Minggu, 31 Maret 2019

Bronze Elder Dragonian

Kami murid kelas 9 C mendapat tugas membuat kerajinan tangan dari tanah liat. Kata bu guru bebas bentuknya.
Aku punya ide tersendiri.
Sorenya aku pergi ke sungai untuk mencari tanah liat yang bagus yang mudah dibentuk. Biasanya kami bermain adonan kue dari tanah di sungai ini makanya aku tahu kalau mudah dibentuk. Tinggal bagaimana cara aku mengolahnya seperti bikin adonan tepung. Harus benar-benar merata. Kerikil dan dedaunan mati aku singkirkan.
Dan.. siap dibentuk!!

Coba tebak aku akan membuat apa?

Ibuku merasa heran denganku. Sedang bikin apa anakku ini? mungkin katanya dalam hati.
"kerajinan apa nak yang kamu buat?" ibuku akhirnya penasaran.
Aku menjawab.
"Bikin Naga ma!" sambil tersenyum ceria.

*doengg

Esoknya di sekolah.
Syukurlah bentuknya gak rusak setelah melewati rintangan jalan gak rata saat bersepeda tadi.
Jam pelajaran kesenian akhirnya tiba.
Satu persatu kami maju ke depan menanti pendapat dan menunggu nilai dari bu guru. Sedari tadi aku lihat semuanya yang telah dinilai bentuknya sama aja.. yaitu asbak rokok.
Kecil, sedang, besar, bahkan ada yang dicat.
Punya Ramlan juga asbak dan bentuk kecil. Kayaknya lagi gak mau kotor-kotoran dia.

Kemudian giliranku tiba..

Aku membuka bungkus wadah dari kediaman Bronze Elder Dragonian.
Cahaya menyilaukan membuat semua teman sekelasku terpana.
*clinggg!

"bisa dijelaskan ini apa?" kata bu guru.

~~~
Terdiam sebentar..
~~~

"ini Naga bu.." aku membalas

astagadragon!!!

Teman sekelas mulai mengerumuni meja guru karena penasaran bagaimana sosok Naga yang aku buat.
Aku tersenyum sendirian.
"aa.. gunanya buat apa ya?" bu guru sedikit kebingungan.
*ehem
"enak dipandang bu, atau memperindah ruangan" spontan saja aku bilang begitu.
"ahaha.." bu guru tertawa
Dari semua murid di kelas ini hanya aku yang membuat kerajinan Patung Naga -__-
Sisanya asbak semua..
Ajaibnya dapat nilai 80an sama kayak lain.
*Ukh
Aku kira bakalan dapat nilai tertinggi karena beda dari yang lain.
huhu~

Yang bikin sakit itu! pas jam terakhir tak ada guru, hendak pulang sekolah, teman sekelas yang sering memalakku meminta izin padaku kalau Bronze Elder Dragonian dilemparkan ke teman yang lain(ceritanya lagi bercanda kejar-kejaran).
Akunya mengiyakan saja kemauannya soalnya aku gak butuh lagi sih tuh Naga.
*cplak
Sang Naga mencium lantai keramik.
Uwah! rupanya masih belum kering kerajinanku, padahal kemarin sudahku jemur seharian.
*huhu~

Selamat tinggal Bronze Elder Dragonian!!
*clingg

Tidak ada komentar:

Posting Komentar