Selasa, 13 Januari 2015

Peran orang tua



Waktu itu aku masih belum sadar bahwa ayah ku meninggal disaat usiaku yang masih kecil,aku tidak tau harus bagaimana menanggapinya ,menangis pun enggak, yang bisa ku lakukan hanya melihat orang yang berkerumun disekitar ayahku sampai-sampai aku tak bisa melihatnya.Setelah itu aku tidak ingat sama sekali apa yang terjadi selanjutnya.Kemudian aku tersadar kembali, ibuku melahirkan seorang bayi ,mungkin itu bayi dari hubungan ayahku, bertambah satu saudara lagi,yaitu aku ,kaka ku,dan adik baru ku,seperti sebelumnya ,aku tidak ingat selanjutnya apa yang terjadi,rupanya waktu itu aku berumur kurang lebih 3 tahunan, rasanya saat itu aku seperti sedang bermimpi,menatap hujan yang deras di pinggir jalan. . . Suasananya sangat aneh.
Dan aku tersadar kembali , aku berjalan entah kemana bersama ibuku sepertinya hal yang penting lalu aku tak mengingatnya lagi, tapi disuatu malam aku sudah berada di dalam mobil,mobil siapa aku juga tidak tau,aku lihat kaka ku dan nene ku,kemudian kami pergi entah kemana,ini ingatan yang mana ? aku tidak tau . .
Ayah ,jadi ini raut wajah ayah ya . . .Kenapa aku gak menangis ya ,jelas-jelas aku sudah kehilangannya(sambil memegang foto) , sebenarnya aku juga tidak mau menanyakan hal ini kepada ibuku ,takutnya membuat luka dihati ibuku,sebaiknya dan lebih baiknya aku cari tau sendiri. Hem . . .Loh kok ada foto ayahku dirumah Abdi, apa ayahku berkeluarga dengan keluarga Abdi, tidak itu tidak mungkin.


Saat aku kelas 3 SMP ,ibuku nikah, siapa dia aku tidak akan menganggap dia ayah tiri ku, sebelumnya aku juga pernah lihat dia datang kemari bersama temannya yang membawa pacarnya kerumah nene ku(tempat tinggalku sekarang) ,ini rumah nene ku bukan diskotik temannya malah bermesraan dihadapanku, rasanya aku mau mehajar orang itu. Entah apa yang dipikirkan ibuku hingga menerima orang lain sebagai teman yang punya sikap seperti itu ,tak tau malu.
Liburan tiba banyak teman-temanku yang bermain badminton,tapi aku tidak punya raket maka kaka ku mengusulkan aku untuk minta raket kepada ushu ku, bagi ushu ku harga raket itu tidak ada apa-apanya. Entah kenapa kaka ku ,memanggilnya ushu ,jadinya aku ikut-ikutan memanggilnya begitu ,nama aslinya Barhadi, itu yang ku dengar dari nene ku, orangnya baik, selalu memberi kami uang jajan bukan kami yang memaksa tapi dia yang memaksa kami datang kerumahnya,katanya jika ada keperluan datang aja kerumahnya,dan hari itu aku datang kerumahnya sendiri memakai sepeda ,jaraknya tidak jauh dari rumah ku yang dulu.Dan dihari itu aku mengetahui sesuatu,karna aku sendiri tak ditemani kaka ku, ushu memberi tau ku sebuah rahasia penting, tentang adik ku . . .bukan dari hubungan ayahku, aku coba memikirkannya beberapa kali ,dan aku mengetahuinya, waktu itu saat aku bersama ibuku pergi keluar kota ,di hotel,kemudian ibuku bersama . . .orang itu, ya begitu lah kenyataannya itu sebabnya kami meninggalkan rumah kami dan tinggal di rumah nenek ,rasanya begitu pahit mengetahuinya, aku tau siapa orangnya dia pernah datang kerumah nenek dan memberi uang khusus untuk adik ku,aku pikir dia cuman mau bersedekah saja, ya begitulah dunia. 


Pada kelas 1 SMA ibuku cerai dengan pasangannya yang tahun lalu itu,ibuku begitu sedih sampai-sampai dia gak mau makan,aku juga tidak tau harus berbuat apa ,tapi ku harap ini bakal cepat selesainya. Lalu kebenaran terungkap ,rupanya mantan pasangan ibuku itu disantet oleh seseorang yang suka padanya,tujuannya tidak bukan merebut pasangan ibuku,tapi 2 bulan sejak kejadian itu santet yang digunakannya tidak berguna lagi ,mungkin karna ikatan cinta,namun ibuku menolak untuk rujuk kembali ,sampai-sampai anaknya mesms aku,text darinya "kembalikan ibuku", apaan coba maksudnya, itu juga karna kesalahan ayahnya ,jelas ibuku itu sangat baik dan ramah terhadap orang lain,ibuku juga masih awet muda,itu sebabnya ibuku banyak disukai orang-orang ,sampai-sampai mau ngehancurin rumah tangga orang, bukan ibuku sih yang melakukannya tapi orang itu yang tenggelam dalam nafsunya.Mengenai ibuku ,dia kembali nikah lagi, apa yang sebenarnya ibuku pikirkan itu belum bisa ku tangkap ,aku hanya bisa diam semoga ini yang terbaik. Namun pernikahan ibuku hampir saja dibatalkan karna kaka ibuku tak menerimanya, semuanya punya pemikirannya masing-masing ,kalau dipikir-pikir aku juga tak ingin ibuku menjadi tulang punggung keluarga,sekolah belum selesai,lalu apa karna ibuku itu sering nikah dan cerai adalah hal yang memalukan,apa mau kaka ibuku menjadi tulang punggung keluarga kami ? yang benar saja. . .aku tau gosip sedang bertebaran dikota kami, manusia memang seperti itu,selalu bertindak tidak logis , terkadang aku juga tidak tahan menahan emosi, tapi apa yang bisa kulakukan,jangan membuat lebih parah situasi. Banyak juga orang lain yang menanyakan keberadaan ibuku termasuk guru-guru disekolah,aku tak bisa menjawabnya, emangnya mereka siapa ibuku, karna ini juga merupakan koleksi dendamku, aku manfaatkan untuk memberi tenaga diri ini dan meluruskan pandanganku terhadap tujuan di dunia ini, hanya untuk satu tujuan.


1 tahun berlalu ,aku harap ibuku tetap akur terhadap suami barunya,aku yakin kalau tujuan dari ibuku adalah untuk memberi adikku kehidupan, aku tidak bisa mengunggat keberadaan ibuku walaupun aku rindu dengan senyumnya dan keramahannya, tidak banyak protes ,tidak ingin membebani ibuku. Ibuku pernah bilang kalau aku ini mirip ayahku,entah dari segi mananya ,tapi hal ini membuatku semakin mencintai ayahku, walaupun ayahku sudah tiada didunia ini, masih saja dia meninggalkan sebuah bekas,sebuah jasa ,kata ushu ,ayahmu itulah yang sering membantu ushu dalam berbisnis dan akhirnya ushu sukses, bahkan yang lainnya juga merasa begitu , itulah kenapa kami sering diberi uang dari ushu ku,paman ku, dan juga keluarga ku yang lainnya, ya! aku ingat, . . Aku ingat kalau aku pernah dipeluk ayahku ,rasanya seperti mimpi . . . datar sekali .. . . . Nama ini juga pasti dirundingkan khusus untukku, makasih ibu ,ayah, kalian yang terbaik,yang memberiku banyak pelajaran hidup. Aku yakin . . . pasti . . .doa ku 101% terkabul untuk kalian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar