Game Magic Rush adalah game strategi terbaik menurut ku tentunya setelah Dota 2. Kau tahu kenapa terbaik? secara penilaian ku game Magic Rush mengharuskan kita memiliki Troop andalan. Satu Troop ada 5 hero yang akan menjadi penentu Rank kamu di server tersebut atau bila ada event gabungan dengan server lain. Aku sudah mengulang lebih puluhan kali untuk memperbaiki cara bermain ku hingga akhirnya aku menemukan susunan troop masa depan yang kuat. Susunan 5 hero yang menurut ku dapat mengalahkan lawan-lawan yang kuat contohnya anak VIP yang modal duit.
×Perkenalkan Jacob, Tanker dengan magic resist tinggi yang dapat melompat ke 3 musuh lalu mencabik-cabiknya. Punya life steal tinggi yang apabila Jacob menyerang lawannya akan memulihkan Hit point-nya.
×Blaine, Penyihir dengan gitar metalnya yang dapat membuat seluruh lawannya Silence. Skill yang dapat membuat 3 lawan terambing oleh angin suara dan juga skill menghisap darah lawan.
×Gearz, Damage dealer dengan ultimate anti serangan oleh pelindung kinetiknya. Gearz adalah bagian paling penting dalam formasi(last troop) gua. Misalkan Gearz lebih dulu mati tingkat kemenangan akan turun drastis. Gearz itu robot yang dapat berubah jadi artileri berbahaya. Target utamanya setelah memasuki arena ialah back row lawan atau formasi belakang musuh. Damage dealer terkuat kedua setelah Mira si Sniper gila.
Oh iya Blaine dan Gearz tadi adalah hero mid row. Nah kemudian back row hero yang tersisa.
×Rek, Archer support yang dapat melempar batu besar dengan senjata morningstar-nya. Rek support karena mempunyai skill Rock Armor nya melindungi unit yang terluka, biasanya setelah serangan pertama saat memasuki arena tanker lah yang lebih dulu menerima serangan makanya skill pelindung Rek aktif ke trigger unit yang terluka. Lalu ultimate nya meningkatkan kekuatan serangan fisik, kecepatan serangan dan menambah fisik life steal. Sangat menguntungkan untuk Gearz.
÷Terakhir Candy, Mage Support. Candy juga hero damage dealer. Serangan dan skill Candy tergolong magic. Ultimate nya kumpulan permen manis jatuh ke area lawan.
*Twink🍭 twink🍭 twinkle!!! Duarr!!!🎇😂
Suara terimut yang pernah aku dengar dalam permainan. Bahkan DP karakter dalam game ku juga si Candy. Iya aku memilih Candy karena dia imut dan jarang sekali ada player yang memakai hero Candy padahal dia kuat jika bisa menyusun formasi troop nya. Intinya Candy akan kuat bila berpasangan dengan hero tertentu yang pastinya dapat membuat skill Candy menjadi berbahaya 😡.
Candy memiliki skill Bitter Taste yang meluncur ke arah dua musuh random. Bitter Taste depat menyerap shield buff lawan apabila kekuatan shield nya sama dengan damage Bitter Taste keduanya akan menghilang. Contoh Bitter Taste damage nya 10 - shield lawan 10 hasilnya = 0 Tapi jika lawan tidak memiliki shield maka setelah durasi Bitter Taste habis musuh akan terkena magic damage. Simple kah? tunggu ada skill Candy Twist.
Skill Candy Twist juga seperti shield Rek bedanya Candy Twist mempercepat penyembuhan dan apabila trigger(dia unit yang terkena Candy Twist) menyerang lawannya dengan serangan biasa(bukan skill) maka lawan tersebut terkena Bitter Taste. Tanker lawan yang ada di depan gak punya kesempatan buat melakukan shield karena sudah di hisap habis oleh skill Bitter Taste. Oh iya Candy memiliki Passive skill setiap 3 kali turn Candy Tree akan muncul sebagai musuh dan menjadi lawan kami. Bila Candy Tree hancur maka lawan yang berada di dekatnya terkena efek Bitter Taste. Huhuhu inilah mengapa Candy itu berbahaya, lawan yang punya skill shield gak berkutik. Sayangnya banyak yang tidak menyadari kehebatan Hero Candy makanya aku ingin tunjukkan pada dunia kalau Candy si Sweet Sorceress sangat kuat \(・`(ェ)・)/
Aku bermain sangat fokus, satu hari tidak pernah absen, kakak ku juga. Di satu server aku tidak mengungkapkan ke player indo lain kalau aku Silver Fang(nama dalam game) dan Kimcil(kakak gua) adalah saudaraan 😂. Kalau kakak ku tidak online aku bisa bebas ngomel apa-apa aja di chat guild atau chat global. Player indo banyak kok dan ada beberapa veteran yang setelah berbulan-bulan pensi kini bermain lagi. Aku khawatir bisa saja mereka lemah. Aku kuat? tentu guys tanpa VIP aku bisa menduduki rank kurang lebih 100 dari 500an player. Kalau sudah pangkat segitu bakal dilirik oleh pemain lain apalagi susunan formasi baru yang unik. Aku sangat percaya diri dalam Aliansi Indonesia sebagai salah satu prajurit elite. Tapi aku masih jaga wibawa karena ada kakak gua haha. Emang gua sering senggol bacok? engga lah bray, gak ada gunanya perang cyber buang-buang waktu. Dalam game ini skill bermain yang dihitung bukan saling berbalas pantun mematikan😂. Makanya leader di aliansi harus benar-benar bisa satuin membernya agar ga tawuran. Yang satu pilih Jokowi yang satu pilih Prabowo lalu berantem kayak anak kecil aja. Iya player indo memang begitu susah diatur dan kebanyakan gak niat main, skill basi.
Game ini tentunya game perang. Di world map kerajaan kita harus berkumpul dengan kerajaan lain dalam satu guild. Mengkokohkan dan membuat takut lawan. Leader harus pandai bicara dan membentuk hubungan romantisz dengan aliansi kuat yang lain. Syukurlah di server ini Aliansi terkuat FBI membernya ramah-ramah dan juga pastinya anak VIP tinggi, entah berapa juta duit melayang agar menjadi kuat. Walaupun aku tau gak bakalan bisa menjadi rank 1 di server ini 😂 tapi jika sudah memasuki 20 besar gua jadi player terkuat yang akan membuat sejarah dengan susunan formasi unik ahaha 😆.
Pernah sekali aku rank ku naik ke 20+ besar tapi sayangnya aku tidak bisa mempertahankannya. Susahnya mencari soulstone untuk Gearz menjadi kendala terbesar ku. Sudah ku katakan Hero Gearz damage dealer kuat makanya banyak yang rebutan meminta soulstone nya.
Semakin hari hubungan teman satu aliansi makin kuat. Maksudnya lebih terbuka apa yang mereka rasakan. Kalian tahu cara kita mengetik pesan bisa menentukan kepribadian seseorang. Misalkan ada pilihan nih yang mana yang serius terhibur dari ungkapan pesan di bawah ini;
1. Haha
2. Wkwjkwkwkwk
3. Hhhhhh
Yang mana kah ungkapan paling merasa terhibur?? jawab sekarang dan jangan lanjut membaca.
1. Haha
Terhibur dan tak terhibur. Di antara keduanya sebab dia males mengetik atau sedang jaga sikap. Sedang menghargai bisa juga.
2. Wkwkjwkwk eh Wkwjkwkwkwk nah ini baru terasa sangat terhibur sebab saat dia mengetik karena terburu-buru. Kalian bisa bayangin ekspresinya, iya kita pernah mengalaminya. Kalau pilihan nomor tiga sih 70% terhibur cuman kurang heboh. Terkhusus kan semua jawaban anak indo. Luar negeri beda lagi kan ketawanya😂.
Nah sedikit informasi tentang mengetahui sifat seseorang dari cara mereka mengetik pesan.
Iya aku sedang jaga sikap kalau aku jadi orang yang heboh alias sombong karena kuat bisa-bisa yang lain ributin sikap ku dan besar kemungkinan di kick dari aliansi indo. Terus join aliansi yang gak ada teman curhat. Aku sungguh-sungguh serius main di server ini. Aku lupa nama server nya.
Beberapa yang ku ingat teman indo di server ini, si Sean, Pitung, Modar Kowe, Fitrah dan anak luar negeri. Sean, Pitung dan Modar kowe juga prajurit elit seperti ku. Modar kowe entah apa artinya foto profil akunnya cewe. Apa dia Hode(cowo gamers jadian2) ?? tapi di lihat dari kualitas gambarnya di ambil dari camera hp, wah berarti cewek asli dong. Peran Modar kowe dalam aliansi indo sangat penting contohnya meredam amarah teman satu aliansi. Cara dia bersosialisasi sangat baik. Kedudukannya di aliansi sebagai salah satu wakil ketua. Kalau aku tak menginginkan pangkat yang besar soalnya kalau sampai ribut dengan aliansi lain bakal merepotkan.
Aku juga kadang chat-an sama dia. Membicarakan banyak hal tentang game ini. Rasanya sangat alami sekali membuat orang lain nyaman dengannya. Aku pun agak pamer dikit tentang fakta bahwa aku tidak membeli VIP karena terbawa suasana. Tetapi rupanya dia!! juga tidak membeli VIP.
Kok bisa level nya lebih tinggi dari aku? padahal sama-sama bukan member VIP. Dia membocorkan rahasianya. Katanya setiap hari kita memiliki 10 kesempatan world map attack lalu dia manfaatkan itu untuk menyerang Goblin bukan menyerang kastil musuh. Aku terkejut dan paham sekarang. Goblin di luar sana bisa kemungkinan menjatuhkan stamina setelah melawannya. Mungkin sekitar 20% drop nya. Aku sengaja mengabaikannya karena menurut ku hal itu tidak terlalu berdampak. Dia berusaha keras dan keberuntungan yang tinggi. Di sisi lain battle poin nya untuk aliansi rendah di bawah sewajarnya. Modar Kowe dia sangat pandai bermain dan itulah yang membuatnya kuat.
Aku jadi penasaran dengannya, yang ku maksud sifatnya. Aku menanyakan apakah dia punya akun FB. Jika aku melihat status dan foto-fotonya secara jelas mungkin aku bisa mendapatkan informasi tentang uniknya sifatnya. Jarang sekali loh ada player cewek yang kuat. Kesempatan langka nih. Aku berusaha menanyakan kalau aku hanya ingin berteman saja, iya berteman emang pacaran. Langakah pertama ditolak. Dia mengirim emot 😜.
Tuh kan dia juga berpengalaman dalam bersosial media, terhadap orang asing yang berkepentingan untuk diri sendiri lebih baik di tolak. Kalau digoda bikin dia menjauh dan berpikiran kalau aku suka. Btw kami sedang chatting an di room aliansi.
Langkah kedua pengalihan.
Setelah di tolak aku bertanya juga kepada yang lain apakah punya akun FB supaya bisa berteman. Aku juga merasa sangat akrab dengan yang lain termasuk bang Pitung dan aku mendapatkan akun FB nya. Rupanya sudah punya anak 😂 toh. Ada juga pak RT muda haha aneh-aneh aja teman aliansi gua.
Modar masih online, kemungkinan besar dia sedang memantau chat room aliansi yang lagi asyik membahas akun FB, dengan sengaja aku memberitahukan nama FB ku. Yosh kalau dia diam mungkin efeknya berasa. Tingkat keberhasilan meningkat🔝. Sisanya menunggu dia bimbang saja dan berubah pikiran.
Aku berhasil melewati Crystal Dungeon level 80 sangking girangnya aku masuk rank tinggi di peringkat crystal dungeon, aku mengumbar ke gembiran ku di aliansi chat.
"yes CD level 80 terlewati huhu"
Lalu ada yang membalas
"wah kuat sekali kamu" dari Modar Kowe. Wuh! makin girang gua ketika diakui kekuatan mu oleh player yang kuat. Tentu saja rintang CD level 80 super sulit. Gimana tidak, banyak anak VIP yang kesulitan atau stuck di level 80. Aku makin tertawa jahat. Coba kalau aku VIP tinggi bakalan jadi rank 1 permanen di arena haha. Kombinasi power money dan power skill yeah haha seandainya. Walaupun duitnya ada untuk beli VIP gak ada gunanya juga, yang ku cari dalam permainan itu adalah meningkatkan bakat ku dan aku makin semangat bila ada musuh yang jauh lebih kuat dari ku selama ada harapan, jadi aku tidak menahan lagi rasa gila untuk mengeluarkan seluruh kemampuan. Tempat yang ku cari-cari untuk mengerahkan seluruh kemampuan.
Oke kembali.
Aku bersikap jual mahal 😂 dengan bersikap cool biasa saja dengan apa yang telah terjadi beberapa waktu yang lalu. Ini langkah terakhir. Jika tak ada perubahan berarti aku memang gak terlalu penting. Hmm kalau begini sih aku terlihat seperti sangat memburunya. Hehe sampai sini saja kepo nya.
Malam setelah makan sahur teman aliansi membicarakan tentang Modar. Ku pikir mereka juga tahu tentangnya karena mereka sudah pernah bermain bersama di server sebelumnya. Mungkin gara-gara aku kepo makanya mereka membahas tentangnya. Kawanan juga bilang kalau Modar itu baik banget, sangat menghargai teman yang lain. Udah ku bilang dia pandai bergaul. Sosoknya sedikit demi sedikit terkumpul beserta fakta dia non muslim karena saat sahur tidak pernah online. Oh jadi begitu, aku juga baru menyadarinya. Dan dia masih sekolah SMA.
*glek Aku kalah dengan anak sekolahan.
==========
Selesai sudah sedikit cerita tentang teman lama satu tahun silam..
Menceritakan tentang kehidupan labil saya yang memiliki 3 karakter berbeda yaitu Hapis(sifat asli), Beater dan Zheill.
Selasa, 31 Juli 2018
Senin, 30 Juli 2018
Biasa saja
Tiap jumat pagi aku selalu pergi ke pasar membeli kebutuhan di dapur. Di rumah yang tinggal hanya aku, nenek ku dan adik ku saja lagi. Kakak ku sudah kawin dan tinggal di rumah asli kami yang awalnya dijadikan rumah kontrakkan. Yah sudah lama sih walaupun kakak ku ada di rumah peran ku masih sama seperti sekarang. Pagi jumat ini terasa berat karena tubuhku masih menyesuaikan jam biologis baru. Sebab aku pulang ke rumah jam 12 malam lalu sholat isya. Berat tapi harus ku paksa.
Hari ini Yahya balik ke tempatnya kuliah lagi kah.. kasian sekali aku teman-teman dari group "agen tahu bulat" sudah balik kuliah semua, padahal kemarin asyik-asyik main dota sama Yahya udah win 6 kali berturut-turut. Aku rindu. Tapi yah mau bagaimana lagi harus berkorban.
Di pasar Jangkung ini aku sudah terbiasa belanja bahan- bahan makanan. Sudah terbiasa dalam artian dikenali oleh banyak orang, memang malu sih ada anak muda yang beli bahan makanan ke pasar tiap minggu pula dan tidak kuliah, terbiasa mendengar kritikan orang-orang yah~ walaupun hanya perasaan ku saja sih mendengar suara itu. Mungkin itu sebabnya ada doa masuk pasar supaya dilindungi oleh berbagai hal negatif. Jangan tanya aku belum mengamalkannya😑.
Di pasar atau diperjalanan kadang aku berpas-pasan dengan istrinya ushu ku. Aku ingin memberi senyum tapi dicampakkan. Pernah ku bilang kan mode Beater itu ibarat pedang bermata dua. Ushu dan istrinya mencampakkan ku mungkin saja istrinya sudah bercerita kebiasaan buruk ku ke keluarga yang lain yang tinggal dekat rumah asli ku. Jadinya keluarga yang di sana menatap ku dengan pandangan berbeda. Aku masuk ke karakter Beater untuk menanggapi target karena mereka tak menyadari kalau aku pernah disakiti dengan kebiasaan buruk mereka. Mental ku ini lemah dan sangat sensitif dengan perubahan perilaku seseorang yang ku kenal. Makanya perbedaan sekecil apapun bisa ku sadari.
Oh iya pandangan ku bisa melebar 160 derajat jadi aku bisa memperhatikan banyak gerakan maksimal 7 titik sekaligus. Di tambah pengetahuan tentang kepribadian membuat ku sangaaatttt mudah mencari kesalahan orang lain. Iya sangat teramat. Cobaan terumit untuk seorang pemikir seperti ku. Pilih diam atau cari solusi diantara bisikan setan. Sedikit emosi dapat menjerumuskan pikiran ku ke hal negatif. Diam memang bagus tapi mencari tahu lalu mengambil langkah positif jauh lebih bagus agar pikiran terbiasa berpikir baik. Tidak boleh suudzon tepatnya. Menyikapi hal ini adalah wajar, dampak negatif dari Beater. Menghindari diri dari cobaan yang tidak bisa diselesaikan. Tidak juga, seharusnya yang hidup jauh lebih lama pasti paham apa yang di alami pemuda sekarang ini, yaitu kondisi labil untuk memilih tujuannya. Ah aku mulai berpikir kesana lagi, bisa saja ushu ku tidak mengambil kepingan ini untuk dijadikan pandangan dasar menyikapi anak muda. Ingat fidz yang memahami itu adalah kamu lalu yang bertindak juga kamu.
Merepotkan~😑.
Hari ini aku memakai kendaraan sendiri agar lebih cepat pergi sholat. Aku merasa gak enak tiap kali memasuki cafe ini. Entahlah rasanya samar-samar aku belum bisa memastikan, aku harap bukan hal yang besar, hal yang besar? apa aku akan memecahkan piring? atau cangkir? uwah a-atau meledakkan cafe!?? ahh aku harus sangat berhati-hati.
"hei Mel sudah sembuhkah?"
"lumayan kak"
Memanaskan bumbu ayam dan juga membuatnya tugas pertama hari ini. Sedikit bantu-bantu Meli memotong wortel. Dia memotongnya dengan cepat layaknya koki handal. Katanya dia sudah belajar memasak saat berumur 8 tahun. Dan juga menasehati ku kalau cari istri orang jawa saja soalnya pandai masak. Hoh! entah kenapa kurang pas dengan usulannya, kurang sreekk gitu mungkin cara pandangan kita yang berbeda.
"gantian Mel aku yang belajar motong"
Meli meng-iyakan mau ku. Aku memotongnya sangat pelan, kadang pisaunya terpeleset potongannya jadi melengkung. Dilihat mudah tapi pas mencoba rasanya lumayan sulit tangan ku masih kaku. Hanya masalah jumlah pengalaman akan terbiasa seperti Meli.
"Kak cobain dong bumbu ayam blackpapernya"
Aku mencicipi sedikit dengan sendok kecil tapi masih panas.
"ahaha kaka ditiup dulu lah"
"hmm enak kok"
"heh serius?" terdiam
Yahh aku gak tau harus jawab apa soalnya baru kali ini aku mencobain bumbu ayam ini jadi takaran rasa standarnya gak tau.
"baru dua orang termasuk kaka yang bilang masakkan ku enak"
Soalnya aku menghargai apalagi ada yang sampai memasak untuk ku.
"siapa lagi satunya Mel selain aku?"
==========
Malamnya pelanggan mulai meningkat daripada semalam. Aku jadi ikut panik. Oh iya saat ini aku belum memakai satupun karakter ku. Masih belum saatnya. Aku masih menyesuaikan keadaan. Uh kepala ku sakit. Banyak hal yang ku pelajari tentang memasak di sini. Aku telah bisa memasak Kentang Goreng, Tahu Crispy dan Pisang Keju.
Yey! tepuk tangan buat gua 😂. Naik level jadi koki kelas teri.
Dalam dua hari ini hanya itu yang bisa ku buat sisanya menjadi helper, bantu-bantu dalam hal lainnya kecuali mengantar pesanan ke meja. Aku gak punya tenaga sebanyak itu tiap kali aku harus berbaur dengan orang-orang aura ku akan menyesuaikan dengan aura mereka. Mungkin ke sisi introver. Mau tahu bagaimana ukuran tenaga yang ku pakai? sama halnya dengan lari dengan tanaga penuh dalam 10 detik. Yang lelah bukan fisik tapi DJIWAA. Saat membaur pikiran ku akan mengubah pola kebiasaan agar tak lain supaya mereka gak kecewa. Iya aku masih ingin jadi orang baik untuk itu aku hidup. Rintangan yang kita lalui memang menuntun kita agar jadi menjadi orang yang baik. Sejauh mana pun kamu jatuh masih ada harapan untuk kembali. Ikuti cahaya kecil itu perlahan, jangan terburu-buru untuk berlari. Kalau dalam kasus ku cahayanya itu sudah berdampingan dengan ku hanya saja cahaya itu ada yang menjaganya, siapa? dia adalah sisi gelap ku. Sudah berkali-kali aku bonyok setelah melawannya.
*gehhhh
Kembali ke cerita.
Hari sabtu! dan malam ini adalah malam minggu. Malamnya anak remaja yang lagi kasmaran. Aku jadi cemas. Aku harus fokus dan memperhatikan se detail nya. Jangan terbawa suasana. Tapi hari ini Diyan dan Herry sedang tidak enak badan. Saat ku tanya Herry dia baik-baik saja, dia masih bisa bertahan walaupun sedang tidak enak badan. Aku juga tidak bisa menggantikannya karena aku fokus bagian dapur. Pemilik cafe ikut membantu begitu juga ibunya pemilik cafe. Sumpah banyak pelanggan aku jadi panik. Tapi aku disuruh fokus bagian pesanan kentang goreng dan tahu crispy. Masa iya aku tidak ingin sesantai ini menunggu pesanan datang. Aku ikut membantu Meli yang bolak-balik membuat pesanan. Dia sangat fokus dan bicara seperlunya saja. Aku merasakan aura keseriusan. Aku membantu membuat piscor dan roti panggang. Aku membuat kesalahan pertama saat memecahkan telur, ah ya ampun ritme ku tambah rusak saat melakukan kesalahan kedua dan seterusnya. Pemilik cafe menegur ku. Ah sial aku jadi blank.
Ketika pelanggan berkurang Meli menyemangati ku, dia bilang ini bukan salah kaka karena baru tiga hari kerja di sini dan juga barunya pengalaman memasak. Katanya lagi aku masih bisa serius daripada ini. Aku mulai tenggelam dalam rasa bersalah. Semangat Meli memang memberiku sedikit tenaga. Keraguan menjadi-jadi dalam hati ku. Aku menepisnya dengan fakta ini hanya soal waktu dan tenanglah. Aku masih belum menunjukkan kemampuan ku.
"Mel kalau aku berhenti gak papa kan?"
"gak papa kok, kalau kaka gak hadir langsung diganti"
Aku mengungkapkan keraguan dalam diri ku ke Meli, saat ini memang hanya dia yang bisa di ajak bicara. Pelanggan berkurang. Inginnya aku melihat jam hp kenapa? apa aku merasa gak enak dengan kesalahan ku. Suasana berubah jadi hening. Yang lain merasa kelelahan termasuk Herry dan Diyan. Aku sih masih ada kekuatan Beater. Aku melihat jam sudah pukul 11, sebentar lagi. Sebaiknya aku menyuci piring dan lain-lain.
Seandainya aku bisa lebih fokus tadi tapi entah kenapa rasanya sulit sekali untuk fokus. Padahal bagian ku hanya menggoreng kentang dan tahu crispy malah jadi ikut-ikutan bikin nasi goreng. Aku terbawa emosi untuk melakukan yang seharusnya tak kulakukan. Jadi gak enak dengan yang lain. Diriku merasa sangat kikuk setelah banyaknya melakukan kesalahan. Ini kelemahan ku makanya ada karakter lain untuk menutupi tiap kekurangan terbesar ku namun aku tidak memakainya. Entah terlalu banyak pelajaran untuk hari ini, tidak ada waktu untuk memikirkannya aku mesti fokus menyuci. Pemilik cafe lewat aku langsung reflek menanyakan untuk meminta izin berhenti. Sial lagi-lagi aku mudah menyerah. Jawaban pemilik cafe lebih mengejutkan ku.
"ibu gak minta kamu berhenti loh ya?"
"saya tahu diri kok bu haha" sambil tersenyum maksa
Rasanya memang diberi lampu hijau untuk berhenti setelah melihat kesalahan yang ku perbuat. Aku sangat merasa lega. Ya entah kenapa semua beban di pundak terangkat semua. Jauh dalamnya aku berpikir saat ini memang lebih baik berhenti. Misalkan aku tak berhenti berapa banyak waktu yang diperlukan agar bisa mahir memasak. Dua hari saja mustahil terkecuali memang sudah bisa memasak. Mungkin ini akibatnya kurang niat kerja. Aku harus pamitan dengan yang lainnya dengan sopan.
Dinginnya angin malam berserta suara protes dari perut.
"you're nothing iya you're nothing.. apanya yang berbakat hah!" Ah aku mulai stres. Cari makan dulu ah.
Kalau melihat hasilnya sih untungnya 40% mungkin. Rugi paling besar menurut ku adalah kesempatan puasa 6 hari setelah bulan ramadhan hilang pas hari kamis kemarin, aku pikir hari terakhir bulan Syawal masih bisa puasa dan rupanya aku salah perhitungan, aku menyia-nyiakan kesempatan itu. Untungnya aku lebih percaya diri dan beberapa kelemahan ku sedikit teratasi, hanya butuh puluhan pengalaman saja lagi untuk sampai menyempurnakan karakter ku. Sampai sini saja kah aku berjuang. Aku tak ingin merugikan lebih banyak lagi 😑.
Tetap tenang, kegagalan memang menyakitkan, aku sudah tahu itu. Baiklah isi perut dulu.
Hari ini Yahya balik ke tempatnya kuliah lagi kah.. kasian sekali aku teman-teman dari group "agen tahu bulat" sudah balik kuliah semua, padahal kemarin asyik-asyik main dota sama Yahya udah win 6 kali berturut-turut. Aku rindu. Tapi yah mau bagaimana lagi harus berkorban.
Di pasar Jangkung ini aku sudah terbiasa belanja bahan- bahan makanan. Sudah terbiasa dalam artian dikenali oleh banyak orang, memang malu sih ada anak muda yang beli bahan makanan ke pasar tiap minggu pula dan tidak kuliah, terbiasa mendengar kritikan orang-orang yah~ walaupun hanya perasaan ku saja sih mendengar suara itu. Mungkin itu sebabnya ada doa masuk pasar supaya dilindungi oleh berbagai hal negatif. Jangan tanya aku belum mengamalkannya😑.
Di pasar atau diperjalanan kadang aku berpas-pasan dengan istrinya ushu ku. Aku ingin memberi senyum tapi dicampakkan. Pernah ku bilang kan mode Beater itu ibarat pedang bermata dua. Ushu dan istrinya mencampakkan ku mungkin saja istrinya sudah bercerita kebiasaan buruk ku ke keluarga yang lain yang tinggal dekat rumah asli ku. Jadinya keluarga yang di sana menatap ku dengan pandangan berbeda. Aku masuk ke karakter Beater untuk menanggapi target karena mereka tak menyadari kalau aku pernah disakiti dengan kebiasaan buruk mereka. Mental ku ini lemah dan sangat sensitif dengan perubahan perilaku seseorang yang ku kenal. Makanya perbedaan sekecil apapun bisa ku sadari.
Oh iya pandangan ku bisa melebar 160 derajat jadi aku bisa memperhatikan banyak gerakan maksimal 7 titik sekaligus. Di tambah pengetahuan tentang kepribadian membuat ku sangaaatttt mudah mencari kesalahan orang lain. Iya sangat teramat. Cobaan terumit untuk seorang pemikir seperti ku. Pilih diam atau cari solusi diantara bisikan setan. Sedikit emosi dapat menjerumuskan pikiran ku ke hal negatif. Diam memang bagus tapi mencari tahu lalu mengambil langkah positif jauh lebih bagus agar pikiran terbiasa berpikir baik. Tidak boleh suudzon tepatnya. Menyikapi hal ini adalah wajar, dampak negatif dari Beater. Menghindari diri dari cobaan yang tidak bisa diselesaikan. Tidak juga, seharusnya yang hidup jauh lebih lama pasti paham apa yang di alami pemuda sekarang ini, yaitu kondisi labil untuk memilih tujuannya. Ah aku mulai berpikir kesana lagi, bisa saja ushu ku tidak mengambil kepingan ini untuk dijadikan pandangan dasar menyikapi anak muda. Ingat fidz yang memahami itu adalah kamu lalu yang bertindak juga kamu.
Merepotkan~😑.
Hari ini aku memakai kendaraan sendiri agar lebih cepat pergi sholat. Aku merasa gak enak tiap kali memasuki cafe ini. Entahlah rasanya samar-samar aku belum bisa memastikan, aku harap bukan hal yang besar, hal yang besar? apa aku akan memecahkan piring? atau cangkir? uwah a-atau meledakkan cafe!?? ahh aku harus sangat berhati-hati.
"hei Mel sudah sembuhkah?"
"lumayan kak"
Memanaskan bumbu ayam dan juga membuatnya tugas pertama hari ini. Sedikit bantu-bantu Meli memotong wortel. Dia memotongnya dengan cepat layaknya koki handal. Katanya dia sudah belajar memasak saat berumur 8 tahun. Dan juga menasehati ku kalau cari istri orang jawa saja soalnya pandai masak. Hoh! entah kenapa kurang pas dengan usulannya, kurang sreekk gitu mungkin cara pandangan kita yang berbeda.
"gantian Mel aku yang belajar motong"
Meli meng-iyakan mau ku. Aku memotongnya sangat pelan, kadang pisaunya terpeleset potongannya jadi melengkung. Dilihat mudah tapi pas mencoba rasanya lumayan sulit tangan ku masih kaku. Hanya masalah jumlah pengalaman akan terbiasa seperti Meli.
"Kak cobain dong bumbu ayam blackpapernya"
Aku mencicipi sedikit dengan sendok kecil tapi masih panas.
"ahaha kaka ditiup dulu lah"
"hmm enak kok"
"heh serius?" terdiam
Yahh aku gak tau harus jawab apa soalnya baru kali ini aku mencobain bumbu ayam ini jadi takaran rasa standarnya gak tau.
"baru dua orang termasuk kaka yang bilang masakkan ku enak"
Soalnya aku menghargai apalagi ada yang sampai memasak untuk ku.
"siapa lagi satunya Mel selain aku?"
==========
Malamnya pelanggan mulai meningkat daripada semalam. Aku jadi ikut panik. Oh iya saat ini aku belum memakai satupun karakter ku. Masih belum saatnya. Aku masih menyesuaikan keadaan. Uh kepala ku sakit. Banyak hal yang ku pelajari tentang memasak di sini. Aku telah bisa memasak Kentang Goreng, Tahu Crispy dan Pisang Keju.
Yey! tepuk tangan buat gua 😂. Naik level jadi koki kelas teri.
Dalam dua hari ini hanya itu yang bisa ku buat sisanya menjadi helper, bantu-bantu dalam hal lainnya kecuali mengantar pesanan ke meja. Aku gak punya tenaga sebanyak itu tiap kali aku harus berbaur dengan orang-orang aura ku akan menyesuaikan dengan aura mereka. Mungkin ke sisi introver. Mau tahu bagaimana ukuran tenaga yang ku pakai? sama halnya dengan lari dengan tanaga penuh dalam 10 detik. Yang lelah bukan fisik tapi DJIWAA. Saat membaur pikiran ku akan mengubah pola kebiasaan agar tak lain supaya mereka gak kecewa. Iya aku masih ingin jadi orang baik untuk itu aku hidup. Rintangan yang kita lalui memang menuntun kita agar jadi menjadi orang yang baik. Sejauh mana pun kamu jatuh masih ada harapan untuk kembali. Ikuti cahaya kecil itu perlahan, jangan terburu-buru untuk berlari. Kalau dalam kasus ku cahayanya itu sudah berdampingan dengan ku hanya saja cahaya itu ada yang menjaganya, siapa? dia adalah sisi gelap ku. Sudah berkali-kali aku bonyok setelah melawannya.
*gehhhh
Kembali ke cerita.
Hari sabtu! dan malam ini adalah malam minggu. Malamnya anak remaja yang lagi kasmaran. Aku jadi cemas. Aku harus fokus dan memperhatikan se detail nya. Jangan terbawa suasana. Tapi hari ini Diyan dan Herry sedang tidak enak badan. Saat ku tanya Herry dia baik-baik saja, dia masih bisa bertahan walaupun sedang tidak enak badan. Aku juga tidak bisa menggantikannya karena aku fokus bagian dapur. Pemilik cafe ikut membantu begitu juga ibunya pemilik cafe. Sumpah banyak pelanggan aku jadi panik. Tapi aku disuruh fokus bagian pesanan kentang goreng dan tahu crispy. Masa iya aku tidak ingin sesantai ini menunggu pesanan datang. Aku ikut membantu Meli yang bolak-balik membuat pesanan. Dia sangat fokus dan bicara seperlunya saja. Aku merasakan aura keseriusan. Aku membantu membuat piscor dan roti panggang. Aku membuat kesalahan pertama saat memecahkan telur, ah ya ampun ritme ku tambah rusak saat melakukan kesalahan kedua dan seterusnya. Pemilik cafe menegur ku. Ah sial aku jadi blank.
Ketika pelanggan berkurang Meli menyemangati ku, dia bilang ini bukan salah kaka karena baru tiga hari kerja di sini dan juga barunya pengalaman memasak. Katanya lagi aku masih bisa serius daripada ini. Aku mulai tenggelam dalam rasa bersalah. Semangat Meli memang memberiku sedikit tenaga. Keraguan menjadi-jadi dalam hati ku. Aku menepisnya dengan fakta ini hanya soal waktu dan tenanglah. Aku masih belum menunjukkan kemampuan ku.
"Mel kalau aku berhenti gak papa kan?"
"gak papa kok, kalau kaka gak hadir langsung diganti"
Aku mengungkapkan keraguan dalam diri ku ke Meli, saat ini memang hanya dia yang bisa di ajak bicara. Pelanggan berkurang. Inginnya aku melihat jam hp kenapa? apa aku merasa gak enak dengan kesalahan ku. Suasana berubah jadi hening. Yang lain merasa kelelahan termasuk Herry dan Diyan. Aku sih masih ada kekuatan Beater. Aku melihat jam sudah pukul 11, sebentar lagi. Sebaiknya aku menyuci piring dan lain-lain.
Seandainya aku bisa lebih fokus tadi tapi entah kenapa rasanya sulit sekali untuk fokus. Padahal bagian ku hanya menggoreng kentang dan tahu crispy malah jadi ikut-ikutan bikin nasi goreng. Aku terbawa emosi untuk melakukan yang seharusnya tak kulakukan. Jadi gak enak dengan yang lain. Diriku merasa sangat kikuk setelah banyaknya melakukan kesalahan. Ini kelemahan ku makanya ada karakter lain untuk menutupi tiap kekurangan terbesar ku namun aku tidak memakainya. Entah terlalu banyak pelajaran untuk hari ini, tidak ada waktu untuk memikirkannya aku mesti fokus menyuci. Pemilik cafe lewat aku langsung reflek menanyakan untuk meminta izin berhenti. Sial lagi-lagi aku mudah menyerah. Jawaban pemilik cafe lebih mengejutkan ku.
"ibu gak minta kamu berhenti loh ya?"
"saya tahu diri kok bu haha" sambil tersenyum maksa
Rasanya memang diberi lampu hijau untuk berhenti setelah melihat kesalahan yang ku perbuat. Aku sangat merasa lega. Ya entah kenapa semua beban di pundak terangkat semua. Jauh dalamnya aku berpikir saat ini memang lebih baik berhenti. Misalkan aku tak berhenti berapa banyak waktu yang diperlukan agar bisa mahir memasak. Dua hari saja mustahil terkecuali memang sudah bisa memasak. Mungkin ini akibatnya kurang niat kerja. Aku harus pamitan dengan yang lainnya dengan sopan.
Dinginnya angin malam berserta suara protes dari perut.
"you're nothing iya you're nothing.. apanya yang berbakat hah!" Ah aku mulai stres. Cari makan dulu ah.
Kalau melihat hasilnya sih untungnya 40% mungkin. Rugi paling besar menurut ku adalah kesempatan puasa 6 hari setelah bulan ramadhan hilang pas hari kamis kemarin, aku pikir hari terakhir bulan Syawal masih bisa puasa dan rupanya aku salah perhitungan, aku menyia-nyiakan kesempatan itu. Untungnya aku lebih percaya diri dan beberapa kelemahan ku sedikit teratasi, hanya butuh puluhan pengalaman saja lagi untuk sampai menyempurnakan karakter ku. Sampai sini saja kah aku berjuang. Aku tak ingin merugikan lebih banyak lagi 😑.
Tetap tenang, kegagalan memang menyakitkan, aku sudah tahu itu. Baiklah isi perut dulu.
Sabtu, 21 Juli 2018
Mencari Arti Cinta
Bagian 6
Aku paham sekarang kenapa seseorang yang kita anggap sangat berarti sulit untuk dilupakan. Masalah utamanya adalah terletak pada hati kita. Jika kita menganggap dia spesial otomatis kita akan memberi ruang untuk dia, mengisi kekosongan hati. Awalnya memang suka tapi karena terlalu sering memberikan kesan indah dan mewarnai hari sosoknya menjadi spesial. Aura kita bisa menyatu dengan lembut kemudian dada terasa sesak, rindu yang sangat menyakitkan, senyuman hangat penuh arti.
Sebagian akan menganggap itu cinta lalu memberi lebih LEBIH ruang untuknya karena itulah kita akan kesulitan untuk move on darinya makanya ambil langkah cepat, bayangkan perlahan kau melepaskannya dari hati mu, nanti kau akan merelakannya. Perlahan-lahan sosoknya menjadi biasa saja dan sampai ke tahap tidak ada perasaan karena dia sudah lepas dari hati mu sepenuhnya. Selanjutnya terserah mu apakah masih menganggap dia atau sekedar kenalan.
Aku masih ingat perasaan ku dulu saat aku masih pacaran dengan Linda. Aku tidak menganggap dia lebih seperti memuja atau membanggakan dirinya. Jalinan yang aku buat dengannya hanya sebuah ikatan bukan saling memiliki. Begitulah mungkin apa yang sebenarnya kurasakan saat menjalin cinta dengannya. Aku tahu dia juga pasti suka dengan ku karena setelah aku mengungkapkan perasaan ku lewat pesan dia langsung menjawabnya.
Banyak yang bertanya apakah aku telah berpacaran dengan Linda, aku menjawabnya dengan santai "iya" padahal dia adalah orang yang pertama membalas perasaan ku. Seharusnya aku gugup atau wahhh heboh gitu. Jadi yang membuat ku mudah melepaskan dirinya adalah tentang bagaimana aku menepatkan tahtanya di dalam hati ku. Berdua jarang apalagi kangen. Kau tahu setelah kami pacaran kami bertemu hanya di tempat perkumpulan anak yatim. Dia pernah mengajakku untuk bertemuan tapi aku gugup dan merasa hal itu sulit untuk kulakukan, apalagi setelah melihat pasangan berduan di belakang sekolah. Mungkin karena dirinya ku spesialkan atau memang aku yang pengecut.
Apa pacaran itu mengharuskan kita untuk bertemu? Melakukan ini itu? aku masih bocah yang tak tahu cara untuk menjaga hubungan.
Untuk mengirim pesan pun sulit. Apa yang harus diceritakan atau ditanyakan? aku rasa itu tak diperlukan. Dan sepertinya aku mengerti lagi tujuan ku memang hanya untuk mendapatkannya bukan untuk mempertahankannya. Kehadirannya hanya sebagai penghias hati saja.. bukan aku tapi untuk kami berdua.
==========
Memberi ruang untuk seseorang berarti memberikan perlakuan khusus. Entahlah rasanya begitu alami bila berbicara dengan teman, coba berbicara dengan si doi, umumnya ada rasa semangat dan perhatian, sisanya tergantung sifat kita.
Lalu bagaimana dengan seseorang yang awalnya biasa saja bisa jadi berarti? tadi aku sudah menjelaskannya diawal tergantung pandangan kamu tentangnya dan penempatan tahta dalam hat- Bukan! maksud ku bagaimana kalau kita sengaja membuat dia berarti? atau buatlah agar kamu mencintainya. Masalah mu adalah menyikapi bila ada seseorang yang suka dengan mu. Coba bayangkan apakah penempatan kedudukan dalam hati adalah faktor utama kita mencintai seseorang? jawabannya tidak. Mencintai seseorang harus memiliki syarat satu atau dua sisi yang kita sukai. Jangan cemberut, sisi itu mungkin saja dia baik atau perhatian. Semua orang pasti menyukai sifat yang baik.
"Menjadi sayap untuk orang lain"
Bila cinta adalah tentang penempatan tahta dalam hati apakah kamu berani bertaruh rasa sakit jika dia jodoh mu?
Aku paham sekarang kenapa seseorang yang kita anggap sangat berarti sulit untuk dilupakan. Masalah utamanya adalah terletak pada hati kita. Jika kita menganggap dia spesial otomatis kita akan memberi ruang untuk dia, mengisi kekosongan hati. Awalnya memang suka tapi karena terlalu sering memberikan kesan indah dan mewarnai hari sosoknya menjadi spesial. Aura kita bisa menyatu dengan lembut kemudian dada terasa sesak, rindu yang sangat menyakitkan, senyuman hangat penuh arti.
Sebagian akan menganggap itu cinta lalu memberi lebih LEBIH ruang untuknya karena itulah kita akan kesulitan untuk move on darinya makanya ambil langkah cepat, bayangkan perlahan kau melepaskannya dari hati mu, nanti kau akan merelakannya. Perlahan-lahan sosoknya menjadi biasa saja dan sampai ke tahap tidak ada perasaan karena dia sudah lepas dari hati mu sepenuhnya. Selanjutnya terserah mu apakah masih menganggap dia atau sekedar kenalan.
Aku masih ingat perasaan ku dulu saat aku masih pacaran dengan Linda. Aku tidak menganggap dia lebih seperti memuja atau membanggakan dirinya. Jalinan yang aku buat dengannya hanya sebuah ikatan bukan saling memiliki. Begitulah mungkin apa yang sebenarnya kurasakan saat menjalin cinta dengannya. Aku tahu dia juga pasti suka dengan ku karena setelah aku mengungkapkan perasaan ku lewat pesan dia langsung menjawabnya.
Banyak yang bertanya apakah aku telah berpacaran dengan Linda, aku menjawabnya dengan santai "iya" padahal dia adalah orang yang pertama membalas perasaan ku. Seharusnya aku gugup atau wahhh heboh gitu. Jadi yang membuat ku mudah melepaskan dirinya adalah tentang bagaimana aku menepatkan tahtanya di dalam hati ku. Berdua jarang apalagi kangen. Kau tahu setelah kami pacaran kami bertemu hanya di tempat perkumpulan anak yatim. Dia pernah mengajakku untuk bertemuan tapi aku gugup dan merasa hal itu sulit untuk kulakukan, apalagi setelah melihat pasangan berduan di belakang sekolah. Mungkin karena dirinya ku spesialkan atau memang aku yang pengecut.
Apa pacaran itu mengharuskan kita untuk bertemu? Melakukan ini itu? aku masih bocah yang tak tahu cara untuk menjaga hubungan.
Untuk mengirim pesan pun sulit. Apa yang harus diceritakan atau ditanyakan? aku rasa itu tak diperlukan. Dan sepertinya aku mengerti lagi tujuan ku memang hanya untuk mendapatkannya bukan untuk mempertahankannya. Kehadirannya hanya sebagai penghias hati saja.. bukan aku tapi untuk kami berdua.
==========
Memberi ruang untuk seseorang berarti memberikan perlakuan khusus. Entahlah rasanya begitu alami bila berbicara dengan teman, coba berbicara dengan si doi, umumnya ada rasa semangat dan perhatian, sisanya tergantung sifat kita.
Lalu bagaimana dengan seseorang yang awalnya biasa saja bisa jadi berarti? tadi aku sudah menjelaskannya diawal tergantung pandangan kamu tentangnya dan penempatan tahta dalam hat- Bukan! maksud ku bagaimana kalau kita sengaja membuat dia berarti? atau buatlah agar kamu mencintainya. Masalah mu adalah menyikapi bila ada seseorang yang suka dengan mu. Coba bayangkan apakah penempatan kedudukan dalam hati adalah faktor utama kita mencintai seseorang? jawabannya tidak. Mencintai seseorang harus memiliki syarat satu atau dua sisi yang kita sukai. Jangan cemberut, sisi itu mungkin saja dia baik atau perhatian. Semua orang pasti menyukai sifat yang baik.
"Menjadi sayap untuk orang lain"
Bila cinta adalah tentang penempatan tahta dalam hati apakah kamu berani bertaruh rasa sakit jika dia jodoh mu?
Kamis, 19 Juli 2018
1 Hari Puluhan Cerita
Aku mendapatkan kesempatan berkerja di cafe dengan teman ku Herry. Aku ingin bekerja karena aku pernah bilang setelah bulan puasa kemarin aku akan berkerja dan sekarang aku mendapatkan kesempatan itu. Aku berpikir tenang dan merasakannya dengan naluriku menimbang baik dan buruk yang akan terjadi. Merasa kalau dua sisi itu seimbang jadi aku memilih untuk berkerja.
Kabar baik untukku agar penggosip tidak lagi menanyai tentang diriku. Sulitnya aku hidup di lingkungan masyarakat ini karena pandangan Beater yang dengan mudahnya menilai seseorang, kalau orang-orang sudah menyerangku dengan gerak-gerik atau ucapan sindiran maka Beater akan mem-black list mereka.
Sore hari pertama aku bekerja di cafe Secret Garden, aku nebeng Herry. Ini sudah jam 3 kalau sampai ke cafe sekitar 8 menitan, aku telat tapi kata Herry gak papa lagian 1 jam untuk bersih-bersih jadi jam 4 cafenya buka. Setelah sampai aku sedikit gugup. Cafenya keren sekali khas taman-taman gitu, tumbuhan yang menjalar di pagar dinding di bagian luar dekat jalan seperti aslinya taman, apalagi saat malam tiba melihat lampu kecil kelap-kelip yang memperindah tempat ini, bisa dibilang aku kagum, nama dan dekorasi yang unik membuat perbedaan dengan cafe biasanya.
Aku akan diajari masak oleh Meli anak SMP kelas tiga, yup kelas tiga SMP. Cara menjelaskannya masih dibilang kaku yah wajar anak SMP. Aku harus memahami sendiri pola-pola cara memasak seperti apa yang dulu dimasak dan yang akan diperlukan saat terdesak. Meli asli jawa, dia baru 6 bulan tinggal di sini jadi untuk bisa berkomunikasi dengannya memakai bahasa Indonesia. Meli orangnya suka bicara dan sangat cocok berpasangan dengan orang pendiam sepertiku. Btw aku jadi pendiam karena kesulitan bicara dengannya dan menjaga wibawa agar tidak mencemari nama baik, lagain yang membuat aku diterima kerja disini karena Herry, sifatnya masih sama seperti dulu. Niat aku sebenarnya kerja di sini untuk mendapatkan pengalaman untuk karakter ku.. apakah akan baik-baik saja? kau tahu kan kalau aku tidak sungguh-sungguh, aku akan mudah menyerah. Bukan. Aku akan menggunakan seluruh kemampuan ku, semua yang aku bisa.
Ibu pemilik cafe ini mengancam Meli kalau aku belum bisa memasak berarti Meli yang disalahkan. Menakutkan. Aku jadi takut, tapi melihat Meli kayaknya akrab saja dengan ibu pemilik cafe ini, apa dia ibunya Meli? aku tidak ingin menanyakan nama ibu pemilik cafe ini karena menurutku itu tidak sopan jadi aku akan memanggilnya "bu" seperti yang lainnya.
"Perkenalkan nama ku Hafidz Rachmadana, tinggal di Jangkung RT 03.. aa hobiku main game" perkenalan singkat untuk sekedar tau tentang diriku, tidak terlalu formal. Oh iya tentang identitas biasanya mengumpul ijazah atau semacamnya, hmm mungkin cafe ini buka jam 3 sore sampai jam 10 malam untuk pelajar seperti Meli, duh aku jadi merasa bersalah seseorang pengangguran sepertiku kerja disini. Kesampingkan itu sekarang fokus dengan yang ada, yang terjadi biarlah terjadi semaksimal mungkin berkerja, berpikir, tata krama bicara, tingkah, dan yang lainnya. Tapi yah maunya fokus sih tapi si Meli malah sakit kepala. Beberapa menit sekali dia ngeluh kesakitan. "Kenapa anak SMP kayak elu malah kerja gini sih" gitu sih yang ingin ku sampaikan namun ku urungkan mungkin saja dia punya alasan tersendiri.
"kaka tinggi sekali sih" memaksa tubuhnya menyamai tinggiku dengan kursi kecil yang di naikinya.
"gak sampai loh cari bangku yang lain yang tinggi, oh iya tau gak Mel"
"hm?"
"sebelum bulan puasa dulu saat aku masih kelas satu SMA tinggi ku kayak tinggi mu lalu setelah bulan puasa berakhir tinggi ku langsung naik drastis" agak gagap
"heh masa?"
"makanya sering-sering berenang" eh kalau anak kota kayak Meli gak mungkin mau mandi di sungai "Meli bisa gak berenang?" aku bertanya
"bisa kak, bela diri bisa, lari sering juara,.. -"
Ni anak multi talenta ya? kata ku dalam hati, ini membuatku cemas.
"kakak bisa gak split kayak gini?..ee aw gak bisa lagi" meluruskan kaki kanan ke depan dan kaki kiri kebelakang seperti dasar gerakkan balet dan bela diri, aku paham yang ia maksud.
"ahh sedikit bisa" soalnya aku pernah melakukannya saat latihan karate dulu.
Sambil ngobrol aku belajar memasak darinya, aku tidak tau apakah harus memaksanya tegas mengajariku atau santai seperti ini. Dia juga lagi sakit. Kalau begini akan lambat aku mempelajarinya.
Jam 4 lewat, mumpung belum ada pelanggan aku izin sholat dulu.
"Her di sini mesjid atau langgar dekat mana ya?"
Aku pergi dengan Herry keluar untuk sholat dengan kendaraan milik Diyan, aku meminjamnya. Sesampainya di mesjid dekat sini aku langsung saja bergegas mencari tempat wudhu. Lebih baik tidak sholat berjamaah soalnya kalau aku sholat berjamaah akan memakan waktu lama dan juga sore panas-panas begini membuatku mudah berkeringat. Kalau pakai baju kokoh menyulitkan ku membawanya dan mengganti tiap jam sholat, intinya aku ingin menghemat waktu, berarti prioritas ku adalah kerja. Sebisa mungkin iman kecil dalam hati ku ini tidak boleh padam, kalau aku tidak mengerjakan apa yang diperintahkan oleh-Nya itu sama saja seperti mayat hidup, jauh lebih buruk daripada kematian. Apakah bekerja memang harus berkorban waktu seperti ini?
"kakak sering tepat waktu ya sholat?"
"iya rasanya sayang banget kalau gak tepat waktu sholat sementara aku punya banyak waktu di rumah"
Aku akan menjawab sejujurnya dan sebisa mungkin tidak membujuknya ataupun memaksanya untuk mengerjakan sholat. Kalau aku membujuknya dia akan sedikit menghindari ku apalagi memaksanya. Memaksa orang lain untuk menjadi yang kita inginkan begitu egois, aku sudah mempelajarinya dari berbagai pengalaman.
"Mel kamu tinggal di sini ya?"
"iya kak soalnya aku cuman berdua di kota ini dengan kaka sepupu ku"
Dengan mudahnya Meli menceritakan tentang dirinya. Ayah dan ibunya telah tiada begitu juga dengan kakek neneknya. Dia anak satu-satunya. Jadi intinya dia datang ke sini dengan kakak sepupunya untuk berkerja. Syukurlah ada tempat ini untuknya. Sebetulnya dia tidak menetap, mungkin pemilik cafe di sini yang mengizinkan tinggal. Inilah tadi yang membuat ku cemas, seseorang yang memiliki kelebihan pasti juga memiliki kekurangan dengan ketetapan kalau cobaan yang diberikan sama alias timbangan kekurangan dan kelebihan menunjukkan 50%, orang yang seperti Meli sangat banyak di dunia ini. Aku bersimpati dengannya, di usia muda begini Meli sudah mendapatkan ujian besar.
Aku tersadar. Bagaimana aku menyikapi permasalahan ini? apa yang harus ku katakan padanya?
Dia sedang bersandar di kulkas dan aku duduk di kursi disampingnya, setelah menceritakan apa yang telah ia alami Meli menyandarkan kepalanya ke lutut ku. Aku mengelus sedikit rambutnya dan bilang "semangat Mel" hanya itu saja yang bisa ku perbuat. Diyan datang ke dapur dan langsung berbincang-bincang, aku tidak ingat apa yang mereka bicarakan karena aku terfokus dengan situasi seperti ini. Iya ini alasan kenapa orang-orang ah maksud ku teman-teman ku tidak bisa memberikan solusi ketika aku mendapat cobaan, semua orang punya masalahnya sendiri terlalu egois untuk berharap besar mereka selalu ada.
Mel kau beruntung punya teman seperti Diyan yang sangat peka, mungkin saja tadi dia mendengarkan obrolan kita dan dia langsung kemari setelah kamu selesai bercerita, kalau aku punya rumah sendiri aku pasti izinin kamu untuk tinggal dan memberi sedikit kebahagian, mencicipi indahnya alam dan lupakan soal mencari uang. Pengennya begitu tapi aku tidak punya apa-apa.
Aku sedang mencuci piring, gelas dan yang lainnya hari pertama aku harus terlihat gesit agar tidak ada yang curiga kalau aku kerja di sini untuk memperbaiki sifat ku, yah soalnya niat yang tak disengaja karena pada malam kamarin aku disuruh langsung datang untuk melamar jadi pilihan sulit kalau ditolak kan sayang. Makanya niat aku bekerja tidak sempurna tapi aku akan berikan yang terbaik.
"ka gak usah ka biar aku saja besok" suaranya mulai serak
"gak papa Mel kan Meli lagi sakit"
Aku terus memaksanya, lagian aku masih kuat."kalau gitu aku bantu doa aja"
"ahaha doakan biar mental ku kuat aja Mel"
Entahlah, tiba-tiba saja hal itu terlintas di benakku. Meli pun mendoakan ku kemudian mengibas tangannya ke aku perumpamaan kalau doanya merasuk ke aku. Kami tertawa.
Ku harap dia tidak jatuh cinta pada ku.
Kabar baik untukku agar penggosip tidak lagi menanyai tentang diriku. Sulitnya aku hidup di lingkungan masyarakat ini karena pandangan Beater yang dengan mudahnya menilai seseorang, kalau orang-orang sudah menyerangku dengan gerak-gerik atau ucapan sindiran maka Beater akan mem-black list mereka.
Sore hari pertama aku bekerja di cafe Secret Garden, aku nebeng Herry. Ini sudah jam 3 kalau sampai ke cafe sekitar 8 menitan, aku telat tapi kata Herry gak papa lagian 1 jam untuk bersih-bersih jadi jam 4 cafenya buka. Setelah sampai aku sedikit gugup. Cafenya keren sekali khas taman-taman gitu, tumbuhan yang menjalar di pagar dinding di bagian luar dekat jalan seperti aslinya taman, apalagi saat malam tiba melihat lampu kecil kelap-kelip yang memperindah tempat ini, bisa dibilang aku kagum, nama dan dekorasi yang unik membuat perbedaan dengan cafe biasanya.
Aku akan diajari masak oleh Meli anak SMP kelas tiga, yup kelas tiga SMP. Cara menjelaskannya masih dibilang kaku yah wajar anak SMP. Aku harus memahami sendiri pola-pola cara memasak seperti apa yang dulu dimasak dan yang akan diperlukan saat terdesak. Meli asli jawa, dia baru 6 bulan tinggal di sini jadi untuk bisa berkomunikasi dengannya memakai bahasa Indonesia. Meli orangnya suka bicara dan sangat cocok berpasangan dengan orang pendiam sepertiku. Btw aku jadi pendiam karena kesulitan bicara dengannya dan menjaga wibawa agar tidak mencemari nama baik, lagain yang membuat aku diterima kerja disini karena Herry, sifatnya masih sama seperti dulu. Niat aku sebenarnya kerja di sini untuk mendapatkan pengalaman untuk karakter ku.. apakah akan baik-baik saja? kau tahu kan kalau aku tidak sungguh-sungguh, aku akan mudah menyerah. Bukan. Aku akan menggunakan seluruh kemampuan ku, semua yang aku bisa.
Ibu pemilik cafe ini mengancam Meli kalau aku belum bisa memasak berarti Meli yang disalahkan. Menakutkan. Aku jadi takut, tapi melihat Meli kayaknya akrab saja dengan ibu pemilik cafe ini, apa dia ibunya Meli? aku tidak ingin menanyakan nama ibu pemilik cafe ini karena menurutku itu tidak sopan jadi aku akan memanggilnya "bu" seperti yang lainnya.
"Perkenalkan nama ku Hafidz Rachmadana, tinggal di Jangkung RT 03.. aa hobiku main game" perkenalan singkat untuk sekedar tau tentang diriku, tidak terlalu formal. Oh iya tentang identitas biasanya mengumpul ijazah atau semacamnya, hmm mungkin cafe ini buka jam 3 sore sampai jam 10 malam untuk pelajar seperti Meli, duh aku jadi merasa bersalah seseorang pengangguran sepertiku kerja disini. Kesampingkan itu sekarang fokus dengan yang ada, yang terjadi biarlah terjadi semaksimal mungkin berkerja, berpikir, tata krama bicara, tingkah, dan yang lainnya. Tapi yah maunya fokus sih tapi si Meli malah sakit kepala. Beberapa menit sekali dia ngeluh kesakitan. "Kenapa anak SMP kayak elu malah kerja gini sih" gitu sih yang ingin ku sampaikan namun ku urungkan mungkin saja dia punya alasan tersendiri.
"kaka tinggi sekali sih" memaksa tubuhnya menyamai tinggiku dengan kursi kecil yang di naikinya.
"gak sampai loh cari bangku yang lain yang tinggi, oh iya tau gak Mel"
"hm?"
"sebelum bulan puasa dulu saat aku masih kelas satu SMA tinggi ku kayak tinggi mu lalu setelah bulan puasa berakhir tinggi ku langsung naik drastis" agak gagap
"heh masa?"
"makanya sering-sering berenang" eh kalau anak kota kayak Meli gak mungkin mau mandi di sungai "Meli bisa gak berenang?" aku bertanya
"bisa kak, bela diri bisa, lari sering juara,.. -"
Ni anak multi talenta ya? kata ku dalam hati, ini membuatku cemas.
"kakak bisa gak split kayak gini?..ee aw gak bisa lagi" meluruskan kaki kanan ke depan dan kaki kiri kebelakang seperti dasar gerakkan balet dan bela diri, aku paham yang ia maksud.
"ahh sedikit bisa" soalnya aku pernah melakukannya saat latihan karate dulu.
Sambil ngobrol aku belajar memasak darinya, aku tidak tau apakah harus memaksanya tegas mengajariku atau santai seperti ini. Dia juga lagi sakit. Kalau begini akan lambat aku mempelajarinya.
Jam 4 lewat, mumpung belum ada pelanggan aku izin sholat dulu.
"Her di sini mesjid atau langgar dekat mana ya?"
Aku pergi dengan Herry keluar untuk sholat dengan kendaraan milik Diyan, aku meminjamnya. Sesampainya di mesjid dekat sini aku langsung saja bergegas mencari tempat wudhu. Lebih baik tidak sholat berjamaah soalnya kalau aku sholat berjamaah akan memakan waktu lama dan juga sore panas-panas begini membuatku mudah berkeringat. Kalau pakai baju kokoh menyulitkan ku membawanya dan mengganti tiap jam sholat, intinya aku ingin menghemat waktu, berarti prioritas ku adalah kerja. Sebisa mungkin iman kecil dalam hati ku ini tidak boleh padam, kalau aku tidak mengerjakan apa yang diperintahkan oleh-Nya itu sama saja seperti mayat hidup, jauh lebih buruk daripada kematian. Apakah bekerja memang harus berkorban waktu seperti ini?
"kakak sering tepat waktu ya sholat?"
"iya rasanya sayang banget kalau gak tepat waktu sholat sementara aku punya banyak waktu di rumah"
Aku akan menjawab sejujurnya dan sebisa mungkin tidak membujuknya ataupun memaksanya untuk mengerjakan sholat. Kalau aku membujuknya dia akan sedikit menghindari ku apalagi memaksanya. Memaksa orang lain untuk menjadi yang kita inginkan begitu egois, aku sudah mempelajarinya dari berbagai pengalaman.
"Mel kamu tinggal di sini ya?"
"iya kak soalnya aku cuman berdua di kota ini dengan kaka sepupu ku"
Dengan mudahnya Meli menceritakan tentang dirinya. Ayah dan ibunya telah tiada begitu juga dengan kakek neneknya. Dia anak satu-satunya. Jadi intinya dia datang ke sini dengan kakak sepupunya untuk berkerja. Syukurlah ada tempat ini untuknya. Sebetulnya dia tidak menetap, mungkin pemilik cafe di sini yang mengizinkan tinggal. Inilah tadi yang membuat ku cemas, seseorang yang memiliki kelebihan pasti juga memiliki kekurangan dengan ketetapan kalau cobaan yang diberikan sama alias timbangan kekurangan dan kelebihan menunjukkan 50%, orang yang seperti Meli sangat banyak di dunia ini. Aku bersimpati dengannya, di usia muda begini Meli sudah mendapatkan ujian besar.
Aku tersadar. Bagaimana aku menyikapi permasalahan ini? apa yang harus ku katakan padanya?
Dia sedang bersandar di kulkas dan aku duduk di kursi disampingnya, setelah menceritakan apa yang telah ia alami Meli menyandarkan kepalanya ke lutut ku. Aku mengelus sedikit rambutnya dan bilang "semangat Mel" hanya itu saja yang bisa ku perbuat. Diyan datang ke dapur dan langsung berbincang-bincang, aku tidak ingat apa yang mereka bicarakan karena aku terfokus dengan situasi seperti ini. Iya ini alasan kenapa orang-orang ah maksud ku teman-teman ku tidak bisa memberikan solusi ketika aku mendapat cobaan, semua orang punya masalahnya sendiri terlalu egois untuk berharap besar mereka selalu ada.
Mel kau beruntung punya teman seperti Diyan yang sangat peka, mungkin saja tadi dia mendengarkan obrolan kita dan dia langsung kemari setelah kamu selesai bercerita, kalau aku punya rumah sendiri aku pasti izinin kamu untuk tinggal dan memberi sedikit kebahagian, mencicipi indahnya alam dan lupakan soal mencari uang. Pengennya begitu tapi aku tidak punya apa-apa.
Aku sedang mencuci piring, gelas dan yang lainnya hari pertama aku harus terlihat gesit agar tidak ada yang curiga kalau aku kerja di sini untuk memperbaiki sifat ku, yah soalnya niat yang tak disengaja karena pada malam kamarin aku disuruh langsung datang untuk melamar jadi pilihan sulit kalau ditolak kan sayang. Makanya niat aku bekerja tidak sempurna tapi aku akan berikan yang terbaik.
"ka gak usah ka biar aku saja besok" suaranya mulai serak
"gak papa Mel kan Meli lagi sakit"
Aku terus memaksanya, lagian aku masih kuat."kalau gitu aku bantu doa aja"
"ahaha doakan biar mental ku kuat aja Mel"
Entahlah, tiba-tiba saja hal itu terlintas di benakku. Meli pun mendoakan ku kemudian mengibas tangannya ke aku perumpamaan kalau doanya merasuk ke aku. Kami tertawa.
Ku harap dia tidak jatuh cinta pada ku.
Selasa, 17 Juli 2018
Alam Bawah Sadar
Siapa yang tau apa yang dilakukan arwah kita saat kita tidur. Sejak kecil aku berpendapat kalau kita tidur arwah kita berjalan-jalan melakukan hal yang tidak kita sadari atau lebih tepatnya memiliki pikiran sendiri. Sedikit kesadaran dari tubuh kita yang tersambung dengan arwah itu yang menyebabkan mimpi.
Yah itu hanya pendapatku waktu kecil, rupanya proses mimpi bisa kita jelaskan secara ilmiah. Aku sedikit percaya kalau mimpi juga bisa memberi kita penglihatan masa depan, mimpi yang bukan sembarangan mimpi pastinya.
Aku tertarik dengan alam bawah sadar. Pernah aku mendapat informasi kalau kita manusia hanya bisa menggunakan 20% saja dari kemampuan kapasitas otak kita, mencakupi seperti kita belajar. Sisanya 80% tanpa kita sadari atau alam bawah sadar. Aku pernah menonton film Lucy yang mampu menggunakan 100% kemampuan otaknya, kekuatan yang tak terbayangkan, sudah jadi dewa saja. Film itu sedikit membuka penglihatanku tentang dunia ini. Aku penasaran kalau kita sudah di surga apakah kita bisa menggunakan otak kita dengan maksimal? pertanyaan yang sulit, jauh dari yang bisa kita bayangkan. Kemampuan otak yang diluar nalar? hmm aku harap otak kalian tidak keseleo.
Kesadaran alam bawah sadar kita mungkin saja yang mengontrol kerja jantung, usus, ginjal dan yang lainnya. Mengetahui sedikit tentang itu membuatku takut, bagaimana saat pingsan aku lupa memerintahkan jantung untuk tetap berdetak, uah. Apakah kalian pernah menonton anime Kiseijuu Sei no Kakuritsu? yang mana tangan tokoh utamanya diambil alih oleh alien dan dapat seenaknya mengubah komponen tangan menjadi senjata, keras, dan tajam. Yah seperti itulah bila seenak jidatnya kita bisa menggunakan otak kita secara maksimal.
==========
Mimpi juga bisa memberitahukan sifat kita sesungguhnya. Mimpi yang paling ku ingat dan berkesan ketika bermimpi Loki adiknya Thor haha. Saat itu aku dalam misi dan bertemu musuh si Loki. Aku bilang ke Loki kalau akan merahasiakan keberadaannya tapi aku malah di curigai olehnya dan berniat menyerang ku padahal aku sudah berkata jujur tapi dia tak percaya. Sebelum menyerang aku sudah merasakan niat buruknya. Sempat aku menangkis suntikan pelumpuhnya dengan tangan kosong tapi ada celah dari pertahananku dan akhirnya suntikan itu mengenaiku.
"Aku bilang aku tidak akan menyerang mu" dalam keadaan setengah sadar oleh efek suntikan bius.
Aku tidak menyerah, aku lancarkan serangan pukulan ke wajahnya sebelum pingsan di alam mimpi itu. Aku terbangun dari tidur ku dan kesal dengan si Loki haha padahal aku sudah jujur. Kalau berhubungan dengan sesuatu yang penting dari seseorang aku akan menjaganya, ini dasar sifat ku tapi yah masih ada kesempatan untuk membocorkannya kalau memang itu juga sama pentingnya. Lihat situasi begitulah.
Pada dasarnya alam mimpi itu adalah alam bawah sadar dan kita menanggapi mimpi itu juga dengan alam bawah sadar kita. Kita penakut juga takut, kita ceria juga ceria, kita pemarah juga pemarah. Di dalam alam mimpi kita hanya bermodal sifat kita yang sesungguhnya.
Mimpi juga memberikan pengalaman buat kita. Coba kita lihat banyaknya mimpi yang kita alami selama ini, mimpi terbang, mimpi si doi, mimpi setan, begitu banyak mimpi yang kita alami memberikan kita pengalaman diluar keinginan kita. Siap belum siap kita harus berhadapan dengan pengalaman aneh yang tak pernah kita inginkan. Tentang teman ku Aulia yang sering memimpikan mantannya(membaca dari blognya), dalam mimpi itu dia selalu ingin minta maaf dengan mantannya tapi tak pernah kesampaian. Apa yang ia inginkan dari lubuk hatinya itulah yang akan ia lakukan di dalam mimpi tersebut. Aku juga pernah bermimpi ibuku yang ku ceritakan di episode dunia paralel karena saat itulah apa yang sedang aku inginkan, keberadaannya.
==========
Mengenai lucid dream, mimpi yang bisa kita buat dan kita rasakan. Untuk apa? pikirku begitu. Di kenyataan aku tidak pernah berharap lebih pada sesuatu. Mainan? Istri? si doi? cita-cita? kendaraan mewah? istana? mimpi vulgar? what da hell, aku tidak pernah berharap lebih pada sesuatu, di dunia ini yang aku inginkan adalah hidup dengan damai dan aku sudah mendapatkannya. Aku sudah puas. Tidak ada yang aku inginkan, aku hanya menanti cobaan yang datang dan memperbaiki diri. Lucid dream yang kita buat berdasarkan apa yang kita inginkan dengan sadar. Aku tidak tau sih bagaimana caranya masuk ke lucid dream karena aku merasa terancam kalau berurusan dengan hal yang tidak aku ketahui. Pertahanan sangat diperlukan dan camkan itu dalam diri kita untuk memperkuat naluri.
Jangan pernah main-main dengan alam bawah sadar, resikonya begitu besar.
Yah itu hanya pendapatku waktu kecil, rupanya proses mimpi bisa kita jelaskan secara ilmiah. Aku sedikit percaya kalau mimpi juga bisa memberi kita penglihatan masa depan, mimpi yang bukan sembarangan mimpi pastinya.
Aku tertarik dengan alam bawah sadar. Pernah aku mendapat informasi kalau kita manusia hanya bisa menggunakan 20% saja dari kemampuan kapasitas otak kita, mencakupi seperti kita belajar. Sisanya 80% tanpa kita sadari atau alam bawah sadar. Aku pernah menonton film Lucy yang mampu menggunakan 100% kemampuan otaknya, kekuatan yang tak terbayangkan, sudah jadi dewa saja. Film itu sedikit membuka penglihatanku tentang dunia ini. Aku penasaran kalau kita sudah di surga apakah kita bisa menggunakan otak kita dengan maksimal? pertanyaan yang sulit, jauh dari yang bisa kita bayangkan. Kemampuan otak yang diluar nalar? hmm aku harap otak kalian tidak keseleo.
Kesadaran alam bawah sadar kita mungkin saja yang mengontrol kerja jantung, usus, ginjal dan yang lainnya. Mengetahui sedikit tentang itu membuatku takut, bagaimana saat pingsan aku lupa memerintahkan jantung untuk tetap berdetak, uah. Apakah kalian pernah menonton anime Kiseijuu Sei no Kakuritsu? yang mana tangan tokoh utamanya diambil alih oleh alien dan dapat seenaknya mengubah komponen tangan menjadi senjata, keras, dan tajam. Yah seperti itulah bila seenak jidatnya kita bisa menggunakan otak kita secara maksimal.
==========
Mimpi juga bisa memberitahukan sifat kita sesungguhnya. Mimpi yang paling ku ingat dan berkesan ketika bermimpi Loki adiknya Thor haha. Saat itu aku dalam misi dan bertemu musuh si Loki. Aku bilang ke Loki kalau akan merahasiakan keberadaannya tapi aku malah di curigai olehnya dan berniat menyerang ku padahal aku sudah berkata jujur tapi dia tak percaya. Sebelum menyerang aku sudah merasakan niat buruknya. Sempat aku menangkis suntikan pelumpuhnya dengan tangan kosong tapi ada celah dari pertahananku dan akhirnya suntikan itu mengenaiku.
"Aku bilang aku tidak akan menyerang mu" dalam keadaan setengah sadar oleh efek suntikan bius.
Aku tidak menyerah, aku lancarkan serangan pukulan ke wajahnya sebelum pingsan di alam mimpi itu. Aku terbangun dari tidur ku dan kesal dengan si Loki haha padahal aku sudah jujur. Kalau berhubungan dengan sesuatu yang penting dari seseorang aku akan menjaganya, ini dasar sifat ku tapi yah masih ada kesempatan untuk membocorkannya kalau memang itu juga sama pentingnya. Lihat situasi begitulah.
Pada dasarnya alam mimpi itu adalah alam bawah sadar dan kita menanggapi mimpi itu juga dengan alam bawah sadar kita. Kita penakut juga takut, kita ceria juga ceria, kita pemarah juga pemarah. Di dalam alam mimpi kita hanya bermodal sifat kita yang sesungguhnya.
Mimpi juga memberikan pengalaman buat kita. Coba kita lihat banyaknya mimpi yang kita alami selama ini, mimpi terbang, mimpi si doi, mimpi setan, begitu banyak mimpi yang kita alami memberikan kita pengalaman diluar keinginan kita. Siap belum siap kita harus berhadapan dengan pengalaman aneh yang tak pernah kita inginkan. Tentang teman ku Aulia yang sering memimpikan mantannya(membaca dari blognya), dalam mimpi itu dia selalu ingin minta maaf dengan mantannya tapi tak pernah kesampaian. Apa yang ia inginkan dari lubuk hatinya itulah yang akan ia lakukan di dalam mimpi tersebut. Aku juga pernah bermimpi ibuku yang ku ceritakan di episode dunia paralel karena saat itulah apa yang sedang aku inginkan, keberadaannya.
==========
Mengenai lucid dream, mimpi yang bisa kita buat dan kita rasakan. Untuk apa? pikirku begitu. Di kenyataan aku tidak pernah berharap lebih pada sesuatu. Mainan? Istri? si doi? cita-cita? kendaraan mewah? istana? mimpi vulgar? what da hell, aku tidak pernah berharap lebih pada sesuatu, di dunia ini yang aku inginkan adalah hidup dengan damai dan aku sudah mendapatkannya. Aku sudah puas. Tidak ada yang aku inginkan, aku hanya menanti cobaan yang datang dan memperbaiki diri. Lucid dream yang kita buat berdasarkan apa yang kita inginkan dengan sadar. Aku tidak tau sih bagaimana caranya masuk ke lucid dream karena aku merasa terancam kalau berurusan dengan hal yang tidak aku ketahui. Pertahanan sangat diperlukan dan camkan itu dalam diri kita untuk memperkuat naluri.
Jangan pernah main-main dengan alam bawah sadar, resikonya begitu besar.
Senin, 16 Juli 2018
Jati Diri?
{{{Zona Islam}}}
Tanpa sadar selama ini aku telah mencari jati diriku. Siapa aku? mengapa aku? bagaimana aku? kapan aku? dan berbagai pertanyaan yang muncul di benakku.
Siapa aku? aku adalah manusia. Kenapa aku jadi manusia? apakah sebuah misi? dalam agama islam manusia adalah makhluk surga keturunan Nabi Adam a.s. Perjalanan hidup manusia telah ditakdirkan untuk turun ke bumi. Kenapa manusia diturunkan ke bumi? untuk di uji dan diberi pengetahuan.
Untuk menjawab semua pertanyaan kita tidak boleh menentang atau berprasangka buruk dengan Pencipta kita, seperti bertanya kenapa harus diuji kan bisa saja langsung dimasukkan ilmunya ke dalam otak manusia, itu melanggar sekaligus pertanyaan yang mustahil dijawab. Kita sudah ditakdirkan untuk berjuang di bumi menjadi orang baik dan alim. Surga bukan tempatnya orang sombong. Tak hanya manusia yang diuji makhluk lain pun juga seperti Jin. Semua cobaan yang kita lewati tak lain tak bukan agar manusia ke jalan yang lebih baik.
Menjadi orang baik yang bisa menaungi seseorang, menjadi kekasih-Nya dengan taat beribadah, menjadi seseorang yang bisa menyampaikan kebaikan, menjadi seseorang pemurah hati, semua yang baik dalam kondisi dasar manusia. Bukan menjadi seseorang yang membawa mudarat kepada yang lain seperti teroris. Kenapa teroris? mereka islam tapi tindakan mereka bukan seperti yang diajarkan oleh Nabi kita Nabi terakhir Muhammad saw. Kita yang bisa berpikir pasti menyangkal tindakan teroris. Jika semua orang adalah teroris bagaimana kita akan hidup? baru keluar rumah sudah di bom, kan konyol. Coba bayangkan kalau semua orang baik, bila keluar rumah sudah disapa ramah oleh tetangga dengan senyuman hangat , tetangga membawakan makanan, kita sakit semua tetangga menjenguk, hati akan adem dunia damai yang kita impikan. Tak perlu memakai material khas kerajaan seperti di Asgard cukup tetangga baik yang senang melihat kita senang itupun tanpa sadar membuat kita bahagia.
Misi manusia adalah menjadi baik bagi yang berpikir. Kenapa berpikir menunjukkan siapa kita? coba lihat lagi teroris apakah mereka orang yang berpikir? kenapa tidak? karena mereka membahayakan yang lain, tidak menghargai yang hidup, tak hanya manusia yang mereka bunuh ledakkan yang mereka buat juga menghancurkan sekitar yang telah susuh payah dibuat bahkan serangga ataupun tumbuhan juga ikut terkena dampak ke egosian mereka. Walaupun hapal Al-Quran tapi tidak dijadikan pedoman hidup tetap saja termasuk orang yang tak berpikir.
Kata guru kita disekolah jika kita memasuki tahap dewasa berarti bisa membedakan yang mana buruk dan juga baik, kita menimbang berdasarkan pengalaman kita.
Kita bebas melakukan apa yang kita mau. Kita makan, tidur, olahraga, gosok gigi semuanya bebas kita lakukan. Tapi kenapa semuanya hampa? kita hadir di bumi apakah hanya untuk mengeruk hasil alam? kalau hanya mengeruk hasil alam kita akan mati, mengeruk berarti berkurang. Di mana pun kita berada kita pasti akan makan. Makan hasil alam berarti berkurang. Berkurang berarti akan habis. Alam ini akan hancur. Lalu apa gunanya penghargaan, istana, jabatan, penampilan, semua akan hilang. Lalu jika kita mati apakah hanya sampai situ saja dan menghilang di ruang angkasa?
Jadi apa gunanya berbuat baik dan jahat?
Seseorang yang sepanjang hidupnya dijadikan budak, disiksa dan tindakan kekerasan lainnya. Kalian sudah paham kan kenapa manusia sulit untuk keluar angkasa dan secara kebetulan ada yang namanya agama, bukan itu bukan kebetulan semuanya sudah ada yang mengatur.
Coba lihatlah sekeliling mu, orang-orang sibuk dengan urusan mereka sendiri, setiap orang memiliki pikirannya sendiri. Siapa yang tahu yang mereka usahakan tidak ada hasilnya, mereka berkerja hanya untuk melanjutkan hidup dan bila sampai umurnya mereka mati, begitu saja, atau reinkarnasi, pengulangan hidup? jika hidup ditakdirkan untuk disiksa? lalu siapa yang membuat takdir? kenapa kita bisa tau kalau umur dunia ini tinggal sebentar lagi? kenapa ada kiamat? coba pegang tangan kalian, itu namanya kulit? daging? kita begitu rapuh, jika kita hiris kulit kita dengan pisau pasti rasanya sakit. kenapa sakit? kenapa kita diciptakan dengan kekurangan? kelebihan muncul karena kekurangan. Untuk apa kelebihan? untuk dibanggakan?
semoga otak kalian gak keseleo wkwk..
Tanpa sadar selama ini aku telah mencari jati diriku. Siapa aku? mengapa aku? bagaimana aku? kapan aku? dan berbagai pertanyaan yang muncul di benakku.
Siapa aku? aku adalah manusia. Kenapa aku jadi manusia? apakah sebuah misi? dalam agama islam manusia adalah makhluk surga keturunan Nabi Adam a.s. Perjalanan hidup manusia telah ditakdirkan untuk turun ke bumi. Kenapa manusia diturunkan ke bumi? untuk di uji dan diberi pengetahuan.
Untuk menjawab semua pertanyaan kita tidak boleh menentang atau berprasangka buruk dengan Pencipta kita, seperti bertanya kenapa harus diuji kan bisa saja langsung dimasukkan ilmunya ke dalam otak manusia, itu melanggar sekaligus pertanyaan yang mustahil dijawab. Kita sudah ditakdirkan untuk berjuang di bumi menjadi orang baik dan alim. Surga bukan tempatnya orang sombong. Tak hanya manusia yang diuji makhluk lain pun juga seperti Jin. Semua cobaan yang kita lewati tak lain tak bukan agar manusia ke jalan yang lebih baik.
Menjadi orang baik yang bisa menaungi seseorang, menjadi kekasih-Nya dengan taat beribadah, menjadi seseorang yang bisa menyampaikan kebaikan, menjadi seseorang pemurah hati, semua yang baik dalam kondisi dasar manusia. Bukan menjadi seseorang yang membawa mudarat kepada yang lain seperti teroris. Kenapa teroris? mereka islam tapi tindakan mereka bukan seperti yang diajarkan oleh Nabi kita Nabi terakhir Muhammad saw. Kita yang bisa berpikir pasti menyangkal tindakan teroris. Jika semua orang adalah teroris bagaimana kita akan hidup? baru keluar rumah sudah di bom, kan konyol. Coba bayangkan kalau semua orang baik, bila keluar rumah sudah disapa ramah oleh tetangga dengan senyuman hangat , tetangga membawakan makanan, kita sakit semua tetangga menjenguk, hati akan adem dunia damai yang kita impikan. Tak perlu memakai material khas kerajaan seperti di Asgard cukup tetangga baik yang senang melihat kita senang itupun tanpa sadar membuat kita bahagia.
Misi manusia adalah menjadi baik bagi yang berpikir. Kenapa berpikir menunjukkan siapa kita? coba lihat lagi teroris apakah mereka orang yang berpikir? kenapa tidak? karena mereka membahayakan yang lain, tidak menghargai yang hidup, tak hanya manusia yang mereka bunuh ledakkan yang mereka buat juga menghancurkan sekitar yang telah susuh payah dibuat bahkan serangga ataupun tumbuhan juga ikut terkena dampak ke egosian mereka. Walaupun hapal Al-Quran tapi tidak dijadikan pedoman hidup tetap saja termasuk orang yang tak berpikir.
Kata guru kita disekolah jika kita memasuki tahap dewasa berarti bisa membedakan yang mana buruk dan juga baik, kita menimbang berdasarkan pengalaman kita.
Kita bebas melakukan apa yang kita mau. Kita makan, tidur, olahraga, gosok gigi semuanya bebas kita lakukan. Tapi kenapa semuanya hampa? kita hadir di bumi apakah hanya untuk mengeruk hasil alam? kalau hanya mengeruk hasil alam kita akan mati, mengeruk berarti berkurang. Di mana pun kita berada kita pasti akan makan. Makan hasil alam berarti berkurang. Berkurang berarti akan habis. Alam ini akan hancur. Lalu apa gunanya penghargaan, istana, jabatan, penampilan, semua akan hilang. Lalu jika kita mati apakah hanya sampai situ saja dan menghilang di ruang angkasa?
Jadi apa gunanya berbuat baik dan jahat?
Seseorang yang sepanjang hidupnya dijadikan budak, disiksa dan tindakan kekerasan lainnya. Kalian sudah paham kan kenapa manusia sulit untuk keluar angkasa dan secara kebetulan ada yang namanya agama, bukan itu bukan kebetulan semuanya sudah ada yang mengatur.
Coba lihatlah sekeliling mu, orang-orang sibuk dengan urusan mereka sendiri, setiap orang memiliki pikirannya sendiri. Siapa yang tahu yang mereka usahakan tidak ada hasilnya, mereka berkerja hanya untuk melanjutkan hidup dan bila sampai umurnya mereka mati, begitu saja, atau reinkarnasi, pengulangan hidup? jika hidup ditakdirkan untuk disiksa? lalu siapa yang membuat takdir? kenapa kita bisa tau kalau umur dunia ini tinggal sebentar lagi? kenapa ada kiamat? coba pegang tangan kalian, itu namanya kulit? daging? kita begitu rapuh, jika kita hiris kulit kita dengan pisau pasti rasanya sakit. kenapa sakit? kenapa kita diciptakan dengan kekurangan? kelebihan muncul karena kekurangan. Untuk apa kelebihan? untuk dibanggakan?
semoga otak kalian gak keseleo wkwk..
Pengalaman Buruk
Pengalaman paling terburuk ku saat aku magang dulu. Memalukan sekaligus penyesalan. Pada waktu itu sepanjang bulan ramadhan aku menggunakan kekuatan ku berlebihan.
Aku ingin hasil yang terbaik, aku tidak ingin terlihat lemah, aku ingin lebih membahagiakan disekitar ku. Keluarga, tempat kerja, juga agama aku mengincar semuanya akibatnya tubuhku melewati batas, muka ku serasa bengkak, dada kiri ku sakit, kurang tidur, dan rasa kelelahan karena semuanya ditingkatkan dalam waktu singkat. Ceroboh sekali, aku terlalu tergiur untuk melakukan hal yang baik secara bersamaan.
Hasil kerja ku memang bagus dan atasan ingin memperpanjang kontrak ku tapi aku tidak sanggup lagi, rasanya sakit sekali, tiap kali jantung ku berdetak serasa ditusuk jarum, hanya rasa tanggung jawab yang membuat ku bertahan dari rasa sakit itu.
Aku memutuskan untuk berhenti, aku takkan bertahan lama. Secara terpaksa Fahmi teman magang ku menggantikan untuk perpanjangan kontrak, aku akan dibencinya selamanya, gak, tapi semua teman kerja ku. Senjata makan tuan. Kekuatan Beater ibarat pedang bermata dua, semakin lama menggunakannya semakin banyak bayaran yang harus ditebus.
Keluarga ku curiga dengan ku, mungkin aku memang orang yang pemalas yang ingin bersantai di rumah, begitulah mungkin. Di lihat dari luar pun aku tau semua sifat buruk keluarga ku, jika baru bertemu pun demikian. Apa sih salah ku? bahkan ibuku tidak pernah membenci ku, tatapan itu membuatku sakit hati, tidak ada yang peduli dengan ku. Teman ku memang hanya bisa dibawa asik bukan tempat untuk menyembuh kan rasa sakit ini, jadi pilihan ku hanya mengubur rasa bersalah dan penyesalan ini. Aku ini hina sekali ya. Siapa saja tolong aku. Aku dibenci. Jika aku bunuh diri pun pasti tidak akan ada yang menangis untuk ku, jika orang itu ada dia satu-satunya adalah ibuku. Aku tidak tau lagi untuk apa aku berjuang selama ini, semuanya yang ingin ku perbaiki malah diserang balik. Aku dikucilkan sebagai balasan apa yang telah ku perbuat. Hampa.
Aku pernah berpikir untuk lepas kendali. Aku sangat marah. Tapi aku tidak punya kekuatan lagi, butuh waktu lama untuk pulih. Tenang saja aku masih bisa mengontrol emosiku. Ah lupakan.
Hidup dengan rasa bersalah dan penyesalan belum berakhir. Ketika merenovasi rumah, nenekku menyewa tukang bangunan dari keluarga ku. Aku membencinya. Kenapa? soalnya dia itu suka menggosip, tua, banyak omong kosong, agama lemah dan ingin menegurku. Padahal dibayar untuk bekerja bukan untuk menegurku. Mengganggu sekali, tiap kali aku berbuat salah tatapannya seolah-olah sedang merendahkan ku. Aku sudah mulai terbiasa dan aku putuskan dalam diriku untuk tidak memaafkannya, sekali pun sampai nangis darah.
Biasanya kita melakukan kebiasaan buruk tanpa kita sadari, makanya aku memutuskan untuk lebih sadar dengan diriku, apa, siapa, mengapa, semuanya aku mencoba menjawab pertanyaan hidup. Karena itulah banyaknya jawaban yang telah di dapat membedakan siapa kita.
Aku masih ingat pesan teman kerja ku disana, katanya aku harus memperbaiki agama ku. Saat istirahat aku sering mengobrol dengannya, tentu saja dia sudah tua dan sudah punya anak. Emosinya stabil sekali, dia tau bagaimana cara berbicara dengan orang lain, membuatnya nyaman dijadikan tempat untuk curhat. Naluri ku mengatakan kalau dia sudah tau apa yang sedang aku sembunyikan saat itu. Sesibuknya dia masih sempat menghargai orang lain. Aku menghargainya dengan mengikuti sarannya.
Kenapa aku mengungkit pengalaman buruk ku? mungkin dengan mengungkitnya dan memberitahukan ke sebagian orang dapat membuatku move on. Atau kah dengan menebusnya?
Jujur rasa bersalah dan penyesalan ini membelenggu ku. Bukan hanya dari satu pengalaman saja. Banyak pengalaman buruk yang meninggalkan rasa bersalah dan penyesalan. Akibatnya aku menjadi trauma, membuatku ragu untuk melangkah.
Kalau sudah terpuruk begini rasanya sulit sekali untuk maju, dan juga semakin banyak aku memiliki keinginan menambah kesulitan untuk menginjak langkah pertama. Kalian tahu dulu bila lulus sekolah SD, SMP aku tidak pernah berencana untuk memilih sekolah yang akan ku lanjutkan, maksudnya aku hanya mengikuti alur saja. Eskul pun juga ikut-ikutan teman.
Aku tidak memiliki motivator dalam hidupku. Bila masalah datang aku akan bersedih dan terus bersedih, bila marah akan terus marah, bila ceria akan terus ceria. Begitu saja roda kehidupan ku berputar tapi aku menikmatinya.
Aku tidak berencana untuk seperti ini selamanya. Apa gunanya memperbaiki diri kalau masih punya kelemahan. Tapi yahh ini merepotkan berhadapan dengan masalah kelemahan kita, ibaratnya bertempur gak pakai pelindung cuman modal senjata doang. Takut iya gua takut. Kalau salah bakalan terpuruk lagi. Terombang-ambing lagi. Jadi ya intinya bagaimana cara aku berpikir dan bertindak dalam menghadapi masalah. Terus berputar-putar berpikir mencari solusi terbaik.
Aku ingin hasil yang terbaik, aku tidak ingin terlihat lemah, aku ingin lebih membahagiakan disekitar ku. Keluarga, tempat kerja, juga agama aku mengincar semuanya akibatnya tubuhku melewati batas, muka ku serasa bengkak, dada kiri ku sakit, kurang tidur, dan rasa kelelahan karena semuanya ditingkatkan dalam waktu singkat. Ceroboh sekali, aku terlalu tergiur untuk melakukan hal yang baik secara bersamaan.
Hasil kerja ku memang bagus dan atasan ingin memperpanjang kontrak ku tapi aku tidak sanggup lagi, rasanya sakit sekali, tiap kali jantung ku berdetak serasa ditusuk jarum, hanya rasa tanggung jawab yang membuat ku bertahan dari rasa sakit itu.
Aku memutuskan untuk berhenti, aku takkan bertahan lama. Secara terpaksa Fahmi teman magang ku menggantikan untuk perpanjangan kontrak, aku akan dibencinya selamanya, gak, tapi semua teman kerja ku. Senjata makan tuan. Kekuatan Beater ibarat pedang bermata dua, semakin lama menggunakannya semakin banyak bayaran yang harus ditebus.
Keluarga ku curiga dengan ku, mungkin aku memang orang yang pemalas yang ingin bersantai di rumah, begitulah mungkin. Di lihat dari luar pun aku tau semua sifat buruk keluarga ku, jika baru bertemu pun demikian. Apa sih salah ku? bahkan ibuku tidak pernah membenci ku, tatapan itu membuatku sakit hati, tidak ada yang peduli dengan ku. Teman ku memang hanya bisa dibawa asik bukan tempat untuk menyembuh kan rasa sakit ini, jadi pilihan ku hanya mengubur rasa bersalah dan penyesalan ini. Aku ini hina sekali ya. Siapa saja tolong aku. Aku dibenci. Jika aku bunuh diri pun pasti tidak akan ada yang menangis untuk ku, jika orang itu ada dia satu-satunya adalah ibuku. Aku tidak tau lagi untuk apa aku berjuang selama ini, semuanya yang ingin ku perbaiki malah diserang balik. Aku dikucilkan sebagai balasan apa yang telah ku perbuat. Hampa.
Aku pernah berpikir untuk lepas kendali. Aku sangat marah. Tapi aku tidak punya kekuatan lagi, butuh waktu lama untuk pulih. Tenang saja aku masih bisa mengontrol emosiku. Ah lupakan.
Hidup dengan rasa bersalah dan penyesalan belum berakhir. Ketika merenovasi rumah, nenekku menyewa tukang bangunan dari keluarga ku. Aku membencinya. Kenapa? soalnya dia itu suka menggosip, tua, banyak omong kosong, agama lemah dan ingin menegurku. Padahal dibayar untuk bekerja bukan untuk menegurku. Mengganggu sekali, tiap kali aku berbuat salah tatapannya seolah-olah sedang merendahkan ku. Aku sudah mulai terbiasa dan aku putuskan dalam diriku untuk tidak memaafkannya, sekali pun sampai nangis darah.
Biasanya kita melakukan kebiasaan buruk tanpa kita sadari, makanya aku memutuskan untuk lebih sadar dengan diriku, apa, siapa, mengapa, semuanya aku mencoba menjawab pertanyaan hidup. Karena itulah banyaknya jawaban yang telah di dapat membedakan siapa kita.
Aku masih ingat pesan teman kerja ku disana, katanya aku harus memperbaiki agama ku. Saat istirahat aku sering mengobrol dengannya, tentu saja dia sudah tua dan sudah punya anak. Emosinya stabil sekali, dia tau bagaimana cara berbicara dengan orang lain, membuatnya nyaman dijadikan tempat untuk curhat. Naluri ku mengatakan kalau dia sudah tau apa yang sedang aku sembunyikan saat itu. Sesibuknya dia masih sempat menghargai orang lain. Aku menghargainya dengan mengikuti sarannya.
Kenapa aku mengungkit pengalaman buruk ku? mungkin dengan mengungkitnya dan memberitahukan ke sebagian orang dapat membuatku move on. Atau kah dengan menebusnya?
Jujur rasa bersalah dan penyesalan ini membelenggu ku. Bukan hanya dari satu pengalaman saja. Banyak pengalaman buruk yang meninggalkan rasa bersalah dan penyesalan. Akibatnya aku menjadi trauma, membuatku ragu untuk melangkah.
Kalau sudah terpuruk begini rasanya sulit sekali untuk maju, dan juga semakin banyak aku memiliki keinginan menambah kesulitan untuk menginjak langkah pertama. Kalian tahu dulu bila lulus sekolah SD, SMP aku tidak pernah berencana untuk memilih sekolah yang akan ku lanjutkan, maksudnya aku hanya mengikuti alur saja. Eskul pun juga ikut-ikutan teman.
Aku tidak memiliki motivator dalam hidupku. Bila masalah datang aku akan bersedih dan terus bersedih, bila marah akan terus marah, bila ceria akan terus ceria. Begitu saja roda kehidupan ku berputar tapi aku menikmatinya.
Aku tidak berencana untuk seperti ini selamanya. Apa gunanya memperbaiki diri kalau masih punya kelemahan. Tapi yahh ini merepotkan berhadapan dengan masalah kelemahan kita, ibaratnya bertempur gak pakai pelindung cuman modal senjata doang. Takut iya gua takut. Kalau salah bakalan terpuruk lagi. Terombang-ambing lagi. Jadi ya intinya bagaimana cara aku berpikir dan bertindak dalam menghadapi masalah. Terus berputar-putar berpikir mencari solusi terbaik.
Senin, 02 Juli 2018
Zheill
Zheill.. salah satu karakter ku yang lainnya. Warnanya biru gelap, kalem, banyak berpikir, cerdas buatan dan logis. Karakter ku yang satu ini jarang sekali dipakai karena kondisi tertentu saja. Beda dengan Beater karena sering berbaur dengan masyarakat. Zheill, namanya ku dapat dari Fikri teman SD dulu saat membantu ku membuat nama belakang FB ku. Hapis K'ren (Zheill), awalnya aku berpikir Zheill itu artinya jahil. Aku tidak terlalu suka, awalnya emang begitu tapi ketika aku ingin menamai karakter baru ini aku jadi teringat nama Zheill, seperti bukan sembarangan nama ataupun kalimat. Bahkan dengan insting aku mencoba merasakan apa dibalik kalimat itu tetap tidak ada hasil, jadi aku menambahkan satu sifat dari Zheill yaitu misterius.
Kau tahu Vampire? tapi vampire dalam film romantis, selalu saja cool, kalem dan sosok yang misterius.Tapi jangan samakan aku dengan Vampire Romance ditiap aku memakai karakter Zheill haha.
Karakter Zheill sudah ada sedari kecil hanya saja aku tidak bisa menyadarinya, bila aku memakai karakter ini semuanya sangat tenang dan alami, beda dengan Beater. Misalkan Beater adalah api berarti Zheill adalah es. Berbanding terbalik. Dia disukai, sering diperhatikan, banyak perempuan yang penasaran dengannya namun kadang pikirkan yang terlalu logis dapat membuat orang lain terluka dengan jawabannya. Penuh rencana dan mudah dilupakan. Seperti yang ku bilang diawal tadi kalau pemicu untuk menggunakan karakter ini dalam kondisi tertentu saja, seperti sendirian. Sendirian bisa berarti sedang berpikir tenang layaknya embun, terbuang dan hmm.. aku tidak tau lagi hanya dua itu yang bisa ku sebut dengan makna yang dalam sekali. Deep!
Karakter ini karakter yang paling kesepian dimuka bumi. Jika kita mencoba merubah sifat tersebut dia akan kehilangan khas dirinya sendiri. Aku tidak tau solusi terbaik menangani karakter ini. Mungkin hanya seseorang yang benar-benar spesial yang punya kesempatan besar untuk menarik tangannya, menggenggamnya dengan lembut dan memberi senyuman hangat. Hatinya akan meleleh. Oh so sweet.
Uji coba Zheill!
*Bagian satu: Bermain Dota 2
Aku bersama group Agen Tahu Bulat Nyoi yang anggotanya terdiri dari aku sendiri, Abdi, Yahya dan Aldy. Match dimulai! Aku memilih Hero Lina, si gadis berapi. Sebelum permainan dimulai aku mengaktifkan Zheill, akhir permainan kami kalah. Kami memang tidak kompak bermain Dita eh! maksudnya Dota terlebih Yahya dan Abdi mereka tidak mahir bermain Dota. Aku sudah berusaha semaksimal mungkin dengan ketenangan yang luar biasa, tidak mudah terprovokasi, lincah, cerdas tatapi musuh jauh lebih kuat dari dugaan ku, yaa kan permainan dota itu permainan team.
Aldy memuji permainan ku katanya kamu beda dari biasanya. Rasanya bagaimana bermain dengan karakter Zheill? hehe fokus yang tinggi seolah-olah aku berada dimedan tempur itu bahkan dengan mudahnya aku memprediksi aura membunuh lawan dengan naluri ku. Pikiran ku terhubung dengan kawanan jadi lebih mudah dalam penyesuaian strategi mendadak, skill membaca pikiran kawan yang di dapat dari seringnya kita berlatih bersama, makanya aku suka bermain dota dengan teman, selain meningkatkan kerja sama juga memudahkan kita mengenali teman kita dengan baik, kekurangan dan kelebihan. Hanya sebuah percobaan hasilnya memang kurang memuaskan, disana masih banyak yang belum bisa ku gapai aku masih belum terbiasa menggunakan karakter ini atau lebih tepatnya masih belum mengenal dengan baik sosok Zheill. Sulit sekali mendekatinya. Aku ingin tahu apa kekuatannya yang sebenarnya.
*Bagian dua: Menilai
Aku pernah magang dipabrik karet. Suatu hari aku disuruh menemani senior ku untuk memperbaiki mesin pembakaran kantal!!!(karet mentah). Hanya mengamati aja sih soalnya pekerja yang berpengalaman turun tangan menangani masalah ini. Senior ku juga gak kalah cerdas padahal umurnya beda satu tahun dengan ku, dia pernah membuat mainan kalajengking dari sisa besi yang tak terpakai hasilnya keren banget pengen minta tapi sudah dikantonginya sendiri. Aku memanggilnya kaka tapi dia keberatan ahaha.
Intruksi dari om untuk pekerja las yang dipilih menyusun pola yang tak ku mengerti, btw aku lupa nama instruksi yang bertanggung jawab dalam memperbaiki mesin pembakar kantal ini jadi panggil aja om, lanjut.
Walaupun aku mencoba membayangkan bentuk mesin yang baru saja aku lihat ini seharusnya aku paham permasalahannya dimana dan penyelesaiannya tetapi si om menunjukkan hasil yang luar biasa dari perkiraan ku, wow aku sempat kagum dan bertanya-tanya dalam benak ku, kuliah dimana si om ini. Mesinnya kembali bekerja. Om sempat tersenyum kecil.
Zheill yang ku tahu hanya bagian permukaannya saja, seandainya ada tempat untuk menguji kekuatannya mungkin aku akan lebih mudah mengendalikan karakter ini sesuka hati, catatan "untuk hal yang baik" hihihi.
Kau tahu Vampire? tapi vampire dalam film romantis, selalu saja cool, kalem dan sosok yang misterius.Tapi jangan samakan aku dengan Vampire Romance ditiap aku memakai karakter Zheill haha.
Karakter Zheill sudah ada sedari kecil hanya saja aku tidak bisa menyadarinya, bila aku memakai karakter ini semuanya sangat tenang dan alami, beda dengan Beater. Misalkan Beater adalah api berarti Zheill adalah es. Berbanding terbalik. Dia disukai, sering diperhatikan, banyak perempuan yang penasaran dengannya namun kadang pikirkan yang terlalu logis dapat membuat orang lain terluka dengan jawabannya. Penuh rencana dan mudah dilupakan. Seperti yang ku bilang diawal tadi kalau pemicu untuk menggunakan karakter ini dalam kondisi tertentu saja, seperti sendirian. Sendirian bisa berarti sedang berpikir tenang layaknya embun, terbuang dan hmm.. aku tidak tau lagi hanya dua itu yang bisa ku sebut dengan makna yang dalam sekali. Deep!
Karakter ini karakter yang paling kesepian dimuka bumi. Jika kita mencoba merubah sifat tersebut dia akan kehilangan khas dirinya sendiri. Aku tidak tau solusi terbaik menangani karakter ini. Mungkin hanya seseorang yang benar-benar spesial yang punya kesempatan besar untuk menarik tangannya, menggenggamnya dengan lembut dan memberi senyuman hangat. Hatinya akan meleleh. Oh so sweet.
Uji coba Zheill!
*Bagian satu: Bermain Dota 2
Aku bersama group Agen Tahu Bulat Nyoi yang anggotanya terdiri dari aku sendiri, Abdi, Yahya dan Aldy. Match dimulai! Aku memilih Hero Lina, si gadis berapi. Sebelum permainan dimulai aku mengaktifkan Zheill, akhir permainan kami kalah. Kami memang tidak kompak bermain Dita eh! maksudnya Dota terlebih Yahya dan Abdi mereka tidak mahir bermain Dota. Aku sudah berusaha semaksimal mungkin dengan ketenangan yang luar biasa, tidak mudah terprovokasi, lincah, cerdas tatapi musuh jauh lebih kuat dari dugaan ku, yaa kan permainan dota itu permainan team.
Aldy memuji permainan ku katanya kamu beda dari biasanya. Rasanya bagaimana bermain dengan karakter Zheill? hehe fokus yang tinggi seolah-olah aku berada dimedan tempur itu bahkan dengan mudahnya aku memprediksi aura membunuh lawan dengan naluri ku. Pikiran ku terhubung dengan kawanan jadi lebih mudah dalam penyesuaian strategi mendadak, skill membaca pikiran kawan yang di dapat dari seringnya kita berlatih bersama, makanya aku suka bermain dota dengan teman, selain meningkatkan kerja sama juga memudahkan kita mengenali teman kita dengan baik, kekurangan dan kelebihan. Hanya sebuah percobaan hasilnya memang kurang memuaskan, disana masih banyak yang belum bisa ku gapai aku masih belum terbiasa menggunakan karakter ini atau lebih tepatnya masih belum mengenal dengan baik sosok Zheill. Sulit sekali mendekatinya. Aku ingin tahu apa kekuatannya yang sebenarnya.
*Bagian dua: Menilai
Aku pernah magang dipabrik karet. Suatu hari aku disuruh menemani senior ku untuk memperbaiki mesin pembakaran kantal!!!(karet mentah). Hanya mengamati aja sih soalnya pekerja yang berpengalaman turun tangan menangani masalah ini. Senior ku juga gak kalah cerdas padahal umurnya beda satu tahun dengan ku, dia pernah membuat mainan kalajengking dari sisa besi yang tak terpakai hasilnya keren banget pengen minta tapi sudah dikantonginya sendiri. Aku memanggilnya kaka tapi dia keberatan ahaha.
Intruksi dari om untuk pekerja las yang dipilih menyusun pola yang tak ku mengerti, btw aku lupa nama instruksi yang bertanggung jawab dalam memperbaiki mesin pembakar kantal ini jadi panggil aja om, lanjut.
Walaupun aku mencoba membayangkan bentuk mesin yang baru saja aku lihat ini seharusnya aku paham permasalahannya dimana dan penyelesaiannya tetapi si om menunjukkan hasil yang luar biasa dari perkiraan ku, wow aku sempat kagum dan bertanya-tanya dalam benak ku, kuliah dimana si om ini. Mesinnya kembali bekerja. Om sempat tersenyum kecil.
Zheill yang ku tahu hanya bagian permukaannya saja, seandainya ada tempat untuk menguji kekuatannya mungkin aku akan lebih mudah mengendalikan karakter ini sesuka hati, catatan "untuk hal yang baik" hihihi.
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Musim Pertama : Tersesat 1. Sebuah pertanyaan 2. Enchanted 3. Berpisah 4. Penyesalan 5. Proses 6. Mount Anger 7. Teruslah Be...
-
Di saat kamu memilih seseorang yang telah kamu percaya dalam hidup namun dia malah berpaling meninggalkan mu apa yang akan kamu rasakan...
-
Tinggal 6 bulan kah lagi??.. Serasa begitu lambat.. Sebuah perkiraan yang belum pasti.. “oi stop dah waktunya istirahat” seru k...