Pada malam
minggu saat dimana paman ku meninggal aku pergi ke warnet bersama Abdi dan
Aldi, jika kalian merasa aneh kenapa aku harus pergi bersenang-senang sementara
yang lain sedang bersedih, aku pun juga merasa begitu alasannya karena aku
sudah berjanji kepada teman ku, dilain sisi aku tak bisa kesana karena
tempatnya yang jauh. Aku pun juga merasa sedih dengan diriku. Kali ini aku
membatu Abdi bermain Dota 2 untuk meyelesaikan misinya disebabkan dia terkahir
kali bermain keluar saat pertandingan jadinya akun dota-nya di Abadon dan
diberi hukuman. Aku rasa dengan bertiga mungkin bisa menyelesaikannya dengan
cepat. Hukumannya adalah harus bermain mode Single Draft yang mana kita tak
bisa memilih character hero sesuai pilihan kita dengan kata lain acak tetapi
dalam mode tersebut akan keluar 3 macam hero yaitu Agility, Intelligence dan
Strenght.. dari 3 hero tersebut hanya dipilih satu yang bisa dipakai,
sejujurnya sangat sulit jikalau keluar hero yang bukan kareteria kita.
Dua kali
sudah kami bermain tapi tak kunjung menang dan Aldi bilang kalau kita harus
bermain satu kali lagi. Namun yang ke tiga kalinya kami kalah lagi ,sebenarnya
malam itu aku pusing sekali memikirkan paman ku jadinya tak fokus bermain. Lalu
seseorang diantara kami berbicara kalau setiap hukuman di dota harus menang tak
boleh kalah ,awalnya aku sudah sadar kalau harus dimenangkan selain itu ini
sudah larut malam aku harus pulang, akhirnya aku pulang membawa derita, rasa
kesal memang ada.
“aku tak pernah berpikir menang bisa
membuatku keren, atau kalah akan membuatku tidak keren.
Tapi menyerah sebelum
berusaha itulah yang tidak keren”
Itulah status Abdi pada hari berikutnya entah itu mengarah
pada siapa tapi ada kemungkinan kecil. Kalau diingat-ingat aku juga pernah
berpikir begitu tapi kata-katanya agak beda, kalau aku “buat apa menang atau
kalah lagi pula ini hanya permainan untuk bersenag-senang” begitulah kata
mutiara itu keluar saat aku marah dengan Daniel.
Seminggu
kemudian pada hari juma’at tepatnya setelah pulang sholat juma’at aku dan Abdi
bermain dota lagi, kali ini aku berbuat salah lagi aku lupa settingan akun
punya ku yaitu Random Mode dan terpilih Single Draft. Pada permainan kali ini
Abdi di hina oleh player lain karena tak bisa bermain hero Clinkz, soalnya
dipilahan hero Abdi tak ada hero sesuai pilihannya jadinya begitulah. Aku pun
dihina juga karena tak bisa bermain, hal seperti ini sering sekali terjadi
menghina lawan atau team ,menyalahkan, frustasi, terburu-buru dan lain-lain
tapi itulah yag membuatku suka dengan game ini. Masih ada sisa waktu dari paket
internetku tapi Abdi memilih ingin pulang, tetapi aku melihatnya saat dia
pulang .. seperti aku ketika malam itu, entah apa yang dipikirkannya rasa kesal
atau ada sesuatu yang perlu dilakukan kemungkinan begitu.
Sedikit
mengungkit masa lalu dulu saat aku kelas 5 SD dimana ketika itu kami naik
kelas, aku datang ke rumah Abdi ingin mengajaknya pergi sholat, aku terkejut
dengan ibunya Abdi,dia bilang “karena kamu anak yatim jadi naik kelas”
maksudnya karena aku anak yatim aku jadi di naikan kelas padahal waktu itu
nilai ku buruk sekali, itulah yang aku pahami aku tahu dia marah makanya aku
tidak membalasnya tapi kata-kata itu selalu ku ingat sampai saat ini seperti
berdengung yang anehnya lagi aku waktu itu aku
tak peduli dengan ejekan orang. Mungkin itu salah satu bukti kenapa aku
benci orang tua apa lagi orang yang pernah nyakiti ibuku aku tak akan memaafkannya.
Karena dendam aku lebih sensitive dengan
perkataan orang seperti menanyai ibu ku dimana dan pertanyaan atau pendapat
tentang keluarga ku, aku marah, kesal hendaknya aku menutup mulut mereka, tapi aku terlalu baik dengan orang-orang
.. menjijikan ya??
Namun hal
yang baik akan selalu ada, menurutku hanya Abdi teman yang bisa membuatku
tertawa lebar, yang lain juga pernah tapi yang lebih sering membuatku riang
ialah Abdi teman sedari kecilku hingga sekarang.
Selamanya
tidak akan selalu buruk ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar