Semua
manusia adalah tokoh utamanya aku maupun kalian, kita juga saling berbagi
peran, peran antagonis, protagonist dan juga tokoh pemabantu atau tokoh baru
bermunculan. Ada pun tokoh pahlawan menurut saya yaitu seorang sahabat, ya aku
berharap tokoh itu ada dalam cerita hidupku.
Sahabat ..
aku melihatnya dalam hidupku..
Ketika SMP
kelas satu aku bertemu dengannya, ya dia adalah Yahya, keluarga mereka pindah
rumah. Kami bertemu di musim kelereng. Pada saat itu aku juga merasa kalau ia
adalah orang dari cara bicarany. Kami mulai berteman akrab dari sebuah
permainan tak hanya Abdi tapi juga Aldy dan Herry kami sering tertawa
terbahak-bahak bila di suguhi sebuah lelucon, kadag pula kami seperti anak
kecil bila jaringan warnet lelet “nih me yutube pasti” sorak diantara kami ya
faktanya begitu apalagi orang tua yang menjudi togel. Umur Aldy beda 3 tahun
dengan ku dan Yahya Herry 2 tahun yup mereka masih muda perjalanan mereka masih
panjang. Mereka memang memiliki sifat anak kecil karena perbedaan sebuah
pengalaman walaupun begitu aku tetap berteman dengan mereka.
Di kasus
Abdi aku sudah dari dulu menganggapnya seorang teman, jika dibandingkan dengan
teman yang lain hanya Abdi lah yang paling terbaik. Memang, dulu kami sering
bertengkar tapi sekarang pikiran kami mulai matang dan aku melihat aura
berbeda-beda dari mereka. Di kasus Herry kami sulit berkomunikasi dengannya,
soalnya ia harus menghadapi rintangan dunia di usia menginjak 15 tahun, tak
semua orang memiliki harta melimpah, mencari kerja sebuah harapan lain. Aku
berharap jika aku seukses nanti bisa membantunya bukan tapi kami.
Sekarang aku
mulai mencari pengalaman baru kerja di Bumi Jaya yup sebagai anak magang. Aku
senang sekali mereka menyambut kami dengan cara biasa. Di tempat magang aku
bertemu lagi dengan tokoh-tokoh baru, yup aku akan selalu belajar. Aku magang
bersama teman BLK, aku panggil Fahmi, aku tak terlalu akrab dengannya seoalnya
aura yag ia tunjukkan lain dari yang ku harapkan, ia tak menyukai ku, entahlah
kenapa bisa begitu. Jujur saja aku mulai tak menyukainya kenapa? ia pernah
mengentuti tepat di hadapanku, sebagai sapaan?? Bahkan saat aku mencoba
berkomunikasi ia malah menuli. Kelopak mata kanan ku menutup perlahan dan hanya
tersisa setengah pandangan, ya itu saat dimana aku bertemu dengannya, aku tak
berharap dengannya lagi. Hanya sebagai teman magang, kedudukan lebih rendah
dari pada seorang teman.
Pada minggu
kedua aku mulai kelelahan, aku merasa kalau tubuh ku belum bisa mengimbangi
mereka, mereka yang ku maksud anggota workshop, aku kelelahan memaksa tubuhku
mempercepat perkembangan agar sebanding. Pemakaian Beater pun hanya berlangsung
3 hari dimulai saat aku kehabisan tenaga, berat rasanya. Aku tersadar seseorang
memanggil ku dari belakang, katanya dia ingin aku bersama kak Albert membeli
gallon, kami pun pergi dan kembali membawa 4 galon, “kak biar aku saja yang
bawa” pinta ku, kak Albert pun mengizinkannya karena hari ini ia tampak
kelelahan. Sesampainya di workshop aku pun memarkirkan kargo yang tinggi ini di
dekat dispenser, aku angkat satu gallon dan meletakkannya di bawah disamping
dispenser jua, namun saat aku mengangkat gallon yang kedua tiba-tiba saja
kargonya terjungkal ke depan dan memecahkan satu gallon yang satunya lagi
tutupnya terlepas membanjiri lantai. Mungkin wajah ku tak berbentuk lagi,
dengan langkah kilat aku membujurkan kedua gallon tersebut supaya menghentikan
alairan air yang keluar, tentu saja aku malu, terlintas aku mengingat pesan kak
Almino kalau anak magang yang dulu bandel dan mencoreng nama baik BLK, padahal
aku ingin memperbaikinya dangan lulusan kami ini, serasa aku pingin minggat
dari sini. Jam 12 kami istirahat, kami makan bareng di tempat istirahat yang
sudah disiapkan, sekarang tidak lagi, aku pergi ke kantin saja, siapa yang tahan
setelah memecahkan gallon terus makan bersama meraka, mendekat pun aku enggan.
Setengah
harinya aku hanya duduk me-las gerobak tanpa istirahat sedikit pun, sakitkan
fidz.. aku mulai berfikir keras untuk menjadi lebih baik, memang aku dulu
berharap menjadi yang terbelakang tapi sekarang beda ini bukan panggung ku ini
panggung BLK !!!! sekarang aku tak membutuhkan mu fidz kini yang kau perlukan
hanya aku dan Zheill, aku benci sifat polos dan kecerobohan yang membuat semua
berantakan.
Sepulangnya
di rumah aku berhenti memakai tenaga dan otakku, aku lelah fisik maupun mental.
Aku merbahkan tubuhku yang tiap hari bertambah beratnya di kasur, apa yang
telah kulakukan dasar bodoh..
*ting tong*
Suara
notifikas dari line dari group “Agen Tahu Bulat nyoi” aku meraih ponsel ku dan
membukanya, aku tertawa kenapa?? kenapa masih ada kau, Hafidz?? Jangan tertawa.
Mungkin ini yang di maksud sahabat, sahabat yang selalu aku idamkan dari dulu,
mereka selalu saja bisa membuatku tertawa. Ya mereka adalah teman ku..
Kalialah yang
terbaik..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar