Jumat, 27 November 2015

Khayalan


Dulu aku pernah berpikir apakah ada seseorang di dunia ini yang memikirkan apa yang akan terjadi di masa depan nantinya, bentuk, isi dan semacamnya yang belum pernah terjadi di masa kini, sebagai manusia wajar saja aku penasaran. Sekian lama aku mencari jawabannya akhirnya aku menemukannya satu tahun yang lalu, singkat, aku juga terkejut, hal ini membuat aku ragu. Siapa yang tau adalah jawaban yang tak beralasan namun fakta, benar tak ada yang tau tapi ada hal yang pasti.. yang mesti diketahui bagi kita yang penasaran, dunia ini akan menjadi buruk begitu pula penduduknya.. aku juga merasakanya saat kelas satu SMA, masa depan kami tak begitu indah.
Pernah terlintas di benakku kenapa teman-teman ku begitu menikmati yang namanya bersenang-senang, pacaran ,twitter, jalan-jalan dan kesenangan lainnya bagiku hal itu sangat sulit ku lakukan dan membuatku labil tak karuan padahal aku sendiri begitu menikmati yang namanya bersenang-senang main game dan semacamnya, senjata makan tuan. Tapi ketika aku serius melakukannya hal yang tak terduga datang dan membuatku kembali berusaha membangunnya namun timing ku kurang bagus mengapa disaat-saat masa sekolah. Bukan sebuah rahasia hanya saja yang lain tak mengerti apa yang ku katakan karena yang ada di pikiran mereka adalah cinta-cintaan dan bersenang-senang atau memikirkan diri mereka  untuk masa depan.. itu wajar saja karena kita manusia, lebih baik melakukan hal yang mudah dari pada yang sulit.

Saat-saat terakhir aku ingin berhenti sekolah dimana aku berbincang-bincang dengan Aulia, saat itu ia menanyakan ku “mau apa hafidz setelah lulus ini?” ,benar apa yang akan aku lakukan setelah lulus ini, sering sih teman yang lain juga bertanya tetapi kalau Aulia aku pikir ia akan mengerti apa yang akan ku ucapkan, sedikit terdiam aku berpikir lebih baik gak usah jadi aku hanya menjawab “yah aku mau usaha kecil-kecilan aja terus ya..” aku bingung, “rahasia.. ha ha haha..” ,begitulah padahal bukanlah hal yang besar. Selama liburan ini maksudku hari-hari pengangguran lebih baik aku memperbaiki diri dulu dengan mengungkit masalah-masalah yang pernah aku alami selama ini, rasa sakit, senang, bingung, dan lain-lain seperti halnya remedial aku ingin menjawabnya, ketika pernah seseorang yang bilang kalau aku tak punya uang buat beli plat kendaraan, pernah dikatain narsis ,pernah mengabaikan seseorang yang mau mengenalku Seha, pernah menyakiti seseorang, pernah berkata yang jorok ke Nisa, pernah membuat Boby jengkel karena sifat kekanakan ku dan banyak lagi pertanyaan yag belum ku jawab, semuanya menjadi bahan untuk ku berkembang, karena di dunia ini.

Jika seseorang di dunia ini memimpikan cita-cita yang tinggi maka orang itu harus lebih kuat lagi berusaha untuk mewujudkannya harus ada tujuan yang jelas, yang akan membimbing mu. Lalu bagaimana denganku apa aku punya cita-cita jawabannya tidak ada, hanya ada sebuah tujuan bukan cita-cita tapi aku ragu berjalan dengan mulus maksud ku lebih baik ada masalah disaat proses dari pada sebelum proses malah lebih dulu dapat masalah ketika itu mungkin semangatku lebih dulu hancur sebelum melaksanakannya .. eh tunggu bagiama dengan pantun bersakit-sakit dahulu baru bersenang-senang  kemudian, ah aku perlu menghitung ulang segala kemungkinan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar