusaha susah payah lagi. Dengan begitu kita bisa "tahu diri" siapa kita. Otomatis rasa sombong terhadap orang lain juga akan hilang dari diri kita.
Iya ini cobaan aku tahu itu.
*Menghela nafas
Badan ku mulai gak enak. Berusaha tetap mempertahankan efek Enchanter agar tidak goyah.

Sampai di depan toko.
Nyehhh.. yang muncul pertama kali malah suaminya pula.
Kenapa respon ku begitu? apa dia jauh lebih merepotkan?
Ya begitulah. Kebiasaan buruk bicaranya jauh lebih parah. Aku bisa bayangkan bertapa tidak senangnya dia ketika melihatku.
Eh? kurasa gak hanya aku.
Ehm..
mungkin lagi kelelahan setelah membengkel.
"mamanya di rumah datangi aja ke belakang"
Aku dan kaka ku langsung saja ke bawah terus ke belakang toko.

"assalamualaikum" kaka ku mengucapkan salam.
Kalau aku? suara ku pelan. Serasa nyangkut di tenggorokan. Mungkin lebih ke perasaan sedang tidak menginginkannya. Jadinya respon tubuh ku berusaha menyembunyikan diri untuk tidak menjadi perhatian. "masuk masuk.. duduk di kursi, acil ngambil kunci dan surat-suratnya dulu"
Duduk di kursi? saling hadap-hadapan? ihh enggak ah mending duduk di lantai aja. Alasan bermain dengan kucing aku pun duduk di lantai.
Setelah mengambil kelengkapan kendaraan, acil dan kaka ku berbincang-bincang tentang kendaraannya. Ya mengenai apa-apa aja kekurangan ataupun kelebihan. Gak banyak juga dan aku lebih milih diam tak usah ikut campur pembicaraan seperti biasa. Paling sedikit itupun tentang kucing. Haha kenapa begitu?
Ya soalnya aku suka membicarakan kesukaan masing-masing contoh tentang kucing, dengan begitu dapat memicu rasa senang agar mengalihkan pikiran untuk tidak berpikir negatif. Yep hanya untuk ku. Aku tak suka suasana yang suram.

"iya nih jadi agak lambat ke sini gara-gara nungguinnya main warnet" kaka ku membicarakan ku
"iyaa.." balas dengan nada sedikit tinggi dan terdengar seperti mengerti keadaan.
Ka, konyolnya kau. Tau aja kalau acil paling gak suka aku ke warnet dan malah membahasnya di dekat ku.
Apa ini niatan ingin menjatuhkan? Gak berperasaan sekali.
Aku tahu dia senang makanya asal ceplos aja untuk mencairkan suasana. Jangan begitu ya Fidz. Kata siapa aku bakalan melakukan hal yang sama pada orang yang memiliki masalah. Aku sudah belajar dari episode Penyesalan dan melatihnya hingga sekarang. Kemampuan untuk membaca pikiran orang lain memudahkan ku mengusahakannya.
Sabar..      
Yang tukang lapor kegiatan ku di sini ke ibuku pastinya Kaka ku dan Acil ku. Kegiatan yang dilaporkan tentunya kebiasaan buruk ku, menurut mereka.
Ah kalau dibandingkan dengan kegiatan baik kira-kira 7:3 atau bisa juga 9:1, melihat dugaan dari cara pandang mereka terhadap ku.
Aku sempat heran mau menanggapi apa ketika ibuku menegurku supaya tidak lagi main ke warnet. Bagian yang mengherankannya bukan dari mana ibuku tau tapi teguran ibuku gak mendukung dengan suasana hatinya, ah, jelasnya ibuku hanya ingin melakukan apa yang kakanya inginkan. Respon ku? angguk mengerti situasi bukan teguran. Ya tujuan utama aku ke warnet cuman main dota doang itupun kalau ada waktu senggang. Kalau ingin mengumbar apa sisi baiknya bermain Dota.. aku hanya akan merasa bersalah. Niatan mengumbar kelebihan termasuk sombong apalagi kalau hanya untuk membungkam orang lain, makanya hati ini akan selalu gelisah bila tidak adanya tekad untuk bertahan. Melawan?  bukan tapi menutupi cara ku berpikir. Lagian dilihat dari sisi mana pun ngabisin uang untuk mengubah pemikiran yang jelas-jelas manfaatnya dikit, tapi dengan pemikiran ku sekarang aku bisa lebih memaksimalkannya.
Ya begitulah..
Dalam hal kegiatan yang kita sukai dengan senang hatinya kita lakukan..

Rabu, 12 Desember 2018

Selalu Aku

Seandainya dan seandainya.
Terlalu banyak berangan juga gak ada gunanya. Padahal aku yang paling paham tentang ujian hidup tapi saat masalah datang aku malah terbutakan oleh emosi. Gimana mau berpikir jernih kalau yang salah itu mereka. Enggak keluarga enggak orang luar sama saja mengganggu. Aku berharap punya rumah sendiri, hidup sendiri yang jauh dari keramaian.
Iya mungkin ini cita-cita ku haha!!
Emmm... aku melakukannya lagi..
Rasanya sulit sekali untuk keluar dari masalah besar ini. Aku tahu caranya untuk bisa keluar, aku tahu caranya agar bisa menang dan mengubah orang-orang namun.. tubuhku tidak bisa melakukan apa yang seharusnya ku lakukan.
Kondisinya begini.

Adikku, aku hanya perlu mengajarkan padanya banyak hal.
Nenekku, aku bisa menggunakan kharisma ku untuk mengingatkannya untuk lebih giat beribadah.
Aku bisa saja mendapatkan pekerjaan kalau aku mau sedikit usaha untuk keluar rumah.
Aku bisa saja menjadi orang kaya kalau aku mau usaha kerja.
Aku bisa saja memaafkan orang yang paling aku benci kalau aku ikhlas.
Beater: gak boleh
Hapis: -___-;
Keluarga yang lain, aku hanya perlu memberanikan diri untuk menerima pendapat mereka dan menceritakan apa yang aku alami.

Semua masalah bisa saja aku selesaikan, aku hanya butuh beberapa langkah. Agama sudah memberikan caranya untuk bisa menyelesaikan masalah dengan baik dan sempurna. Sayangnya aku tak bisa bergerak mengikuti apa yang seharusnya ku lakukan. Jin dalam tubuhku sudah aku perbaiki, dia sudah bisa membisikkan ku untuk melakukan hal yang baik-baik, tapi tetap saja rasanya sulit. Apa yang kurang dariku?
Elu banyak dosa eyy
*ewww
Kurasa benar juga.
Banyaknya dosa membuat tubuhku sulit berbuat baik.
Dendam, sombong, suka mencari-cari kesalahan orang lain, pemalas, merasa yang paling tinggi, merasa paling bisa melakukan segala hal. Banyak sekali penyakit hatiku. Dan aku juga tahu bagaimana caranya untuk membersihkan dosa-dosa itu. Sekali lagi, tubuh ku tetap sulit bergerak.
Tapi kenapa harus selalu aku? Kenapa harus aku yang akan melakukan semuanya?
Seolah-olah hanya aku doang yang jadi tokoh utamanya!!!!
Beater dan Zheill: idih..
Grrr.. Merepotkan.
Huh..
Kalau terus seperti ini, hanya selalu aku yang jadi terbaik. Eh? Ahh lagi-lagi aku melakukannya, penyakit hati, merasa yang paling hebat.
Alasan bodoh menjadi yang paling belakang
                               
Siapa yang betah ketika ada seseorang yang selalu ingin memaksakan kehendaknya terhadap mu. Lewat gerak gerik kecil yang terlihat seperti sindiran keras. Begitulah kelakuan kaka ibuku dan keluarga lainnya kecuali kaka Yudhi.
Aku ini sangat perasa dan bisa membaca jalan pikir orang lain. Bagiku untuk membaca pikiran orang terdekat ibarat menghitung 1+99 gampang sekali. Tapi aku sudah belajar untuk tidak berpikiran negatif tentang mereka. Sering ku latih. Namun anehnya balasan dari tindakan ku terhadap mereka tidak akan pernah menyadarkan kerasnya dinding hati. Aku juga selalu menghindar tiap kali mereka datang. Kalau sudah terkena black-list aku harus jauh-jauh dari mereka yang terkena. Kalau tidak. Kuping ku akan merasa sakit tiap kali mereka berucap. Kata demi kata yang masuk dalam telinga ku langsung menggambarkan sifat mereka. Begitu saja melintas dalam bayangan pikiran. Sakit sekali ketika aku mencoba menepisnya.
Menjauh adalah tindakan terbaik.
Buat apa aku menolong mereka. Toh mereka juga tidak suka dengan ku. Tindakan mereka hanyalah sebuah rasa pelampiasan untuk menenangkan hati. Bukan untukku. Mereka tidak tahu apa-apa tentang ku. Sebaliknya aku yang paling tahu tentang mereka dari pada orang lain. Ironis sekali. Aku mau menerima pendapat mereka? yang tidak tahu apa-apa soal kekurangan ku? berlagak paling mengerti untuk menjatuhkan ku sebagai percobaan.
Sakit.. mau berapa kali mereka menginginkan aku jatuh.
Terus adakah cara lain?
ada.. tapi..
Aku harus mengalah menerima pendapat mereka. Untuk jatuh lagi?
Kenapa harus selalu aku yang mengalah? Kenapa?


Ketika aku sakit. Aku pasti tahu apa yang paling diinginkan tubuhku untuk lekas sembuh. Aku jarang minum obat. Saat sakit aku lebih sering membutuhkan makanan atau minuman yang bisa menyenangkan tubuh. Sebagai penyemangat gitu. Yahh soalnya pas sakit lidah kita kan mati rasa.
Pacar mana pacar sebagai penyemangat?  
lol pacaran dosa eyy
*savage
Masalahnya pas sakit aku pasti kesulitan mau beli belanjaan. Berdiri saja sempoyongan. Aku meminta adikku untuk membelikannya. Tapi gak semudah yang ku kira. Dia menolak permintaan ku. Malahan marah kepada ku.
Kenapa? apa dia gak paham tentang situasi ku?
rasanya sakit sekali, aku telah memberikan apa yang dia mau. Pas dia sakit juga pasti aku yang membantunya. Kaka ku juga. Semunya apa yang aku lakukan tidak pernah ternilai kah? bodohnya aku juga  terlalu berempati dengan mereka. Bisakah dari kalian sedikit saja berusaha lebih baik dari aku??

Usuhu ku dan keluarga lainnya.
Seharusnya mereka paham apa yang sering di alami anak muda. Labilnya kepribadian. Seharusnya mereka terus berusaha membujukku untuk sadar. Tapi kenapa malah aku yang dimusuhi. Aku berbalik mengejar mereka sedikit demi sedikit mencoba menyapa mereka. Tapi aku diabaikan. Seharusnya.. emm..
Nenekku.
Kenapa harus memperbesar rumah sih? sayangnya uang mending di wakafkan. Kalau nenek meninggal aku gak bakal bisa mengurus rumah ini, tenaga ku gak sekuat orang lain. Mama juga gak bakalan pulang ke rumah. Dan nanti aku pasti akan pergi dari rumah.

Aku mencoba menjelaskan hasil usaha yang aku dapat tentang agama. Amalan-amalan ibadah yang mungkin akan membanggakan ku sebagai cucunya. Lalu aku mencoba menyangkut pautkan tentang pekerjaan khusus agar amalan ibadah ku tidak lepas. Tapi malah nenekku hanya fokus pada pekerjaan.
Apa nenek tidak dengar ungkapan hatiku? jarang-jarang aku bisa curhat langsung pada orang lain. Harapan ku yang seharusnya aku inginkan malah.. diabaikan.
Aku langsung pergi meninggalkan neneku.
Ahh rasanya sakit, selalu tersakiti.
Nek.. apa aku harus kaya untuk melemparkan semua uangnya ke wajah kalian? bukan itukan yang kalian inginkan dariku. Aku juga tidak sedang membutuhkannya untuk saat ini.
Apa sih yang kalian pikiran? uang? jabatan? harga diri? kesombongan untuk membungkam tetangga?
Kenapa selalu aku yang harus melakukan semua itu?
Ibuku saja memberikan ku kebebasan.
Aku tak takut terjatuh aku punya Tuhan ku. Aku tinggal minta apa yang aku mau pada-Nya, Dia Yang Maha Kaya lagi Maha menguasai bumi juga langit.
Tapi jika aku minta sesuatu hanya untuk berbuat dosa mana mungkin terkabulkan. Kesal.
Aku marah. Aku sakit hati. Aku selalu ingin sendirian. Menjauh dari kalian. Aku muak melihat kalian.

Aku tahu.. hidup ini hanyalah panggung sandiwara. Tiap orang memainkan perannya masing-masing. Begitu pula dengan ku. Rasa sakit ini, rasa kecewa ini, rasa terhina ini, semuanya yang ku terima hanyalah palsu. Begitu juga rasa yang lainnya. Tuhan hanya menilai tindakan kita dalam menanggapi suatu cobaan. Hebat atau tidaknya tergantung perjuangan kita.

Pernah melihat seseorang begitu gembira setelah melakukan tindakan yang baginya luar biasa namun di mata kita, sudut pandang kita, tindakan tersebut hanya biasa saja. Itu.. apakah karena kita sudah pernah melakukannya ataukah hanya ingin meremehkan bahwa kita jauh lebih hebat? Ya.. berapa kali pun kita mencoba sadar kalau poin pentingnya dari masalah seperti ini bukanlah fokus pada hasil tindakannya tapi pada usahanya.
Begitu kau menyadarinya, kau akan tersenyum tulus seperti ku.

Lalu apakah aku harus membuang semua kelemahan ini begitu saja. Hoho gak semudah itu ferguso tetap akan ada perjuangan dan ujian baru menanti.

*End

Jumat, 07 Desember 2018

Aku Tak Bisa

Seandainya kalian punya seseorang yang paling kalian benci di dunia ini, apa yang akan kalian lakukan?
"Menjauh darinya sejauh-jauhnya"
Seandainya cara tersebut tidak berhasil apa yang akan kalian lakukan selanjutnya?
"aku akan mencoba menerimanya dengan melihat kebaikannya"
Sayangnya dia jarang memiliki kebaikan malahan sering membuat mu tambah sakit, apa yang harus dilakukan?

Begitulah pandangan dan keadaan ku terhadap adikku. Sudah sedari kecil aku tidak menyukainya. Berusaha menerimanya pun percuma. Bagaimana bisa aku menerimanya sementara di dalam tubuhnya mengalir darah si bangsat. Sifat dan sikapnya selalu membuat ku marah dan sakit hati. Dia kelemahan terbesar ku.


Pertama kali aku ingat kalau ada yang salah dengan keluarga ku saat Ushu ku bilang adikku bukanlah dari ayah yang sama dengan ku dan kaka ku. Aku kaget, mencoba memahami apa yang telah terjadi waktu dulu. Benar juga.. mana mungkin ibuku bisa hamil kalau ayahku lebih dulu meninggal.
Ingatan ku tidak terlalu banyak saat di masa lalu. Dan ku pikir kejadian itu memang kesalahan ibuku sendiri.

Satu-satunya orang tua ku hanya ibuku makanya aku harus mempercayainya, apapun pilihannya. Entah dia mau menikah lagi atau apapun itu aku akan siap.
Iya aku tahu itu.
"Ki malam ini mungkin orang bugis itu mau datang lagi ke rumah ku, bantuin aku menjebaknya!, kemarin tuh orang mulai berbuat gak senonoh" aku meminta pertolongan dengan adik sepupu ku.
"ayok! kita hajar dia!" balas adik sepupu ku dengan cepat.
Dengan rencana jahat yang telah aku pikirkan aku memasang plester terbalik di ganggang pintu luar rumah lalu meludahinya.
"nah begini oke, mampus tu orang kalau balik lagi"
Sayangnya orang itu gak kembali lagi mungkin malu atas apa yang telah dilakukannya. Jebakannya gagal.
Apapun keputusan ibuku tidak akan membuat pikiran ku tentangnya goyah.
Sampai datang sms dari orang yang tak dikenal mencela ibuku sebagai pelakor.
Aku.. tak tau harus marah kepada siapa..
Siapa yang patut disalahkan?

Cobaan tahap baru datang lagi.
Bertambah satu orang lagi, orang yang paling aku benci di dunia ini. Ayah tiri menceraikan ibuku dan lebih memilih bersama pelakor tersebut.
Ibuku seharian tidak makan. Hanya bisa menangis sakit hati. Padahal aku pikir dia ayah tiri yang baik, rupanya enggak, sama saja dengan si bangsat yang menelantarkan anaknya sendiri. Aku marah sekali. Hidup ku runyam.

Tiap kali pembagian rapot sekolah aku hanya bisa teringat dengan ibuku yang kian jauh dari keluarga, lebih memilih bersama ayah tiri baru lagi. Melihat teman lain bahagia karena ada orang tuanya menemaninya.
Aku.. hanya bisa memandang dari jauh merasakan iri hati.
Siapa yang patut disalahkan?
Aku mulai bosan sekolah.
Dan lagi.. tiap kali ibuku hendak pergi ke tempat suami barunya adikku pasti merengek nangis tanpa mempedulikan sekitarnya. Bikin kesal. Tapi aku tetap percaya pada ibuku kalau ini demi kami.
Tak peduli berapa banyak uang yang diberikan oleh ibuku padaku setelah kawin dengan pak Iin, rasanya tidak membuatku senang, aku tak peduli dengan uang. Aku hanya ingin ibuku sering-sering pulang ke rumah agar aku masih bisa sayang dengannya.


Sedikit demi sedikit mulai terlihat inti dari masalah yang membuat keluarga ku berantakan. Ketika ibuku pergi ke orang pintar untuk menghilangkan santet penunduk dari mantan ayah tiri bangsat, si orang pintar menemukan santet lain dalam tubuh ibuku.
"Santet lain?.."tanya ku dalam hati
Santet dari orang tua adikku.
Iya..
Seharusnya aku tahu hal itu.. mana mungkin ibuku sering sakit kepala karena kelelahan.. mana mungkin ibuku berbuat tindakan bodoh yang hanya mencelakakan diri sendiri..
Satu persatu kejadian saling berhubungan membentuk alur cerita yang bisa diterima akal.
Ibuku terkena santet dari ayah adikku hingga ibuku mau diajak bermaksiat. Sampai adikku lahir dia si bangsat malah kabur.
Ketika persalinan, ibuku sendirian saja tak ada keluarga yang mau datang menemani. Hingga ada satu tetangga yang mau membantu ibuku.
Kami anaknya mana bisa membantu dan waktu itu aku masih kecil bahkan ingatan sebelumnya tidak bisa ku ingat, siapa saja yang sudah menyakiti ibuku dengan mengacuhkannya. Syukurlah ibuku bisa melahirkannya dengan selamat. Setelah adikku lahir ibuku masih terbaring kelelahan, adikku sudah dibawa ke bidan oleh tetangga tadi. Dalam kondisi seperti itu ibuku masih sempat mengkhawatirkan kami.
"tidur nak sudah malam"
Terlalu singkat memori waktu kecilku. Tentang ayahku pun hanya satu memori.

Memori lain muncul lagi. Aku sadar dan tahu-tahu kami pindah rumah ke rumah nenekku. Aku berjalan kaki bersama ibuku. Kenapa kami harus pindah?
Aku mencoba memahami lagi. Kalau misalnya ibuku memang diusir dari kampung sana, aku tak akan memaafkan mereka semuanya yang di sana. Paman ku, Ushu ku dan keluarga lainnya. Itu berlaku jika tebakan ku benar. Mau sebanyak apa uang yang diberikan keluarga ku kalau menimbang dengan tentang semua usaha ibuku gak akan pernah sebanding.
Kata ibuku aku yang paling mirip dengan ayahku dibandingkan kaka ku, tinggi badanku juga hampir sama, rasanya senang sekali.


Siapa yang bisa keluar dari sebuah perangkap santet dengan cara normal? kecuali memang Allah swt. yang menghendakinya.
Aku tak percaya santet tersebut masih ada dalam tubuh ibuku. Itu yang membuat ibuku sering sakit kepala hebat. Dan aku sangat menyesal jarang mau memijatkan kepalanya saat reaksi santet itu muncul.
Tapi..
sepenuhnya itu bukan salah ku.. tapi dia, si bangsat!!!

Bagaimana kalau aku  Beater ingin bertemu dengan mu lagi??
Aku tak peduli dengan iblis jenis apa yang sedang melindungi mu, aku juga bisa menggila dengan kemampuan ku sendiri untuk mengakhiri hidupmu??
Tak peduli siapa yang akan menghalangi.. rasa sakit kami akan aku bayar bila bertemu dengan mu..
Woy!
Aku sedang bicara padamu..
Pasti salah satu kenalan kalian bisa membaca pikiran dari orang yang akan mengancam keberadaan kalian kan?
Kau pikir aku akan membiarkan mu keluyuran begitu saja atas apa yang kau buat?
Berani sekali muncul lagi dalam keluarga kami.. dulu aku belum siap.. sekarang aku sudah siap. Merobek tubuh mu dan menarik tulang belakang mu sampai keluar mungkin dapat mengurangi gejolak amarah ini..
Hey aku bilang aku sedang bicara dengan mu.. Kau dengar deklarasi perang ini tidak?
Aku marah!!!

Melihat adikku sama dengan melihatnya. Tubuhnya, sifatnya, semuanya tentang dirinya aku membencinya..
Agama mengharuskan ku agar bisa memaafkan orang yang telah menyakiti ku.. namun..
Bagaiamana bisa? Bagaimana caranya agar aku bisa memaafkan mereka? Jika aku memaafkan mereka itu artinya Beater akan menghilang selama-lamanya.
Ini menyakitkan untuk diterima apa yang telah mereka perbuat.

Aku tak bisa.. aku belum bisa..

Rabu, 05 Desember 2018

Cinta dan Logika

Bagian 3. Tindakan

Seandainya aku mencintai seseorang yang hanya karena menutupi kekurangan saja pasti terdapat hal yang akan mengusik kedamaian hati. Sebutannya memanfaatkan. Aku tak mau itu. Mengingat lagi pernah merasa ragu untuk memiliki dia karena belum tau tujuan dari mencintai itu apa.
Apa yang harus ku lakukan dengan kekurangan ataupun kelebihan yang kita miliki untuk pasangan agar tidak salah bertindak?
Satu persatu pertanyaan baru bermunculan. Jawaban dari pertanyaan itulah yang akan membawa kita ke tingkat lebih tinggi lagi. Demi apa?
Apakah kalian juga menginginkan cinta sejati terhadap pasangan kita? Kalau iya pastinya perasaan tak ingin dikecewakan itu ada.
Pasangan hidup itu cermin dari kepribadian kita.
Yang baik akan mendapatkan yang baik.
Yang berjuang untuk yang terbaik.
Sayangnya untuk melihat kesamaan tersebut terhadap pasangan kita sangatlah sulit. Soalnya kesamaan itu adanya dalam diri kita sendiri. Seseorang dengan pendirian yang enggan mengoreksi diri itulah yang paling merasakan kesulitannya.
Buah jatuh tak jauh dari pohonnya.
Tapi yang paling penting setelah mengoreksi diri adalah tindakan untuk memperbaikinya. Ya aku tahu itu, hati spontan menanggapinya namun hasilnya tetap tidak ada, karena sulitnya menggerakkan tubuh untuk bertindak. Jangan lupakan pelajaran yang terdahulu. Untuk menggapai yang lebih tinggi butuh anak tangga dan bekal lainnya. Begitu juga tahap tentang cinta. Merasa puas dengan ilmu yang ada merupakan kesalahan besar.

Bersama temannya, Bibah keluar dari gerbang sekolah. Aku mencoba menepis kehadirannya dengan fokus melihat ke arah lain untuk mencari adikku. Usaha ku kadang gagal saat dia ada di depanku. Dari gerak geriknya melihat kejauhan, dia sedang mencari orang tuanya. Duh, aku malah jadi terfokus padanya. Hati sedang bentrok tapi gaya luar tetap santai haha. Oh iya aku sedang makai helm jadi gak ketahuan wajahku olehnya kalau aku orang yang sekampung dengannya. Emangnya gua cowok terkenal dan terkeren di kampung? idih amit-amit sadar diri dong -__-
Kamvret lu Zheill..

Tenang..
Bertindak biasa saja..
Jangan langsung menganggap momen ini spesial.

Setelah usahanya mencari keberadaan orang tuanya tak berhasil, dia dan temannya duduk menunggu dekat pagar.
Masih di depan gua eyy -__-;
Akhirnya dia melihatku cukup lama sekitar 3 detikan. Mungkin dia sudah sadar kalau ini aku. Apa sih hubunganku dengannya? jangan berangan yang enggak-enggak deh, plis. Hedehh.
Sebelumnya juga pas kenaikan kelas mereka aku memandangnya cukup lama karena penasaran dengan dirinya. Ketika dia menyadari kalau aku sedang melihatnya dia membalas pandangan. Sempat berpikir kalau bukan aku yang sedang dilihat jadinya aku tetap memandangnya dan terjadi kontak mata antara kami. Gak lama juga kami saling pandang aku pun nyerah duluan. Lagian gak ada yang spesial juga dengan diriku. Dia memang cantik dan juga pintar, buktinya dia masuk ranking 3 besar dari seluruh kelas 2. Pasti dia terkenal sekali. Dan mana mungkin dia memiliki perasaan terhadapku. Umur beda jauh pasti dia geli kalau aku jatuh cinta dengannya haha. So tenanglah diriku yang super ke geeran ini. Aku hanya penasaran dengannya karena aku sedang belajar makanya aku memandangnya untuk mempelajari kepribadiannya.

*Sayangnya dia memandangi ku lagi. Tatapannya tidak ku mengerti.
Seingatku orang-orang di sekitarku bukanlah kenalannya ataupun sesuatu yang mengundang perhatiannya.
Eh?! masa aku? ada apa denganku? ehhhh...
Pertahanan ku benar-benar hancur.

Sejak saat itu aku masih bingung, terus berupaya mencerna apa yang terjadi. Mungkin gara-gara aku jatuh cinta dengannya makanya aku ke geeran. Iya iya sebetulnya aku paham sekali, jangan berpikiran konyol. ha ha ha..
Oh iya! adikku, aku kelupaan!  dimana dia kok gak keluar-keluar?

Dari pengalaman tersebut aku jadi mengerti, pertahananku sungguh tidak akan bekerja apabila berhadapan dengan cewek sesuai tipeku. Beater adalah amarah. Menanggapi hal yang tidak disukainya, amarah pun menyala dalam dirinya, menjaganya agar tetap tersadar. Dilihat dari sekian banyaknya pengalaman tentang Beater, ia memang selalu aktif saat berhadapan dengan yang tidak disukainya.
Beda dengan hal yang disukainnya.

Sifat sejati itu adalah sifat dasar yang hanya bisa ditutupi dengan banyaknya latihan, walaupun bisa ditutupi bukan berarti sifat dasar bisa dihilangkan.
Sifat sejati
emosi   
/    |    \  
marah  senang  sedih
Beater      Hapis       Zheill
Tiap karakter akan muncul saat menanggapi hal yang memicunya.
Tentang cinta berarti hal yang disukainya, karakter apa yang akan muncul?
Hapis?
Tetap bukan.
Campuran mungkin.
Gak ada karakter yang cocok. Tunggu..
*lirik Zheill-----
Zheill: ngape?
Yup! Zheill lah yang paling cocok menanggapi soal cinta jika pertahanan lumpuh. Pikirannya yang tenang bisa menanggapi situasi dengan akurat. Sikapnya yang cool juga dapat menjaga image diri dimata orang lain. Oke masalah ini telah terselesaikan hihi.

Kekuatan cinta emang gak bisa diremehkan Beater pun bisa kalah.
Beater: -___- hati kan emang kelemahan ku..

Ceritanya masih belum selesai.
Ketika aku belanja di toko Bibah aku pikir orangtuanya yang menjaga, rupanya dia sendiri. Sedikit kaget melihatnya. Tapi entah kenapa ada rasa senang timbul dalam hati saat tau kalau dia yang jaga. Seperti mau bilang Yes gitu. Ahaha perasaan cinta ini benar-benar lucu.
Hapis dan Beater: ...
*krik *krik
Ehem! langsung aja aku mencari belanjaan.
Wahhh ada Keripik Setan! sudah lama gak ada yang jual, ini makanan kesukaan ku, ku kira pabriknya telah berhenti karena kekurangan pegawai setan.Beli ah.
Sudah dapat apa yang aku mau langsung aja aku kabur haha. Enggaklah.
Aku berjalan santai menujunya.
"berapa harga keripik setan nih?" tanya aku untuk memastikan
"3 ribu" katanya dengan santai
ng? kok aneh ya, dia gak tau harganya! kenapa aku langsung tau -__-
Ahh wajar sih kan bukan dia yang jaga ni toko, kali ini dia hanya terpaksa mungkin karena orang tuanya lagi sibuk. Entar pas aku belanja ke sini lagi aku mau tanya aja sama orang tuanya tentang harga ni keripik. Kasian kalau jualan orang rugi.
Hapis dan Beater: Oyey! begitulah Zheill! haha keren!
Zheill: berisik..
Ketika dia mencari uang kembalian aku mempelajari sikapnya.
Apakah dia benar-benar mempunyai perasaan terhadapku?
Jika benar. Pasti ada tindakannya yang grogi atau salah tingkah.
Emm.. aku merasakannya cuman sedikit. Gerakannya masih bisa dibilang santai, namun aura kasmarannya terpancar sedikit, atau akunya aja yang terlalu cepat menilai.
Misalnya tebakanku benar. Sedikit lebih baik, perasaan itu gak akan sampai membuatnya sakit hati dan akan hilang dengan mudah. Seiring berjalannya waktu bila tak saling bertemu perasaan ku terhadapnya juga akan ku hilangkan. Kenapa dihilangkan?
Ya iyalah! konyol banget kalau gua menyatakan perasaan ku. Anak orang eyy..

Pengalaman ini memberi banyak pengalaman berharga menanggapi diri terhadap orang yang ku suka. Next time.. semoga aku bertemu orang yang tepat.


Pengalaman lain setelahnya.
*ckitt
Aku memarkirkan kendaraanku depan tokonya. Ada Bibah dan teman-temannya lagi asik bercanda. Kehadiran ku mengundang perhatian mereka. Temannya langsung fokus melihatku. Terkecuali Bibah.
Dia buang muka!
*ctarrrr
Ee-ehh.. a-apa maksudnya reaksi itu?

Selasa, 04 Desember 2018

Cinta dan Logika

Bagian 2. Alasan Mencintai

Sore hari aku pergi menjemput adikku pulang sekolah. Sampai di sana, di pinggir jalan depan sekolah, aku memarkirkan kendaraan lalu duduk menunggu. Huhh gak enak rasanya kalau berada di tengah kerumunan. Biarlah lagian gak bakalan lama juga.
Keluarlah beberapa murid kelas 3, itu artinya les sore ini telah berakhir. Diantara banyaknya murid muncullah dia. Bukan adikku, melainkan anak pemilik toko dekat rumahku. Panggil saja dia Bibah.
Yup! dia cewek.
Jujur dulu pas kenaikan kelas 3 mereka aku sempat naksir dengannya. Bisa dibilang jatuh cinta pada pandangan pertama. Padahal aku sudah sering lihat dia pas lagi kecil kok malah baru sekarang sukanya. Alasannya pastinya bukan karena dia sudah masuk masa puber ya ya ya. Ngaco kau kuntil onta.

Cinta pada pandangan pertama itu artinya menyukainya, sebab dia tergolong dalam tipe pasangan kita. Tipe itu dari rasa suka. Suka itu sesuai apa yang kita inginkan. Yang kita inginkan itu dari sifat sejati kita. Karena tipe pasangan tiap orang itu tergantung dengan sifat sejati yang dimilikinya begitu pula dengan sifat sejatiku yang super labil dan belum sepenuhnya terpelajari. Sampai saat ini masih menjadi misteri kenapa jatuh cinta itu perlu alasan.
Iya saat ini saja. Berarti setelah ini bukan lagi misteri dong.. Yup! aku akan menjawab misteri ini.

Mempersempit pandangan. Mengumpulkan informasi. Mulai melakukan perhitungan.

1.Mengapa aku bisa jatuh cinta pada pandangan pertama?..
2.Mengapa aku butuh pembuktian dengan tindakan(kita atau dia) untuk memastikan dialah tipeku?..
3.Kenapa cewek cantik yang wajahnya misal seperti artis belum tentu membuatku fall in love?..
4.Lalu.. apa yang aku cari dalam suatu hubungan?..

Jawabannya, cobalah gabungkan dengan sifat kita.
Cinta itu tentang pelaku keduanya.
Cinta itu tentang saling melengkapi.   
Pertama.
Kita menyukai seseorang pada pandangan pertama karena dia termasuk dalam tipe pasangan kita. Hubungannya dengan sifat? sindir dan koreksi diri.Apakah kita punya sifat buruk dan sifat baik? misal sifat buruk, sifat tersebut akan menuntun kita kepada hal yang disukainya. Contoh melihat rambut pendeknya yang lucu, bibirnya yang kecil, matanya dan semua tentang dirinya. Segi fisik, materi ataupun kepribadiannya.
Cinta itu buta? gak lagi. Cinta pada pandangan pertama itu karena kita menyukai sesuatu tentang doi tanpa kita sadari. Kebiasaan yang berasal dari sifat sejati kitalah yang menjelaskan mengapa pada pandangan pertama anggapan tentang dirinya akan selalu baik. Sifat sejati seperti apakah yang kita miliki?..

Kedua.
Khusus dalam kasus ku ketika suka dengan Sophia yang butuh beberapa momen hingga jadi cinta. Momen yang dimaksud saat doi menunjukkan kelebihannya. Sedikit flashback pengalaman saat aku suka dengannya.Ketika kami kerja kelompok di rumahnya. Pastinya pas kerja kelompok itu ada aja kesempatan untuk bercanda. Kemudian pada kesempatan itu sekilas aku melihatnya tersenyum. Kenapa baru sekarang aku suka dengannya? karena baru kali ini aku melihatnya tersenyum dan senyumnya itu menumbuhkan benih cinta. Tapi keduluan orang yang nembak haha. Emangnya berani nembak cewek wkwkw.
Pembuktian dari hasil tindakan untuk memastikan apakah dia benar-benar sesuai dengan tipe kita. Jika bukan, maka hati kita tidak menginginkan apapun dari dia.

Ketiga.
Kenapa? Soalnya bukan termasuk dalam tipe ku, ya kan?
Panjang lebarnya, seperti yang ku bilang tadi dijawaban pertanyaan pertama. Pertanyaan ketiga ini hanya untuk memperjelas.

Keempat.
Jatuh cinta karena suka.
Suka dalam hal umum, fisik, materi dan kepribadian. Suka datang dari sifat sejati.
Jatuh cinta pada pandangan pertama dan mengharapkan bisa mendapatkan dirinya.
Apa yang dimaksud dengan "mendapatkan dirinya"? inilah pertanyaan sesungguhnya.
Mengingat kepribadian yang tidak stabil dikarenakan belum paham tentang diri sendiri. Dalam cinta pastinya satu, dua atau lebih harapan besar yang kita inginkan dari membentuk suatu hubungan. Aku yang dulu tidak paham siapa kah diriku.
Kenapa aku bisa marah?..
Kenapa aku bisa senang?..
Kenapa aku bisa sedih?..
Dan kenapa aku menginginkan dirinya yg hanya karena aku jatuh cinta?..
Meragukan..
Aku pernah bilang ketika jatuh cinta dengan seseorang
"apakah aku bisa melihat apa yang tidak bisa aku lihat dalam dirinya?"
Makin membuatku ragu. Tapi sampai tahap ini aku mulai paham jawaban atas pertanyaan tersebut adalah karena sifat sejati kita. Aku menyukainya berdasarkan sifat sejati yang ku miliki. Sifat seperti apa yang aku miliki. Labil? aku belum tau.
Namun yang bisa aku pastikan dengan menggabungkan poin-poinnya yaitu..
"Aku melihat apa yang tidak bisa aku lihat" itu artinya aku melihat yang tidak bisa dilihat oleh mataku. Yang tidak nampak. Apa itu? Yup! kepribadiannya.
Tapi.. Kenapa aku mengharapkan dirinya karena alasan kepribadian diri?
Cinta itu tentang saling melengkapi.
Apakah aku punya kekurangan ataukah kelebihan yang membuat kekurangan? labil..
Kenapa tentang cinta pada pandangan pertama, sifat sejati lah yang mendorong diri untuk melakukannya, berusaha untuk memilikinya.
Artinya alasan sebenarnya ku jatuh cinta adalah untuk dapat melengkapi kekurangan diri, menyempurnakan kepribadian labil yang ku miliki. Inilah alasan spesifiknya.
Benarkah begitu?

Jika aku telah menyempurnakan karakterku.. mungkin akulah yang akan menyempurnakan sosok pasanganku.
Mungkin saja. Tidak ada yang tau apa yang akan terjadi dimasa depan.

Sabtu, 01 Desember 2018

Cinta dan Logika

Bagian 1. Modifikasi

Walaupun hebat dalam pertahanan, Sang Beater juga memiliki kelemahan dalam dirinya, yaitu hatinya. Prinsip sejati untuk lebih mementingkan yang lemah merupakan kelemahan terbesarnya. Jika Beater sampai melakukan kesalahan dalam pengamatannya  mungkin masalah yang terdahulu akan terulang kembali.
Tak perlu serius bacanya karena kali inikita akan membahas soal cinta haha..
Yup!
Jatuh cinta..
Sudah lama aku tidak merasakannya. Bagaimana rasanya kasmaran? semangat membara ketika bertemu doi? berduan dan berharap waktu berhenti.. ahh sudah lupa aku dengan semua itu.
Aku tidak sedang mengharapkannya. Malahan aku sedang kebingungan dengan diriku sendiri yang sudah terlalu jauh memodifikasi pikiran.
Kalian taukan cinta itu buta?
Kenapa disebut cinta itu buta?
Mungkinkah karena diri kita bergerak tak sesuai dengan keinginan? Ataukah tak sesuai kehendak orang lain?
Akal pikiran benar-benar tidak logis saat dimabuk cinta.
Apalagi menanggapi cinta dengan berpacaran. Cinta yang tak resmi, hanya akan memunculkan banyak masalah, dosa dan pergaulan bebas.
Sebagai mantan pendosa sebisa mungkin berusaha untuk menghindari jatuh cinta terhadap seseorang. Bukan tidak mungkin aku jatuh cinta apalagi sekarang dengan banyaknya pengalaman maupun kemampuan untuk mencintai.
Entah apakah ini bisa disebut kemajuan atau sebaliknya seolanya liat cewek keluar dari rumah memakai kaos kaki dan pakaian menutup aurat lainnya aja sudah bikin aku suka!!!

What!!! Dasar hidung belang!!!
Kode merah !!! Kode merah !!!
Siapa yang salah?!
Beater bu!!! NANI!!!
Beater: kan katanya harus berpikiran positif dengan melihat kelebihan orang- orang?
Zheill: tapi gak perlu disimpan dalam hati juga kalee.. -___-

Setelah merundingkan kejadian-kejadian yang memungkinkan untuk jatuh cinta akhir trio labil menetapkan masalah ini sebagai ancaman level tinggi.
Strategi pun dibuat demi menjaga diri untuk tak terjatuh dalam lubang maksiat.
Menghindari kontak dengan lawan jenis adalah kunci utama untuk keluar dari masalah ini.. Yup!

Kenapa jatuh cinta itu sebagai ancaman? karena adanya kemungkinan terburuknya. Dalam masa pembentukan karakter akhir aku harus mengendalikan penuh nafsuku. Berpacaran sama saja dengan mementingkan keinginan nafsu.
Seharusnya kalau aku suka dengan seseorang sebaiknya dilamar saja kan, tapi aku tidak punya uang, kerja aja belum.
Situasi lainnya, aku yang telah paham apa itu arti dari cinta yang sesungguhnya harus melakukan sesuai apa yang telah ku tulis atau ucapkan.

Dengan mempertimbangkan segala situasi akhirnya ku putuskan untuk tidak jatuh cinta ataupun dicintai. Menghindari kontak dengan lawan jenis adalah hal pertama yang harus aku laksanakan. Maka dari itu kemampuan pertahanan Beater sangatlah berguna.
Dalam keadaan sadar aku meminta Beater aktif secara otomatis saat seorang atau banyak wanita masuk dalam radarnya.
Meningkatkan drastis kemampuan pengamatan. Menebak pikiran dengan membaca gerak-gerik mereka untuk simulasi melihat masa depan. Kemampuan Speed Force-ku aku aktifkan juga bila situasi semakin rumit, contohnya keramaian campuran banyak orang.
Melihat keunikan orang-orang dimatikan. Abaikan hal yang mencurigakan. Pusatkan fokus hanya untuk melihat gerakan. Semakin jauh target maka pertahanan Beater makin sempurna. Melumpuhkan aura yang bisa memicu perhatian target. Hindari kontak mata. Memudarkan wujud kehadiran.
Terkhusus situasi lain A.Terkhusus situasi lain B.Terkhusus situasi lain C dan seterusnya.
Fiuhh.. kebanyakan.. susah mengukur situasinya..
Yaa~ pokoknya sebisa mungkin sajalah.
Zheill: kalau usahanya setengah-setengah hasilnya juga sama..
Hapis: uhhh.. emm iya juga ya..
Misalnya aku mengabaikan usaha ini itu artinya imanku lagi turun.
Ah ada lagi situasi baru. Aku harus membuat strategi baru lagi.
Begitulah..
Aku terus berusaha menjaga diriku dari maksiat. Menjauhi kontak dengan cewek demi menyempurnakan karakter. Nisa sahabatku, aku juga lagi menjaga jarak dengannya. Kumohon mengertilah haha.. nasib si Monster Labil.

Kemudian..
Usaha yang telah aku lakukan selama ini membuatku melupakan naluri untuk jatuh cinta.
*kebanyakan makai logika.
Kalau diingat-ingat waktu dulu bagaimana ya caranya aku jatuh cinta hanya dengan pandangan pertama? aneh.. *gumam
Emm.. Hmm.. oh jadi begitu.. Mungkin saat pertama kali aku melihat cewek sesuai tipeku dalam  pikiran aku beranggapan bahwa dialah yang super spesial.
Dialah bidadari. Dialah belahan jiwaku. Dialah tulung rusukku.. Dialah.. dialah..
Eh?! ini mah reaksi umum orang biasa.
Kalo elu yang gak normal gimana?! etdahh..
Kalau gua mah contohnya pengalaman yang paling aku ingat pas ketemu Aulia keringat dingin
.... eh?! salah momen haha.. waktu pandangan pertama kah..
Karena dia tipeku jadi pas dia bertingkah lucu untukku aku jadi lang- eh belum, mungkin sekitar 3 kali lebih momen berkesan akhirnya aku suka. Cie cie..
Kenapa bisa jatuh cinta? sebab aku meletakkan sosoknya dalam tahta hati dan perasaan itu terus memaksa bahwa dialah calon pasang terbaik. Makanya kita akan selalu beranggapan baik tentangnya dirnya. Faktanya terdengar kurang enak ya.. inilah logika yang sukar untuk diakui karena jawabannya tak sesuai dengan perasaan terkhusus dalam masalah ini orang yang sedang dimabuk cinta. Kita yang beranggapan bahwa cinta itu "tidak sebaik perkiraan" akan dengan mudah menerima pahitnya fakta malahan sebagian menganggap fakta itu manis, harmonis.
Perasaan.. pandangan pertama..
Cinta itu tak seharusnya buta. Cinta yang sesungguhnya tentang menjaga hubungan keduanya.
Begitu banyak makna dan arti dari cinta. Lalu.. apakah kalian hanya akan memakai satu dari sekian banyaknya arti tersebut. Aku sedang menegur yang beranggapan bahwa cinta itu buruk.

Jika kalian paham arti dari cinta maka tindakan selanjtunya akan menjelasakan siapa diri kita..

Rabu, 21 November 2018

Pilihan

*gehhh

Seminggu ini tiap harinya aku kurang tidur, menumpuk dan aku perlu membayarnya. Kalau enggak entah apa yang akan terjadi denganku tapi masih banyak aktifitas yang harus aku lakukan. Mengingat tubuhku ini staminanya rendah dibawah standar pekerjaan rumah yang sedikit sudah membuatku kelelahan. Jam tidurku juga gak seperti orang pada umumnya.
Jam 9 malam aku sudah harus tidur. Jam 4 subuh sudah bangun. Pagi gak boleh tidur sebelum waktu Dhuha selesai. Kalau gak sibuk aku bisa dapat 2 jam waktu tidur setelah waktu Dhuha, alaram siap biar kagak kelewatan tidurnya. Kalau sampai tidur diwaktu sholat atau ada kesibukan aktifitas yang mengganggu, aku tidak bakal memaafkan diriku ini. Masuk waktu sholat aku sudah tidak bisa diganggu. Siang hari setelah Dzuhur kesempatan buat tidur kecil. Di tempat tinggalku siang harinya panas banget, bikin berkeringat dan gak enak buat sholat. Ganti baju terus bikin repot, kalau mandi kena penyakit panuan dan hemat air. Gak boleh tidur kalau banyak aurat yang terbuka. Sorenya juga gak boleh tidur. Kata guru, tidur di sore hari bikin kita lekas pikun. Malamnya juga gak boleh tidur sebelum waktu sholat isya selesai. Soalnya tidur diantara jam maghrib-isya.. cari tahu sendiri, pokonya kebiasaan buruk.
Nah belum lagi aktifitas keagamaan di luar rumah yang bisa memakan waktu tidurku.
Aku tidak keberatan, soalnya aku hidup untuk beribadah, kan kan aku sudah dapat jati diri jadinya kalau aku sampai keluar dari tujuan hidup gua artinya kego*lokan ku kembali lagi. Aku akan merasa sangat hina. Aku tidak mau itu.

Lelah..
Aku harus menguatkan diriku.
Malam ini aku sudah janjian sama Yahya main Dota 2 bareng. Sudah lama terjanji dihari sebelumnya jadi harus ku tepati. Seandainya aku tahu bakalan sibuk pasti gak akan janjian.
Hmm kadang memang ya pilihan hati dan nafsu itu sulit dibedakan. Keduanya tentu saja sangat mempengaruhi kehidupan kita dalam menanggapi sebuah masalah.
Menurut KBBi, nafsu adalah selera, gairah dan keinginan yang kuat. Dalam versi ku untuk memperjelasnya ialah keinginan diri yang kuat tanpa memikirkan sebab akibat apa yang akan terjadi pada dirinya setelahnya(menuruti keinginan).
Terdengar negatif? jelas lah karena nafsu selalu mengarah ke hal yang negatif. Keinginan yang telalu kuat membuat pikirannya tidak waras. Seseorang yang selalu tunduk pada nafsunya cendrung memiliki penyakit hati, keraguan pun bisa dirasakan dalam dirinya karena rasa bersalah akan tindakan yang telah ia perbuat.
Berbeda dengan pilihan hati yang datang dari  perasaan diri dengan memperhitungkan sebab akibat dan kondisi yang mempengaruhinya. Pilihan hati itu lebih mengutamakan hal-hal yang bersangkutan dengan hasil akhir. Bedanya dengan nafsu, pilihan hati adalah pikiran akal kita.
Loh kok disebut pilihan hati? Pertanyaan yang bagus Pis..
Kenapa disebut pilihan hati? karena pilihan hati adalah bagian dari keinginan diri(nafsu).
Koreksi dikit nafsu itu keinginan kecil ataupun kuat sama saja. Jadinya mempertimbangkan gairah ataukah akal kita  salah satu diantaranya akan gugur dengan makna berbeda. Dan memperjelas siapa kita. Apakah tergolong orang yang berakal atau tidak.
Terdengar kasar sekali. Tapi begitulah.
Akhir dari pilihan kita akan selalu mempengaruhi hasilnya. Jadi hitungan lah baik-baik tindakan kita dengan mengenal diri.

Sebelumnya..
Mungkin aku sudah melupakan sesuatu yang penting sehingga membuatku salah langkah. Eh? kalian pikir aku yang lumayan paham tentang kepribadian manusia selalu benar dalam bertindak? tentu tidak karena masalah itu akan selalu diatas kemampuan kita tapi masih bisa terjangkau. Hanya saja dengan usaha yang kuat. Kalau belum bisa terselesaikan sekarang mungkin nanti, nanti dan nanti diwaktu yang tepat saat hati kita terbuka menerima setiap pelajarannya.

Sekarang yang mesti aku lakukan walaupun sudah salah langkah memberikan kemampuan terbaik ku. Sudah kubilang dari dulu kalau game Dota 2 itu sangat baik untuk pengenalan diri. Tapi tentu lah aku paham gak semua orang bisa bermain game ini jadi hanya terkhususkan pada pemain yang bisa saja. Semakin pandai dia bermain Dota 2 semakin terlihat cara terbaiknya dia menanggapi suatu masalah.
Di dalam permainan Dota 2 ada tingkatan rank tiap pemain yang telah menyelesaikan Ranked Match-nya.
10 permainan sendiri(solo)
10 permainan dengan kawan(team)
Jika salah satunya permainan solo ataupun team telah menyelesaikan ujian 10 kali penampilan terbaiknya di Ranked Match pertamanya akan keluar poin Ranked Match. Solo ada poin tersendiri begitu pula team poin. Nah poin itu yang menentukan kemampuan kita apa hebat atau enggak haha. Jadi pas hendak bermain, poin rank tersebut penentu agar kita mendapatkan lawan yang sepadan nanti. Ahh aku terlalu banyak bicara soal game. Yaa itu reaksi senang karenanya aku selalu ingin menampilkan permainan terbaik ku, sekuat tenaga dan kemampuan.
Okehh!!!

3 jam kemudian..

Kalah semua..
*glekkk
Ini nih yang bikin kesal pemain lain yang satu tim kurang kuat. Huehh.. kalah lagi. Mending pulang dah.
Kepala ku rasanya sakit sekali. Begini rupanya rasa sakit memaksakan diri melawan ngantuk. Pengalaman yang bagus, memberiku inspirasi untuk meningkatkan kemampuan survival ku. Tentunya aku gak mau melakukannya lagi. Hari ini aku terpaksa saja.
Pulang ke rumah jam 12. Tidur. Bangun jam 4. Sholat. buang air. Mandi. Pergi sholat. Ke pasar. Sholat sunnah. Tidur bentar. Jam 11:30 Alaram berbunyi. Lalu bangun.
Ah badanku demam. Sudah mencapai bataskah? ughh.. Kalau aku gak sholat Jumat karena sakit? apa boleh?
Zheill: oiy oiy salah siapa sampai sakit
Serius badanku gak enak banget. Dingin udaranya apalagi air bak mandi di rumah gua yang kayak es. Tapi..
ughh.. baiklah.. kita gunakan apa yang ada. Last Breath!
Langsung aku mandi melawan rasa dingin yang menggigit saraf tubuh. Rasa lelah dan mual mulai terasa.
Paksa.. lagi.. lagi..
"ka aku ikut nebeng lagi sakit nih"
Aku pun ikut kaka ku ke mesjid.

Sesampainya aku bisa istirahat dengan menyandarkan tubuh ku di tiang mesjid. Tulang punggung serasa berat makanya aku bersandar. Angin berhembus merasuk lewat kulit tubuh. Dingin. Membuatku tambah mual. Untuk jaga-jaga sebelum pergi tadi aku sempat menyimpan kantong plastik di saku ku.
Jangan bayangkan tentang muntah. Ahh.. imun tubuhku serasa mau habis aja. Tanpa pertahanan. Mungkin aku akan sakit nanti.
Dan benar. Aku sakit.
Kali ini rasanya berbeda. Sakit level medium. Kalau sakit biasa mah 1 hari sudah bisa pulih tapi kali ini cukup lama. Aku berusaha sekuat tenaga agar bisa menggunakan kemampuan Last Breath tapi tetap tidak bisa. Tubuhku meminta bayaran balik atas penggunaan kekuatan Beater. Kepala ku sakit. Suhu tubuh panas dingin. Seharian hanya bisa berbaring. Memulihkan kembali apa yang sudah ku rusak.
ugh..
Hmm apa aku akan mati? ketika manusia sakit bayangan pertama yang ia tahu adalah kematian. Kalau aku mati rasanya gak bakalan masuk surga deh mengingat banyak sekali dosa yang telah ku perbuat dengan orang-orang. Padahal aku sudah berusaha sebaik mungkin tapi respon mereka selalu ingin menghancurkan ku.
Semakin membayangkannya semakin yakin aku ingin dipanggil. Yang ku tahu saat berurusan dengan orang-orang hanyalah MEREPOTKAN. Bikin emosi makanya salah langkah. Iya iya mending nyerah dah daripada nambah dosa lagi. Aku ingin kembali apa adanya walaupun nebus dosa dengan disiksa. Iya aku yakin dengan pilihanku. Aku pun berdoa agar cepat dipanggil. Sisanya aku serahkan saja.

Di hari kedua saat tengah malam aku ke wc mau pipis. Tiba-tiba pandanganku buram. Aku sempat panik.
"Jangan pingsan di wc" ucapku dalam hati. Selesai pipis. Aku langsung berjalan cepat menuju kamar dengan kesadaran yang hampir hilang. Sampai di kamar aku langsung rebahan. Wahh hampir aja. Kalau sampai pingsan di wc tadi tubuhku gak kuat menahan dingin dan bisa saja bakalan terkena penyakit lain. Entar tambah repot.
Kok bisa ya aku hampir pingsan? padahal baru bangun tidur. Mungkinkah karena sirkulasi darah yang tiba-tiba berubah akibatnya penyaluran oksigen di otak terganggu.. apalah itu yang pasti ada kaitannya dengan tubuh kurang fit baru bangun langsung ngelunyur ke wc. Siapa yang bilang? ahh aku hanya menggunakan instingku untuk memahami situasi.

Belum ada tanda-tanda kondisiku akan membaik. Mengepal tinju pun sulit, tenaga ku masih seperempat dari tenaga normal.
Huhh.. Dalam keadaan lemah seperti ini. Aku tidak bisa melakukan banyak hal. Seandainya ada masalah besar datang menimpa ku sementara aku tidak berguna.. mungkin aku akan lebih menyesal lagi.

Kecerobohan kecil yang dianggap remeh mungkin akan sangat berdampak lebih besar apabila terus menerus dilakukan.

Minggu, 18 November 2018

Tentang Blog dan Karakter Labil

Hey! hey!

Adakah diantara kalian para pembaca yang penasaran atau kurang paham tentang tiga dasar karakter labil yang aku buat sepanjang puluhan episode ini?
hihi.. kurasa kagak ada.. tapi ya aku hanya kepengen memperjelas aja agar para pembaca gak gagal paham.
Kalian tahukan si Monster Labil itu susah dipahami jalan pikirnya, kasus terparahnya sebagian ada yang menganggap aku orang aneh wkwk.. ya iyalah
Btw pertama-tama aku akan menjelaskan tentang blog-ku dulu agar penjelasannya nanti lebih terperinci.
Baiklah tanpa memperpanjang basa basi-

*Tujuan Blog?

-Awalnya aku membuat blog-ku karena ikut-ikutan teman sekolah gua si Raga makanya posting blog gua gak bermutu. Pas baca ulang jadi malu-malu sendiri, sumpah gak berfaedah ahha. Aku hapus aja blog pertama gua dan bikin baru lagi. Sebagai bahan kerja ulang aku mengambil satu episode dari blog pertama yaitu Enchanted. Terlintas kalau cerita pengalaman pribadi emang bisa dijadikan bahan blog dan sampai sekarang blog gua hanya sebagai tempat curhat wkwkw.

*Nama blog yang aneh?

-Wkwk pas sekolah aku sering bertingkah gak jelas makanya Labil pas banget buat julukan gua dan nama blog. Kemudian Monster hanya sebagai tambahan pemanis doang biar lebih mengekspresikan diri gua.
Fakta tentang Nama blog gua, lebih duluan ada sebelum karakter labil ku sadari. Hoho jangan remehkan kekuatan insting Ferguso haha.

*Konsep blog yang aneh?

-Iyap soalnya gua bikinnya asal-asalan jadinya gitu dah. Haha asalkan bisa dibaca.
*Gaya penulisan yang aneh?
Ya ya namanya juga kurang pengetahuan tentang pelajaran B.indo seperti tema, judul, gaya bahasa, meletakkan tanda baca dan lain-lain. Bisa dilihat aja bedanya dari episode 1 sampe sekarang gimana perubahannya.
Faktanya, aku menulis cerita sesuai suasana hati makanya ceritanya sulit dipahami. Dan aku suka teka-teki hehe..

*Kisah blog gua genre-nya apa sih?

-Semua genre asalkan ada makna atau pelajaran yang bisa dipetik.

*Harapan bikin blog ini?

-Tidak ada. Tapi ya kadang sekali-kali ada perasaan senang bila pengunjung bertambah.

Zheill: jangan lupakan tujuan asli kita... tu wa ga-
karakter sempurna oyeyy!!!

==========

Oke itu aja sedikit informasi tentang blog gua, pertanyaan-pertanyaan diatas mungkin sudah mewakili semuanya.
Selanjutnya, tentang si Monster Labil.

Bermula dari teman-teman yang memanggilku aneh karena memang tingkahku yang kurang jelas. Ya gejala awal dari tidak seimbangnya pendirian yaitu plin-plan dengan pilihan sendiri.
Untuk bisa menyelesaikan semua pertanyaan misteri dunia ini aku berusaha mengubah cara berpikirku dengan kalimat
"semua kemungkinan bisa saja terjadi"
Tapi tetap mempertimbangkan keseimbangan sebab akibat dan hal lain yang mempengaruhi. Jadi pilihan yang telah aku pilih akan selalu memiliki kekurangan, kecacatan dan ketidak sempurnaan. Di sana akan selalu ada jawaban yang jauh lebih baik dari sekarang.

Pernah aku berdebat kecil dengan Bu Leni ketika sekolah dulu. Hanya masalah kecil tentang suka atau tidaknya ujian yang diundurkan.
Bu Leni dan teman sekelas sama-sama sepikiran kalau mereka tidak suka saat ujian diundurkan. Tapi beda denganku, aku malahan suka kalau ujian diundurkan dan tiba-tiba saja aku kelepasan bicara.
Bu Leni bertanya kenapa malah suka? dengan suara yang sopan untuk menanggapi murid misterius yang belum ia kenal ini.
Aku menjawab
"karena kita bisa belajar lagi"
Betul, kataku dalam hati seakan-akan lebih baik buat kita yang belum siap diberi waktu tambahan untuk belajar lagi.
Bu Leni membalas katanya semangat kita yang sudah siap membara untuk perang tiba-tiba malah ditunda jadinya semangat akan menurun, sangat tidak baik untuk kondisi.

Apakah kita memang harus bisa selalu siap menerima tiap konsekuensinya?

Permasalahan ini adalah kenapa semangat dan tambahan waktu dapat merubah hasil yang akan kita perbuat? Aku setuju saja kalau semangat itu sangat bagus tapi dengan tambahan waktu kita bisa melakukan hal yang belum kita perbuat, misalnya mengoreksi kesalahan, mempelajari ulang dll. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan dengan tambahan waktu. Masalah semangat, kita bisa saja memotivasi diri sendiri nanti. Yang membuat hatiku tergerak untuk menggugurkan pendapat Bu Leni adalah pada bagian siapnya diri melawan hal yang belum diketahui.
Mustahil..
Tidak ada yang pernah siap karena akan selalu ada jawaban yang jauh lebih baik dari sekarang. Itulah yang ingin ku katakan tapi sayangnya saat itu aku belum bisa menjawab karaguan hatiku ini.


Pemikiran yang berbeda dan banyaknya keraguan hati membuatku dilema. Tanpa sadar diriku, hatiku, melangkah tanpa arah mengharapkan sebuah jawaban yang pertanyaannya saja belum pernah muncul dalam benak.
Bimbang..
Karakter baru yang tercipta sebagai jawaban untuk menutupi banyaknya kelemahan diri.
Karakter baru yang telah ku dapat dari hadiah banyaknya permasalahan hidup, menyadarkan ku bahwa yang salah bukanlah masalah namun kekurangan diri ini. Karakter baru terlahir memiliki sifat, sikap, kemampuan, pemikiran dan ekspresi masing-masing.
Layaknya orang asing ketika aku masuk ke dalam karakter lain.
Aku memiliki tiga karakter.
Pertama aku yang asli dengan panggilannya Hapis.
Kedua Beater dan terakhir Zheill.
Panggilan tersebut hanyalah sebagai julukan, membedakan siapa diri ini ketika emosi tersendiri memicu munculnya karakter-karakter di atas. Respon dari dua karakter baru selalu buruk. Ya jelaslah karena masalah itukan masalah, merepotkan, menyakitkan. Karakter lain terlahir sebagai penutup kekurangan jadi responnya entah marah atau sedih. Kalau yang goblok kagak sadar diri itukan Hapis.
Hapis: woyyyyy!!!

Kemunculan karakter baru memperparah kelabilan ku.
Satu hal yang pasti yang aku ingat bahwa agama juga bagian terpenting dalam kehidupan ini. Mulai hijrah dan mendapatkan cukup banyak pengetahuan, memperbaiki diri dan bertekad akan lebih baik lagi. Aku sadar kalau karakter baru itu untuk menutupi kekurang diri namun karena karakter tersebut terlahir dari sebuah masalah jadinya banyak dari dalam karakter itu memiliki sisi negatifnya.

Amarah dan kesedihan..
Pembangkang dan penyendiri..
Buas dan tak berperasaan..

Aku terlalu bangga dengan karakter baru yang masih belum terasah. Akibatnya penyakit hati semakin banyak, masalah pun tetap menyulitkan ku.
Kalian tahu tak selamanya aku ingin seperti ini.. jadi untuk menjadi lebih baik lagi tentunya aku harus membuang tiap sisi negatif dalam diri ini maupun karakter baru.
Mengungkapkan jati diri, keraguan hati, obsesi, cinta dan lain-lain yang mungkin saja akan memberi ku pelajaran hidup. Sampai akhirnya aku bisa menyatukan semua karakter dan menjadi diriku yang sesungguhnya. Tanpa ada kelabilan dan sifat buruk.

Ini dia informasi tentang karakter labil
ululylulul~

==========
°Nama Julukan: Hapis
°Warna: Hijau
°Pemicu: hal menyenangkan
°Sifat: polos, mudah senang, mudah percaya, kekanakan, simple dan sederhana
°Kesukaan: game dan alam
°Kemampuan: insting, Speed Force, cepat belajar(ketika suka), kharisma dll.
==========
°Nama Julukan: Beater
°Warna: Merah
°Pemicu: marah, ketidak adilan
°Sifat: sombong, buas, baik(adil), pemarah, pendendam, tidak suka bergaul, tidak mudah menyerah
°Kesukaan: Bela diri
°Kemampuan: Heart Beat, pedang bermata dua, last breath, radar, beast aura, pain killer, pengamatan dll.
==========
°Nama Julukan: Zheill
°Warna: Biru malam
°Pemicu: kesedihan dan ketenangan
°Sifat: kalem, mudah tersinggung, terpercaya(khusus), misterius, penyendiri, tidak percaya diri, tidak suka ikut campur
°Kesukaan: belajar dan berpikir
°Kemampuan: logika, hipnotis, menyeimbangkan dll.

Terimakasih sudah baca tentang kisah kelabilan saya ahaha...

Jumat, 09 November 2018

Pengganggu

Bagian 2. Mengalah bukan berarti menyerah

Aku masih marah dengan dia yang sok sekali menyuruhku untuk berbuat sesuai kehendaknya. Baru ketemu sudah kek gitu gimana kalau sudah menjalin hubungan. Tapi wajahnya agak familiar. Hmm.. Oh! jadi teringat kalau dia juga tinggal di rumah Irfan.
Apakah dia kakaknya?
mengganggu sekali. Habis ini makan-makan ya.. males ah mending aku pulang duluan aja dari pada ketemu sama dia lagi. Emosiku sudah tidak stabil dan kondisi tubuh yang kelelahan meningkatkan peluangku akan berbuat salah. Kalau bikin kesalahan di depan orang yang tidak suka dengan kita  tau sendiri kan akibatnya. Tapi ya aku juga tidak berharap pengen jadi perfect person di mata orang lain. Aku hanya ingin ketenangan dalam hubungan tanpa ada perasaan saling merendahkan ataupun ingin menjatuhkan. Hal yang paling sering dilupakan dari kebanyakan orang termasuk aku, adalah tujuan dalam menjalin hubungan itu apa? benar..
Seenak jidatnya aku memutuskan hubungan dengan orang-orang yang pernah melakukan kesalahan besar terhadapku.
Kesalahan seperti apa sampai-sampai aku memutuskan hubungan dengan orang lain?
Benar kesalahan seperti apa?

Waktunya berkeliling masa lalu lagi.

Tiap pengalaman yang mengundang emosi selalu berakhiran pada kebencian. Dulu aku sering men-judge orang lain karena cara yang mereka gunakan tidak sama seperti yang aku lakukan. Pada dasarnya cara yang sering aku lakukan memang terbukti baik. Berpikir jauh lebih suci dari mereka aku pun mencampakkan mereka agar mereka sadar atas apa yang mereka lakukan. Sampai aku muak dan berhenti menjadi yang terdepan. Padahal yang aku yakini belum tentu bisa dipastikan sendiri.

Kesalahan pada tindakan yang tak sesuai harapan..

Berhenti dengan cara mencampakkan orang lain aku pun mengabaikan mereka dan akan bersikap biasa terkecuali jika mereka yang menyerangku. Aku akan mem-black list mereka. Aku tidak suka diganggu. Kenapa tidak ingin diganggu? benar kenapa? Jika tidak ingin diganggu itu artinya ada sesuatu yang sedang aku pertahankan.
Aku menengahi tiap prinsip dan ideologi orang-orang. Salah dan benar tergantung pada kesimpulan dari informasi yang ku dapat, tak lupa dengan Kepercayaan yang aku pegang. Permasalahan ini sudah cukup jelas mengapa aku tidak suka dengan orang lain yaitu adanya prinsip tersendiri.
Tiap individu yang kurang berpengalaman dalam bergaul atau menjalin hubungan pasti sering melakukan kesalahan, aku tahu itu. Tapi ada juga kasus pada orang lain yang sudah bagus berpenampilan, tutur bahasa, sikap, menampilkan tata krama yang sopan justru memiliki hati yang busuk, saling menikam dari belakang. Ini jauh lebih ku benci dari pada kesalahan yang tak disengaja.

Aku sangat teliti melihat jauh dalam lubuk hati orang lain. Trik psikologi yang ku pelajari dari tiap pengalaman juga memudahkanku untuk langsung mengambil kesimpulan terhadap sifat orang lain.
Apakah gunanya prinsip dan cara melihat kondisi orang lain? ya aku gunakan untuk bertahan, aku tidak mau mencampuri urusan orang lain. Aku tahu aku punya banyak kekurangan.
"urusi diri sendiri dulu baru urusi orang lain"
Tapi ketika kita mencoba mengurus  kehidupan orang lain di sana di dalam lubuk hati terdapat adanya kesombongan.
Ku yakini itu salah. Karena kebanyakan yang ku lihat selama ini adalah orang-orang yang sok sekali mencoba memaksakan kehendaknya sendiri seolah-olah mereka ingin bilang
"jadilah seperti aku" atau jadilah seperti dia. Bising sekali, bikin telinga sakit mendengarkannya. Terserah sebaik mana cara dia menyampaikan bila niat hatinya hanya untuk menjatuhkan atau memaksakan sesuai kehendaknya aku akan menolaknya. Sedikitpun mereka tidak tau apa saja yang telah aku alami dan apa saja kekurangaku. Menceritakan tentang kepribadianku pun hanya akan dianggap sebagai orang aneh di mata mereka.
Ya seseorang yang punya kepribadian aneh memiliki caranya tersendiri dalam menangani suatu masalah.
Lalu tindakanku melawan mereka yang mencoba menyerangku? dengan menjauhi? iyakan? mana mungkin aku mau melawan dan berdebat dengan mereka yang buta diri. Rakus, tinggi diri, keraguan, hati yang tidak tenang.
Berada dekat dengan mereka hanya akan memperpanjang masalah. Aku tidak suka mencampuri urusan orang lain apalagi mencoba untuk merubah mereka. Hahaha.. merepotkan saja.
Ada sih satu cara lain untuk melawan mereka tapi tetap harus mengalah.
Dengan cara~

..menjadi perfect person! supaya mereka bisa hormat denganku kemudian mereka akan mendekatiku dan aku bisa menyelinap ke hati mereka. Memperbaiki sifat mereka dari dalam dan membereskan banyak permasalahan. Jadi aku akan dianggap sebagai penolong buat mereka.
Pffft... hahaha! kocak sekali haha, mana mau gua ngelakuinnya niatnya saja udah salah haha..

==========

Hey! perkenalan aku adalah si Monster Labil
(/ ̄(エ) ̄)/
Banyaknya pengalaman telah memberikanku kemampuan untuk merasakan niatan orang lain. Pendengaranku juga tajam yang bisa menangkap banyak sumber suara. Perasaan yang tajam yang dapat merasakan perubahan mendadak. Penglihatan yang lebar. Yeah kemampuan yang sangat berguna tapi.. kalau terlalu peka..
*suara kendaraan lalu lalang
*anak kecil berlari sana sini di luar langgar
*suara berisik dari plastik yang dimain-mainkan
*suara jemaah perempuan berbincang-bincang
*kening ustadz yang mengerut
*salah seorang bapak yang gelisah, gerak-gerik mengatur posisi duduk
Ahhh berisik sekali! aku tidak bisa konsentrasi. Enggak sadarkah mereka. Cobalah sedikit hormati ustadz kita yang lagi berceramah. Apalagiiii..
*sringg (¬_¬) *menoleh
Jemaah perempuan di belakang yang banyak bicara. Volume suaranya dikondisikan pls.
Iya aku paham sekali kalau kaum perempuan itu suka bicara dibanding pria makanya banyak-banyaklah berdzikir atau bershalawat agar nafsu bicara terpuaskan. Atau cobalah untuk dilatih menahannya. Itu kebiasaan buruk yang perlu ditangani dengan serius. Misalnya pas lagi nyerocos berbicara tersulut emosi kan bisa salah langkah. Ahh tau ah.. bukan urusanku.

"bila seseorang memutuskan hubungan dengan orang lain tidak bakalan masuk surga orang itu" kata ustadz Ilmi
Iya aku menyadari itu tapi aku kan berusaha untuk menyadarkan mereka..
"memangnya kamu Tuhan?"
Lagian siapa juga yang betah bertahan dari cemoohan mereka..
"doa orang terdzolimi lebih cepat terkabul loh"
Aku hanya berusaha menjauh dari mereka saja bukan memutuskan hubungan..
"masa? tapi respon mereka kan menganggap kalau kau itu pemutus hubungan, caramu masih salah"
Jika aku menjelaskan apa salah mereka hasilnya tetap sama, malahan mereka akan menganggap aku sok mengatur lalu menjauhiku. Aku tahu. Kalau aku tidak bisa hidup sendirian. Aku juga tahu memutuskan hubungan itu tidak baik. Tapi kenapa hanya aku yang jadi korban dari cemoohan mereka? mentang-mentang mereka memiliki apa yang tidak ku miliki..
"apa kau berniat balas dendam pada mereka? jadi kaya atau mendapat jabatan yang tinggi?"
Hmm..
"ku perlihatkan padamu apa yang akan terjadi bila kau menginginkan suatu pencapaian besar untuk membungkam mereka.. tidak ada yang berubah mereka hanya akan menganggap kau pembuat masalah"
Sungguh, aku tidak suka direndahkan..
"apakah semua pujian yang dulu kau dapat membuatmu seperti ini? oh iya ya Hafidz itu cowok yang keren dan cool, disukai banyak wanita, hebat dalam pelajaran olahraga dan seni mana mungkin mau harga dirinya diinjak-injak"
Kau ingin bercanda?!..
"nah itu dia tatapan membunuhmu hebat sekali apa yang ingin kau lindungi dengan kemampuanmu itu, reaksi marah itu karena kau selalu ingin kabur dari masalahmu"
Ohh begitu rupanya..
"ketika ditegur reaksimu menunjukkan penolakan itu artinya kau memiliki penyakit hati yaitu.. malas"
Heehh.. aku bukannya malas hanya saja aku tidak bisa meninggalkan pekerjaan rumah, kau tahu sendirikan?..
"ya ya aku tahu itu tapi cobalah sedikit gunakan akalmu g*lk!"
Ahhhh! ngajak gelud!!..
"elu bilang sendirikan dulu kalau mau sukses dunia itu mudah saja jadi atur waktu sebaik-baik mungkin sehingga kau sukses dan mereka tidak lagi meremehkanmu, jadilah orang yang sempurna dari sekarang, urusan hubungan akan lebih mudah terselesaikan karena mereka akan bergantung padamu, apabila ada masalah kau hanya perlu ingat nasehat untuk tidak memutuskan hubungan dengan orang lain.. semua urusan done done sisanya masalah perang dunia saja lagi"
cihhh.. belum waktunya aku belum bisa..
"kalau hanya bergantung pada ketepatan insting kau tidak akan tau dengan pasti apa yang bakalan terjadi, apa kau percaya? kalau di umurmu ke 24 kau akan tinggal di luar kota atau umur 27 kau akan sukses? mana ada yang tahu"
Melelahkan setiap hari harus menggunakan tekanan insting..
"daripada tidak melakukan apa-apa, di luar sana sudah banyak yang berjuang keras sementara kau duduk manis menimba ilmu agama tanpa diiringi ilmu dunia? ada yang bilang loh kalau terlalu santai di zona nyaman pas di umur 25an keatas nanti kau bekerja akan selalu mengeluh, KEBIASAAN BURUK!"

*klik menyalakan tv
""wahai anak-anak muda jangan kau sia-siakan masa muda-"" ustadz di tv

Uhhh!!! huaaa!!!..
"rasain tuh.. jadi dari sekarang kita harus berjuang menutupi semua kekurangan dengan kelebihan kita"
Kau terlalu berisik Zheill, kau tahukan cukup menyulitkan menghipnotis diri untuk meningkatkan semangat juang apalagi semangat itu akan melumpuhkan rasa sakit dari efek adrenalin jadi kita tidak tau kapan kondisi kita memasuki fase kekuatan Beater..
"kita perlu strategi g*blk"
Jangan ngajak gelud!! sejak kapan ucapan lo kasar begitu  ah ini pasti gara-gara lo juga emosi dengan mereka sehingga ingin balas dendam kan dengan cara jadi sempurna!? jahad ya kamu..
" :v "

Kamis, 01 November 2018

Pengganggu

Aku tak terlalu mengerti silsilah keluarga dan sebutannya apa. Apalagi pakai bahasa asli daerah tambahnya aku gak ngerti. Akunya juga sering mengabaikan orang-orang, gampang lupa, butuh puluhan kali pertemuan agar aku bisa ingat orang tersebut. Sifat dasarku bila hendak menjalin hubungan butuh proses pengamatan dan pengenalan yang lama. Menentukan apakah dia akan baik buatku atau tidak. Kalau sudah fix sifatnya jelek perlahan-lahan akan ku jauhi. Tua atau muda tak kenal ampun. Kalau anggota keluarga? sama saja, Ushu ku saja aku campakkan, bahkan keluarga lain sampai ikut menyerang balik ke aku. Kenapa sampai nekat berbuat seperti itu? Aku tidak berbuat nekat.

Keluargaku meninggal dunia, neneknya Irfan. Minggu sebelumnya aku dan nenekku sudah menjenguknya saat beliau sakit. Melihat kondisinya kurus dan tua semua orang pun tau kalau umurnya tidak akan lama lagi. Anehnya aku tak merasakan apa-apa. Perasaanku tenang dan dalam. Ini bukan kemampuan Zheill tapi kemampuan Beater. Dulu di episode Hikmah aku mencoba mengendalikan emosiku saat melihat teman magangku sakit parah. Perasaan sedih ingin aku luapkan namun saat alm temanku bertanya
"kenapa wajahmu seperti itu fidz?"
Dengan mudahnya aku memaknai pertanyaan itu kalau aku tidak boleh membuat ekspresi sedih di hadapannya karena saat ini aku harus membuatnya nyaman dengan kehadiranku. Terpaksa di dalam lubuk hati perasaan sedih itu aku redupkan dengan emosi lain. Menjadi tak bergeming. Perasaan yang mati.
Aku tidak tau. Seandainya aku sakit dan teman-temanku atau tetangga datang mengunjungi, ekspresi apa yang aku harapkan dari mereka? kasihan? oh iya ketika aku sakit dulu keluarga malah curiga denganku makanya permasalahan ini sangat sensitif buatku.

Harapanku dan harapan orang lain terhadapku..

Tindakanku dan tindakan orang lain terhadapku..

Seolah-olah aku sedang melihat jurang luas membelah di antara aku dan orang lain. Perbedaan mutlak pandangan dan pengalaman dalam mengolah informasi.
Siapa yang lebih dipentingkan?
Tentu saja orang yang sedang ku tangani. Jadi aku berusaha mewujudkan apa yang ia harapkan dengan caraku? dengan perasaan yang mati? untuk mengontrol emosi? begitukan seharusnya. Untungnya saat emosiku sedang mati pengambilan tindakanku akan lebih efisien begitu pula radar pertahanan tidak akan terganggu. Cara khas dari kepribadian seorang Beater yaitu..

menyakiti dirinya sendiri.

Aku ikut membantu proses pemakaman kecuali urusan gali kubur. Pertama kalinya aku ikut mengangkat mayat. Bersama Irfan dan Saleh. Entah kenapa malah kami yang harus mengurus jenazah bukannya aku keberatan hanya saja tetangga yang lain patut dipertanyakan keberadaannya. Apakah karena takut? dan masalah lainnya adalah ibu yang bisa mengurus jenazah entah siapa namanya hanya seorang saja. Gimana kalau di masa depan nanti gak ada yang bisa ngurus jenazah? ahh aku harus belajar juga.
Setelah dimandikan. Dikafani. Sisanya tinggal memakamkan sehabis Dzuhur nanti. Sekitar 30 menitan lagi. Aku meminta pada nenekku agar pulangnya nanti saja. Nenekku mengiyakan permintaanku. Aku ke halaman rumah duduk menyantap kue. Gak kuat melihat kue nganggur. Nyam nyam.

Singkat cerita setelah sholat fardhu kifayah aku terlambat sampai ke pemakaman sebab aku ke mesjid cuman jalan kaki. Sesampainya aku datang, melihat sudah banyak orang berkumpul mengelilingi, aku mempercepat langkahku. Bergabung dan ikut menyaksikan proses pemakaman. Lama berdiri dan merasa ada yang janggal. Aku mencoba menyelidiki dengan mendekat ke makam. Rupanya kotak jenazah tidak muat dengan kuburannya. Kakekku dulu juga dibuat di dalam kotak kayu besar soalnya makamnya berair. Pengurus gali kubur berusaha melebarkan liang. Tapi kenapa cuman bagian atasnya doang hasilnya tetap sama.
*bisik-bisik dua orang di dekatku
Salah seorangnya bilang kalau ini azab kubur. Kuburan menyempit gitulah katanya, padahal dilihat dari tampilannya tergolong orang alim, jenggotan juga tapi kenapa langsung menarik kesimpulan bahwa yang dilihat ini merupakan azab kubur. Pak pikiranmu terlalu negatif. Makanya aku benci dengan kampung sini. Dulu ibuku juga dituduh oleh salah satu penghuni kampung di sini. Aura samar-samar yang kurasakan dari tiap orang sama. Lalu aku harus berpura-pura berbaikan dengan orang sini begitukah? Siapa yang ingat denganku? anaknya dari ibuku? mungkin aku bisa langsung kenal orang yang membenci ibuku dengan melihat reaksinya.
Ahh kesampingkan itu. Sebaiknya aku meluruskan pikiranku terhadap masalah yang ada dihadapan ini agar tidak salah mengerti. Agama mengajarkan kita agar tidak berpikir negatif.
Menurut pengamatanku ini kesalahan komunikasi dan kurangnya pengalaman si tukang gali kubur. Pas pertama datang aku melihat panjang ukuran makam tidak terlalu lebar dibandingkan dengan sisinya. Mungkin si tukang gali kubur mengira kepala dan ujung kaki tidak perlu memakan banyak ruang, maksudnya beberapa senti saja ruang kosong antara dinding dan tiap ujung jenazah. Sehingga panjang makam tak sesuai dengan penambahan ruang kotak jenazah. Sedikit saja lagi panjang liang kuburnya digali. Tapi malah cuman atasnya doang di bagian bawahnya masih belum. Yang lebih mengejutkanku kotak jenazah dipaksa masuk dengan berat badan beberapa orang yang menaikinya. Tetap gak bisa, malah memperparah, kotaknya sangkut di tengah ke dalaman makam. Kalau gini bakalan sangat sulit menaikannya lagi. Dan lebih parahnya tukang gali pasrah sudah. Ya ampun aku tidak punya informasi apakah boleh jenazah di makamkan seperti itu. Kan gunannya jenazah di makamkan dengan ke dalaman sekian untuk menutupi bau pembusukan pada jenazah. Jika tidak dalam bau busuk bakalan tercium. Sudah di injak-injak pula tadi. Uhh pusing ah.

Pemakaman sudah berakhir. Aku sangat kelelahan. Sejenak aku beristirahat di kendaraanku, btw tadi neneknya Irfan di makamkan dekat rumah Irfan kok makanya ada kendaraanku di sini.
"uy" seseorang memanggilku dari belakang
Aku menengok dan bertanya dalam hati siapa dia?
"gini aja kah kerjaanmu pas nganggur?" maksud dia suka ngelamun.
Begitukah pandangan mereka terhadapku. Btw aku tidak sedang melamun, aku sedang berpikir.
"cari kerjaan sana!" agak tinggi
Nah datang lagi masalah.
"tau gak BLK?"
"gak tau" tahan emosi
"di jalan Kupang, Pembataan tau gak?"
"gak" berusaha mengabaikan
Sampai akhirnya tu orang pergi meninggalkan ku.
Siapa sih? bikin emosi aja pas lagi lelah gini pula. Emangnya elu tau apa yang sedang gua lakukan. Terlihat aku memang nganggur tidak mencari uang tapi aku- ah pusing ah. Aku teriak dalam hati. Kalau gua sudah dapat kerjaan pasti bakalan jadi lebih baik dari elu. Terus apa yang elu harapkan dari gua setelah aku dapat pekerjaan. Hedehh sabar..

Raut wajah seperti itu dan reaksinya memaksakan kehendak orang lain sesuai dengan caranya.. sekali lihat, aku langsung tau apa yang diinginkan hatinya. Kenapa begitu jelas terlihat? berkali-kali sudah aku melihat orang yang seperti dia, sangat banyak. Keluarga, saudara, tetangga, teman, orang-orang di jalanan.
Reaksi yang berlebihan, caranya memandang orang lain, hati yang gundah. Semua kekurangan itu mengatakan kalau dia ingin diselamatkan..
Kasihan sekali..
Ketidaktahuan tentang jati diri sendiri, kelebihan, kelemahan dan harapan membuatnya terlalu terikat pada lingkaran insting dan hatinya berteriak adalah aksi protes terhadap dirinya. Akibatnya setiap apa yang ia lakukan tanpa disadari menginginkan sesuatu atau hal yang ia pikir bisa membuatnya tenang. Dengan cara?
Mencari kesenangan sana sini..
Men-judge orang..
Mencari kekasih..
Meluapkan perasaan secara berlebihan..
Membicarakan orang lain..
Semua yang ia lakukan hanya berputar-putar mengulang kejadian yang sama. Sampai akhirnya masalah yang besar datang menampar keras pipinya. Cobaan penentu apakah dia memilih menjadi baik ataukah menjadi semakin terpuruk. Mirip apa yang telah ku alami selama ini.. dan itulah jawaban mengapa aku bisa langsung paham permasalahan apa yang sedang dihadapinya. Tidak akan semudah itu untuk menyelesaikannya. Walaupun dengan kemampuan kharisma Hapis akan tetap sama. Kharismanya hanya sebagai bantuan kecil untuk menggetarkan hati sisanya tergantung diri sendiri. Intropeksi diri lah sampai ke akarnya.

Btw gua males nolongin dia reaksinya aja gitu :v
Hapis dan Zheill: Lah itu kan emang kekurangannya!

Selasa, 30 Oktober 2018

Zheill dan Insting

Semua cowok yang punya imajinasi tinggi pastilah pernah memiliki cita-cita jadi super hero. Termasuk aku. Bahkan aku berlatih mengayunkan pedang dengan ranting pohon. Tebas sana sini sampai tanganku lihai dalam mengayunkan sesuatu. Aku berlatih asal-asalan saja. Bila sendirian aku berlatih dengan samsak kayu ulin yang cukup besar dan kuat bekas kandang ayam di belakang rumah.
*gilak kandang ayam aja pakai kayu ulin
Tentu kayu ulin jauh lebih kuat dibanding ranting yang ku gunakan sebagai pedang. Kadang kalau sudah banyak menebas akan patah. Ya iyalah..
Jika bersama teman-teman aku berlatih di hutan sambil berpetualang. Entahlah kenapa aku begitu suka berlatih pedang-pedangan. Pernah sekali aku terkena pidaraan(di ganggu setan atau jin) setelah menebas-nebas rumput di kebun adik sepupuku. Kan cuman rumput jadi kami dengan suka rela menebasnya sebagai latihan. Entah tau apa enggak kalau kami sedang bermain di situ aku juga gak lihat kan beda dimensi.
*padahal yang tukang ganggu adalah kami
Mungkin gak sengaja ketebas.
Pulang dari sekolah pandanganku terganggu oleh bayangan-bayangan hijau seperti asap. Bikin kepala ku pusing lalu sakit. Ya salah ku juga sih tanpa secara resmi mau menebasi rumput-rumputnya. Kalau ada laporan resmi beda lagi.
Kenapa cuman aku yang kena? kerena aku yang paling berisik dan liar ╮(─▽─)╭ haha..

Jika dalam sudut pandang teman-temanku akulah yang paling merasakan serunya bermain sehingga beberapa temanku lebih suka ikut denganku.Aku orang yang paling ceria dibanding yang lain, kharisma ku yang membuat mereka suka. Pernah dipanggil mirip Luffy tokoh utama anime One Piece dan pujian lain. Tapi aku mengabaikan semua pujian itu karena asiknya bermain bersama teman-teman jauh lebih enak dan asik dibandingkan sebuah pujian. Bolang bocah petualang haha.

Fisikku sangat bagus dalam hal kecepatan dan ketangkasan berkat latihan alami di alam liar. Tapi soal kekuatan aku sangat lemah. Aku mencoba beradu kekuatan dengan Yahya. Bermain saling dorong. Siapa yang terdorong dia yang kalah. Aku sangat percaya diri bakal menang melawannya tapi yaa diluar dugaan dorongan sangat kuat dan aku kalah.
Dalam hati terasa gejolak yang pernah aku lupakan.
Ini kah rasanya kekalahan?
Aku bangkit dan meminta sekali lagi beradu dan hasilnya tetap sama.
*Gehh.. kekuatan memang bukan gaya keahlianku. Dulu juga pas pertama kali menendang bola asli eh malah kaki ku yang mental euhh ( ̄~ ̄;)
Ahhh! aku sukanya yang cepat-cepat dan tajam. Spontan rasa sakit tadi ku sembuhkan. Tidak papa lagian kekalahan itu adalah hal yang wajar.

Aku tidak pernah menyadari kalau aku memang suka dalam hal kecepatan. Itu karena aku masih terjebak dalam lingkaran insting. Aku bergerak sesuai apa yang terlintas dalam benakku. Pergi sekolah, bermain, makan, belajar. Semuanya tergerak atas keinginan semata tanpa berpikir dua kali.
Faktanya aku terjebak dalam lingkaran insting adalah saat aku menjawab soal-soal ulangan.
Satupun aku tidak ingat pertanyaan ataupun jawabannya dari lembaran kertas ulangan. Butuh waktu lama untuk menyadari semua itu.
Entah apakah itu termasuk reaksi penolakan terhadap hal yang tidak disukai ataukah pengabaian.. sama aja sih. Berarti jawaban hilangnya ingatan saat ulangan berlangsung adalah karena
aku tidak suka aja.. ( ̄^ ̄)
Jadi siapakah yang menjawab semua lembaran-lembaran soal ulangan itu?
Nah itulah akar masalahnya..
Insting itu apa sih?..
Aku coba googling pengertian dari insting dalam KBBI. Dan inilah pengertiannya. Pengertian insting adalah
1. Pola tingkah laku yang bersifat turun-temurun yang dibawa sejak lahir; naluri; garizah;
2. Zool kecenderungan pada tingkah laku yang diwarisi dari nenek moyang dan kebiasaan pada binatang jenis tertentu tanpa pengalaman sebelumnya atau tanpa tujuan yang mendasar (seperti pembuatan tempat tinggal yang khas, mendapat dan menyimpan serta mencernakan makan-annya yang mungkin dapat dimanfaatkan pada musim hujan);
3. Psi daya dorong utama pada manusia bagi kelangsungan hidupnya (seperti nafsu berahi, rasa takut, dorongan untuk berkompetisi); dorongan untuk secara tidak sadar bertindak yang tepat.
Well itulah artinya..
Wow!!
Hebat juga KBBI!! kalimatnya sangat pas sekali dan begitu enak dibaca, dengan mudahnya pikiranku memahaminya. Wow..
Ehem! oke kembali ke permasalahan.

Dilihat dari nilai rata-rata hasil ulangan yang didapat dari tindakan insting sendiri sekitar 60-70% keberhasilannya dan murni tanpa menggunakan kesadaran pikiran.
Sebuah keajaiban bisa lulus SD dan SMP haha(>y< )
Baiklah kurasa pelaku yang menjawab soal ulangan ketika aku tidak sadarkan diri adalah alam bawah sadarku sendiri. Tidak ada unsur campur tangan setan dan semacamnya.. mungkin.
Tentu agak menakutkan. Tapi itu.. potensi dasar setiap orangkan? maksudku insting yang dimiliki khalayak. Potensi dan insting hmm.. Menghubungkan semuanya dengan tiap sub dasar sifat manusia.
Aku suka begini dan begini.
Kelincahan.. lemahnya kekuatan.. warna kesukaan.. makan kesukaan.. suka ceria.. suka bermain.. tidak terlalu pandai pada pelajaran tertulis.. hebat dalam pelajaran olahraga.. kesederhanaan.. mudah merasa puas..
Hidup adalah anugerah yang Tuhan berikan. Bila makhluk hidup sudah terlahir di alam semesta yang telah Tuhan ciptakan maka pastilah garis perjalanan kehidupan makhluk tersebut sudah ada sebelum ia lahir. Apakah ada cara untuk keluar dari lingkaran insting? memangnya lingkaran insting itu sebuah kutukan?
Lingkaran insting itu hanyalah potensi dasar dari diri makhluk hidup. Perbedaan manusia dengan binatang ialah pada kesadaran pikirannya. Binatang buas hanya akan berburu untuk bertahan hidup. Sementara manusia begitu kompleks dan adanya kesadaran pikiran membuatnya bisa berkembang jadi lebih jauh. Dengan usaha akan membuat perbedaan.
Yaa semua orang tau itu.
Perlunya ilmu untuk memahami siapa kita dan potensi dasar apa yang kita miliki. Sehingga kelemahan dan kelebihan bisa kita gunakan secara maksimal dan terarah.

*Termenung sejenak melihat pemandangan..

Ini melelahkan ( ̄ω ̄;)
Butuh tenaga dan pikiran ekstra untuk menghubungkan semua informasinya. Tapi hasilnya lumayan bagus. Dan mari kita keluarkan semua potensi dalam diri kita kemudian...

Hapis itu ekspresi ヾ(@^▽^@)ノ
Beater itu tenaga ( ̄(エ) ̄)ノ
Zheill itu kesadaran (⊙_☉)

Minggu, 28 Oktober 2018

Pembaharuan Karakter

Aku jadi semakin sombong dengan prinsip baruku. Membatasi mulut ini agar tidak banyak bicara. Aku hanya akan bicara bila itu kurasa penting saja. Lalu kenapa aku makin sombong? iya itu masalahnya aku dalam mood Beater.. huh.
Beberapa momen sering ku abaikan karena "terlalu" gak penting banget. Contohnya pas di perjalanan menuju tempat ibadah aku membawa tas sling ku rencananya setelah sholat maghrib aku akan pergi belajar kitab Ad-Durrunnafis dengan yang lain. Sore hari itu di perjalanan pas lagi adzan ibunya Ardi memanggilku dari belakang dan bertanya mau kemana sementara posisi kami jauh. Berteriak gak enak pas lagi adzan. Bila aku menjawab pasti ditanyai banyak hal soalnya ibunya Ardi itu suka bicara. Dan bila ku abaikan mengundang rasa sombong. Elu taukan Beat kalau orang yang suka bicara itu pasti ah biarlah.
*Double Edge! (serangan pedang bermata dua)
Aku mengambil pilihan jadi orang sombong. Ciaat. Yah emang nasib sebagai si Monster Labil kek gini, gak ada yang mengerti tentangku huhu~
Setelah ku pikir-pikir ulang tindakan yang tepat menangani pengalaman seperti itu adalah dengan menyapanya. Entah sapaan seperti apa yang mesti kulakukan hmm.. mungkin seperti peace! atau gerakan gak jelas lainnya agar ibunya Ardi merespon dengan baik walaupun dianggap gak jelas tapi yaa di sisi lainnya aku lagi dalam mood Beater haha mana mungkin bisa. Gak gak seharusnya aku bisa serius deh. Seharusnya aku langsung berganti karakter saat itu walaupun melelahkan. Kalau bawa-bawa emosi yak kek gini.. jadi salah langkahkan. Baiklah ini menjadi catatan penting yang baru.

Setiap kali menemukan pelajaran penting aku akan mengumpulkannya kemudian dengan perasaan dukungan pada saat itu aku akan memperbaharui karakter lama. Perasaan dukungan itu bisa saja penyesalan, amarah dan kesedihan. Tujuan pembaharuan? tentulah untuk menjadi kuat yang dapat menyelesaikan berbagai permasalahan. Semua orang melakukannya tanpa ia sadari. Itu cara insting bertindak untuk bertahan atau beradaptasi dengan perubahan.
"aku tidak ingin percaya dia lagi"
"aku bisa melakukannya sendiri"
"dia memberikanku kekuatan oleh karena itu aku akan berjuang"
"aku akan berusaha demi teman-temanku"
Kita berbicara pada diri kita sendiri ingin menjadi apa sebelum atau sesudahnya sesuatu. Pelajaran penting yang kita pilah berdasarkan perasaan pada saat itu. Kebanyakan perasaan sakit hatilah yang paling berperan dalam pembentukan karakter baru. Amarah, dendam dan penyesalan adalah perasaan yang paling kuat yang pernah aku kenal. Aku tidak tau perasaan apa lagi yang manjur untuk bahan update-an karakter lama. Karena pada saat kita merasa tersakiti otomatis survival insting akan aktif dan pertahan akan jauh lebih kuat dari pada sebelummya.

Mengulang untuk mempelajari kebiasaan, yang awalnya suka ceria sana sini tak kenal batas sekarang jauh lebih berhati-hati dan menjaga sikap. Pengulangan informasi, mempelajarinya, menancapkan pedang perasaan kemudian perlahan keluar dari kebiasaan yang dianggap tidak baik.
Ya pernah sekali aku terlalu kesenangan ketika melihat Raga kena kerjai aku juga jadi ikut-ikutan. Awalnya seru-seru aja aku tertawa terbahak-bahak tapi saat aku melihat raut wajah Raga yang santai seperti sedang mencoba mengabaikan kami. Aku jadi terdiam. Ada perasaan yang tidak enak jika aku melanjutkannya. Aku melihat wajahnya yang masih sama setelah keluar dari WC. Aku berhenti tertawa dan teringat kejadian waktu dulu(di episode penyesalan). Kita sudahi saja hari ini pikirku kalau sampai melewati batas hubungan kami akan rusak.
Ini hanya salah satu dari puluhan pengalaman tentang pengendalian diri. Semakin banyak pengulangan pengalaman semakin lihai kita menanganinya. Poin pentingnya tentu saja pada saat dimana bisa atau tidaknya kita mengolah informasi.
Percuma kita belajar matematika kalau tidak hafal rumusnya ya kan?
Informasi yang bertujuan untuk pengendalian diri. Pembaharuan karakter pun telah dilakukan. Durasi karakter pembaharuan bisa bertahan lama tergantung dari kondisi perasaan kita atau bisa juga dari informasi yang kurang tepat(salah atau kurang lengkap) perombakan ulang akan dilakukan. Mirip olahraga sumo gitu. Eh enggak.. gak mirip sama sekali. Tujuan pembaharuan karakter kan untuk menjadi lebih kuat. Memang sih sedikit ada kemiripan. Olahraga sumo itu tentang kekuatan dan teknik bertahan. Nah perbedaannya adalah ketika ada lawan yang jauh lebih kurus dan kecil bisa memenangkan pertandingan. Tepatnya pembaharuan karakter adalah tentang tujuan memperoleh kemenangan dengan..  caranya sendiri. Apakah dengan cara kekuatan, kecepatan atau kecerdasan? yah begitulah sesuai apa yang kita capai selama ini.

Beater itu Strenght “(`(エ)´)ノ
Hapis itu Agility(>y<)
Zheill itu Intelligence ( ̄^ ̄)

Senin, 22 Oktober 2018

Tanpa Sadar

Hari ini nenekku pulang dari tanah suci Mekkah. Anggota keluarga dan juga tetangga sudah siap menyiapkan perayaan penyambutan, sudah jadi tradisi. Aku dipanggil oleh Acil ku(kaka ibuku) untuk memindahkan kendaraan kaka ku ini ke halaman rumah. Aku bingung soalnya kendaraannya berat, dengan terpaksa aku berusaha sebisa mungkin. Sulit sekali.
*ah
Aku mencondongkan kendaraannya dan gak sengaja terlepas ke samping mengenai paha ibunya Bibah. Semua orang yang di dapur tentu saja kaget gara-gara aku. Belum sempat aku minta maaf langsung ditarik oleh Acilku untuk dimarahi. Tapi aku tidak merasakan apa-apa, pagi ini otakku blank.

"bawa makan dulu fidz.." kata kaka Rida tetangga sebelah rumah.
Iya benar juga aku belum makan makanya ceroboh. Enak ada yang perhatian begini. Tapi dari dulukan kaka Rida emang gitu orangnya.

Acara selamatanpun dimulai, banyak juga yang berhadir. Aku duduk di dekat adik sepupuku. Menyantap makanan lagi rupanya aku beneran kelaparan. Haha wajarlah sedari kecil aku memang lupa jam makan makanya ni tubuh kurus kering, tapi ada sedikit otot-ototnya kok wkwkw.
Beberapa menit kemudian ibuku akhirnya pulang. Senangnya. Ibuku turun dari mobil yang entah apa nama mobilnya itu, hehe aku tidak suka mengingat hal yang gak berguna. Suasana menjadi senyap, membuatku tersadar ada kejanggalan. Aku melihat wajah bapak-bapak yang berhadir sedang memperhatikan ibuku.
Hah?!
Apa maksudnya itu?! semua orang sedang melihat ke arah ibuku.
Beater langsung aktif
*brak!
Aku menghajar dinding kayu rumahku. Tidak terlalu keras namun suaranya cukup untuk menyadarkan makhluk-makhluk yang tidak bisa menjaga pandangan dan rasa penasarannya.
"knapa fidz haha knpa kamu fidz.." adik sepupuku setengah tertawa
"enggak papa kok" ucapku sambil melanjutkan makan.
Bikin kesal. Tubuhku jadi gemetar. Kalau sudah tau itu ibuku gak perlu dipandang lama-lama dong. Apakah memang sesulit itu untuk menjaga pandangan?
Mau komplain tentang ibuku berarti harus berhadapan denganku dulu. Sejenak aku bisa lupakan siapa diriku dan beralih ke mode full Beater.
Kemudian aku bisa menari-nari sesukaku.. hahahaha!
Ah sial! aku terlalu dalam meresapi karakter Beater. Karakter yang bersumber dari amarah dan dendam. Niat membunuh pun jadi sulit terkontrol. Ini tidak baik. Misalnya aku terlalu mudah emosi bisa-bisa kekuatan ini lepas sesukanya. Pentingnya pengendalian diri agar kekuatan ini tidak salah sasaran. Betul.. kekuatan ini hanya boleh lepas ketika seseorang yang ku sayangi disakiti. Aku harus menyimpannya. Aku harus menyembunyikannya. Untuk masalah sepele seperti ini masih bisa ditoleransi. Tapi untuk beberapa alasan aku harus benar-benar mencoba melepas kekuatan ini demi informasi yang penting. Misalnya kedua karakter ku ini belum pernah menunjukkan kekuatannya yang sesungguhnya atau belum pernah melakukan kendali penuh tanpa terselip sifat lainnya maka ketika penggabungan karakter..
"Hasilnya tidak akan sempurna"
Kenapa?
Sebab masih adanya perkara yang belum ku ketahui. Insting pun akan aktif sebagai penanda hati yang ragu. Pembagian sifat kepribadian ku tujukan untuk menyederhanakan permasalahan, menyelesaikan keraguan hati, membangkitkan bakat terpendam dan merapikan kehidupan yang berantakan. Hebatnya aku melakukan semuanya tanpa ku sadari
*bahkan judul blog nya juga dibuat tanpa disadari

ya.. itu karena aku ingin jadi lebih baik..

Untuk informasi yang ingin ku ketahui tentang sifat sesungguhnya dari karakter ku ini mungkin di masa depan ada saat dimana aku akan kesulitan mengontrol emosi ku. Kesedihan dan kemarahan yang meluap mengendalikan penuh tubuh ini oleh permasalahan yang super merepotkan. Aku tak tau.. apakah aku benar-benar harus melakukannya? agama kan mengajarkan ku untuk tidak marah dan tidak bersedih berlebihan
kan.. aku labil lagi.. kemarin bilang ingin menyempurnakan karakter yang sesungguhnya sekarang bimbang lagi. Ahhh!! aku bingung yang mana suara hati yang mana suara jin kamvret dan yang mana kesadaran pikiran lainnya.. kepala ku sakit
Aku telah belajar untuk berpikir jernih dalam kondisi apapun. Jika masalah memang selemah itu aku akan tetap tenang hmm.. ah pusing. Biarlah aku yang di masa depan yang mengatasinya.

Sisa dua karakter baruku ini aja lagi yang belum pernah mengeluarkan penuh kendalinya kalau aku yang asli sudah pernah lepas kendali. Itu sangat menyakitkan untuk diingat ketika tubuh ini melakukan semuanya tanpa disadari atau hanya bergerak mengikuti kata insting.
Kebanggaan..
Senyum yang bisa merendahkan harga diri orang lain..
Dan permainan drama yang dengan mudahnya mendapatkan apa yang ku inginkan..
Perasaan bersalah membuatku sadar.. aku akan terus berhati-hati melangkahkan giliran ku.