seikhlasnya dari ku,tapi aku hanya punya uang ratusan dua lembar,dengan berat hati ku berikan selembar untuknya,apa aku tidak ikhlas ,mungkin saja itu bukan rejekiku,anggap saja menolong orang. Dan juga dari rawut wajahnya si kakek itu memberiku sesuatu ,yang dalam pikirku itu adalah sesuatu yang penting,aku membaca jalan pikirnya dan ucapannya, ia memberiku sebuah kertas dan kain yang bermotif ayat-ayat al-Qur'an dan terselip uang lima ribu tadi beserta botol berisi air ungu tadi, kata kakek itu jika air yang ada dibotol ini habis kamu tinggal menjemurnya dibawah terik matahari,maka ranting yang didalam nya ini akan menyerap sinar ultraviolet dan menguap dan akan terisi botol ini,,wah reaksi apa coba sampai keluar air begitu ucapku dalam hati,lalu si kakek mencoba membacakan sekali lagi ayat-ayat al-Qur'an, setelah itu ia mencoba menanyaiku lagi dengan jawaban dari lubuk hatiku,,lalu aku menjawab ,jelas itu, lalu ia mengambil sesuatu,apa itu paku? Bukan pisau,lalu ia menusukan ke lenganku ,aaAAAA ! Teriak aku dalam hati,tentu saja aku kaget dan cengang,tapi tidak luka,jangan jangan. . . Lalu kakek itu memperbolehkan aku pergi ,yang pastinya aku masih kebingungan, aku lihat orang-orang yang memandangku begitu aneh, aku juga keanehan,aku teruskan langkahku untuk menjauhi mereka,niat untuk beli sepatu pudar,tapi aku anggap itu bukan rejeki ku,jadinya sisa uangnya ku belikan pembersih wajah,aku sengaja memutari keberadaan kakek tersebut untuk menjauhi nya ,pastinya, dan pulang dengan beribu pertanyaan. . .
Diperjalanan aku terus berpikir dan berpikir,dan mengotak-atik kepalaku ,beruntung,aku beruntung,aku beruntung ,beruntung lengan ku tidak ditembus pisau tadi,ya aku beruntung,kalo tembus gap papa juga kan ,paling keluar darah.Setelah sampai dirumah aku ganti pakaian dan berbaring untuk menemukan jawaban,kata pak Abdi orang yang percaya jimat itu adalah percaya kalau jimat adalah Tuhan ku,emm. . . dia memegang tanganku dan membacakan ayat,emm. . . Masalahnya kemana aku membuang benda-benda aneh ini,dan juga uang
untuk membeli sepatu,dan juga apa alasanku,aku juga gak bakal cerita soal ini kekerabat dekat ku yang hanya akan membuat masalah,apalagi neneku,bila ada masalah ia langsung menyergap,jelas aku pasti dimarahinya karna uang ditukarkan sama jimat, aku tau jimat itu mempunyai khodam yang ya menurutku mudah didapat, aku juga masih ragu untuk membuang jimat ini, mungkin saja setelah aku membuang jimat ini penunggunya langsung marah dan menyerangku,tapi aku juga ingin tau bagaimana cara kerjanya,namun aku tidak menganggap jimat ini adalah Tuhan ku. Mengenai dia si kakek tadi,setelah aku pergi meninggalkan nya aku mendengar ia mengucap dzikir,aneh baru kali ini aku bertemu orang seperti itu,sebenarnya apa yang ia pikirkan. Dan ada juga yang tadi,sebuah kata yang bikin aku ke bingungan,"kamu beruntung",apa aku beruntung setelah bertemu dengan orang itu,yang sebenarnya orang yang beruntung itu adalah orang yang rajin sholat ,membekali diri dengan ilmu,menjalankan sunnah rasul,dan lain-lain yang sesuai tercantum di
al-Qur'an,dan juga
aku gak bakal percaya dengan orang seperti dia,yang dia sendiri juga
kebingungan dengan dirinya,maksudku aku tak mempercayai orang-orang,tapi
aku tak menganggap disekitarku adalah musuh, aku hanya ingin berusaha
agar tidak kebergantungan dengan orang lain.
Percaya dengan jimat gak bakal menemukan sesuatu yang keren tapi dengan percaya kepada Allah,berdoa,dan berusaha akan mendatangkan sesuatu yang keren maksudku keberuntungan ,dahhh !!! Jumpa di next episode
Percaya dengan jimat gak bakal menemukan sesuatu yang keren tapi dengan percaya kepada Allah,berdoa,dan berusaha akan mendatangkan sesuatu yang keren maksudku keberuntungan ,dahhh !!! Jumpa di next episode
Tidak ada komentar:
Posting Komentar