Kucingku menangkap seekor tokek dan membawanya ke dalam rumah. Aku menyuruh adikku untuk membuang tokek itu tapi dia selalu saja bikin kesal. Adikku tidak mau merampasnya. Penakut dan tidak mau tangannya kotor alasan yang paling aku benci. Kalau aku yang minta tolong gak pernah didengarkan. Aku marah, tentu saja aku marah. Yang awalnya bersikap lembut terhadap binatang kini menjadi sosok yang menakutkan. Dengan kasarnya aku menangkap kucingku agar tidak kabur. Kutarik kakinya lalu ku tangkap tokek di mulutnya memakai kantong plastik. Kucingku tetap tidak mau melepaskannya. Semakin dalam. Semakin jadi. Aku tarik ke atas tokek di mulutnya sehingga membuat kucingku tergantung. Biar gravitasi yang menyelesaikannya. Sudah tak sanggup rahang kucingku bertahan akhirnya terlepas juga.
Eh rupanya bukan kucingku yang mengalah tetapi tubuh tokeknya yang terbelah. Aku merasakan kalau tokek ini masih bergerak padahal tubuhnya sudah terbagi dua.
Hmm.. cepatlah mati sana aku benci cicak.
Ah sial lagi-lagi aku melakukannya. Aku tersadar kembali. Uh.. lagi-lagi setan berhasil membuatku marah dan mengontrol diriku. Aku minta maaf pada kucingku atas perbuatanku yang kasar tadi. Mungkin aku sedang kelelahan makanya mudah marah.
Sulit sekali mengendalikan amarah. Dada serasa terbakar, menjalar ke anggota tubuh lainnya. Tubuh hanya mengikuti cara yang terlintas dipikiran untuk menyelesaikan permasalahan, secepatnya. Ini tidak baik. Aku harus mengendalikan amarahku. Permasalahan yang menguji kesabaran. Misalkan semua karakterku tidak bisa mengontrol kemampuannya itu hanya akan membuatku tambah kesusahan.
Kekuatan yang tidak bisa dikendalikan dari ketiga karakterku Beater, Zheill dan Hapis.
Kalian kira karakter Hapis tidak memiliki kekuatan? kalian salah. Kekuatannya yang bisa mengubah perilaku orang lain di sekitarnya sesuai sifatnya. Dia baik orang di sekitarnya juga akan baik. Kalau dia buruk lingkungannya juga akan buruk.
Pada dasarnya kemampuan untuk menyesuaikan lingkungan. Kunci utamanya terletak pada pikirannya. Naluri yang tajam untuk melihat celah kelemahan dan itu dilakukannya tanpa disadari.
Apakah hanya sampai disitu? tidak.
Bayangkan bagaimana kalau bukan dia yang mengontrol dirinya?
Bayangkan bagaimana jika semua kemampuan karakternya digunakan untuk hal yang buruk?
...
Kalian akan melihat sisi monster yang sesungguhnya..
Pada tahap akhir dari pembentukan karakter ialah memilih untuk berjalan di jalan yang baik atau buruk. Itu ujian yang cukup merepotkan. Ataukah.. ujian itu sudah terjadi tanpa kita sadari. Hmm.. artinya kita tidak boleh lengah pada tiap cobaan yang sedang menghadang kita karena semua orang bisa jatuh pada anak tangga terakhirnya.
Tidak ada gunanya untuk mencari tahu dimanakah ujian terakhir akan muncul sebab ujian akan selalu datang dimana kewaspadaan kita sedang turun atau dalam keadaan lengah. Jadi sebaiknya kemampuan untuk berpikir jernih harus ditingkatkan terlebih dahulu.
Semua keputusan berada ditangan kita...
Menceritakan tentang kehidupan labil saya yang memiliki 3 karakter berbeda yaitu Hapis(sifat asli), Beater dan Zheill.
Jumat, 05 Oktober 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Musim Pertama : Tersesat 1. Sebuah pertanyaan 2. Enchanted 3. Berpisah 4. Penyesalan 5. Proses 6. Mount Anger 7. Teruslah Be...
-
Di saat kamu memilih seseorang yang telah kamu percaya dalam hidup namun dia malah berpaling meninggalkan mu apa yang akan kamu rasakan...
-
Tinggal 6 bulan kah lagi??.. Serasa begitu lambat.. Sebuah perkiraan yang belum pasti.. “oi stop dah waktunya istirahat” seru k...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar