Tinggal 6
bulan kah lagi??..
Serasa
begitu lambat..
Sebuah
perkiraan yang belum pasti..
“oi stop dah
waktunya istirahat” seru kak Yadi sambil berjalan, aku menengok ke arah jam
dinding, baru jam 11:31 “sebentar, lagi asyik-asyiknya nih me-las” ucap ku
dengan nada senang. Semakin bertambah umur ku, semakin banyak pula pengalaman
ku, akhir-akhir ini aku mulai mengerti banyak hal, tak semua bisa di ungkapakan
dengan tulisan, tak semua bisa di ungkapkan dengan perkataan maupun perbuatan.
Akibatnya aku hanya menyimpan pemikiranku di dalam benak ini, semua yang telah
ku lalui begitu berarti..
Bekerja
sampai lelah begini memang mengasyikkan, aku menjadi tau bagaimana para orang
tua bekerja keras tiap hari demi keluarga, benar aku akan bekerja lebih baik
supaya bisa menjadi pekerja yang hnadal, jika aku sudah mempunyai pekerjaan
mungkin aku akan melamar seseorang. Aku membuka line dan ikut bergabung dengan
group Semangka, beberapa waktu yang lalu aku membuat Nisa kebingungan, aku
menolaknya secara halus tanggapannya dan keesokannya saat aku menceritakan
kalau aku pernah dibully, kata Fidya “mana fidz biar aku hajar orangnya” aku
pun tertawa, kami terus chatting hingga aku lelah dan ingin tidur. Subuhnya aku
kembali membuka line dan sedikit kaget dengan chat balasan Nisa dari group
Semangka juga, aku tetap tenang dan menanggapinya biasa saja, gaya rambut yang
acakan dan bercorak merah ketika di simburkan cahaya matahari itulah gaya
rambut ku yang baru yah memang gak ada hubungannya sih, aku letakan lagi ponsel
ku dan pergi ke kamar mandi untuk segera berwudhu, sedikit berbicar dalam hati
dan merasa lega “yah wajarlah soalnya aku berharap berada paling belakang”
*hoam*
Sudah lama
sekali aku tidak mencuci piring kali ini aku akan membantu nenek ku, walaupun begitu
nenek ku jarang sekali kecapekkan, ibarat seorang ibu nenek ku bakal tambah
semangat kalau aku menjadi lebih baik lagi, yah cuman ada beberapa hal yang
tidak ku suka dari nenek, pengamatan ku akan sangat baik jika seseorang serig
muncul di kehidupan ku, aku bisa menganalisanya dengan baik maksudku sifat dan
jalan pikiran. Aku juga menggunakan cara ini untuk terhubung dengan kakak
workshop ketika bekerja terlihat saat mereka membutuhkan sesuatu aku langsung
tau. Namun untuk Aulia, aku sama sekali tak bisa membaca jalan pikiraannya, dia
sedang apa atau bagaimana, sama sekalai membingungkan, mungkin karena inilah
aku masih menyimpan rasa padanya. Saat Helda mengundang ku di group Sepuluh
Satu dan IPA 3 aku menerimanya tapi jarang sekali ada obrolan. Pertama kali
saat masuk di group IPA 3 banyak yang bertanya siapakah akun yang bernama
Zheill lah ini, kata Amal itu Hafizh, anak IPS kah?? , maaf aku salah tulis
tapi Hafidz kata Amal sekali lagi. Lalu mereka mengenali ku dan tiba-tiba saja
dia keluar yap Aulia kata dia benerkah itu Hafidz?? Kemudian di balas Amal
katanya iya.Sebenarnya aku tak terlalu berharap kalau Aulia memiliki rasa
terhadapa ku terlebih lagi Amal dulu suka sama Aulia.. yah canggung deh.
Aku terheran
dengan Aulia, ia sering sekali share tentang anime di line, sampai-sampai
kalimat di postingnya itu mengandung efekan maksudku seperti bikin laki-laki
baper tapi ada juga yang lain yang tak berhubungan. Seperti biasa ia sulit di
tebak, aku mencoba mencerna maksud dari pesannya itu dan memberanikan mengambil
kesimpulan, aku mencoba membuat obrolan pertama dengannya di line, aku mengirim
pesan “Au ada anime yang seru gak ?” pesan yang seolah-olah sudah sering
bertemu dan menyimpan rasa di balik pesan tersebut, obrolan kami lancar sampai
jam 9an aku mengirim pesan minta maaf karena awal dari bulan ramadhan, akan
tetapi tak dibalas namun sudah dibaca, tak mengerti apa ia sibuk, lalu aku
mencoba mengirim sticker yah hasilnya nihil, besoknya pun sama, itu berarti ada
yang salah mungkin aku terlalu percaya diri. Kalau minta maaf saja tak dibalas
berarti berharap sesuatu pun mustahil, setelah semua itu ku relakan aku pun
menyadari akan hal, seseorang yang diharapkannya, aku pun tertwa kecil
diselah-selah waktu senggang “aneh kenapa aku tak menyadarinya dari awal” tentu
saja aku merasakan sesak walaupun labil aku tetap bisa merasakan sakitnya,
dengan begini aku kembali memperkuat pendirian ku “sekali lagi jangan mudah
percaya diri”, supaya memudahkan komunikasi sama Abdi dan teman sekampung
makanya aku mendownload line, jika engga yah gak mungkin lah.
Kehilangan
seseorang sudah wajar, move on pun hal biasa bagiku, mungkin suatu kelebihanku
bisa mencintai seseorang dengan kehendak sendiri dan menganggap seorang yang
dicintai menjadi orang yang biasa seperti semula ketika bertemu, kadang ada
batasnya juga tapi sekarang tak apa karena aku punya Beater dan Zheill haha..
Menjadi
manusia yang terbelakang bukan hal yang mudah sama seperti halnya belajar,
tampak dari luar aku ini sering sekali kena bully karena tingkah konyol dan
lain-lain dan kadang aku menunjukan aksi ku tanpa ku sadari, itu karena takdir
kehidupan ku masih berjalan, takdir seseorang bisa di usik dengan usaha kerja
keras, aku percaya akan hal itu karena itu hal yang wajar di alami manusia, hmm
membingungkan jelas sekali teori ku belum cukup aku perlu pengalaman lagi dan
juga sekarang ini aku tak tau tujuan lagi, “apa aku perlu menjadi yang
terdepan??” hah mustahil dan juga aku tidak suka..
End, kurasa
tidak..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar