Antara Musuh dan Teman
Kali ini aku
akan bercerita tentang diri ku dan dia ,dia yang ku anggap setengah musuh. Nama
panggilannya Ervan ya bisa dipanggil begitu ,kami sudah bertengkar tiga kali
semasa kecil dan sampai sekarang ini kami belum berbaikan ,sungguh belum
berbaikan. Awalnya sih kami ini adalah teman baik ,yup teman baik .. bahkan
dulu aku sering sekali berkunjung ke rumahnya dan kami selalu bermain bersama
namun sulit sekali membuatnya tertawa ,yah maksudnya tertawa dari hati .. gitu?
.. hem! .. yah pokoknya begitu.
Kami sering
bermain di Loyang jaraknya gak jauh dari rumah kami ,di sana merupakan
perumahan baru namun jarang sekali diurus bahkan gak ada pekerjanya dan
terlihat seperti kampung yang tak berpenghuni ,yup bangunannya banyak yang gak
terselesaikan dan belum ada peminat untuk tinggal di area ini ,jadilah area ini
sebagai tempat bermain kami ,yah sebetulnya bukan hanya tempat ini sih. Saat
musim anime naruto hadir di siaran Global tv kami jadi lebih sering nonton di
rumahku selepas sholat magrib di Langgar At-taqwa ,kadang kami juga merekam
lagu Opening nya, entah bagaimana dulu eksperesinya ,senang atau tidak.. aku
tidak mengetahuinya soalnya aku hanya sibuk menghibur diri sendiri. Pertama
kami bertengkar entah disebabkan oleh apa .. aku lupa hehehe .. lalu kami
baikan melalui sms ,yup sms ,yah pada saat itu kami baru mengenal apa yang
namanya handphone dan berbagi nomor hp ,kami berbaikan setelahnya karena itu.
Kemudian
pada saat itu terjadi lagi ,maksud ku bertengkar kali ini sangat parah ,dia dan
Abdi mengetahui password Facebook ku ,bagimana mereka tau juga belum ku ketahui
mungkin disebabkan password FB ku pendek dan mudah dihapal ,ketika aku membuka
akun ,aku melihat foto FB ku berbau porno .. aku tekejut dan langsung
menggantinya .. sungguh leluconnya menyakitkan .. namun dia datang kehadapan ku
.. di saat aku dan Abdi duduk di bangku halaman rumah Abdi ,dia menodongkan
tangannya ke hadapanku ,aku rasa dia sangat malu untuk meminta maaf dengan ku
kemudian aku bilang “kenapa ?” lalu dia menampar pipiku yah sedikit agak keras
sih ,duduk lah dia di samping ku ,kami baikan dan melupakan apa telah terjadi
yang terjadi.
Kejadian itu
berulang lagi jauh lebih berbahaya dari sebelumnya ,dia mau menenggelamkan aku
ketika kami sedang mandi di sungai ,jujur saat itu aku pikir akan mati ,semua
nafas ku hampir habis dan syukurlah dia melepaskan ku ,lalu aku bertengkar lagi
dengannya ,sejauh yang ku lihat dia itu selalu mencari bahan untuk melampiaskan
hasratnya untuk membuat yang lain tertawa ,benar juga itu bisa menjadikan yang
lain senang namun ada juga pihak yang tersakiti ,dan ku pikir candaannya itu
tidaklah menyenangkan ,selama ini aku selalu menganggap hal itu tak pernah ada
tapi saat aku yang menjadi bahan bully nya aku sadar bahwa itu tak menyenangkan
,aku pikir dia harus tau dengan sendiri apa yang ia perbuat itu bukanlah
menyenangkan karena aku bukan temannya lagi.
Akan tetapi
saat aku melihatnya menangis gara-gara dia menjatuhkan Rezki di sungai dan
bertengkar hebat aku hanya terdiam melihatnya ,sebenarnya aku bersimpati
kepadanya tapi aku juga marah kenapa dia melakukan hal tak senonoh begitu ,dia
menjatuhkan Rezki sebelum pakaiannya di lepas ,aku pikir Rezki juga bertindak
berlebihan karena memukulnya beberapa kali ,mereka ini bukan seperti kenalan ku
saja. Anehnya saat kami mandi di sungai besar ,aku baik sekali padanya padahal
gak berteman ,di sungai itu arusnya deras sekali dan banyak sekali ranting kayu
bahkan pohon tumbang sangkut di tengah sungai ,sebenarnya aku juga merasa
bahaya sekali kalau kami mandi di sini ,akan tetapi setelah menyebrang
sungainya ..mm kira-kira 100 meter lebih hya butuh waktu satu menit nyebrang
dengan kecepatan penuh gara-gara arusnya deras .. ada banyak sekali pasir
serasa seperti di pantai ,kami sangat senang sekali. Hanya saja Ervan dan teman
satunya lagi gak berani menyebrang.
Teman yang
lainnya menyemangati mereka berdua agar berani menyebrang ,mungkin memang
berhasil yang lain untuk mengajaknya dan mereka berdua memberanikan diri
berenang dari jalur berbeda ,jalurnya pendek tapi arusnya super deras aku gak
yakin mereka berdua bisa ,yang satunya menyerah dan kembali tapi Ervan masih
meneruskannya yang lain tidak peduli dengannya aku yang musuhnya malah
bersimpati terhadapnya “Ab pegang tangan ku ,kuat-kuat lah” ,lalu aku
menghampiri dia yang sedikit lagi sampai walaupun begitu dia pasti sudah
kualahan mengeluarkan tenaga penuhnya tapi tetap saja aku khawatir soalnya
semakin ketepi arusnya semakin deras ,lalu aku mengulurkan tangan ku ke dia
,tentu saja dia menangkap tangan ku orang bodoh aja yang mengabaikannya “yosh!”
aku dan Abdi menariknya dan sampai ketepi lalu kami bermain sepuasnya sampai
sore, “eh sudah berteman ya” kata Rezki berbisik ke aku.
Aku berpikir
kami ini sudah berbaikan apalagi setelah kami berjabat tangan waktu itu ,namun
aku tidak berpikir untuk berteman dengannya lagi ,kenapa ?,awalnya aku memang
ingin berteman lagi tetapi setelah melihat kejadian di Bulan Ramadhan itu di
episode Penyesalan ,aku berpikir dia tak banyak berubah dan ketika aku melempar
pancis untuk menolong si korban dia malah bilang “ ah apa itu pancis buat apa
dilempar ke dia” aku syok sekali tangan ku gemetar seolah-olah berhadapan
dengan makhluk buas. Yang buruk di cerita ini bukanlah dia namun aku ,aku
berusaha untuk memusuhinya dan tak pernah berbaikan “sudah tiga tahun fidz
,masa kamu gak memaafinnya?” Tanya Nisa ,jika aku menjadi Nisa mungkin kami
sudah berbaikan dari dulu ,haaahh … sering terlintas dipikiran ku seandainya
dia berubah jauh lebih baik mungkin aku akan berteman lagi dengannya begitulah
namun jika seperti itu aku hanya menjadi anak kecil yang berharap semua
keinginannya terwujud .. egois .. bodoh .. aku berharap bisa berubah jauh lebih
baik dan dipertemukanlah aku dengan Rama di kehidupan ku ,di mata ku dia sering
sekali mem bully ku .. kepribadiannya buruk selalu mengejekku akan tetapi
menyenangkan bersamanya badannya yang besar sedikit membuatku ketawa yah aku
harus berusaha supaya tidak mengacaukannya aku tidak ingin kejadian seperti
dulu terjadi lagi ,biarlah yang dulu sebagai contoh.
*fin
aku sangat terkesan dengan blog anda.anda bisa jadi penulis yang hebat.terima kasih sudah jujur.maafnya atas kesalahanku yang dulu.aku sangat menyesal atas kesalahan yang aku buat selama ini. semoga aku bisa memperbaiki sifatku yang masih bodoh ini.aku yakin bisa berubah.munkin sudah terlalu lama kita bermain seperti dulu.sebenarnya aku sudah lama ingin minta maaf,tapi selalu tersandung keegoisanku sendiri.dapatkah kita memulainya dari awal.bermain seperti dululagi tapi munkin tidak bisa lagi sekarang ini.sampaikan juga permintaan maafku kepada Abdi.aku ingin kita bersatu lagi seperti dahulu.sampai2 bikin geng pencari wanita(bercanda hehehe).satu lagi,jangan tanya bagaimana aku bisa sampai tahu blog kamu.munkin tuhan yang sudah tunjukkan jalannya.
BalasHapusI'm Apologize for all my fault
wah aku terkejut bisa sampai tau blog ku haha.. iyah aku juga mau minta maaf aku terlalu pengecut mau minta maaf ,kita bisa memulai dari awal lagi kok ,bersenang-senang seperti dulu ,nanti aku kasih tau sama Abdi ..
Hapuswah senangnya bisa tersampaikan ..
HORROR
BalasHapus,dibagian mana horronya??
Hapus